Menyusun 100 tokoh Indonesia berpengaruh merupakan sebuah keasyikan tersendiri. Ternyata, tidaklah mudah memilih dan mengurutkan 100 tokoh yang berpengaruh terhadap negeri ini. Terlebih lagi ketika harus membandingkan pengaruh tokoh-tokoh yang berbeda bidang, semisal membandingkan pengaruh Sutan Takdir Alisjahbana yang bergelut di ranah bahasa dan sastra, dengan Tan Malaka yang konsern di bidang politik dan pergerakan. Membandingkan pengaruh mereka berdua terhadap republik ini cukup menyulitkan, disatu sisi STA sangat berpengaruh dalam membangun fondasi dasar bahasa Indonesia, disisi lain Tan berpengaruh terhadap pencapaian kemerdekaan Indonesia 100%. Dalam daftar ini, kami menempatkan pengaruh STA lebih besar dibanding Tan.
Tak hanya yang berbeda bidang, yang sebidang-pun banyak kebimbangan dalam mengurutkannya. Misalkan, mana yang lebih besar pengaruh Hasyim Asyari, Ahmad Dahlan, atau Mohammad Natsir ? Mereka bertiga sama-sama pembaharu Islam melalui organisasi ciptaannya. Hasyim mendirikan Nahdlatul Ulama, Ahmad Dahlan membuat Muhammadiyah, dan Natsir membangun organisasi Dewan Dakwah Islam Indonesia serta partai Islam Masyumi. Mengurutkan ketiganya, mengharuskan kami berkutat dengan banyak sumber dan referensi. Dan dalam daftar ini, kami memilih pengaruh Natsir lebih besar ketimbang dua lainnya. Hal ini dikarenakan reputasi Natsir yang telah mendunia, serta pengaruhnya sebagai simbol Islam politik yang masih terasa hingga saat ini.
Urutan yang kami sajikan ini mungkin sangat debatable. Tapi kami coba untuk menampilkan seobyektif mungkin, dengan mempertimbangkan pengaruh pikiran, gerakan, dan karya-karya yang mereka hasilkan. Dalam daftar ini juga muncul beberapa tokoh yang dianggap kontroversi oleh sebagian kalangan, seperti Soeharto (yang berada diposisi 13), Amir Sjarifoeddin (24), dan D.N Aidit (47). Pertimbangan untuk memasukkan mereka ke dalam daftar ini dikarenakan pengaruh besar mereka dan impaknya terhadap pembangunan keindonesiaan kita.
Berasumsikan bahwa semangat keindonesiaan bermula pada tahun 1908, yakni sejak berdirinya Perhimpunan Indonesia di negeri Belanda. Maka daftar tokoh di bawah ini, menampilkan pribadi-pribadi yang berpengaruh sejak masa itu hingga saat ini. Dalam daftar ini founding fathers kita, Soekarno, Hatta, dan Sutan Sjahrir menempati urutan teratas. Sutan Takdir Alisjahbana, sang penyempurna bahasa berada di urutan berikutnya. Disusul Tan Malaka, bapak revolusi Indonesia, yang berada diurutan kelima.
Berikut 100 Tokoh Indonesia Berpengaruh :
1. Soekarno, presiden pertama
2. Mohammad Hatta, wakil presiden pertama
3. Sutan Sjahrir, perdana menteri pertama
4. Sutan Takdir Alisjahbana, bapak sastra Indonesia modern
5. Tan Malaka, bapak Republik Indonesia
6. Muhammad Natsir, perdana menteri kelima
7. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah
8. Ki Hajar Dewantara, pendiri Taman Siswa
9. Hamka, politisi, ulama, dan sastrawan terkemuka
10. Chairil Anwar, penyair terkemuka
11. Muhammad Yamin, pencetus Sumpah Pemuda
12. Soedirman, panglima tentara pertama
13. Soeharto, presiden keempat
14. Hasyim Asyari, pendiri Nahdlatul Ulama
15. B.J Habibie, bapak teknologi Indonesia
16. Agus Salim, diplomat terkemuka
17. Pramoedya Ananta Toer, penulis Tetralogi Pulau Buru
18. Soemitro Djojohadikusumo, begawan ekonomi
19. Liem Sioe Liong, pemilik Salim Grup
20. Amien Rais, bapak reformasi
21. Usmar Ismail, bapak perfilman
22. Yap Thiam Hien, advokat terkemuka
23. Nurcholish Madjid, pemikir Islam terkemuka
24. Amir Sjarifoeddin, perdana menteri kedua
25. Rudi Hartono, peraih juara All England terbanyak
26. Abdul Haris Nasution, penggagas dwi fungsi ABRI
27. Oei Tiong Ham, konglomerat terkaya di Asia-Pasifik
28. Ismail Marzuki, komposer lagu perjuangan
29. H.B Jassin, paus sastra Indonesia
30. W.R Supratman, pencipta lagu Indonesia Raya
31. Tony Koeswojo, pendiri grup musik Koes Plus
32. Marah Roesli, penulis novel Sitti Nurbaya
33. Sjafruddin Prawiranegara, pemimpin PDRI
34. Abdul Muis, politisi Sarekat Islam dan penulis novel Salah Asuhan
35. Amir Hamzah, sastrawan terkemuka
36. Iwan Fals, penyanyi paling kritis
37. Asrul Sani, penyair dan sutradara terkemuka
38. Assaat, presiden RI semasa RIS
39. Ciputra, pengusaha properti paling sukses
40. Cipto Mangunkusumo, dokter dan politisi terkemuka
41. Djamaluddin Adinegoro, wartawan terkemuka
42. Arizal, sutradara film komedi paling sukses
43. Soekarno M. Noer, aktor paling sukses
44. Christine Hakim, aktris paling sukses
45. William Soerjadjaja, pengusaha otomotif paling sukses
46. Tjokroaminoto, pendiri Sarekat Islam
47. D.N Aidit, tokoh komunis terkemuka
48. Affandi, pelukis terkemuka
49. Nur Sutan Iskandar, sastrawan paling produktif
50. Adam Malik, wakil presiden ketiga
51. Idrus, penulis cerpen Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
52. Widjojo Nitisastro, peletak dasar ekonomi Orde Baru
53. Rosihan Anwar, wartawan terkemuka
54. Ernest Douwes Dekker, politisi keturunan Belanda paling kritis
55. B.M Diah, wartawan dan sastrawan terkemuka
56. Teguh Karya, sutradara terkemuka
57. R.M Tirtoadisuryo, pendiri Medan Priyayi, koran bahasa Indonesia pertama
58. Dedy Mizwar, aktor terkemuka
59. Goenawan Mohammad, pendiri majalah Tempo dan sanggar budaya Utan Kayu
60. Dewi Sartika, tokoh emansipasi wanita
61. Mochtar Lubis, pendiri majalah sastra Horizon
62. Rohana Kudus, wartawan wanita pertama, pendiri koran Sunting Melayu
63. Benyamin Sueb, aktor serba bisa
64. Susi Susanti, pebulutangkis wanita paling banyak meraih juara
65. R.A Kartini, tokoh emansipasi wanita
66. P.K Ojong, pendiri koran Kompas
67. Soetomo, pendiri Budi Utomo
68. Jusuf Kalla, wakil presiden kesembilan
69. Taufik Ismail, penyair terkemuka
70. Sjumandjaja, sutradara terkemuka
71. Susilo Bambang Yudhoyono, presiden kedelapan
72. W.S Rendra, penulis kumpulan sajak Burung-burung Manyar
73. Ali Sastroamidjojo, perdana menteri ketujuh
74. Abdurrahman Wahid, presiden keenam
75. Rano Karno, aktor cilik dan remaja paling sukses
76. Surya Paloh, pendiri Metro TV dan koran Media Indonesia
77. Megawati Soekarnoputri, presiden ketujuh
78. Quraish Shihab, ahli tafsir Al Quran terkemuka
79. Sandiah Suryono, pencipta lagu anak-anak paling produktif
80. Eka Tjipta Widjaja, pemilik Sinar Mas Grup
81. Ali Alatas, menteri luar negeri terkemuka
82. Djoeanda Kartawidjaja, perdana menteri kesembilan
83. Sultan Hamengkubuwono IX, wakil presiden kedua
84. Mochtar Riady, pemilik Lippo Grup
85. Ahmad Syafii Maarif, pemimpin Muhammadiyah
86. Abdoel Rivai, orang Indonesia pertama penerbit koran berbahasa Belanda
87. Armijn Pane, sastrawan terkemuka
88. Soedjojono, pelukis terkemuka
89. Roestam Effendi, orang Indonesia pertama yang duduk sebagai anggota parlemen Belanda
90. Elyas Pical, juara dunia tinju
91. Garin Nugroho, sutradara terkemuka
92. Ali Akbar Navis, penulis novel Robohnya Surau Kami
93. Cornel Simanjuntak, komposer terkemuka
94. Chrisye, penyanyi pop terkemuka
95. Zainuddin M.Z, ulama sejuta umat
96. Rhoma Irama, raja dangdut
97. Frederich Silaban, arsitek terkemuka
98. Y.B Mangunwijaya, budayawan terkemuka
99. Bimbim Slank, pendiri grup musik Slank
100. Teguh Srimulat, pendiri grup lawak Srimulat









100 tokoh dunia, temukan di http://www.unsri.ac.id/blog/admin/100-tokoh-paling-berpengaruh-dalam-sejarah-michael-h.-hart/mrlist/416/
SBY di atas mega dan gusdur..
Bro Romailprincipe, menurut saya SBY lebih berpengaruh dibanding Mega. SBY berhasil menarik hati jutaan pemilih pada dua pilpres, sedangkan Mega pada dua pilpres yg sama, selalu kalah. Gusdur, lebih tidak berpengaruh jika dibanding SBY. Karena hanya bertahan selama 1,5 tahun ketika menjadi presiden, sedangkan SBY (mungkin) bisa 10 tahun. Tks
Harusnya anda jelaskan kenapa susunannya seperti itu, mungkin sebagai pembanding… Bisa baca di ebook saya tentang 50 tokoh yang telah mengubah sejarah Indonesia
Boleh minta link e-booknya Mas ..??
Silahkan download Ebook nya di sini http://asrul.blogdetik.com/ebook-50-tokoh-paling-berpengaruh-di-indonesia.htm
100 tokoh indonesia sangat berpengaruh terhadap negara inonesia.jasa-jasa beliau semua sangat besar.trima kasih atas jasanya beliau semua terhadap negara indonesia ini.
terima kasih kepada bapak presiden kita sekarang Susilo Bambang Yudhoyono yang bisa memberantas korupsi di indonesia….
Saya sangat bangga dengan jasa-jasa 100 tokoh indonesia kepada bangsa indonesia ini.
Saya berharap kaum-kaum muda bisa melanjutkan jiwa-jiwa nasionalnya demi kemajuan bangsa indonesia ini.
berkat jasa beliau W.R supratman yang telah menciptakan lagu kebangsaan indonesia raya sehingga negara indonesia mempunyai lagu untuk negara indonesia.terima kasih atas jasa bpk W.R supratman
menurut saya ki hajar dewantara merupakan seorang tokoh indonesia yang sangat berjasa atas jasa jasa beliau indonesia telah mengerti tentang pendidikan. semoga saja pendidikan di indonesia semakin hari semakin maju….
buat bapak yusuf kalla,saya sangat berterima kasih telah berjasa atas negara indonesia ini.bapak menjadi mantan wakil presiden yang sangat berperan penting untuk negara indonesia ini
Wah, sepertinya tidak komplit apabila tidak menyebut Mochtar Kusumaatmadja sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di Indonesia. Beliau adalah Bapak Hukum Internasional di Indonesia, pencetus Konsep Wawasan Nusantara dalam UNCLOS dan juga diplomat paling ulung sepanjang sejarah,…
Konsep Wawasan Nusantara, sebenarnya telah dikembangkan oleh Mohammad Yamin dan Soekarno pada tahun 1945. Kemudian pada masa Djuanda Kartawidjaja menjadi Perdana Menteri, konsep tersebut diimplementasikan. Dengan batas wilayah laut sepanjang 200 mil dari pulau terluar. Jadi menurut hemat saya, Mochtar Kusumaatmadja mengambil semangat dari ide-ide mereka.
Untuk diplomat Indonesia paling ulung sepanjang sejarah, saya lebih memilih “The Grand Old Man” Agus Salim, dan beliau saya tempatkan di urutan ke-16.
soeharto masuk 10 besar (bapak pembangunan indonesia)
Menurut saya Rahmah El Yunusiyah, pendiri Diniyah Puteri yang merupakan sekolah agama khusus putri yg pertama di Asia Tenggara harus masuk dalam daftar ini (terserah mau urutan ke berapa). Beliau adalah satu2nya ulama perempuan yg diberi gelar Syaikhah oleh Universitas Al-Azhar di Mesir. Pengaruh beliau terhadap bangsa Indonesia menurut saya tentu saja jauh lebih besar dibanding Bimbim Slank, Christine Hakim, Iwan Fals, Rano Karno, apalagi Frederich Silaban yg tidak banyak dikenal orang, kecuali dia adalah arsitek pembangunan masjid Istiqlal. Sukron.
Terima kasih Pak Witrianto atas komentarnya. Sebelumnya saya sangat bersyukur ada masukan obyektif seperti ini. Pengaruh Rahmah el-Yunusiyah, menurut hemat saya belumlah cukup untuk dikatakan bisa meng-Indonesia. Perannya terutama dalam membangun pesantren Diniyah Putri, mungkin hanya terasa di kalangan orang-orang Sumatra dan Semenanjung Malaysia saja. Sedangkan F. Silaban walau hanya seorang arsitek, namun pengaruhnya dalam pembangunan simbol-simbol negara masih terasa hingga saat ini. Dalam suatu ketika, Presiden Soeharto pernah membanggakan Mesjid Istiqlal yang letaknya berdampingan dengan Gereja Kathedral. Menurut beliau ini merupakan simbol kerukunan umat beragama di Indonesia. Ditambah lagi, perancang mesjid terbesar di Indonesia itu adalah seorang Protestan, yakni Frederich Silaban. Dan nama F. Silaban ini selalu disebut-sebut hingga sekarang, termasuk oleh ketua MUI yang mendampingi Barrack Obama ketika mengunjungi Istiqlal. Di samping itu rancang bangun F. Silaban yang minimalis-modern, sedikit banyaknya telah menginspirasi model bangunan mesjid-mesjid lainnya di Indonesia.
Pada urutab ke-89 tercantum: Roestam Effendi, satu-satunya orang Indonesia anggota parlemen Belanda, mohon dijelaskan juga kapan. Perlu pula diketahui, bahwa seorang asal Minahasa bernama L.N. Palar juga pernah menjadi anggota parlemen. Dalam status itu, beliau berhenti lalu menjadi wakil Indonesia di PBB ( selama sekitar1947-1952). Dengan meninggalkan kedudukan dan protokol mapan, Palar memilih memihak RI tanpa ada bantuan keuangan, dan berjuang membela RI dalam forum PBB tanpa pamrih.
Salam kenal Bung Fendy Parengkuan. Terima kasih atas koreksi Anda. Betul, L.N Palar merupakan orang Indonesia kedua setelah Roestam yang duduk di parlemen Belanda. Palar yang mewakili Sociaal-Democratische Arbeiders Partij (SDAP), duduk di Tweede Kamer pada tahun 1945 sebelum akhirnya menarik diri pada tahun 1947.
Sedangkan Roestam Effendi merupakan orang Indonesia pertama yang duduk sebagai anggota parlemen Belanda (Twede Kamer), pada dasawarsa 1930-an. Dia duduk dilembaga itu, mewakili Partai Komunis Belanda. Sebelum terjun sebagai politisi, Roestam terlibat aktif dalam kesusastraan Indonesia. Salah satu karyanya yang terkenal Bebasari, gagal dipentaskan di Padang dan Jakarta, karena kekhawatiran Belanda akan cerita lakon tonil tersebut. Setelah masa kemerdekaan jasa Roestam tidaklah sedikit. Setelah Soekarno-Hatta ditawan oleh Belanda, bersama Tan Malaka dia membentuk pemerintahan darurat di Kediri sebagai pemerintahan alternatif PDRI di Sumatera Barat. Jika pemerintahan alternatif itu yang terbentuk, dan bukan PDRI pimpinan Sjafruddin, maka kemungkinan besar Roestam akan duduk sebagai wakil presiden, sementara Tan Malaka sebagai presidennya (Lihat Sejarah Kecil Vol. 4 oleh Rosihan Anwar).
wah bangga ya sama orang minang ternyata……………….itu karena kekuatan adat dan budaya serta nafas islam yg berpengaruh dalam pembentukan watak manusia minang……………