KRL Jabotabek, Ayo Berbenah !

Posted: Januari 29, 2010 in Ekonomi Bisnis
Tag:, , , , ,

Renovasi Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat

Stasiun Sudirman telah bersalin rupa. Wajah stasiun yang dulu disebut stasiun Dukuh Atas itu, kini telah berseri-seri. Enam bulan lalu, kondisi stasiun Sudirman tak ubahnya stasiun-stasiun lainnya di ibu kota, sumpek, kusam, dan kuno. Kini kesan tersebut telah berubah. Stasiun yang terletak di jantung kota Jakarta itu, menjadi stasiun paling modern di negeri ini. Bagi Anda yang sudah lama tak menginjakan kaki di stasiun ini, pasti akan terperangah dibuatnya.

Dengan desain minimalis yang sedang ngetren, dua lantai stasiun kini tampak kinclong. Seluruh lantai telah dilapisi marmer berwarna kelabu. Kerangka bangunan terbuat dari stainless yang ramah lingkungan. Di sisi kiri dan kanan, kaca-kaca penutup menghiasi badan stasiun. Dengan kaca-kaca itu, di siang hari lampu penerang tak berguna lagi. Kursi-kursi berbahan dasar almunium, menambah kesan anggun lobi tunggu stasiun. Pintu masuknya menggunakan kartu pass, seperti halnya halte bus Transjakarta. Empat tangga jalan di kedua belah sisi stasiun, memanjakan penumpang dari dan menuju Jalan Sudirman. Peronnya-pun lebih panjang dan lebar. Tinggi peron disesuaikan dengan tinggi pintu kereta. Sehingga tak menyulitkan para penumpang wanita untuk naik dan turun kereta. Mushola dan toiletnya, tak kalah mewah dengan mal-mal di Jakarta. Bersih dan rapi.

Pemugaran stasiun Sudirman merupakan salah satu bagian program revitalisasi jaringan kereta komuter Jabotabek. Sejak berpisah dengan PT KAI setahun yang lalu, PT KAI Commuter Jabodetabek bertekad untuk menyediakan sarana transportasi cepat dan nyaman. Untuk memberikan kenyamanan bagi penggunanya, perusahaan baru tersebut siap menggelontorkan dana ratusan milyar rupiah. Jajaran direksi PT Comutter tentu berharap, dengan merenovasi stasiun, keuntungan akan mudah didapat.

Peluang Bisnis

Dengan stasiun yang bagus, para pemasang iklan diharapkan akan tertarik untuk menyewa space disana. Kios-kios yang ditawarkan pun harga sewanya bisa terdongkrak. Adanya pembenahan, diharapkan nantinya stasiun tidak hanya berfungsi sebagai tempat menunggu kereta. Tetapi sekaligus juga sebagai tempat shopping, transaksi via perbankan, atau sekedar menikmati kudapan ringan. Tenant-tenant ternama seperti Dunkin Donuts, Bread Talk, KFC, Mc Donalds, Starbucks, Bengawan Solo, Hoka Hoka Bento, Bank BCA, Bank Mandiri, atau Kantor Pos Indonesia, tanpa di undang-pun bakal tertarik untuk membuka cabang disini.

Di Jakarta, baru stasiun Gambir-lah yang di menej secara profesional. Yang lain, hanya dikelola sekenanya dan terkesan abal-abal. Marilah tengok stasiun Pasar Senen, stasiun Jatinegara, atau stasiun Jakarta Kota, yang setiap harinya menampung ribuan penumpang kereta. Tak pernah dilirik sebagai lokasi empuk untuk berbisnis. Padahal kalau dikelola dengan baik, stasiun-stasiun ini akan mendatangkan keuntungan luar biasa bagi perusahaan. Dari sewa kios saja, berapa banyak keuntungan yang bisa didapat. Andaikan setiap stasiun bisa menyewakan 20 kios berukuran 3×4 meter, dengan harga sewa per tahun sebesar Rp 50 juta. Minimal Rp 1 miliar masuk ke kantong perusahaan. Belum lagi ditambah pendapatan sewa area untuk ATM dan space iklan, setidaknya Rp 1,5 milyar dalam setahun tak sulit diraih. Kalau di seputaran Jakarta saja, ada 20 stasiun yang bisa beroperasi seperti ini, maka Rp 30 milyar dalam setahun menjadi pemasukan tambahan bagi perusahaan.

Stasiun Gambir, Jakarta Pusat

Kalau PT Comutter memiliki fasilitas kereta listrik setidak-tidaknya seperti KRL Express saat ini, maka pemasang iklan-pun akan berbondong-bondong memanfaatkan space di dalam kabin kereta. Selain di dalam stasiun dan kabin kereta, pemasangan iklan di lahan-lahan milik PT Comutter sebenarnya juga bisa menjadi tambahan pendapatan perusahaan. Jika Polda Metro Jaya saja bisa memanfaatkan atap-atap pos polisi untuk layar iklan, maka PT Comutter-pun bisa memanfaatkan atap pos-pos penjaga lintasan untuk papan advertensi. Belum lagi jika PT Comutter mengelola website perusahaan yang berisi informasi dan jadwal kereta. Pengiklan-pun akan tertarik untuk ambil bagian di situs tersebut. Dari penyewaan area untuk pariwara saja, pendapatan Rp 100 milyar setahun sangatlah realistis. Ini baru penghasilan di luar jasa pengangkutan, belum dari penghasilan karcis.

Apabila stasiun direhabilitasi total, dengan penambahan loket pembelian karcis serta memagari sekeliling stasiun, maka tak memungkinkan adanya penumpang gelap yang memanfaatkan jasa kereta secara cuma-cuma. Hal ini tentu akan meningkatkan pendapatan perusahaan dari karcis kereta, yang selama ini mengalami kebocoran hingga 20%-30%. Untuk memberikan rasa aman bagi penumpang, seharusnyalah ditempatkan dua orang penjaga di setiap gerbong kereta. Para penjaga ini selain memeriksa karcis penumpang, juga untuk mencegah timbulnya pencopetan yang kerap kali terjadi di kereta listrik.

Untuk memberikan kemudahan bagi para pengguna kereta, maka di setiap stasiun-stasiun besar perlu adanya konektivitas antar moda. Dengan adanya interkonektivitas transportasi, akan memudahkan perpindahan penumpang dari moda yang satu ke moda yang lain. Saat ini baru stasiun Jakarta Kota dan stasiun Gambir yang sukses menerapkannya. Dari stasiun ini, penumpang bisa berpindah ke bus Transjakarta, taksi, atau bus kota tanpa harus berjalan jauh. Bahkan di stasiun Gambir, penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan melalui bandara Soekarno-Hatta, tersedia bus Damri yang berjalan setiap setengah jam sekali.

KRL produksi INKA di Stasiun Tanjung Priok

Selain pembenahan stasiun, pembuatan rute-rute baru, seperti halnya rute lingkar dalam kota, perlu diperbanyak. Menurut saya, rute kereta wisata merupakan lahan bisnis yang cukup menggiurkan. Jika kini PT Comutter baru membuka kereta wisata menuju Ancol, maka sudah selayaknya pula dibuka kereta wisata tujuan Kota Tua atau Kebun Raya Bogor. Selain itu, kita bisa mencontoh Singapura, yang memberikan pelayanan wisata gratis bagi penumpang yang sedang transit di bandara Changi. Dengan kereta listrik, penumpang diajak berkeliling ke seantero kota. Penumpang diberikan waktu untuk menghabiskan uang di pusat kota, membeli oleh-oleh serta barang-barang Made in Sinagapore. Paket ini ternyata mengangkat pamor Singapura sebagai kota belanja, sekaligus mendatangkan keuntungan bagi segenap warga kota. Dengan selesainya jalur kereta dari Manggarai menuju Bandara, diharapkan kita mampu meniru ide brilian dari negeri singa tersebut.

Pelayanan terbaik, stasiun yang modern, rute yang bervariasi, serta jadwal yang teratur, memungkinkan perusahaan kereta Jabotabek menjadi perusahaan yang menguntungkan. Dengan kondisi apik seperti ini, kereta listrik diharapkan mampu menjadi sarana transportasi alternatif bagi warga yang biasa mengendarai mobil. Hal tersebut tentunya akan memberikan efek domino bagi penghematan ongkos ekonomi serta ongkos sosial masyarakat Jakarta. Dengan modernisasi kereta listrik, BBM bisa lebih dihemat, kemacetan menjadi berkurang, dan polusi tertanggulangi. Semoga dalam sepuluh tahun ke depan, mimpi kita mempunyai kereta listrik dengan fasilitas modern, bisa segera terwujud.

 

Sumber gambar : tutinonka.wordpress.com

Komentar
  1. mobil88 mengatakan:

    Anda orang yg luar biasa, tulisan Anda dapat menjadi sumber inspirasi, teruslah menulis !!
    http://mobil88.wordpress.com

  2. ide brilian, seandainya orang2 di pt kai com punya isi kepala seperti anda, saya yg warga bojong gede akan sangat menikmati perjalanan bojonggede-jkt setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s