Arsip untuk ‘Sosial Budaya’ Kategori

Tanah ulayat atau tanah milik komunitas adat yang turun temurun telah diwarisi dan dipakai bersama, kini mulai terancam punah. Di beberapa wilayah, seperti pedalaman Kalimantan, Papua, dan Sumatera, tanah ulayat satu per satu tak terlihat lagi maknanya. Di Jawa, tanah ulayat telah hilang sejak tergadainya Kerajaan Mataram kepada kolonialisme Hindia-Belanda. Di Eropa atau Amerika, kejadian [...]

Perangkat Lunak Indonesia Indonesia dibangun bukan tanpa persiapan. Lewat olah pikir pemuda-pemuda berpendidikan Eropa, dasar-dasar negara digali, bahasa persatuan dipilih, dan undang-undang disusun. Mengerjakan itu semua, mereka tanpa bantuan siapa-siapa. Hanya melihat-lihat best practice di negara lain, serta mengambil beberapa kearifan lokal. Dasar negara terilhami dari semangat sosialis dan anti-kolonialisme yang sedang hangat-hangatnya dipertengahan abad [...]

Umum diketahui orang, Indonesia merupakan negeri kepulauan terbesar di dunia. Tak kurang dari 17.000 pulau, berjajar di antara Lautan Hindia dan Pasifik. Membentang dari Sabang di sebelah barat hingga ke Merauke di timur, dari Pulau Rote di selatan sampai Kepulauan Talaud di utara. Negerinya yang berpulau-pulau, yang terhubung oleh selat-selat dan laut, menjadi kendala tersendiri [...]

Profesional Minang Selain sebagai pedagang, perantau Minang banyak pula yang terjun sebagai profesional kerah putih di perusahaan-perusahaan modal asing, swasta, dan BUMN. Diantara mereka, banyak pula yang sukses meniti karier hingga duduk di puncak perusahaan. Saat ini, pimpinan beberapa BUMN top yang memegang urat nadi perekonomian negara, ditempati oleh putra-putra terbaik Minangkabau. Diantara mereka adalah [...]

Suatu malam dipertengahan tahun 1990, istora Senayan terasa gegap gempita. Bukan karena pertandingan final bulu tangkis Thomas Cup, ataupun konser artis kondang asal mancanegara. Tapi malam itu, helat besar masyarakat perantau Minang di Jakarta sedang berlangsung. Tak kurang 10.000 orang hadir menyesaki istana olah raga kebanggaan masyarakat Jakarta, termasuk diantaranya tokoh-tokoh Minang yang duduk sebagai [...]

Pasca-penembakan Dulmatin 9 Maret 2010 lalu, dunia perterorisan di Indonesia sesungguhnya belum berakhir. Dulmatin, buronan kelas kakap yang sejak lama di cari-cari Amerika, seperti halnya Amrozi, Noordin M. Top, dan Dr. Azahari, telah menularkan virus radikalisme ke pengikut-pengikutnya yang lain. Semangat ini masih terlihat dari suasana pemakaman Dulmatin di Pemalang Jawa Tengah, dimana banyak pemuda-pemuda [...]

Keruan saja tingkah laku para komuter di kereta listrik selingkaran kota Jakarta (baca : KRL Jabotabek). Cuma karena bersua tiap pagi dan sore hari, mereka sampai-sampai buat arisan. Nggak tua nggak muda, nggak laki nggak perempuan, tanpa memandang profesi dan domisili, mereka bersatu dalam komunitas kereta listrik lewat arisan. Biasanya pihak yang mengkoordinir arisan adalah [...]

Pada tahun 1960, pendapatan per kapita Indonesia masih setara dengan Korea Selatan, kini setelah hampir 50 tahun berselang pendapatan per kapita rakyat Korea Selatan 10 kali lebih besar dibandingkan kita. Pendapatan rakyat China yang pada tahun 1990 jauh di bawah, kini 1,5 kali lebih besar dibandingkan kita. Malaysia yang tahun 1970 masih banyak berguru pada [...]

Akhir-akhir ini, hampir seluruh media kita memberitakan klaim Malaysia atas berbagai budaya Indonesia. Yang terhangat tarian Pendet. Tarian persembahan masyarakat Bali ini diakui sebagai milik Malaysia. Sontak tragedi ini mendapat protes dari ribuan warga kita, terutama para generasi muda. Tak pelak presiden SBY pun angkat bicara memprotes klaim tersebut. Kejadian klaim-mengklaim produk budaya Indonesia oleh [...]

Menyusun 100 tokoh Indonesia berpengaruh merupakan sebuah keasyikan tersendiri. Ternyata, tidaklah mudah memilih dan mengurutkan 100 tokoh yang berpengaruh terhadap negeri ini. Terlebih lagi ketika harus membandingkan pengaruh tokoh-tokoh yang berbeda bidang, semisal membandingkan pengaruh Sutan Takdir Alisjahbana yang bergelut di ranah bahasa dan sastra, dengan Tan Malaka yang konsern di bidang politik dan pergerakan. [...]