<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Afandri Adya</title>
	<atom:link href="http://afandriadya.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://afandriadya.com</link>
	<description>Just my simple idea</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 10:32:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='afandriadya.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/e6633ad80d2fb6402e0961af3f2c5253?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Afandri Adya</title>
		<link>http://afandriadya.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://afandriadya.com/osd.xml" title="Afandri Adya" />
	<atom:link rel='hub' href='http://afandriadya.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Fesyen dan Desainer Italia</title>
		<link>http://afandriadya.com/2012/01/17/fesyen-italia/</link>
		<comments>http://afandriadya.com/2012/01/17/fesyen-italia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 08:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandri Adya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[Firenze]]></category>
		<category><![CDATA[Gianni Versace]]></category>
		<category><![CDATA[Giorgio Armani]]></category>
		<category><![CDATA[Gucci]]></category>
		<category><![CDATA[Milan]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Mode Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Salvatore Ferragamo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afandriadya.com/?p=2917</guid>
		<description><![CDATA[Di era modern sekarang ini, mungkin Italia-lah negara terdepan dalam urusan desain dan fesyen. Fesyen, selalu menjadi bagian terpenting dari kehidupan orang Italia. Mereka, baik wanita maupun pria, selalu memperhatikan penampilan dan cara berpakaian. &#8220;La bella figura&#8221;, atau kesan yang indah, adalah ciri sekaligus kultur masyarakat Italia. Menggunakan fesyen dengan desain terbaik, merupakan salah satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&amp;blog=1733555&amp;post=2917&amp;subd=afandri81&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_2942" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/01/gucci1.jpeg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/01/gucci1.jpeg?w=300&#038;h=199" alt="" title="Gucci" width="300" height="199" class="size-medium wp-image-2942" /></a><p class="wp-caption-text">Butik Gucci di Canton Road, Hongkong</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Di era modern sekarang ini, mungkin Italia-lah negara terdepan dalam urusan desain dan fesyen. Fesyen, selalu menjadi bagian terpenting dari kehidupan orang Italia. Mereka, baik wanita maupun pria, selalu memperhatikan penampilan dan cara berpakaian. <em>&#8220;La bella figura&#8221;</em>, atau kesan yang indah, adalah ciri sekaligus kultur masyarakat Italia. Menggunakan fesyen dengan desain terbaik, merupakan salah satu cara mereka untuk mengungkapkan diri kepada lingkungan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Menurut sejarahnya, desain Italia sudah terkenal sejak 1000 tahun lampau. Pada masa itu kota-kota utama seperti Venesia, Milan, Firenze, Vicenza, dan Roma, mulai memproduksi jubah, perhiasan, tekstil, sepatu, kain, hiasan, dan gaun-gaun yang rumit. Namun sejak abad ke-17 hingga awal abad ke-20, fesyen Italia kehilangan pamornya. Perannya digantikan oleh Prancis yang kemudian menjadi <em>trendsetter</em> di Benua Eropa. Naiknya popularitas Prancis, dikarenakan gaun-gaun mewah yang dirancang untuk istana Louis XIV. Namun setelah Perang Dunia II, sekolah-sekolah mode Italia segera menyalip ketenaran desain Prancis. Dan label seperti Ferragamo dan Gucci, mulai bersaing dengan Chanel dan Dior. Berdasarkan data Global Language Monitor yang dirilis pada tahun 2009, Milan menduduki peringkat teratas sebagai kota mode dunia, sedangkan Roma berada di urutan keempat. Dengan pencapaian tersebut, berarti dua dari lima pusat mode dunia saat ini berada di Italia.</p>
<p><span id="more-2917"></span> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Beberapa <em>brand</em> Italia yang cukup ternama antara lain : Gucci, Armani, Emilio Pucci, Valentino, Prada, Dolce &amp; Gabbana, Ferragamo, Roberto Cavalli, Trussardi, Versace, Krizia, Etro, Miu Miu, Laura Biagiotti, Max Mara, Fendi, Moschino, Missoni, Bottega Veneta, Benetton, dan Brioni. Italia juga merupakan rumah bagi banyak majalah fesyen, seperti Grazia, Vogue Italia, Amica, Flair, dan Gioia. Selain itu merek perhiasan seperti Luxottica dan Bvlgari, adalah dua diantara yang paling penting di dunia.</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Sejarah Fesyen Italia</strong></p>
<p><div id="attachment_2923" class="wp-caption alignright" style="width: 226px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/01/versace2.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/01/versace2.jpg?w=216&#038;h=300" alt="" title="Versace" width="216" height="300" class="size-medium wp-image-2923" /></a><p class="wp-caption-text">Gianni Versace, pendiri rumah mode Gianni Versace S.p.A</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Seperti kita ketahui, Italia dikenal sebagai tempat lahirnya <em>renaissance</em>, yakni era kebangkitan bangsa Eropa. Kala itu seni, musik, pendidikan, keuangan, filsafat, berkembang dengan pesat. Dan bersamaan dengan itu pula, adibusana menjadi sangat populer. Pada abad ke-15 dan 16, desainer Italia banyak terpengaruh oleh karya Michelangelo, Leonardo da Vinci, Raphael, dan Botticelli. Produk mereka saat itu terkenal sangat mahal dan boros. Aksesoris seperti beludru, brokat, pita, dan permata, menjadi bagian penting dari rancangan busana mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Di abad ke-17, fesyen Italia mengalami degradasi dan kebangkrutan. Hal ini menjadi titik balik bagi para perancang Prancis untuk mengambil alih kendali, dan menempatkan Paris sebagai kiblat mode dunia. Beberapa faktor penyebab turunnya aktifitas desain di Itali adalah semakin berkurangnya tanah yang bisa menghasilkan kapas. Pada waktu itu, lebih banyak lahan yang dipergunakan untuk kegiatan industri logam, manufaktur, dan mebel.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">25 Februari 1951, pengusaha Italia Giovanni Battista Giorgini, menggelar peragaan busana di Firenze. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembalikan pamor Italia sebagai <em>trendsetter</em> fesyen internasional. Dalam jangka waktu tak begitu lama, apa yang dilakukan Giovanni itu berbuah manis. Label-label Italia mulai banyak dicari orang. Dan hasil kreasi mereka sering diasosiasikan dengan produk berkualitas. Tahun 1960, desain tas rancangan Gucci menarik perhatian selebriti dunia. Nama-nama beken seperti Grace Kelly, Peter Sellers, Audrey Hepburn, dan Jacqueline Onassis, adalah beberapa artis top dunia yang menggunakan produk tersebut. Sejak itu merek Gucci dengan logo monogram &#8220;GG&#8221;, segera identik dengan Hollywood yang parlente.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Hingga tahun 1970, perancang Italia hanya mendesain pakaian untuk orang-orang kaya dan terkenal. Namun setelah itu fesyen segera diproduksi secara massal. Produk-produk seperti jins, <em>legging</em>, dan rok mini, yang dulunya monopoli kaum selebriti, kini juga dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan. Di era 1990, label pakaian baru seperti Miu Miu dan Geox mulai muncul di seantero jagat. Serta beberapa figur terkenal masa itu seperti Elton John, Naomi Campbell, Lady Gaga, Victoria Beckham, Madonna, Britney Spears, Rihanna, Christina Aguilera, dan Putri Diana, adalah klien utama dari berbagai merek fesyen Italia seperti Dolce &amp; Gabbana, Gucci, dan Versace.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Hari ini, Milan dan Roma adalah kiblat mode &#8212; tak hanya bagi Italia, namun juga untuk seluruh dunia. Mereka bersaing dengan kota-kota lainnya seperti London, Paris, dan New York City. Di Italia, beberapa distrik utama belanja fesyen antara lain : Via Montenapoleone dan Galleria Vittorio Emanuele (Milan), Via dei Condotti (Roma), dan Via de Tornabuoni (Firenze).</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Desainer Papan Atas</strong></p>
<p><div id="attachment_2930" class="wp-caption alignleft" style="width: 209px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/01/georgio-armani.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/01/georgio-armani.jpg?w=199&#038;h=300" alt="" title="Georgio Armani" width="199" height="300" class="size-medium wp-image-2930" /></a><p class="wp-caption-text">Giorgio Armani berpose di depan restoran barunya</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Italia, selain dikenal dari makanannya, liga Serie-A dan mafia, juga ternama sebagai kiblat fesyen dunia. Majunya industri mode disana, disebabkan oleh banyaknya ahli desain dan adibusana yang dilahirkan negeri ini. Beberapa nama yang cukup terkenal antara lain Giorgio Armani, Gianni Versace, Salvatore Ferragamo, Guccio Gucci, Mario Prada, Franco Moschino, dan Ermenegildo Zegna. Untuk mengenal sepak terjang mereka di dunia fesyen, berikut sekilas profil terpilih dari tiga desainer papan atas : Armani, Versace, dan Ferragamo.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Giorgio Armani lahir di Piacenza pada tanggal 11 Juli 1934. Menurut sebagian orang, dia merupakan salah satu alasan mengapa akhirnya Milan menjadi pusat mode dunia. Pada tahun 1975, dia mendirikan House of Armani. Salah satu dari sedikit rumah mode yang mampu mengembangkan tujuh sub-label, dengan jaringan retail tersebar di lebih dari 37 negara. Armani merupakan perancang busana yang memiliki ketertarikan terhadap dunia olahraga. Minatnya itu telah mengantarkannya sebagai seorang desainer kaos olahraga terbesar saat ini. Salah satu klub sepak bola yang mengenakan hasil rancangannya adalah Chelsea F.C. Selain itu Armani juga dipercaya mendesain seragam kontingen Italia untuk Olimpiade 2012 mendatang. Disamping bisnis fesyen, kini Armani juga mengelola tujuh buah hotel mewah dan resort. Salah satu hotelnya yang terkenal berada di bangunan tertinggi dunia, Burj Khalifa Dubai. Menempati 39 lantai terbawah, Armani menyediakan 160 <em>guest room and suite</em>, serta 144 <em>residence</em>. Pada tahun 2001, majalah mode Vogue menempatkannya sebagai tokoh adibusana tersukses di Italia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Gianni Versace lahir di Reggio Calabria, 2 Desember 1946. Karirnya di dunia fesyen bermula ketika ia membantu ibunya mencari batu-batu berharga untuk disulam menjadi gaun. Semasa kecil ia lebih memilih menghabiskan waktu di ruang kerja milik sang ibu. Disini ia mulai mengenal bahan, mempelajari pola, dan menjahit baju pesanan pelanggan. Setelah lulus sekolah, Gianni pindah ke Milan dan bekerja sebagai desainer. Butik pertamanya dibuka pada tahun 1978 di Via della Spiga, Milan. Bersama kedua saudaranya, Donatella dan Santo, ia berhasil mengerek kejayaan Versace. Kini label tersebut menjadi salah satu ikon mode yang prestisius, dengan penghasilan mencapai € 162,7 juta (2010). Pada tanggal 15 Juli 1997, Gianni ditembak mati di tangga rumahnya yang mewah. Ia dibunuh oleh salah seorang penggemarnya, ketika tengah menikmati pagi di Ocean Drive, Miami Florida. Hingga saat ini, Gianni selalu dikenang sebagai maestro dan pakar adibusana yang jenius. Untuk merangkum perjalanan hidupnya, seorang penulis Amerika Deborah Ball menulis sebuah buku yang berjudul &#8220;House of Versace: The Untold Story of Genius, Murder, and Survival.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Salvatore Ferragamo lahir di Bonito pada tanggal 5 Juni 1898. Dia dikenal sebagai perancang sepatu ternama Italia. Di usia 16 tahun, ia pergi merantau ke Boston untuk bekerja di sebuah pabrik sepatu. Setelah meyakinkan saudara-saudaranya, ia bermigrasi ke Kalifornia dan mendirikan toko reparasi sepatu. Di toko tersebut ia juga menerima pesanan pembuatan sepatu, dimana kalangan selebriti banyak menjadi pelanggannya. Setelah 13 tahun di Amerika, Ferragamo pulang ke Italia pada tahun 1927. Di Firenze ia kembali membuka toko sepatu, dan banyak mengerjakan pesanan orang-orang besar. Indira Baroda, Evita Peron, dan Marilyn Monroe, merupakan tokoh dunia yang kerap mengenakan sepatu hasil karyanya. Ferragamo meninggal pada tahun 1960 dalam usia 62 tahun. Namun namanya tetap hidup sebagai sebuah perusahaan internasional yang memiliki jaringan cukup besar. Kini Salvatore Ferragamo Italia S.p.A, telah memiliki lebih dari 550 <em>mono-brand store</em> yang tersebar di 31 negara. Memperkerjakan sedikitnya 2.900 orang karyawan dengan pendapatan mencapai € 781,6 juta (2010). Pada tahun 1995, Museum Salvatore Ferragamo dibuka untuk umum. Berdiri di Palazzo Spini Feroni Firenze, museum ini memiliki koleksi lebih dari sepuluh ribu model sepatu yang dibuatnya selama empat puluh tahun. Museum ini juga mengoleksi berbagai macam sepatu dari abad ke-18 dan 19, serta beragam bentuk tas sejak tahun 1970.</p>
<p><div id="attachment_2927" class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/01/dolce-gabbana.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/01/dolce-gabbana.jpg?w=614&#038;h=455" alt="" title="Dolce &amp; Gabbana" width="614" height="455" class="size-full wp-image-2927" /></a><p class="wp-caption-text">Papan reklame Dolce &amp; Gabbana menampilkan Madonna sebagai model</p></div><br />
&nbsp;<br />
Sumber gambar : www.skyscrapercity.com dan www.madonnatribe.com </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afandri81.wordpress.com/2917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afandri81.wordpress.com/2917/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afandri81.wordpress.com/2917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afandri81.wordpress.com/2917/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afandri81.wordpress.com/2917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afandri81.wordpress.com/2917/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afandri81.wordpress.com/2917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afandri81.wordpress.com/2917/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afandri81.wordpress.com/2917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afandri81.wordpress.com/2917/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afandri81.wordpress.com/2917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afandri81.wordpress.com/2917/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afandri81.wordpress.com/2917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afandri81.wordpress.com/2917/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&amp;blog=1733555&amp;post=2917&amp;subd=afandri81&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afandriadya.com/2012/01/17/fesyen-italia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d915c9572438cee3e7045d27fc801fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">afandri81</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/01/gucci1.jpeg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Gucci</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/01/versace2.jpg?w=216" medium="image">
			<media:title type="html">Versace</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/01/georgio-armani.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">Georgio Armani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/01/dolce-gabbana.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Dolce &#38; Gabbana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Restoran Padang dan Seni Kuliner Minangkabau</title>
		<link>http://afandriadya.com/2011/12/20/restoran-padang-dan-seni-kuliner-minangkabau/</link>
		<comments>http://afandriadya.com/2011/12/20/restoran-padang-dan-seni-kuliner-minangkabau/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 09:27:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandri Adya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Memasak Dendeng Balado]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Memasak Rendang]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Rendang Belut]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Makan Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses Bisnis Restoran Padang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afandriadya.com/?p=2827</guid>
		<description><![CDATA[Sejak ramainya lalu lintas darat yang menghubungkan satu kota ke kota lainnya, peranan rumah makan makin terasa penting. Di Indonesia, satu dari sekian banyak kelompok masyarakat yang bisa mengambil peluang tersebut adalah etnis Minangkabau. Orang Minang yang rata-rata suka berjalan dan berpetualang itu, mengerti betul kebutuhan para musafir yang sedang berpergian. Kebutuhan pangan, disamping tempat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&amp;blog=1733555&amp;post=2827&amp;subd=afandri81&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_2871" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/restoran-padang-di-as.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/restoran-padang-di-as.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Restoran Padang di AS." width="300" height="225" class="size-medium wp-image-2871" /></a><p class="wp-caption-text">Restoran Padang di Whitney Avenue, Elmhurst, New York</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Sejak ramainya lalu lintas darat yang menghubungkan satu kota ke kota lainnya, peranan rumah makan makin terasa penting. Di Indonesia, satu dari sekian banyak kelompok masyarakat yang bisa mengambil peluang tersebut adalah etnis Minangkabau. Orang Minang yang rata-rata suka berjalan dan berpetualang itu, mengerti betul kebutuhan para musafir yang sedang berpergian. Kebutuhan pangan, disamping tempat bermalam dan membasuh diri, adalah kebutuhan pokok yang harus segera terpenuhi. Oleh karenanya berdagang makanan atau membuka restoran, merupakan salah satu kegemaran sekaligus profesi utama para perantau Minang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Dimana-mana di sepanjang Jalan Lintas Sumatera, dari Banda Aceh hingga Bakauheni, kemudian bersambung ke Merak dan Banyuwangi, terus ke Denpasar dan Lombok, sampai ke kota-kota kecil di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, dengan mudahnya kita menemukan Restoran Padang. Bahkan dewasa ini, Rumah Makan Padang mencogok pula di kota-kota besar mancanegara : seperti Singapura, Kuala Lumpur, Hongkong, hingga ke Leiden dan New York City. Sampai saat ini belum ada data yang menyebutkan jumlah Restoran Padang di seluruh dunia. Namun sebagai gambaran, untuk wilayah Jakarta saja Ikatan Warung Padang Indonesia (Iwapin) mencatat ada sekitar 20.000 Rumah Makan Padang. Jeffrey Hadler memperkirakan, menjamurnya rumah makan khas Minangkabau ini, sejak dibukanya Jalan Lintas Sumatera yang menghubungkan Padang &#8211; Medan dipermulaan abad ke-20 lalu.</p>
<p> <span id="more-2827"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Mencari akar berkembangnya kebudayaan kuliner di Minangkabau, tak bisa dipisahkan dari sistem sosial masyarakat Minangkabau itu sendiri. Di Sumatera Barat, anak laki-laki sedari kecil telah dididik dalam lingkungan yang bermacam-macam. Dulu, sebelum masuknya siaran televisi ke kampung-kampung, para remaja yang akil baligh diharuskan untuk tidur di surau. Disini mereka hidup mandiri dan otodidak : belajar mengaji, bersilat, berpetatah-petitih, berpidato, serta memasak. Di saat beranjak dewasa, anak-anak yang menonjol dalam kaji Qur&#8217;an biasanya akan masuk sekolah agama dan terus menjadi ulama. Anak-anak yang pandai berpidato dan berdebat akan terjun ke dunia pergerakan dan menjadi politisi. Dan yang pintar memasak biasanya akan mendirikan lapau nasi dan terus memperbesar usahanya dengan membuka restoran. Sehingga dari pola pendidikan surau, banyak lahir juru-juru masak yang handal. Dari corak kehidupan rumah makan, kita akan melihat bahwa yang terjun ke bidang ini bukanlah para pemuda bermental lembek, melainkan anak-anak muda yang tangguh. Yang kuat berdiri di depan kompor delapan jam dalam sehari, tujuh hari dalam seminggu, serta siap menghadapi pasang naik bisnis dan persaingan.</p>
<p><div id="attachment_2829" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/restoran-padang.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/restoran-padang.jpg?w=300&#038;h=217" alt="" title="Restoran Padang" width="300" height="217" class="size-medium wp-image-2829" /></a><p class="wp-caption-text">Display Makanan ala Rumah Makan Padang</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Segi lain yang terkait dengan budaya rumah makan ini adalah menciptakan rasa yang bisa menggugah selera. Karena kalau sekedar menyajikan makanan saja, semua orang mampu melakukannya. Di pinggir-pinggir jalan-pun, banyak kita temukan warung-warung yang menjual makanan dengan rasa tak karu-karuan. Namun dalam seni kuliner Minangkabau, si pemilik restoran tidak hanya sebatas menjual nasi, sambal, dan lauk-pauknya saja. Tapi termasuk pula rasa makanan yang enak, tempat yang bersih, dan pelayanan yang prima.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Rasa dan servis, adalah dua kata kunci kesuksesan Rumah Makan Padang. Soal rasa, tak ada satupun lauk-pauk yang dihidangkan ala kadarnya. Semuanya bersih, higienis, dan memiliki <em>taste</em> yang enak di lidah. Menghidangkan makanan yang enak-enak itu, tentulah dengan cara dan proses yang cukup panjang. Untuk memasak rendang saja, para koki Minang harus berdiri di muka kompor sekurang-kurangnya delapan jam. Cairan santan yang telah bercampur dengan aneka bumbu serta daun-daunan, dimasak hingga kering sampai berwarna coklat kehitaman. Dan teknik memasak rendang ini haruslah dengan api yang kecil dan dikacau berterusan. Dengan cara masak yang serumit ini, tak salah kiranya jika rendang dinobatkan sebagai makanan terlezat di dunia. Di Minangkabau, rendang tidak hanya terbuat dari daging sapi. Ayam, ati, paru, dan telur, dapat pula digunakan sebagai bahan dasar pembuat rendang. Di lapau-lapau nasi khas Payakumbuh dan Batusangkar, ada juga yang menjual rendang belut. Rendang ini terbuat dari belut sawah yang dikeringkan, dicampur dengan daun surian, serai, akar kesambi, pucuk palange, dan daun salam. Semua bahan-bahan ini diracik secara manual, dan disangai di atas bara api yang terbuat dari pelepah kelapa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Selain rendang, dendeng balado juga merupakan makanan favorit Restoran Padang. Memasak dendeng yang garing dan renyah, juga memiliki teknik tersendiri. Daging yang telah dilumuri bumbu, harus <em>batokok</em> hingga pipih. Sesudah itu daging dijemur hingga agak mengering. Lalu digoreng di atas api yang kecil dengan minyak terendam. Daging yang telah digoreng, kemudian digelimangi sambal lado yang telah disiapkan sebelumnya. Agar hidangan nampak istimewa, cabai merah yang dipotong-potong serong diletakkan sebagai <em>topping</em>. Seni kuliner Minangkabau tak mengenal mecin dan pewarna makanan. Bumbu-bumbu alami seperti jahe, bawang putih, ketumbar, pala, daun sereh, dan kelapa, sudah cukup untuk membentuk rasa dan warna makanan. Satu lagi hal terpenting dari Rumah Makan Padang adalah nasinya yang berderai. Nasi ini ditanak dari jenis beras Perak Super atau yang biasa dikenal dengan beras padang.</p>
<p><div id="attachment_2831" class="wp-caption alignright" style="width: 209px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/pelayan-restoran-padang.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/pelayan-restoran-padang.jpg?w=199&#038;h=300" alt="" title="Pelayan Restoran Padang" width="199" height="300" class="size-medium wp-image-2831" /></a><p class="wp-caption-text">Pelayan Restoran Padang Sedang Menating Piring</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Disamping rasa yang lezat, cara menghidangkan dan penyajian makanan juga menjadi perhatian para pengelola Restoran Padang. Makanan-makanan yang sudah selesai dimasak, akan didisplay dalam etalase besar yang terletak di depan rumah makan. Cara mendisplaynya-pun harus diatur sedemikian rupa. Piring-piring ceper berukuran besar yang diisi oleh aneka lauk-pauk, disusun bertingkat-tingkat hingga memenuhi etalase. Panci gulai dan tempat nasi, biasanya diletakkan agak ke bawah untuk mempermudah si penjual menjangkaunya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Pengunjung Restoran Padang biasanya memilih untuk dihidangkan segala macam lauk-pauk yang tersedia. Dengan cara itu mereka bisa memilih sesuka hati jenis ikan dan daging yang hendak dimakannya. Kadang ada pula pengunjung yang minta dihidangkan, hanya sekedar untuk melihat si pelayan membawa piring bertating-tating. Cara penghidangan seperti ini merupakan atraksi tersendiri yang menjadi ciri khas Rumah Makan Padang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Meletakkan segelas air putih ketika tamu datang, merupakan adab dan etika Minangkabau. Oleh karenanya di Rumah Makan Padang terbawa pula kebiasaan seperti itu. Dimana si pelayan tanpa harus diminta, akan sigap mengantarkan segelas air putih ketika pengunjung datang. Air putih inipun terasa istimewa, karena direbus dengan daun pandan yang memiliki aroma wangi menyegarkan. Pengelola Restoran Padang, pantang untuk mengangkat hidangan sebelum tamu beranjak dari tempat duduknya. Tidak menyapu dan membersihkan meja ketika tamu sedang makan, juga merupakan etika yang terus dipelihara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Pengelolaan Rumah Makan Padang umumnya menggunakan sistem syariah, yang membagi keuntungan sesuai dengan pekerjaan masing-masing karyawan. Juru masak dan pemilik modal biasanya mendapat persentase yang lebih besar. Baru kemudian keuntungan dibagi rata antara pramusaji, kasir, dan pencuci piring. Jenjang karir di Restoran Padang selalu dimulai dari pencuci piring, kemudian menjadi pramusaji, baru naik menjadi kasir. Seorang juru masak atau koki biasanya merupakan kenalan si pemilik modal. Entah itu kerabat, teman sekampung, atau sanak saudara sendiri. Persentase keuntungan yang berlaku umum menggunakan perbandingan 30% : 20% : 50% antara pemilik modal : juru masak : karyawan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Dewasa ini banyak pula Restoran Padang yang membuka sistem waralaba, seperti Restoran Sederhana dan Simpang Raya. Untuk kedua rumah makan ini, masing-masing pemilik : Bustaman dan Mursal Bagindo, melatih juru masaknya sendiri serta menerapkan standardisasi mutu makanan dan pelayanan. Meski model bisnis waralaba bisa mempercepat penambahan jumlah cabang, namun cara ini tak dianut oleh Sari Ratu. Restoran yang sudah membuka usahanya sejak 29 tahun lalu itu, rupanya tak berniat menggerakkan bisnis dengan sistem <em>franchise</em>. Alasannya adalah hendak mempertahankan cita rasa makanan. Suatu masakan seperti apapun upaya untuk menstandardisasikannya, jika memasaknya tak dilakukan dalam satu kuali rasanya pasti akan berbeda, demikian penuturan Datuk Rama Windra sang pemilik Sari Ratu. Meski banyak cara yang dilakukan oleh pengelola Restoran Padang untuk memperbesar usahanya, namun jurus manajemen bagi hasil yang sesuai dengan ajaran Islam itu, merupakan strategi paling ampuh untuk memenangkan persaingan. Ibarat pepatah Minang, strategi itu tak kan lapuk oleh hujan dan tak lekang oleh panas.</p>
<p>&nbsp;<br />
Sumber gambar : indonesia.travel<br />
&nbsp;<br />
<div id="attachment_2873" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/restoran-padang-singapura2.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/restoran-padang-singapura2.jpg?w=614" alt="" title="Restoran Padang Singapura"   class="size-full wp-image-2873" /></a><p class="wp-caption-text">Restoran Padang di Muscat Street, Singapura (sumber : farahtellstory.blogspot.com)</p></div></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afandri81.wordpress.com/2827/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afandri81.wordpress.com/2827/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afandri81.wordpress.com/2827/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afandri81.wordpress.com/2827/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afandri81.wordpress.com/2827/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afandri81.wordpress.com/2827/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afandri81.wordpress.com/2827/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afandri81.wordpress.com/2827/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afandri81.wordpress.com/2827/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afandri81.wordpress.com/2827/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afandri81.wordpress.com/2827/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afandri81.wordpress.com/2827/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afandri81.wordpress.com/2827/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afandri81.wordpress.com/2827/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&amp;blog=1733555&amp;post=2827&amp;subd=afandri81&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afandriadya.com/2011/12/20/restoran-padang-dan-seni-kuliner-minangkabau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d915c9572438cee3e7045d27fc801fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">afandri81</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/restoran-padang-di-as.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Restoran Padang di AS.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/restoran-padang.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Restoran Padang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/pelayan-restoran-padang.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">Pelayan Restoran Padang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/restoran-padang-singapura2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Restoran Padang Singapura</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masyarakat India di Amerika</title>
		<link>http://afandriadya.com/2011/12/13/india-amerika/</link>
		<comments>http://afandriadya.com/2011/12/13/india-amerika/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 11:21:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandri Adya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ahli TI India]]></category>
		<category><![CDATA[Daftar Perantau India]]></category>
		<category><![CDATA[India-Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Orang India di Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Silicon Valley]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afandriadya.com/?p=2778</guid>
		<description><![CDATA[India adalah salah satu negara di dunia yang memiliki jumlah perantau cukup besar. Laporan UNDP menyebutkan, ada sekitar 25 juta orang India yang hidup di luar negeri, atau setara dengan 2% populasi India. Mayoritas mereka tinggal di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa Barat, dan Amerika Serikat. Dari sekian banyak orang-orang India yang sukses, yang terbesar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&amp;blog=1733555&amp;post=2778&amp;subd=afandri81&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_2783" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/little-india.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/little-india.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Little India" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-2783" /></a><p class="wp-caption-text">Kampung India atau yang dikenal dengan &quot;Little India&quot;</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">India adalah salah satu negara di dunia yang memiliki jumlah perantau cukup besar. Laporan UNDP menyebutkan, ada sekitar 25 juta orang India yang hidup di luar negeri, atau setara dengan 2% populasi India. Mayoritas mereka tinggal di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa Barat, dan Amerika Serikat. Dari sekian banyak orang-orang India yang sukses, yang terbesar berada di Amerika Serikat. Di negeri ini mereka menjadi salah satu kekuatan ekonomi terpenting dan dikenal sebagai masyarakat yang terdidik. Dunia teknologi &#8212; khususnya teknologi komputer &#8212; merupakan spesialisasi komunitas India-Amerika. Berkat kemampuan ini, kini India menjadi salah satu bangsa berpengaruh di muka jagat, dalam pembuatan komputer dan perangkat turunannya.</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Demografi Perantau India di Amerika</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Amerika Serikat merupakan negara terbesar kedua yang menjadi tujuan para perantau India. Pada tahun 2010 tercatat ada sekitar 2,8 juta masyarakat India di Amerika. Angka ini naik 70% dibandingkan dengan tahun 2000 lalu yang hanya berjumlah 1,6 juta jiwa. Metropolitan New York, yang terdiri dari New York City, Long Island, dan daerah sekitarnya, serta daerah-daerah di dalam negara bagian New Jersey, Connecticut, dan Pennsylvania, adalah rumah bagi sekitar 557.000 orang India. Di New York City saja, berdasarkan sensus 2010 ada sekitar 195.000 masyarakat India. Di wilayah ini, sedikitnya terdapat dua puluh kantong pemukiman India atau yang dikenal dengan <em>Little India</em>. Daerah metropolitan lainnya yang memiliki populasi India cukup besar antara lain Atlanta, Baltimore-Washington, Boston, Chicago, Dallas, Detroit, Houston, Los Angeles, Philadelphia, dan San Francisco &#8211; San Jose &#8211; Oakland.</p>
<p> <span id="more-2778"></span><br />
<div id="attachment_2786" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/domisili-india-di-as.png"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/domisili-india-di-as.png?w=300&#038;h=218" alt="" title="Domisili India di AS" width="300" height="218" class="size-medium wp-image-2786" /></a><p class="wp-caption-text">Peta Demografi Masyarakat India di AS (Sensus 2000)</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Di negeri Paman Sam, masyarakat India membentuk sekitar 16,4% dari keseluruhan komunitas Asia-Amerika. Mereka adalah kelompok etnis terbesar ketiga setelah Cina dan Filipina. Menurut Biro Sensus Amerika Serikat, antara tahun 1990 dan 2000, populasi India di AS tumbuh 130% atau 10 kali rata-rata nasional yang hanya 13%.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Besarnya populasi India di Amerika, mendorong beberapa penyedia TV kabel seperti : Sony TV, Zee TV, Star Plus, dan Warna, menawarkan konten India untuk berlangganan. Beberapa wilayah metropolitan dengan tingkat populasi India cukup tinggi, bahkan memiliki bioskop khusus untuk menampilkan film-film Bollywood. Silicon Valley misalnya, memiliki dua multipleks, satu di Fremont dan satu di San Jose. Selain itu ada pula stasiun radio India yang memutar lagu-lagu serta kebudayaan India. RBC Radio serta Easy 96 Radio yang menjangkau tiga negara bagian New York, New Jersey, dan Connecticut, merupakan dua saluran India terbesar di Amerika.</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Pencapaian India-Amerika</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Pencapaian komunitas India di Amerika sangatlah mengesankan. Pada tahun 2007 sekitar 109.000 orang India memiliki perusahaan dengan pendapatan melebihi USD 151 miliar, serta mempekerjakan 844.177 orang pegawai. Sebuah studi yang diadakan oleh University of Duke dan University of California Berkeley mengungkapkan bahwa selama periode 1995 &#8211; 2005, imigran India telah mendirikan lebih banyak perusahaan rekayasa dan teknologi dibanding dengan gabungan imigran dari Inggris, Cina, Taiwan dan Jepang. Hasil studi Berkeley juga melaporkan bahwa 7% dari perusahaan-perusahaan di Silicon Valley dipimpin oleh CEO asal India. Dan yang lebih hebat lagi, sepertiga dari para insinyur di lembah <em>hi-tech</em> tersebut merupakan para profesional India. Tidak hanya itu, komunitas India-Amerika juga mendominasi kepemilikan hotel di Amerika. Dimana pada tahun 2002, sekitar 50% penginapan melati dan 35% hotel berbintang dengan nilai pasar gabungan sebesar USD 40 milyar, dimiliki oleh komunitas India.</p>
<p><div id="attachment_2796" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/india-day-parade.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/india-day-parade.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="India Day Parade" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-2796" /></a><p class="wp-caption-text">India Day Parade di New York City</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">India, bersama dengan orang Asia lainnya, memiliki tingkat pendidikan tertinggi dari semua kelompok etnis di AS. Sekitar 68% dari semua orang India memiliki gelar sarjana atau gelar tinggi lainnya. Angka ini jauh berada di atas rata-rata nasional (28%) dan rata-rata untuk semua kelompok kulit putih (27%). Serta hampir 40% memiliki titel doktor, master, atau gelar profesional lainnya, yang merupakan lima kali rata-rata nasional. Thomas Friedman dalam bukunya <em>The World is Flat</em> menjelaskan kecenderungan terjadinya <em>brain drain</em>, dimana unsur-unsur terbaik dan tercerdas di India beremigrasi ke AS untuk mencari peluang keuangan yang lebih baik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Masyarakat India, sebagaimana halnya kaum Yahudi, merupakan kelompok masyarakat yang memiliki pendapatan per kapita terbesar di Amerika Serikat. Berdasarkan hasil sensus tahun 2004, rumah tangga India-Amerika memiliki pendapatan rata-rata sebesar USD 88.538. Jumlah ini berada di atas pendapatan rumah tangga para perantau Filipina (USD 75.146), Cina (USD 69.037), Jepang (USD 64.197), dan Korea (USD 53.025), serta dua kali lipat rata-rata nasional (USD 44.684).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Meski di bidang politik pengaruh imigran India tidaklah berarti, namun beberapa gubernur negara bagian serta anggota senat, banyak diisi orang-orang India. Bobby Jindal dan Nikki Haley adalah dua contoh politisi India yang sukses berkarier di Amerika Serikat. Masing-masing saat ini menjabat gubernur negara bagian Louisiana dan South Carolina.</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Daftar India-Amerika yang Terkemuka :</strong><br />
&nbsp;<br />
- Subramanyan Chandrasekhar, peraih nobel bidang fisika (1983).<br />
- Venkatraman Ramakrishnan, peraih nobel bidang kimia (2009).<br />
- Amartya Sen, peraih nobel bidang ilmu ekonomi (1998).<br />
- Har Gobind Khorana, peraih nobel bidang obat-obatan (1968).<br />
- Beheruz Sethna, Presiden University of West Georgia<br />
- Molly Easo Smith, Presiden Manhattanville College<br />
- Dinesh D&#8217;Souza, Presiden The King&#8217;s College<br />
- Raj Reddy, Pendiri Robotics Institute, Carnegie Mellon University<br />
<div id="attachment_2785" class="wp-caption alignright" style="width: 260px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/vinod-khosla.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/vinod-khosla.jpg?w=250&#038;h=180" alt="" title="Vinod Khosla" width="250" height="180" class="size-medium wp-image-2785" /></a><p class="wp-caption-text">Vinod Khosla, pemilik Sun Microsystems</p></div><br />
- Subrah Iyar, Pendiri dan CEO Webex Communications<br />
- Narinder Singh Kapany, Bapak Fiber Optik<br />
- Vinod Dham, desainer chip Intel Pentium<br />
- Sabeer Bhatia, Pendiri Hotmail<br />
- Ajit Hutheesing, Pendiri dan CEO International Capital Partners<br />
- Amar Bose, Pendiri Bose Corporation<br />
- Sashi Reddi, Pendiri dan CEO AppLabs<br />
- Ashwin Navin, Pendiri dan Presiden BitTorrent, Inc<br />
- Bharat Desai, Pendiri Syntel<br />
- Lakireddy Bali Reddy, Pengusaha properti dan pemilik 1.000 apartemen di California<br />
- M.R. Rangaswami, Pendiri Sand Hill Group dan Corporate Eco Forum<br />
- Narendra Patni, Pendiri Patni Computer Systems<br />
- Naveen Jain, Pendiri Info Space and Intelius<br />
- Pradeep Sindhu, Pendiri Juniper Networks<br />
- Preetish Nijhawan, Pendiri Akamai Technologies<br />
- Ram Shriram, Pendiri Junglee.com<br />
- Suhas Patil, Pendiri Cirrus Logic<br />
- Vivek Ranadive, Pendiri, Chairman, dan CEO TIBCO Software<br />
- Vinod Gupta, Pendiri, Chairman Info USA, Inc<br />
- Anita Goel, Chairman dan CEO Nanobiosym<br />
- Vinod Khosla, Pendiri Sun Microsystems<br />
- Abbas Sadriwala, Chairman dan CEO Fort Lauderdale<br />
- Ajay Banga, Presiden dan CEO Mastercard<br />
- Dinesh Paliwal, Chairman dan CEO Harman International<br />
- Francisco D&#8217;Souza, CEO Cognizant Technology Solutions<br />
- Indra Nooyi, Chairman dan CEO Pepsi Co<br />
- Padmasree Warrior, CTO Cisco Systems<br />
- Pradeep K Jaisingh, CEO International Oncology<br />
- Prakash Puram, President dan CEO iXmatch<br />
- Ramani Ayer, Chairman dan CEO Hartford Financial Services Group<br />
- Rono Dutta, Chairman Air Sahara<br />
- Sanjay Jha, CEO Motorola<br />
- Sanjay Kumar, CEO Computer Associates International<br />
- Sanjiv Ahuja, CEO Orange Telecommunications<br />
- Shantanu Narayen, CEO Adobe Systems<br />
- Umang Gupta, Chairman dan CEO Keynote Systems, Inc<br />
<div id="attachment_2784" class="wp-caption alignright" style="width: 210px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/amartya-sen.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/amartya-sen.jpg?w=250&#038;h=200" alt="" title="Amartya Sen" width="250" height="200" class="size-medium wp-image-2784" /></a><p class="wp-caption-text">Amartya Sen, salah seorang perantau India yang meraih Nobel</p></div><br />
- Unni Warrier, Pendiri, Chairman, dan CEO CyberMedia<br />
- Vikram Pandit, Chairman and CEO Citigroup<br />
- Bobby Mehta : CEO, Transunion Company<br />
- Bobby Jindal, Gubernur Negara Bagian Louisiana<br />
- Nikki Haley, Gubernur Negara Bagian South Carolina<br />
- Aziz Ansari, Aktor<br />
- Dev Patel, Aktor<br />
- Naveen Andrews, Aktor<br />
- Naomi Scott, Aktris<br />
- Mira Nair, Pengarah dan Produser Film<br />
&nbsp;<br />
Sumber gambar : www.wikipedia.org.id</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afandri81.wordpress.com/2778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afandri81.wordpress.com/2778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afandri81.wordpress.com/2778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afandri81.wordpress.com/2778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afandri81.wordpress.com/2778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afandri81.wordpress.com/2778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afandri81.wordpress.com/2778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afandri81.wordpress.com/2778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afandri81.wordpress.com/2778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afandri81.wordpress.com/2778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afandri81.wordpress.com/2778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afandri81.wordpress.com/2778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afandri81.wordpress.com/2778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afandri81.wordpress.com/2778/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&amp;blog=1733555&amp;post=2778&amp;subd=afandri81&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afandriadya.com/2011/12/13/india-amerika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d915c9572438cee3e7045d27fc801fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">afandri81</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/little-india.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Little India</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/domisili-india-di-as.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Domisili India di AS</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/india-day-parade.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">India Day Parade</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/vinod-khosla.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Vinod Khosla</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/amartya-sen.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Amartya Sen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Banyak Libur di Bali</title>
		<link>http://afandriadya.com/2011/11/17/banyak-libur-di-bali-2/</link>
		<comments>http://afandriadya.com/2011/11/17/banyak-libur-di-bali-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2011 03:16:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandri Adya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Hard Rock Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Joger]]></category>
		<category><![CDATA[Piknik Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Ubud]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afandri81.wordpress.com/?p=2754</guid>
		<description><![CDATA[Pagi menjelang siang. Ombak di Pantai Kuta seperti hari-hari biasanya, menggulung kencang, memanjakan para peselancar yang sedang berakrobat. Saya bersama ratusan turis lainnya, menikmati suasana pantai yang belum begitu menyengat. &#8220;Selamat pagi Pak, silahkan duduk-duduk disini&#8221;, seseorang menyapaku dengan ramah dan sopan. Tanpa pikir panjang, saya-pun menuruti perkataannya. Setelah itu perbincangan kami-pun berjalan gayeng. Diperlakukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&amp;blog=1733555&amp;post=2754&amp;subd=afandri81&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_2747" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/kuta-bali2.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/kuta-bali2.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" title="Kuta Bali" width="300" height="200" class="size-medium wp-image-2747" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai Kuta</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Pagi menjelang siang. Ombak di Pantai Kuta seperti hari-hari biasanya, menggulung kencang, memanjakan para peselancar yang sedang berakrobat. Saya bersama ratusan turis lainnya, menikmati suasana pantai yang belum begitu menyengat. &#8220;Selamat pagi Pak, silahkan duduk-duduk disini&#8221;, seseorang menyapaku dengan ramah dan sopan. Tanpa pikir panjang, saya-pun menuruti perkataannya. Setelah itu perbincangan kami-pun berjalan gayeng. Diperlakukan seperti saudara sendiri, segan pula rasanya untuk tak mencicipi kelapa muda yang tersaji. Meski kelapa muda yang dijualnya terlalu masak, namun perlakuan istimewa dari sang penjual, tak membuatku berkeberatan mengeluarakan Rp 15.000 untuk sebatok kelapa yang sudah menua. Tak jauh dari tempat saya duduk, nampak beberapa wanita setengah baya sedang memijat keluarga asal Australia. Didekat mereka, tiga perempuan Jepang asyik berselonjor sambil menikmati ombak pagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Di Bali <em>every day is holiday</em>, begitu penuturan Ni Putu Ayu, salah seorang pemandu wisata kami yang cukup cekatan. Oleh karenanya, banyak orang yang memanjangkan kata Bali menjadi &#8220;banyak libur&#8221;. Meski Bali menjadi tujuan utama wisata nasional, namun tak semua wilayah di Pulau Dewata ini merupakan tempat pariwisata. Hanya beberapa lokasi yang menjadi surga bagi para pelancong, antara lain : Nusa Dua, Benoa, Sanur, Jimbaran, Tabanan, Kintamani, Ubud, dan Kuta.</p>
<p><span id="more-2754"></span><br />
<div id="attachment_2769" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/hard-rock-bali2.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/hard-rock-bali2.jpg?w=300&#038;h=175" alt="" title="Hard Rock Bali" width="300" height="175" class="size-medium wp-image-2769" /></a><p class="wp-caption-text">Hard Rock Hotel Bali</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Kuta, bersama Seminyak dan Legian di sekitar, pada mulanya merupakan desa para nelayan. Namun kejelian pemerintah Hindia-Belanda dalam melihat peluang, telah mengubah desa tersebut menjadi arena berselancar. Sejak saat itu, mulailah investor berdatangan untuk mengembangkan Kuta menjadi desa wisata. Kini, tak hanya toko-toko cendera mata dan jajaran hotel yang berdiri disini. Kafe-kafe, klub, dan diskotik, juga tumbuh bak cendawan di musim hujan. Double Six, Paddy&#8217;s Club, Bounty Discotheque, Kamasutra, KuDeTa, serta Mushro, merupakan tempat-tempat disko yang cukup ternama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Selain pantai dan pemandangan alam, Bali juga menawarkan atraksi budaya yang menawan. Justru melalui budaya inilah Bali sering memperoleh penghargaan <em>The Best Destination in the World.</em> Kehidupan masyarakatnya yang ajeg, penuh harmoni, serta kultur Hindu yang kuat, menjadikan tempat ini <em>ngangenin</em> untuk dikunjungi. Tjokorda Gede Putra Sukawati juga sependapat, bahwa kedatangan turis-turis dari seluruh penjuru dunia disebabkan karena kekaguman mereka pada budaya, seni, dan adat istiadat Bali.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Nyamannya Bali sebagai tempat berlibur, mendorong berkembangnya industri perhotelan di pulau tersebut. Bahkan beberapa pemain dunia seperti Hyatt, Hard Rock, Hilton, Aston, dan Shangrila, telah lama mengembangkan jaringan hotelnya disini. Satu dari sekian banyak hotel yang cukup berkesan bagiku adalah Hard Rock Bali. Yang mampu memberikan kenyamanan beristirahat, sekaligus pertunjukan musik dan kafe dalam satu atap. Hard Rock benar-benar memberikan <em>customer experience</em> yang mengagumkan. Selain bisa menyaksikan <em>live music</em> secara gratis, kita juga diajak untuk melihat-lihat benda koleksi para selebritis mancanegara. Di samping hotel-hotel umum, banyak pula vila milik pribadi bertebaran disini. Satu diantaranya adalah milik Walter Spies di Ubud. Melalui pelukis berkebangsaan Jerman inilah, Ubud menjadi terkenal hingga melanglang buana. Terakhir, Elizabeth Gilbert yang lama tinggal dan menghayati kehidupan masyarakat Bali, memperkenalkan Ubud lewat bukunya : <em>Eat, Pray, Love</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Seperti halnya tempat wisata di belahan dunia lain, Bali juga memiliki aneka khas cenderamata dan oleh-oleh yang bisa dibawa pulang. Yang terkenal adalah kaos merek Joger, besutan Joseph Theodorus Wulianadi. Kaos ini dibanderol dengan harga rata-rata Rp 100.000 per potongnya. Selain Joger, merek lainnya yang cukup berkibar adalah Krisna. Namun Krisna tak sebatas menjual kaos, pilihan produknya bermacam-macam, mulai dari daster, kacang, hingga karya seni. Untuk produk kuliner, restoran Ayam Betutu, Bebek Bengil, dan Warung Made merupakan pilihan banyak wisatawan.</p>
<p><div id="attachment_2770" class="wp-caption alignleft" style="width: 624px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/pura-uluwatu.jpeg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/pura-uluwatu.jpeg?w=614&#038;h=412" alt="" title="Pura Uluwatu" width="614" height="412" class="size-full wp-image-2770" /></a><p class="wp-caption-text">Atraksi Budaya di Pura Uluwatu</p></div><br />
Sumber gambar : www.liburankepulaubali.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afandri81.wordpress.com/2754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afandri81.wordpress.com/2754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afandri81.wordpress.com/2754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afandri81.wordpress.com/2754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afandri81.wordpress.com/2754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afandri81.wordpress.com/2754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afandri81.wordpress.com/2754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afandri81.wordpress.com/2754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afandri81.wordpress.com/2754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afandri81.wordpress.com/2754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afandri81.wordpress.com/2754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afandri81.wordpress.com/2754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afandri81.wordpress.com/2754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afandri81.wordpress.com/2754/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&amp;blog=1733555&amp;post=2754&amp;subd=afandri81&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afandriadya.com/2011/11/17/banyak-libur-di-bali-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d915c9572438cee3e7045d27fc801fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">afandri81</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/kuta-bali2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kuta Bali</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/hard-rock-bali2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Hard Rock Bali</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/pura-uluwatu.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">Pura Uluwatu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>100 Catatan yang Membentuk Indonesia</title>
		<link>http://afandriadya.com/2011/11/07/majalah-tempo-d/</link>
		<comments>http://afandriadya.com/2011/11/07/majalah-tempo-d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 09:42:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandri Adya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Buku di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Tempo edisi Kebangkitan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Naskah di Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afandri81.wordpress.com/2011/11/07/majalah-tempo-d/</guid>
		<description><![CDATA[Majalah Tempo dalam edisi khusus 100 Tahun Kebangkitan Nasional, menurunkan laporan mengenai 100 catatan yang merekam perjalanan sejarah bangsa. Laporan itu, seperti halnya edisi khas Tempo lainnya, disusun dari hasil diskusi para pakar, yang kali ini melibatkan Taufik Abdullah, Goenawan Mohamad, Parakitri T. Simbolon, Ignas Kleden, Asvi Warman Adam, serta Putut Widjarnako. Catatan ini terdiri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&amp;blog=1733555&amp;post=2678&amp;subd=afandri81&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_2682" class="wp-caption alignleft" style="width: 163px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/tempo-100.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/tempo-100.jpg?w=614" alt="" title="Tempo 100"   class="size-full wp-image-2682" /></a><p class="wp-caption-text">Sampul Majalah Tempo edisi Kebangkitan Nasional</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Majalah Tempo dalam edisi khusus 100 Tahun Kebangkitan Nasional, menurunkan laporan mengenai 100 catatan yang merekam perjalanan sejarah bangsa. Laporan itu, seperti halnya edisi khas Tempo lainnya, disusun dari hasil diskusi para pakar, yang kali ini melibatkan Taufik Abdullah, Goenawan Mohamad, Parakitri T. Simbolon, Ignas Kleden, Asvi Warman Adam, serta Putut Widjarnako. Catatan ini terdiri dari : maklumat, peta, pidato, catatan harian, puisi, prosa, serta buku fiksi dan non-fiksi, yang terbit dalam rentang waktu satu abad (1908-2008). Menurut redaktur Tempo, 100 catatan ini merupakan teks-teks yang menyuarakan imaji kebangsaan. Kumpulan aksara yang membuat imaji kita tentang Indonesia selalu bergerak dan terus diperbaharui. Memilih ribuan naskah untuk dimasukkan ke dalam daftar 100 catatan terbaik, tentu tidaklah mudah. Oleh karenanya, banyak naskah-naskah yang dianggap cukup kredibel &#8212; seperti Kalangwan karya Pastor Zoetmulder, yang mengulas tentang sastra Jawa Kuno, serta The Island of Bali karya penulis Meksiko Miguel Covarrubias &#8212; harus tersingkir dari daftar tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Di samping dua naskah itu, penulis mencatat beberapa karya penting yang luput dari pengamatan Tempo, antara lain : naskah Supersemar yang ditulis oleh Soekarno, pidato politik Berdayung di Antara Dua Karang (Mohammad Hatta), serta Surat Pengunduran Diri Soeharto. Selain itu buku-buku politik yang cukup berpengaruh, namun tak masuk ke dalam Daftar Tempo adalah Naar de Republiek Indonesia (Tan Malaka), serta 6000 Tahun Sang Merah Putih (Mohammad Yamin). Dari dunia militer, buku Pokok-pokok Gerilya karya A.H Nasution, juga tidak termasuk ke dalam 100 daftar tersebut. Padahal buku ini banyak diulas oleh para praktisi militer mancanegara. Buku biografi tokoh, hanya Dari Penjara ke Penjara (Tan Malaka) yang masuk ke dalam daftar, yang lain seperti : Soekarno karya Cindy Adam, Mohammad Hatta : Biografi Politik (Deliar Noer), Sjahrir : Politics and Exile in Indonesia (Rudolf Mrazek), serta Tan Malaka : Pergulatan Menuju Republik (Harry A. Poeze), tak diulas dalam edisi khusus tersebut.</p>
<p> <span id="more-2678"></span> <div id="attachment_2683" class="wp-caption alignright" style="width: 260px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/nusa-jawa-silang-budaya.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/nusa-jawa-silang-budaya.jpg?w=614" alt="" title="Nusa Jawa Silang Budaya"   class="size-full wp-image-2683" /></a><p class="wp-caption-text">Nusa Jawa Silang Budaya, translasi dari La Carrefour Javanais</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Dalam daftar itu, Tempo juga memasukkan buku serta hasil penelitian para ilmuwan asing. Yang terbanyak diantaranya berasal dari Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda. Selain itu ada pula beberapa karya bangsa asing yang tak terdaftar, namun layak untuk dikedepankan. Antara lain adalah Le Carrefour Javanais (Nusa Jawa Silang Budaya) karya Denys Lombard, seorang Prancis yang menulis secara lengkap tentang sejarah, budaya, dan filsafat Jawa. Buku setebal 1000 halaman ini sungguh luar biasa ! Bahkan orang Jawa sekalipun, (mungkin) belum ada yang bisa menandingi kepiawaian Lombard dalam mendeskripsikan Jawa. Di samping itu The Bugis karya Christian Pelras, serta Islamic Revivalism in a Changing Peasant Economy karya Christine Dobbin, juga layak untuk dimasukkan ke dalam daftar. Selain buku berjudul Keharusan Pembaruan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat karya Nurcholish Madjid, penulis mencatat beberapa buku sosial keagamaan yang cukup berkualitas namun tak disinggung dalam Daftar Tempo. Antara lain Fiqhud Dakwah karya Mohammad Natsir, Islam Sontoloyo (Soekarno), Islam Kosmopolitan (Abdurrahman Wahid), Islam Dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan (Ahmad Syafii Maarif), serta dua tafsir Al-Quran yang cukup fenomenal : Al Azhar karya Hamka dan Tafsir Al Mishbah (Quraish Shihab).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Dalam penyusunan daftar tersebut, ada beberapa topik yang tak diangkat oleh Majalah Tempo. Yang pertama adalah tentang dunia hiburan Indonesia, dan yang kedua mengenai ilmu manajemen serta wirausaha tanah air. Dari dunia <em>showbizz</em>, penulis berpendapat setidaknya ada tiga buku : Usmar Ismail Mengupas Film (Usmar Ismail), Film Indonesia (Taufik Abdullah, Misbach Yusa Biran, dan S.M. Ardan), dan Musik Antara Kritik dan Apresiasi (Suka Hardjana), yang layak untuk masuk ke dalam 100 besar catatan Tempo. Sedangkan di bidang manajemen dan wirausaha, buku Siasat Bisnis karya Hermawan Kertajaya cukup kredibel untuk dikedepankan.</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Buku-buku Fiksi</strong><br />
&nbsp;<br />
<a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/komik-lupus.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/komik-lupus.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Komik Lupus" width="300" height="225" class="alignright size-medium wp-image-2684" /></a>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Novel, kumpulan puisi, serta karya-karya fiksi lainnya, merupakan catatan yang paling digemari oleh masyarakat Indonesia. Lewat karya-karya itulah, bangsa Indonesia berjuang dari penindasan kolonial hingga menyebarkan idealisme kebangsaan. Dari naskah-naskah fiksi, penulis mencatat setidaknya terdapat sepuluh buku yang cukup fenomenal, namun tidak termasuk ke dalam Daftar Tempo, antara lain : Tanah Air (Mohammad Yamin), Di Bawah Lindungan Ka&#8217;bah (Hamka), Nyanyi Sunyi (Amir Hamzah), Si Doel Anak Betawi (Aman Datuk Madjoindo), Tiga Menguak Takdir (Chairil Anwar, Rivai Apin, dan Asrul Sani), Atheis (Achdiat K. Mihardja), Robohnya Surau Kami (A.A. Navis), serta tiga novel populer Lupus (Hilman Hariwijaya), Ayat-ayat Cinta (Habiburrahman El Shirazy), dan Laskar Pelangi (Andrea Hirata).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Kesepuluh karya sastra di atas, ditambah dengan yang masuk ke dalam Daftar Tempo, tidak hanya menjadi konsumsi masyarkat Indonesia. Namun juga telah dibaca oleh puluhan ribu peminat sastra Indonesia yang tinggal di Malaysia, Singapura, Brunei, dan Filipina. Bahkan beberapa karya seperti Siti Nurbaya, Salah Asuhan, dan Layar Terkembang, menjadi bahan ulasan di sekolah-sekolah setempat. Untuk urusan sastra, rakyat Indonesia boleh berbangga hati. Sebab naskah-naskah karya anak negeri &#8212; seperti halnya musik dan sinema &#8212; dari dulu hingga sekarang, selalu menjadi raja di kawasan Asia Tenggara.</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Penulis Produktif</strong><br />
&nbsp;<br />
<div id="attachment_2685" class="wp-caption alignleft" style="width: 198px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/pramoedya-ananta-toer.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/pramoedya-ananta-toer.jpg?w=614" alt="" title="Pramoedya Ananta Toer"   class="size-full wp-image-2685" /></a><p class="wp-caption-text">Pramoedya Ananta Toer</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Dalam kurun waktu satu abad perjalanan bangsa Indonesia, kita akan mendapatkan orang-orang hebat yang cukup produktif dalam menulis. Wakil Presiden RI yang pertama : Bung Hatta, merupakan figur yang cukup produktif. Dalam Daftar Tempo, karya beliau tercatat sebanyak lima buah, yaitu : Demokrasi Kita, Dasar Politik Luar Negeri Indonesia, Beberapa Fasal Ekonomi, Indonesia Vrij, serta Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang disusunnya bersama Soekarno dan Achmad Soebardjo. Di urutan berikutnya ada Tan Malaka, Mochtar Lubis, dan Soekarno. Ketiganya masing-masing menorehkan tiga buah karya ke dalam daftar tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Di antara tokoh-tokoh pergerakan Indonesia, Tan Malaka-lah yang paling produktif menulis. Jumlah karyanya melampaui yang dihasilkan oleh Soekarno, Natsir, Sjahrir, ataupun Hatta. Tan menulis lebih dari 25 buku mengenai pergerakan dan kemerdekaan Indonesia. Dikalangan ilmuwan, Taufik Abdullah, Ong Hok Ham, dan Azyumardi Azra, termasuk yang produktif. Ketiganya telah menghasilkan lebih dari 15 judul buku yang bercerita mengenai sejarah dan sosial kemasyarakatan. Dari dunia sastra, mungkin Pramoedya Ananta Toer-lah yang paling giat menulis. Karyanya berkisar antara 35-40 judul novel. Namun hampir separuhnya tidak bisa dipublikasikan karena bermacam-macam sebab. Tampilnya Pram sebagai pimpinan Lekra yang merupakan <em>underbouw</em> PKI, agaknya telah memberangus karya-karyanya yang brilian itu. Putu Wijaya dan Nur Sutan Iskandar, juga tergolong sebagai novelis yang produktif. Mereka telah menulis lebih dari 14 karya novel. Meski dari segi kuantitas cukup menggembirakan, namun dari segi kualitas banyak karya mereka yang kurang memuaskan. Hal ini tercermin dari Daftar Tempo, yang tak satupun menempatkan karya-karya mereka di dalamnya. Dari semua penulis produktif yang dilahirkan bangsa ini, mungkin Haji Abdul Karim Amrullah (Hamka) yang paling legendaris. Sosok multi-disiplin itu, telah menulis lebih dari 100 judul buku, yang berkisar mengenai sejarah, filsafat, adat-istiadat, novel, serta buku-buku keislaman.</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Dominasi Etnis Minang dan Jawa</strong><br />
&nbsp; </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Dalam dunia kepenulisan tanah air, orang-orang Minang dan Jawa cukuplah mendominasi. Karya-karya mereka tidak hanya unggul dalam segi kuantitas namun juga dari segi kualitas. Hal ini setidaknya tercermin dari Daftar Tempo yang dirilis pada tahun 2008 lalu. Dimana dari 100 naskah yang masuk daftar, lebih dari separuh disumbangkan oleh kedua etnis tersebut. Orang Jawa menyumbang sebanyak 28 naskah (28%). Meski terhitung cukup besar, jumlah ini tidaklah mengejutkan. Mengingat populasi masyarakat Jawa yang cukup dominan di republik ini, yakni antara 42% &#8211; 47% dari seluruh penduduk Indonesia.</p>
<p> <div id="attachment_2686" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/tan-malaka.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/tan-malaka.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" title="Tan Malaka" width="300" height="200" class="size-medium wp-image-2686" /></a><p class="wp-caption-text">Tan Malaka, salah seorang penulis Minang terkemuka</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Yang cukup mengejutkan justru datang dari kaum Minangkabau. Dimana dari 100 naskah yang terdaftar, 30 merupakan karya putra-putra Minang. Jumlah ini sangatlah besar, jika dibandingkan dengan populasi Minangkabau yang tak lebih dari 3%. Jikalau hendak menelisik pencapaian yang tergolong fantastis itu, haruslah kita menengok keadaan pendidikan serta pola kebudayaan masyarakat Minang, dimana kebebasan berpendapat dan bersuara dijunjung tinggi. Selain itu digunakannya Bahasa Melayu Tinggi yang dekat dengan Bahasa Minangkabau sebagai bahasa baku tulis-menulis, menjadi faktor tumbuhnya penulis-penulis hebat di kalangan mereka. Faktor lain adalah suburnya penggunaan kata pada masyarakat yang berdomisili di pantai barat Sumatera itu. Seperti terlihat dari prosesi adat yang selalu menggunakan petatah-petitih, serta rapat-rapat nagari yang mengedepankan prinsip musyawarah untuk mencapai mufakat. Dominannya penggunaan kata-kata dalam kehidupan masyarakat Minang, dilukiskan secara baik oleh Jane Drakard dalam bukunya A Kingdom of Words.</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>100 Catatan yang Membentuk Indonesia :</strong><br />
&nbsp;<br />
1. Demokrasi Kita, karya Mohammad Hatta<br />
2. Dasar Politik Luar Negeri Indonesia, karya Mohammad Hatta<br />
3. Beberapa Fasal Ekonomi, karya Mohammad Hatta<br />
4. Di Bawah Bendera Revolusi, karya Soekarno<br />
5. Naskah Persiapan UUD 1945, karya Mohammad Yamin<br />
6. Aspirasi Pemerintahan Konstitusional di Indonesia, karya Adnan Buyung Nasution,<br />
7. Massa Actie in Indonesia, karya Tan Malaka<br />
8. Madilog, karya Tan Malaka<br />
9. Dari Penjara ke Penjara, karya Tan Malaka<br />
10. Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia, karya Abdul Haris Nasution<br />
11. The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia, karya Herbert Feith<br />
12. Dualistische Economy, karya Van Doesburgh<br />
13. Seni Lukis, Kesenian, dan Seniman, karya Soedjojono<br />
14. Nationalism and Revolution in Indonesia, karya Audrey Kahin<br />
15. Indonesian Political Thinking : 1945-1965, karya Herbert Feith dan Lance Castles<br />
16. The Religion of Java, karya Clliford Geertz<br />
17. Netherlands Indie, A Study of Plural Economy, karya J.S. Furnivall<br />
18. Capita Selecta, karya Mohammad Natsir<br />
19. Indonesia in den Pacific-Kernproblemen van den Aziatischen, karya Gerungan Samuel Ratulangie<br />
20. Perubahan Sosial di Yogyakarta, karya Selo Soemardjan<br />
21. Dasar-dasar Pemikiran Tentang Akselerasi Modernisasi Pembangunan 25 Tahun, karya Ali Moertopo<br />
22. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia, karya Koentjaraningrat<br />
23. Politik Luar Negeri Indonesia dan Pelaksanaannya Dewasa Ini, karya Mochtar Kusumaatmadja<br />
24. Culture and Politics in Indonesia, karya Claire Holt, Benedict Anderson, dan James Siegel<br />
25. Art in Indonesia : Continuities and Change, karya Claire Holt<br />
26. Science and Scientists in the Netherlands Indies, karya Pieter Honig dan Frans Verdoorn<br />
27. Alam Asli Indonesia : Flora, Fauna, dan Keserasian, karya Kathy Mac Kinnon<br />
28. Ekonomi Pancasila : Gagasan dan Kemungkinan, karya Mubyarto<br />
29. NU, Tradisi, Relasi-relasi Kuasa, Pencarian Wacana Baru, karya Martin van Bruinessen<br />
30. Manusia Indonesia, karya Mochtar Lubis<br />
31. Catatan Subversif, karya Mochtar Lubis<br />
32. Pembagian Kekuasaan Negara, karya Ismail Suny<br />
33. Laporan dari Banaran, karya T.B Simatupang<br />
34. Bulan Sabit Muncul dari Balik Pohon Beringin, karya Yusron Asrofie<br />
35. Six Decades of Science and Scientists in Indonesia,	karya Tim Peneliti<br />
36. Pemberontakan Petani Banten 1888, karya Sartono<br />
37. Pedoman Etik Penelitian Kedokteran Indonesia, hasil lokakarya<br />
38. A Preliminary Analysis of the October 1 1965, Coup in Indonesia, karya Benedict Anderson<br />
39. 125 Tahun Pendidikan Dokter di Indonesia : 1851-1976, karya Ali Hanafiah, Bahder Johan, dan Surono<br />
40. Ekologi Pedesaan : Sebuah Bunga Rampai, karya Sajogyo<br />
41. Di Tepi Kali Bekasi, karya Pramoedya Ananta Toer<br />
42. Tetralogi Pulau Buru, karya Pramoedya Ananta Toer<br />
43. Siti Nurbaya, karya Marah Rusli<br />
44. Belenggu, karya Armijn Pane<br />
45. Dari Ave Maria Ke Jalan Lain Ke Roma, karya Idrus<br />
46. Surabaya, karya Idrus<br />
47. Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia, karya Sutan Takdir Alisjahbana<br />
48. Layar Terkembang, karya Sutan Takdir Alisjahbana<br />
49. Salah Asuhan, karya Abdul Muis<br />
50. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, karya Hamka<br />
51. Jalan Tak Ada Ujung, karya Mochtar Lubis<br />
52. Kesusastraan Indonesia Modern Dalam Kritik dan Esei, karya H.B. Jassin<br />
53. Revolusi di Nusa Damai, karya K&#8217;Tut Tantri<br />
54. Bebasari, karya Roestam Effendi<br />
55. Burung-burung Manyar, karya Y.B. Mangunwijaya<br />
56. Sandhyakala Ning Majapahit, karya Sanusi Pane<br />
57. Naskah Proklamasi, karya Soekarno, Hatta, dan Achmad Soebarjo<br />
58. Indonesia Vrij, karya Mohammad Hatta<br />
59. Keharusan Pembaruan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat, karya Nurcholish Madjid<br />
60. Dekrit Presiden 5 Juli 1959, karya Soekarno<br />
61. Garis Besar Haluan Negara, ketetapan MPR-RI<br />
62. Beberapa Pemikiran Tentang Strategi Transformasi Industri Suatu Negara Berkembang, karya B.J. Habibie<br />
63. Seandainya Aku Seorang Belanda, karya Ki Hajar Dewantara<br />
64. Pidato Lahirnya Pancasila, karya Soekarno<br />
65. Hasil-hasil Seminar Ekonomi Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia 1966, hasil seminar<br />
66. Pidato Nirwan Dewanto Saat Kongres Kebudayaan IV, karya Nirwan Dewanto<br />
67. Manifes Kebudayaan, kesepakatan para Sastrawan<br />
68. Surat Kepercayaan Gelanggang, pernyataan Chairil Anwar, Asrul Sani, dan Rivai Apin<br />
69. Sumpah Pemuda, karya Mohammad Yamin<br />
70. Maklumat Menpen Amir Sjarifuddin Mengenai Kemerdekaan Pers, keputusan Amir Sjarifuddin<br />
71. Habis Gelap Terbitlah Terang, karya R.A. Kartini<br />
72. Catatan Seorang Demonstran, karya Soe Hok Gie<br />
73. Pergolakan Pemikiran Islam, karya Ahmad Wahib<br />
74. Polemik Manifesto Politik, polemik di koran Merdeka dan Harian Rakyat<br />
75. Perjuangan Kita, karya Sutan Sjahrir<br />
76. Melawan Melalui Lelucon, karya Abdurrahman Wahid<br />
77. Polemik Soetatmo vs Tjipto, karya Takashi Shiraishi<br />
78. Polemik Kebudayaan, karya Achdiat K. Mihardja<br />
79. The Integrative Revolution, karya Clifford Geertz<br />
80. Defisiensi Vitamin B1, karya Christiaan Eijkman<br />
81. Student Indonesia di Eropa, karya Abdoel Rivai<br />
82. Peranakan Arab dan Totoknja, karya Abdurrahman Baswedan<br />
83. Masalah Tionghoa di Indonesia : Asimilasi vs Integrasi, polemik di Star Weekly<br />
84. Penduduk dan Kemiskinan, karya Masri Singarimbun dan D.H. Penny<br />
85. Deru Campur Debu, karya Chairil Anwar<br />
86. Tirani dan Benteng, karya Taufiq Ismail<br />
87. Potret Pembangunan Dalam Puisi, karya W.S. Rendra<br />
88. Aku Ingin Jadi Peluru, karya Wiji Thukul<br />
89. Wiro Anak Rimba Indonesia, karya Kwik Ing Hoo<br />
90. Keulana, karya Taguan Hardjo<br />
91. Matinya Seorang Petani, karya Agam Wispi<br />
92. Kompasiana, karya P.K. Ojong<br />
93. Melawat ke Barat, karya Djamaluddin Adinegoro<br />
94. Perjalanan Keliling Indonesia, karya Gerson Poyk<br />
95. Koran Medan Prijaji, karya Tirto Adhi Soerjo<br />
96. Kisah-kisah Jakarta Setelah Proklamasi, karya Rosihan Anwar<br />
97. Catatan di Sumatera, karya Muhammad Radjab<br />
98. Atlas Semesta Dunia, karya Djamaluddin Adinegoro dan Adam Bachtiar<br />
99. Ensiklopedia Indonesia, karya Todung Sutan Gunung Mulia dan K.A.H. Hidding<br />
100. Kamus Umum Bahasa Indonesia, karya W.J.S. Poerwadarminta</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afandri81.wordpress.com/2678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afandri81.wordpress.com/2678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afandri81.wordpress.com/2678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afandri81.wordpress.com/2678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afandri81.wordpress.com/2678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afandri81.wordpress.com/2678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afandri81.wordpress.com/2678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afandri81.wordpress.com/2678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afandri81.wordpress.com/2678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afandri81.wordpress.com/2678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afandri81.wordpress.com/2678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afandri81.wordpress.com/2678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afandri81.wordpress.com/2678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afandri81.wordpress.com/2678/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&amp;blog=1733555&amp;post=2678&amp;subd=afandri81&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afandriadya.com/2011/11/07/majalah-tempo-d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d915c9572438cee3e7045d27fc801fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">afandri81</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/tempo-100.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tempo 100</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/nusa-jawa-silang-budaya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Nusa Jawa Silang Budaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/komik-lupus.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Komik Lupus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/pramoedya-ananta-toer.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pramoedya Ananta Toer</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/tan-malaka.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tan Malaka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahasa (Melayu) Indonesia, Bahasa Persatuan</title>
		<link>http://afandriadya.com/2011/10/03/bahasa-melayu-indonesia-bahasa-persatuan/</link>
		<comments>http://afandriadya.com/2011/10/03/bahasa-melayu-indonesia-bahasa-persatuan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2011 09:00:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandri Adya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Melayu]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sumpah Pemuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afandri81.wordpress.com/?p=2619</guid>
		<description><![CDATA[83 tahun lalu, di Jalan Kramat 106 Jakarta, telah terjadi peristiwa Sumpah Pemuda. Sebuah momen sarat makna bagi persatuan Indonesia. Dan untuk mengenang kejadian tersebut, pada kesempatan kali ini penulis akan mengangkat satu pokok yang cukup penting, yakni terbentuknya Bahasa Indonesia. Nama Bahasa Indonesia itu sendiri secara resmi disampaikan pada acara Kongres Pemuda II, atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&amp;blog=1733555&amp;post=2619&amp;subd=afandri81&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_2640" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/10/museum-sumpah-pemuda.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/10/museum-sumpah-pemuda.jpg?w=300&#038;h=221" alt="" title="Museum Sumpah Pemuda" width="300" height="221" class="size-medium wp-image-2640" /></a><p class="wp-caption-text">Tempat diselenggarakannya Sumpah Pemuda 1928</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">83 tahun lalu, di Jalan Kramat 106 Jakarta, telah terjadi peristiwa Sumpah Pemuda. Sebuah momen sarat makna bagi persatuan Indonesia. Dan untuk mengenang kejadian tersebut, pada kesempatan kali ini penulis akan mengangkat satu pokok yang cukup penting, yakni terbentuknya Bahasa Indonesia. Nama Bahasa Indonesia itu sendiri secara resmi disampaikan pada acara Kongres Pemuda II, atau yang lebih dikenal dengan Sumpah Pemuda. Dari tiga pokok isi sumpah tersebut, yakni berbangsa satu, bertanah air satu, dan berbahasa satu, penentuan bahasa persatuan-lah yang paling sulit.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Namun akhirnya diputuskanlah Bahasa Melayu yang menjadi <em>lingua franca</em> di Kepulauan Nusantara, sebagai bahasa persatuan Indonesia. Mohammad Yamin, sang pencetus utama digunakannya Bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan, dalam pidatonya mengungkapkan : &#8220;Jika mengacu pada masa depan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya ada dua bahasa yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu Bahasa Jawa dan Melayu. Tapi dari dua bahasa itu, Bahasa Melayulah yang lambat laun akan menjadi bahasa pergaulan atau bahasa persatuan.&#8221; Ada kejadian yang sangat menarik dan cukup mengharukan dalam pengambilan keputusan itu. Yakni sikap kedewasaan dan tenggang rasa yang ditunjukkan oleh anggota perkumpulan Jong Java. Mereka &#8212; yang mayoritasnya menggunakan Bahasa Jawa dalam percakapan sehari-hari &#8212; tidak memaksakan kehendak untuk menjadikan Bahasa Jawa sebagai bahasa persatuan. Padahal jika mengacu kepada hasil <em>Volkstelling</em> (Sensus Penduduk) tahun 1930, etnis Jawa berjumlah sekitar 47% dari seluruh penduduk Indonesia. Jauh di atas pengguna Bahasa Melayu, yang tak lebih dari 25% penduduk Indonesia.</p>
<p> <span id="more-2619"></span><br />
<div id="attachment_2633" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/10/kitab-uu-tanjung-tanah.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/10/kitab-uu-tanjung-tanah.jpg?w=300&#038;h=153" alt="" title="Kitab UU Tanjung Tanah" width="300" height="153" class="size-medium wp-image-2633" /></a><p class="wp-caption-text">Kitab Undang-undang Tanjung Tanah</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Ada beberapa alasan mengapa akhirnya Mohammad Yamin dan kawan-kawan memilih Bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan Indonesia. Yang pertama dan paling utama adalah luasnya penggunaan bahasa ini. Sejak abad ke-7 Masehi, Bahasa Melayu telah menjadi bahasa pengantar perdagangan di seluruh Nusantara, bahkan hingga mencapai Sri Lanka dan Madagaskar. Sedangkan Bahasa Jawa, saat itu hanya terbatas dipergunakan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta daerah perkebunan Sumatera Timur. Kedua, kesusastraan Melayu jauh lebih berkembang dan memiliki sejarah yang cukup mengakar di banyak penduduk Nusantara. Ketiga, Bahasa Melayu telah dipergunakan sebagai bahasa keilmuan sejak abad pertengahan. Dan yang keempat, bahasa ini tidak bertingkat-tingkat, sehingga mudah untuk dipelajari dan praktis untuk dipergunakan. Bahasa Melayu tidak seperti halnya Bahasa Jawa yang berkasta-kasta; ada yang halus (<em>kromo</em>) dan ada yang kasar (<em>ngoko</em>).</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Asal-mula Bahasa Melayu dan Perkembangan Bahasa Indonesia</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Hingga saat ini belum ada seorang peneliti-pun yang bisa memastikan kapan dan dimana munculnya Bahasa Melayu. Mereka hanya bisa memastikan, bahwa pada abad ke-7 bahasa ini telah digunakan di pedalaman Sumatera. Hal ini berdasarkan pada Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di sekitar daerah Palembang, Sumatera Selatan. Selain di Palembang, prasasti berbahasa Melayu juga banyak ditemukan di wilayah aliran Sungai Batanghari, Batang Kampar, dan Batang Kuantan. Luasnya penggunaan Bahasa Melayu di Sumatra pada masa itu, mengindikasikan bahwa bahasa ini berasal dari pulau tersebut. Adalah Kerajaan Sriwijaya yang berkuasa sejak abad ke-7 hingga ke-13 yang menyebarkan Bahasa Melayu ke seantero Nusantara. Melalui kerajaan-kerajaan <em>vassal</em>-nya, Sriwijaya memaksakan penggunaan Bahasa Melayu dalam dunia perdagangan. Jadilah Bahasa Melayu sebagai <em>lingua franca</em> di Kepulauan Nusantara, menggantikan Bahasa Sanskerta.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Penemuan Kitab Undang-undang Tanjung Tanah pada abad ke-14, mengkonfirmasi penggunaan Bahasa Melayu sebagai bahasa hukum negara. Menurut perhitungan para ahli, naskah tertua peradaban Melayu ini ditulis pada masa kejayaan Kerajaan Pagaruyung. Pada periode Kesultanan Malaka di abad ke-15, Bahasa Melayu mulai dipergunakan sebagai pengantar ilmu pengetahuan. Buku-buku karya ilmuwan Arab dan Persia, banyak yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Melayu. Serangan Portugis pada tahun 1511, menjadi awal masuknya bahasa-bahasa Eropa, terutama Portugis dan Inggris, ke dalam kosa kata Melayu. Namun diantara keduanya (Melayu dan Eropa), terjalin hubungan resiprokal yang saling mempengaruhi. Pada masa itu, kosa kata Melayu-pun banyak yang diserap ke dalam bahasa-bahasa Eropa. Walau jumlah yang diserap bahasa-bahasa Eropa tidaklah sebanyak yang diambil oleh bangsa Melayu dari bahasa mereka.</p>
<p><div id="attachment_2635" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/10/gurindam-121.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/10/gurindam-121.jpg?w=614" alt="" title="Gurindam 12"   class="size-full wp-image-2635" /></a><p class="wp-caption-text">Gurindam Dua Belas, karya Raja Ali Haji</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Setelah Malaka jatuh ke tangan bangsa asing, estafet peradaban Melayu diambil alih oleh Kesultanan Aceh. Pada masa ini, untuk pertama kalinya berkembang kesusastraan Melayu. Beberapa karya sastrawan besar yang dilahirkan pada masa Kesultanan Aceh antara lain Taj al-Salatin oleh Bukhari al-Jauhari, Bustan al-Salatin oleh Nuruddin al-Raniri, Hikayat Aceh oleh Syamsuddin Pasai, serta Syair Dagang oleh Hamzah al-Fansuri. Bangsa Aceh membina perkembangan Bahasa Melayu sampai abad ke-19, hingga akhirnya peran ini dimainkan oleh para sastrawan Kepulauan Riau. Adalah Raja Ali Haji, seorang sastrawan Riau-Lingga keturunan Bugis, yang banyak menulis karya-karya sastra. Dan diantara yang paling terkenal adalah Gurindam Dua Belas. Pada tahun 1858, dia menyusun secara sistematis kamus monolingual Bahasa Melayu. Dari buku inilah kemudian, pemerintah kolonial Belanda dan Inggris menyerap konsep tata bahasa Melayu baku, yang kemudian dikenal dengan Bahasa Melayu Tinggi. Konsep baru ini, sekaligus mengesampingkan Bahasa Melayu Pasar yang banyak dipakai masyarakat Kepulauan Nusantara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Pada tahun 1896, Charles van Ophuijsen bersama dua ahli bahasa asal Minangkabau, Nawawi Sutan Makmur dan Muhammad Taib Sutan Ibrahim menyusun ejaan baru yang kelak berlaku luas di kalangan warga Indonesia. Sedangkan di Malaysia, berlaku ejaan baru yang disusun oleh Wilkinson. Keduanya terpisah dari embrio semula : Bahasa Melayu Tinggi yang telah distandardisasi oleh para sastrawan Riau-Lingga. Pada awal abad ke-20, kaum Minangkabau mengambil alih pembinaan Bahasa Melayu. Di kalangan masyarakat Minang, Bahasa Melayu bukanlah suatu kebiasaan yang baru. Meski berbicara dalam bahasa yang berbeda, namun para intelektual Minang sudah sejak dulu menulis dengan cara Melayu. Kemunculan sastrawan Minang &#8212; yang kemudian diikuti oleh para jurnalis Minang, semakin memperderas Minangisasi ke dalam tubuh Bahasa Melayu. Mereka banyak mengisi perbendaharaan kata, sintaksis, dan morfologi Bahasa Melayu yang kelak menjadi bahasa persatuan Indonesia. Sejak permulaan abad lalu, mungkin telah ratusan kata-kata Minangkabau yang diserap dan dibakukan menjadi Bahasa Melayu Tinggi (kemudian Bahasa Indonesia baku). Intervensi pemerintah melalui pembentukan <em>Commissie voor de Volkslectuur</em> (kelak menjadi Balai Pustaka) pada tahun 1908, menjadi sarana bagi mereka untuk mewarnai kesusastraan Indonesia awal. Melalui komisi tersebut, para penulis Minang banyak mencetak roman, novel, serta buku-buku cerita, yang sebagian besar berlatarkan Minangkabau. Jadilah Minangkabau menjadi kiblat sastra Indonesia selama paruh pertama abad ke-20.</p>
<p><div id="attachment_2637" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/10/nur-sutan-iskandar.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/10/nur-sutan-iskandar.jpg?w=614" alt="" title="Nur Sutan Iskandar"   class="size-full wp-image-2637" /></a><p class="wp-caption-text">Nur Sutan Iskandar, salah seorang sastrawan Indonesia yang paling aktif menulis</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Selain masyarakat Minangkabau, kaum peranakan Tionghoa juga memainkan peranan yang tak dapat diabaikan. Diantara sastrawan Tionghoa yang paling terkenal adalah : Njoo Cheong Seng, seorang penulis novel, cerita pendek, dan sutradara; serta Kwee Tek Hoay, penulis novel dan drama. Namun besarnya pengaruh Minangkabau ke dalam pembentukan sastra Indonesia awal, telah menenggelamkan karya-karya Tionghoa yang banyak ditulis dalam Bahasa Melayu Pasar. Di samping itu, tindakan represif Balai Pustaka yang hanya menerima karya-karya sastra Melayu Tinggi, juga mengancam kelangsungan perkembangan Sastra Jawa dan Sunda. Meski kedua etnis tersebut tergolong ke dalam masyarakat yang aktif menulis, namun hingga saat ini perkembangan Sastra Jawa dan Sunda boleh dibilang jalan di tempat, jika tidak bisa dikatakan terjadi kemunduran.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Walau sastra lokal mereka telah jauh tertinggal, namun dewasa ini peran para sastrawan Jawa &#8212; termasuk Sunda di dalamnya, pelan-pelan mulai menyalip eksistensi kaum Minangkabau. Mereka mencoba mengisi perbendaharaan kosa kata Bahasa Indonesia, dengan ciri khas bahasa ibu mereka. Kata-kata seperti : <em>gembleng, lakon, sarapan, jewer</em>, dan <em>ngabuburit</em>, kini telah menjadi bagian dari Bahasa Indonesia yang baku. Pramoedya Ananta Toer (lahir di Blora pada tahun 1925), W.S Rendra (lahir di Solo, 1935), dan N.H Dini (lahir di Semarang, 1936), merupakan tiga dari sekian banyak sastrawan Jawa yang terkemuka. Agaknya Bahasa Indonesia kita haruslah bersifat lentur. Memberikan kesempatan kepada semua bahasa-bahasa daerah di Nusantara untuk diserap dan dimasukkan ke dalam bahasa nasional. Agar kita bisa mengejar ketertinggalan jumlah kosa kata, dibanding dengan bahasa-bahasa internasional lainnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afandri81.wordpress.com/2619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afandri81.wordpress.com/2619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afandri81.wordpress.com/2619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afandri81.wordpress.com/2619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afandri81.wordpress.com/2619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afandri81.wordpress.com/2619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afandri81.wordpress.com/2619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afandri81.wordpress.com/2619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afandri81.wordpress.com/2619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afandri81.wordpress.com/2619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afandri81.wordpress.com/2619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afandri81.wordpress.com/2619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afandri81.wordpress.com/2619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afandri81.wordpress.com/2619/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&amp;blog=1733555&amp;post=2619&amp;subd=afandri81&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afandriadya.com/2011/10/03/bahasa-melayu-indonesia-bahasa-persatuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d915c9572438cee3e7045d27fc801fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">afandri81</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/10/museum-sumpah-pemuda.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Museum Sumpah Pemuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/10/kitab-uu-tanjung-tanah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kitab UU Tanjung Tanah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/10/gurindam-121.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gurindam 12</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/10/nur-sutan-iskandar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Nur Sutan Iskandar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Metode Hisab dan Gerakan Tajdid Muhammadiyah</title>
		<link>http://afandriadya.com/2011/09/06/metode-hisab-dan-gerakan-tajdid-muhammadiyah/</link>
		<comments>http://afandriadya.com/2011/09/06/metode-hisab-dan-gerakan-tajdid-muhammadiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2011 08:41:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandri Adya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Hisab]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Rukyat]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Perbedaan Hari Idul Fitri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afandri81.wordpress.com/?p=2535</guid>
		<description><![CDATA[Dalam laman kali ini, izinkanlah saya untuk mengkompliasi beberapa tulisan yang tercecer mengenai hisab dan rukyat, serta cara pandang Muhammadiyah dalam menentukan awal puasa dan Idul Fitri. Tulisan ini merupakan saripati dari berbagai sumber, yang ditulis oleh para fuqaha serta pakar astronomi. Sebagai mukadimah, ada baiknya saya nukilkan disini ayat-ayat Al Quran serta hadist yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&amp;blog=1733555&amp;post=2535&amp;subd=afandri81&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_2544" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/09/sholat-ied-di-al-azhar-kebayoran-baru.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/09/sholat-ied-di-al-azhar-kebayoran-baru.jpg?w=300&#038;h=150" alt="" title="Sholat Ied di Al Azhar Kebayoran Baru" width="300" height="150" class="size-medium wp-image-2544" /></a><p class="wp-caption-text">Al Azhar Kebayoran Jakarta, merayakan Idul Fitri pada tanggal 30 Agustus 2011</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Dalam laman kali ini, izinkanlah saya untuk mengkompliasi beberapa tulisan yang tercecer mengenai hisab dan rukyat, serta cara pandang Muhammadiyah dalam menentukan awal puasa dan Idul Fitri. Tulisan ini merupakan saripati dari berbagai sumber, yang ditulis oleh para <em>fuqaha</em> serta pakar astronomi. Sebagai mukadimah, ada baiknya saya nukilkan disini ayat-ayat Al Quran serta hadist yang menjadi dasar bagi kaum Muhammadiyah untuk menggunakan metode hisab dalam penentuan 1 Ramadhan dan 1 Syawal.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Dalam Quran Surat (Q.S) Ar Rahman (55) ayat 5 dinyatakan bahwa &#8220;Matahari dan bulan beredar menurut perhitugan.&#8221; Kemudian Q.S Yunus (10) ayat 5 menerangkan bahwa &#8220;Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.&#8221; Kemudian Q.S Al-Isra&#8217; (17) ayat 12 juga menegaskan bahwa : &#8220;Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.&#8221; Serta Hadist Rasulullah SAW : &#8220;Sesungguhnya satu bulan itu 29 (hari), maka janganlah kamu berpuasa sehingga kamu melihatnya dan janganlah kamu berbuka sehingga melihatnya, maka jika terhalang atasmu maka perkirakanlah ia.&#8221; (H.R. Muslim). Dari ayat-ayat dan hadist di atas jelaslah bahwa semangat Islam adalah semangat untuk berpikir progresif. Semangat yang memerintahkan kita untuk menjunjung tinggi akal, dalam perjalanannya mengimani perintah-perintah Allah.</p>
<p><span id="more-2535"></span><br />
<div id="attachment_2550" class="wp-caption alignright" style="width: 170px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/09/rasyid-ridha-1.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/09/rasyid-ridha-1.jpg?w=614" alt="" title="Rasyid Ridha 1"   class="size-full wp-image-2550" /></a><p class="wp-caption-text">Rasyid Ridha</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Berkaca pada spirit tersebut, maka sejak abad pertama hijriah, para ilmuwan Muslim berlomba-lomba untuk menguasai ilmu falak. Tersebutlah nama-nama besar seperti Al-Khawarizmi (780-850 M), Al-Battani (858-929 M), serta Al-Biruni (973-1048 M) sebagai pakar matematika dan ahli astronomi. Mereka tidak saja mampu menentukan kalender Qamariah dengan tepat, namun juga menemukan cara-cara penyelesaian matematika yang rumit. Sejak dibuatnya kalender Qamariah oleh para ilmuwan tersebut, maka praktis jarang sekali terjadi perbedaan waktu ibadah diantara umat Muslim se-dunia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Sedangkan para ulama yang menggunakan metode melihat bulan (<em>rukyat al-hilal</em>), hanya terpaku kepada hadist Rasulullah : &#8220;Berpuasalah kalian karena melihatnya dan akhiri puasa karena melihatnya. Sesungguhnya kami ini masyarakat buta huruf, tidak dapat menulis dan menghitung (ilmu perbintangan), jumlah hari-hari dalam sebulan adalah begini dan begini (sambil memberi isyarat dengan kedua tangannya), yakni kadang 29 dan kadang 30 hari.&#8221; (H.R. Bukhari dan Muslim). Dan tafsiran mereka tentang hadist tersebut, lebih menekankan pada keutamaan melihat bulan. Tanpa menengok konteks di belakangnya, bahwa masyarakat Muslim ketika itu belum menguasai ilmu astronomi dengan baik. Menjawab perbedaan tersebut, dua ulama asal Syria : Rasyid Ridha dan Mustafa Az Zarqa berpendapat, bahwa perintah melakukan rukyat adalah perintah berilat (beralasan). Ilat perintah rukyat adalah karena umat Muslim pada zaman Rasulullah SAW tidak bisa melakukan hisab. Oleh karenanya rukyat merupakan satu-satunya cara untuk menentukan bulan baru. Dalam kaidah fiqih, hukum berlaku menurut ada atau tidak adanya alasan. Sehingga jika ada sekelompok kaum yang tidak menguasai ilmu pengetahuan &#8212; dalam hal ini hisab &#8212; maka diperbolehkan untuk menggunakan cara konvensional (rukyat). Sedangkan jika sudah terdapat ahli hisab, maka perintah rukyat tidak berlaku lagi. Hal ini kembali ditegaskan oleh Muhammad Syakir, ahli hadits dari Mesir, yang mengatakan bahwa penggunaan hisab untuk menentukan bulan Qamariah adalah wajib dalam semua keadaan, kecuali di tempat dimana tidak seorang-pun yang mengetahui hisab.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Di samping itu, keutamaan hisab adalah untuk menyatukan awal bulan Islam secara global. Sebaliknya, rukyat memungkinkan umat Muslim berbeda-beda dalam memulai bulan Qamariah. Hal ini dikarenakan rukyat tidak mencakup seluruh muka bumi. Pada hari yang sama, ada muka bumi yang bisa <em>rukyat al-hilal</em> tetapi ada pula yang tidak. Permukaan bumi di atas 60° LU dan di bawah 60° LS adalah kawasan yang tidak normal. Dimana pada kawasan tersebut manusia tidak dapat melihat hilal untuk beberapa waktu lamanya. Ataupun dapat melihat namun sudah terlambat, yakni ketika bulan telah besar. Kesulitan melihat bulan akan sangat terasa di kawasan lingkaran Arktik dan Antartika, yang memiliki waktu siang melebihi 24 jam pada musim panas dan waktu malam melebihi 24 jam di musim dingin.</p>
<p><div id="attachment_2561" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/09/sidang-itsbat.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/09/sidang-itsbat.jpg?w=300&#038;h=177" alt="" title="Sidang Itsbat" width="300" height="177" class="size-medium wp-image-2561" /></a><p class="wp-caption-text">Sidang Itsbat dipimpin langsung oleh Menteri Agama Suryadharma Ali</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Selain masalah hisab-rukyat, pendekatan dan kriteria dalam menentukan permulaan bulan juga mengakibatkan terjadinya perbedaan awal puasa dan hari raya. Muhammadiyah, salah satu organisasi Muslim terbesar di Indonesia, menggunakan metode hisab murni dengan pendekatan <em>wujudul hilal</em> (bulan telah muncul). Oleh karenanya, jauh-jauh hari Muhammadiyah telah menetapkan bahwa hari raya Idul Fitri akan jatuh pada tanggal 30 Agustus 2011. Hal ini berdasarkan perhitungan tim hisab Muhammadiyah yang menyatakan bahwa pada maghrib tanggal 29 Agustus, bulan telah berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 1° &#8211; 2°. Muhammadiyah menambahkan, meskipun hilal telah muncul, namun sulit bagi manusia untuk melihatnya pada ketinggian tersebut dengan peralatan yang ada sekarang ini. Melihat realitas yang ada, maka organisasi yang memiliki 25 juta pengikut itu berketetapan untuk mengesampingkan <em>rukyatul hilal</em>, yang menjadi rujukan para ulama tradisional. Walau penuh kontroversi, namun sikap ini mempertegas keyakinan Muhammadiyah yang mempercayai ilmu pengetahuan dalam pelaksanaan ibadah <em>ma&#8217;doh</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Sedangkan Pemerintah, dalam hal ini masih menggunakan pendekatan <em>imkan ar-rukyat</em>, suatu pendekatan yang mengutamakan rukyat dengan perhitungan berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Adapun kriteria tersebut antara lain umur bulan minimal 8 jam pasca konjungsi serta berada pada ketinggian 2°. Angka 2° ini didasarkan atas data empiris yang menyebutkan bahwa di Indonesia hilal baru akan nampak ketika berada di atas 2°. Dikarenakan pada sore tanggal 29 Agustus hilal belum melebihi 2°, maka Pemerintah memutuskan bahwa mustahil bulan akan nampak. Hal ini diperkuat oleh hasil rukyat di 96 lokasi yang menyatakan bahwa hilal tidak terlihat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Namun anehnya, ketika ada sekelompok orang yang mengaku telah melihat bulan dan berani untuk disumpah, Pemerintah malah mengabaikan kesaksian mereka. Pada sore 29 Agustus 2011, setidaknya ada dua orang yang telah melihat hilal. Satu berlokasi di Cakung, Jakarta dan yang lain di Jepara, Jawa Tengah. Ketua MUI Makruf Amin dalam Sidang Itsbat di kantor Departemen Agama mengatakan &#8220;Jika mustahil, tapi ada yang mengaku melihat harus ditolak.&#8221; Pengabaian ini tentu sangatlah bertentangan dengan sikap Rasulullah yang pada masanya memerintahkan umat Muslim untuk berbuka puasa, dikarenakan bulan telah nampak berdasarkan kesaksian seorang Badui. Terlepas benar atau tidaknya hilal telah terlihat di Cakung dan Jepara, hal ini mempertegas bahwa <em>rukyatul hilal</em> kuranglah akurat dan bisa diperdebatkan.</p>
<p><div id="attachment_2554" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/09/din-syamsuddin.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/09/din-syamsuddin.jpg?w=300&#038;h=236" alt="" title="Din Syamsuddin" width="300" height="236" class="size-medium wp-image-2554" /></a><p class="wp-caption-text">Din Syamsuddin, pemimpin Muhammadiyah yang kerap mengkritik Pemerintah (muhammadiyah.or.id)</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;"> Munculnya pelbagai macam metode serta pendekatan itulah, maka acap kali umat Muslim di Indonesia berhari raya pada waktu yang tak bersamaan. Pada tahun ini, lebaran dilakukan dalam tiga hari berturut-turut, secara bergantian oleh kelompok kaum yang memiliki paham berbeda-beda. Pengikut Tarekat Naqsabandiyah di Sumatera Barat, melakukan sholat Idul Fitri pada tanggal 29 Agustus 2011. Kaum Muhammadiyah pada tanggal 30 Agustus, dan Pemerintah &#8212; dalam hal ini melalui Kementerian Agama dan MUI &#8212; memutuskan untuk berlebaran pada keesokan harinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Terkait dengan keputusan pemerintah tersebut, satu hal yang menggelitik pikiran saya adalah, kalaulah Pemerintah jauh-jauh hari telah mengetahui bahwa tanggal 29 Agustus hilal masih berada di bawah 2° dan tak mungkin terlihat, untuk apa pula dibentuk tim <em>rukyat al-hilal</em>. Toh akhirnya kesaksian orang yang melihat bulanpun tak bisa diterima. Serta untuk apapula mengadakan Sidang Itsbat yang memakan waktu, energi, dan biaya yang tidak sedikit, jika akhirnya Idul Fitri tetap diputuskan pada tanggal 31 Agustus 2011. Dalam pengantar sidang, Muhammadiyah justru berpandangan bahwa kriteria 2° itu tidaklah diperlukan. Selain bersifat lokal dan berubah-ubah, kriteria tersebut tidak ditemukan dalam hadist maupun ijma para ulama salaf. Namun dalam Sidang Itsbat kemarin, penjelasan-penjelasan dari pihak Muhammadiyah tidaklah mendapatkan tempat yang proporsional. Sidang hanyalah formalitas belaka, yang tak memberikan ruang diskusi bagi tercapainya kata mufakat. Wartawan senior Nuim Khaiyath, melalui Radio Australia siaran Indonesia menyebutkan, mungkin ada upaya penyudutan terhadap jemaah Muhammadiyah. Sehingga ide-ide yang datang dari golongan tersebut mesti ditolak mentah-mentah. Menurutnya hal ini dikarenakan sikap Muhammadiyah selama ini, yang kritis terhadap kinerja Pemerintahan SBY-Budiono.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Meskipun dalam penetapan kali ini Muhammadiyah keluar dari <em>mainstream</em> jumhur ulama tanah air, namun setidaknya keputusan itu sama dengan yang telah diambil oleh Pemerintah Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Dimana dengan ketiga negara tersebut, Indonesia telah memiliki perjanjian untuk berhari raya bersama. Selain negara-negara di atas, minimal terdapat 28 negara yang merayakan Idul Fitri pada tanggal 30 Agustus 2011. Diantaranya adalah Arab Saudi, Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Yaman, Turki, Irak, Yordania, Palestina, Lebanon, dan Sudan. Sedangkan yang sama dengan keputusan Pemerintah hanya sekitar 6 negara, antara lain Oman, Libya, Selandia Baru, dan Afrika Selatan. <em>Wallahualam bi shawab</em>.</p>
<p>&nbsp;<br />
Sumber gambar : www.kompas.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afandri81.wordpress.com/2535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afandri81.wordpress.com/2535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afandri81.wordpress.com/2535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afandri81.wordpress.com/2535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afandri81.wordpress.com/2535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afandri81.wordpress.com/2535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afandri81.wordpress.com/2535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afandri81.wordpress.com/2535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afandri81.wordpress.com/2535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afandri81.wordpress.com/2535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afandri81.wordpress.com/2535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afandri81.wordpress.com/2535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afandri81.wordpress.com/2535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afandri81.wordpress.com/2535/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&amp;blog=1733555&amp;post=2535&amp;subd=afandri81&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afandriadya.com/2011/09/06/metode-hisab-dan-gerakan-tajdid-muhammadiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d915c9572438cee3e7045d27fc801fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">afandri81</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/09/sholat-ied-di-al-azhar-kebayoran-baru.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Sholat Ied di Al Azhar Kebayoran Baru</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/09/rasyid-ridha-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rasyid Ridha 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/09/sidang-itsbat.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Sidang Itsbat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/09/din-syamsuddin.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Din Syamsuddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bandar Udara di Indonesia</title>
		<link>http://afandriadya.com/2011/08/23/bandara-bandara-di-indonesia/</link>
		<comments>http://afandriadya.com/2011/08/23/bandara-bandara-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2011 09:20:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandri Adya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Hang Nadim]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Ngurah Rai]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Sultan Hasanuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afandri81.wordpress.com/?p=2462</guid>
		<description><![CDATA[Sebentar lagi anda akan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Begitu informasi yang terdengar dari pengeras suara dalam kabin pesawat kami : Garuda Indonesia Boeing 737-300 jurusan Jakarta-Manado. Siang itu, di pertengahan Juni tahun 2007 lalu, untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Bandara Hasanuddin Makassar. Bandara dengan tingkat kesibukan paling tinggi di belahan timur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&amp;blog=1733555&amp;post=2462&amp;subd=afandri81&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_2472" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/08/bandara-hasanuddin.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/08/bandara-hasanuddin.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Bandara Hasanuddin" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-2472" /></a><p class="wp-caption-text">Pelataran Bandara Sultan Hasanuddin Makassar</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Sebentar lagi anda akan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Begitu informasi yang terdengar dari pengeras suara dalam kabin pesawat kami : Garuda Indonesia Boeing 737-300 jurusan Jakarta-Manado. Siang itu, di pertengahan Juni tahun 2007 lalu, untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Bandara Hasanuddin Makassar. Bandara dengan tingkat kesibukan paling tinggi di belahan timur Indonesia. Kami tiba ketika matahari mulai condong ke barat. Meski hanya transit sebentar, namun kami menyempatkan diri untuk turun ke dalam terminal. Mencari pernak-pernik serta oleh-oleh khas Makassar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Bandara ini tak ubahnya seperti terminal bus AKAP. Di setiap sudut nampak beberapa orang bergerombol, berkumpul tak beraturan. Hampir tak ada ruang kosong yang tak ditempati oleh calon penumpang. Sebagian diantara mereka menggelar koran dan merebah sedapatnya. Melepas rasa penat sambil menunggu waktu keberangkatan. Beberapa yang lain, duduk menyandar ke dinding-dinding penyekat ruang. Dimana-mana terdengar suara anak menangis. Merengek kegerahan menahan sesaknya udara siang. Rendahnya jarak antara lantai dan atap bandara, mengakibatkan terhambatnya sirkulasi angin di dalam ruang tunggu penumpang. Hal ini makin diperparah dengan tak berfungsinya beberapa alat pendingin ruangan.</p>
<p> <span id="more-2462"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Namun setelah mengalami proses perluasan dan renovasi besar-besaran, kondisi bandara ini berbalik seratus delapan puluh derajat. Desainnya yang minimalis dan modern, seolah-olah menegaskan ada suatu perubahan yang terjadi di Republik ini. Dan salah satu penciri desain minimalis itu adalah penggunaan kaca sebagai penutup ruang. Dengan kaca-kaca itu, interior bandara tak lagi memerlukan lampu di siang hari. Penerang ruangan, cukup dengan tenaga surya yang senantiasa memancar setiap saat. Atap bandara-pun dedesain lebih tinggi dari sebelumnya. Tiang-tiang rangka penyangga atap, dibiarkan terbuka tanpa harus dilapisi plafon.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Fasilitas bandara seperti kafe, <em>lounge</em>, dan toilet, tak luput dari perhatian pengelola. Hampir di setiap sudut terminal, dengan mudah dijumpai kamar-kamar kecil dengan kran pembilas serba otomatis. Kafe-kafe berukuran sedang, dengan aneka kudapan khas Bugis-Makassar, tak sulit untuk ditemui. Bagi anda pemegang kartu kredit dan penumpang Garuda eksekutif, kamar santai Blue Sky Lounge, El John Lounge, dan Toraja Lounge, siap memanjakan diri anda dengan layanan makanan dan ruang kerja yang menyenangkan.</p>
<p><div id="attachment_2473" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/08/hang-nadim-batam.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/08/hang-nadim-batam.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" title="Hang Nadim Batam" width="300" height="199" class="size-medium wp-image-2473" /></a><p class="wp-caption-text">Bandara Hang Nadim Batam</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Eksterior bandara tak kalah menariknya dengan yang ada di dalam ruang. Pada kaca bagian belakang, menempel sejajar rangkaian huruf-huruf besar bertuliskan : Hasanuddin Makassar. Selain sebagai penanda, huruf ini sekaligus menjadi ornamen penghias bagian luar. Di halaman muka, terbentang kolam ikan dengan pancuran air yang menyembur ke atas. Ketika malam tiba, lampu-lampu kuning menyala menghiasi pelataran parkir bandara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Seperti halnya Bandara Sultan Hasanuddin, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta juga mengusung konsep <em>eco-friendly</em>. Konsep ini bertujuan untuk meminimalisir penggunaan energi listrik dan lebih mengandalkan cahaya matahari sebagai penerang ruangan. Dengan dilapisi kaca pada rangka bagian luar, interior Terminal 3 nampak lebih terang dan gres. Dari dalam plaza, calon penumpang bisa menikmati pemandangan hilir-mudik pesawat yang baru mendarat dan akan lepas landas. Sesuai dengan <em>grand design</em> pengembangan bandara, Terminal 3 merupakan <em>low cost carrier terminal</em>. Yang berfungsi sebagai <em>hub</em> bagi maskapai penerbangan berbiaya rendah. Rencananya, terminal dengan luas area 30.000 m2 dan berkapasitas 4 juta penumpang ini, akan diperluas lima kali lebih besar. Sehingga pada tahun 2020 nanti, Bandara Soekarno-Hatta bisa menampung sedikitnya 60 juta penumpang per tahunnya. Di samping itu antara Terminal 2 dan Terminal 3, akan dibangun <em>linking galery</em> yang berisi toko-toko souvenir dan makanan. Hal ini meniru Changi di Singapura, yang telah terlebih dahulu memiliki <em>shopping mall</em> di dalam bandara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Dalam satu dasawarsa terakhir, desain minimalis banyak dipilih para perancang bangunan, termasuk arsitek yang mendesain bandar udara internasional. Di luar negeri, beberapa bandara baru yang menerapkan arsitektur minimalis antara lain Suvarnabhumi Airport di Bangkok dan KLIA di Kuala Lumpur. Di Indonesia setidaknya terdapat lima bandara yang menerapkan konsep minimalis. Selain Terminal 3 Soekarno Hatta dan Sultan Hasanuddin, masih ada Bandara Hang Nadim Batam, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, dan Bandara Minangkabau Padang. Sebentar lagi akan menyusul Bandara Kuala Namu Medan serta Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Hang Nadim Batam, merupakan bandara dengan arsitektur minimalis pertama di Indonesia. Sejak melayani penerbangan internasional pada tahun 1994, bandara ini didesain ulang dengan sentuhan modern. Dengan empat garbarata berbadan besar, 2 x 12 <em>check-in desk</em>, serta landasan pacu sepanjang 4.025 meter, telah menempatkannya sebagai bandara modern pertama di luar Pulau Jawa. Meskipun tergolong modern, namun fasad bandara ini lebih nampak seperti <em>hypermarket</em> tenimbang pelabuhan udara internasional. Bentuknya yang kotak-kotak, sekilas mirip dengan pusat perkulakan Lotte Mart di Jakarta. Satu-satunya bandara di Indonesia yang menerapkan konsep minimalis, namun tetap menjaga unsur lokal adalah Minangkabau International Airport di Padang. Ciri khas bergonjong yang berpadu dengan rangka minimalis serta ruang tunggu yang lapang, telah menempatkannya sebagai pintu gerbang Indonesia yang paling unik.</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Jumlah Penumpang</strong><br />
<div id="attachment_2490" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/08/bandara-ngurah-rai.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/08/bandara-ngurah-rai.jpg?w=300&#038;h=181" alt="" title="Bandara Ngurah Rai" width="300" height="181" class="size-medium wp-image-2490" /></a><p class="wp-caption-text">Bandara Ngurah Rai, Bali (sumber : Bali Post)</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Jika dilihat dari jumlah penumpang yang menggunakan jasa pelabuhan udara di Indonesia, maka terdapat kenaikan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dirjen Perhubungan Udara Departemen Perhubungan RI, pada tahun 2000 jumlah penumpang yang memakai jasa bandara hanya sekitar 17 juta orang. Angka ini melonjak empat kali lipat, menjadi 70 juta orang di tahun 2009. Membaiknya kondisi perekonomian masyarakat, yang diiringi dengan kehadiran maskapai penerbangan berbiaya rendah, menjadi faktor pemicu lonjakan tersebut. Di beberapa wilayah sentra ekonomi baru seperti Riau dan Kalimantan Timur, jumlah penumpang yang menuju bandara propinsi tersebut mengalami peningkatan paling tajam. Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru misalnya, yang sepuluh tahun lalu masih jarang didarati pesawat komersial, kini tak sanggup lagi menampung membludaknya jumlah penumpang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Begitu pula halnya dengan beberapa daerah tujuan wisata, seperti Bali, Jogjakarta, dan Sumatera Barat. Kecuali Sumatera Barat yang telah memiliki bandara baru, dua propinsi lainnya masih terkendala dengan kapasitas bandara yang sempit. Bandara Ngurah Rai Bali misalnya, dua tahun lalu telah didatangi oleh lebih dari 9,5 juta orang. Jumlah tersebut melampaui kapasitas normal bandara yang hanya siap menampung 4 juta penumpang setiap tahunnya. Untuk itu maka pada tahun 2012 nanti, pemerintah berniat akan membangun bandara baru di daerah Buleleng, Bali utara. Rencananya bandara tersebut akan melayani 5 juta penumpang per tahunnya. Namun sebagian pihak mengkhawatirkan, pembangunan bandara itu akan mempercepat kerusakan ekosistem Pulau Dewata. Karena selama ini wilayah Bali utara diperuntukkan bagi pengembangan pertanian, yang memasok kebutuhan pangan Propinsi Bali.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Soekarno-Hatta Jakarta juga merupakan salah satu bandara yang cukup <em>crowded</em>. Berdasarkan data tahun 2009, bandara ini berada di urutan ke-23 sebagai bandara tersibuk di dunia. Posisi itu berada di atas Tokyo, Shanghai, dan Kuala Lumpur, yang menjadi kota tujuan wisata Asia Timur. Jika saja pembangunan Terminal 3 <em>extension</em> tidak segera terealisasi, maka diperkirakan tahun 2015 nanti Soekarno-Hatta akan mengalami penumpukan calon penumpang yang bisa berakibat lumpuhnya perekonomian nasional.</p>
<p><div id="attachment_2474" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/08/bandara-kuala-namu.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/08/bandara-kuala-namu.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Bandara Kuala Namu" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-2474" /></a><p class="wp-caption-text">Bandara Kuala Namu, dalam proses pengerjaan akhir</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Satu lagi bandara yang telah lama mengalami <em>over capacity</em> adalah Polonia Medan. Sebagai kota terbesar di Sumatera, Medan justru tercecer di belakang Palembang dan Padang. Revitalisasi infrastruktur angkutan udara di kota tersebut, jauh tertinggal dibandingkan dua kota terakhir. Saat ini frekuensi penerbangan di Bandara Polonia berkisar antara 100 &#8211; 120 penerbangan per hari. Naik tiga kali lipat dibandingkan dengan tahun 2002 yang hanya 30 penerbangan. Jumlah pengguna ruang tunggu keberangkatan, kadang bisa mencapai angka 1.500 penumpang. Padahal kapasitasnya hanya mampu menampung 700 orang dalam waktu yang bersamaan. Menjawab kendala tersebut, maka pada tahun 2006 lalu pemerintah telah membangun bandara baru di kawasan Kuala Namu, Deli Serdang. Namun sudah lima tahun proyek tersebut berjalan, hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan diresmikan. Berlarut-larutnya penyelesaian bandara tersebut, telah menghambat pertumbuhan ekonomi Medan dan sekitarnya.</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Daftar 26 Bandara Tersibuk di Indonesia (2009) :</strong><br />
1. Soekarno-Hatta, Jakarta. Jumlah penumpang : 37.143.719<br />
2. Juanda, Surabaya. Jumlah penumpang : 10.510.676<br />
3. Ngurah Rai, Denpasar. Jumlah penumpang : 9.621.714<br />
4. Sultan Hasanuddin, Makassar. Jumlah penumpang : 5.063.860<br />
5. Polonia, Medan. Jumlah penumpang : 4.956.341<br />
6. Sepinggan, Balikpapan. Jumlah penumpang : 4.348.986<br />
7. Adisucipto, Jogjakarta. Jumlah penumpang : 3.368.228<br />
8. Hang Nadim, Batam. Jumlah penumpang : 2.495.063<br />
9. Syamsudin Noor, Banjarmasin. Jumlah penumpang : 2.080.379<br />
10. Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Jumlah penumpang : 1.977.884<br />
11. Minangkabau, Padang. Jumlah penumpang : 1.822.339<br />
12. Sultan Badaruddin II, Palembang. Jumlah penumpang : 1.810.570<br />
13. Ahmad Yani, Semarang. Jumlah penumpang : 1.656.668<br />
14. Supadio, Pontianak. Jumlah penumpang : 1.581.931<br />
15. Sam Ratulangi, Manado. Jumlah penumpang : 1.261.525<br />
16. Selaparang, Mataram. Jumlah penumpang : 1.187.890<br />
17. Depati Amir, Pangkal Pinang. Jumlah penumpang : 958.817<br />
18. El Tari, Kupang. Jumlah penumpang : 832.334<br />
19. Sultan Thaha, Jambi. Jumlah penumpang : 805.136<br />
20. Adi Soemarmo, Surakarta. Jumlah penumpang : 773.687<br />
21. Pattimura, Ambon. Jumlah penumpang : 662.724<br />
22. Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Jumlah penumpang : 574.692<br />
23. Husein Sastranegara, Bandung. Jumlah penumpang : 527.591<br />
24. Frans Kaisiepo, Biak. Jumlah penumpang : 313.326<br />
25. Halim Perdanakusumah, Jakarta. Jumlah penumpang : 191.262<br />
26. Raja Ali Haji, Pangkal Pinang. Jumlah penumpang : 155.937<br />
&nbsp;<br />
Sumber gambar : www.skyscrapercity.com</p>
<div id="attachment_2485" class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/08/bandara-sepinggan.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/08/bandara-sepinggan.jpg?w=614&#038;h=460" alt="" title="Bandara Sepinggan" width="614" height="460" class="size-full wp-image-2485" /></a><p class="wp-caption-text">Bandara Sepinggan Balikpapan</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afandri81.wordpress.com/2462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afandri81.wordpress.com/2462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afandri81.wordpress.com/2462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afandri81.wordpress.com/2462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afandri81.wordpress.com/2462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afandri81.wordpress.com/2462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afandri81.wordpress.com/2462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afandri81.wordpress.com/2462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afandri81.wordpress.com/2462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afandri81.wordpress.com/2462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afandri81.wordpress.com/2462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afandri81.wordpress.com/2462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afandri81.wordpress.com/2462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afandri81.wordpress.com/2462/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&amp;blog=1733555&amp;post=2462&amp;subd=afandri81&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afandriadya.com/2011/08/23/bandara-bandara-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d915c9572438cee3e7045d27fc801fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">afandri81</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/08/bandara-hasanuddin.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bandara Hasanuddin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/08/hang-nadim-batam.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Hang Nadim Batam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/08/bandara-ngurah-rai.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bandara Ngurah Rai</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/08/bandara-kuala-namu.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bandara Kuala Namu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/08/bandara-sepinggan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bandara Sepinggan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dilema Melayu (2)</title>
		<link>http://afandriadya.com/2011/07/13/dilema-melayu-2/</link>
		<comments>http://afandriadya.com/2011/07/13/dilema-melayu-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jul 2011 08:20:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandri Adya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Melayu Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Melayu Sumatra Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Melayu Tertinggal]]></category>
		<category><![CDATA[Pekanbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Visi Riau 2020]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afandri81.wordpress.com/?p=2380</guid>
		<description><![CDATA[Dilema Melayu Pesisir Timur Sumatra Selain Malaysia, pesisir timur Sumatra juga merupakan wilayah konsentrasi puak Melayu yang cukup besar. Dan masyarakat disini-pun, juga sedang mengalami disorientasi jati diri serta stagnasi (kalau tidak bisa dibilang kemuduran) dalam pencapaian hidupnya. Bahkan dilema yang mereka hadapi, jauh terperosok dibandingkan dengan kaum Melayu di Malaysia. Sejak dulu masyarakat Melayu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&amp;blog=1733555&amp;post=2380&amp;subd=afandri81&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2394" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/07/perpustakaan-riau.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/07/perpustakaan-riau.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" title="Perpustakaan Riau" width="300" height="199" class="size-medium wp-image-2394" /></a><p class="wp-caption-text">Perpustakaan Soeman Hs, Pekanbaru</p></div>
<p><strong>Dilema Melayu Pesisir Timur Sumatra</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Selain Malaysia, pesisir timur Sumatra juga merupakan wilayah konsentrasi puak Melayu yang cukup besar. Dan masyarakat disini-pun, juga sedang mengalami disorientasi jati diri serta stagnasi (kalau tidak bisa dibilang kemuduran) dalam pencapaian hidupnya. Bahkan dilema yang mereka hadapi, jauh terperosok dibandingkan dengan kaum Melayu di Malaysia. Sejak dulu masyarakat Melayu Pesisir Timur telah dimanjakan oleh alam mereka yang subur. Di wilayah ini jenis tanaman apa saja, terutama yang laku di pasaran dunia, dengan mudah tumbuh dan berkembang. Kondisi alam yang bersahabat, sedikit banyak telah berpengaruh terhadap sikap dan gaya hidup masyarakatnya. Tidaklah salah kalau pada akhir abad ke-19 dan awal abad lalu, pemerintah Hindia-Belanda harus membawa buruh-buruh perkebunan dari negeri Tiongkok dan Pulau Jawa, dikarenakan Belanda enggan mempekerjakan orang Melayu yang dianggapnya malas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Kini setelah lebih dari 60 tahun Indonesia merdeka, stereotipe seperti itu rasanya belum beranjak dari diri mereka. Di kampung-kampung mereka sendiri, mereka menjadi pihak yang kalah dan tersingkir. Cobalah Anda berkunjung ke Pekanbaru, Medan, ataupun Batam. Di tiga kota besar kampung halaman orang Melayu ini, mereka tidaklah banyak berperan. Malah di kota-kota ini, jumlah mereka sangatlah minim. Di Pekanbaru jumlah orang Melayu hanya seperempat dari keseluruhan penduduk kota. Di Batam tak lebih dari seperlima, bahkan di Medan jumlah mereka hanya sekitar 6,6%. Selain itu dari hasil sensus penduduk pada tingkat kabupaten di Propinsi Riau dan eks-Karesidenan Sumatra Timur, jumlah mereka-pun tak terlalu menggembirakan.</p>
<p><span id="more-2380"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Riau mungkin selangkah lebih maju dibandingkan dengan Sumatra Timur dalam meningkatkan taraf hidup puak Melayu. Pekanbaru, yang menjadi ibu kota propinsi Riau sejak tahun 1959, dalam satu dasawarsa terakhir ini mulai berbenah diri. Tujuannya cuma satu : &#8220;Menjadi pusat budaya Melayu se-Nusantara&#8221; atau yang lebih dikenal dengan Visi Riau 2020. Oleh karenanya seluruh kantor instansi pemerintah, pusat perbelanjaan, hotel, rumah sakit, dan bandara, diharuskan beratap kuning khas Melayu. Nama-nama jalan, rumah sakit, dan bandara, sebisa mungkin mengambil nama dari tokoh-tokoh Riau. Seperti nama Bandara Simpang Tiga yang diubah menjadi Bandara Sultan Syarif Kasim II, yang diambil dari nama sultan Siak yang terakhir.</p>
<p><div id="attachment_2387" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/07/kantor-gubri.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/07/kantor-gubri.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Kantor Gubri" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-2387" /></a><p class="wp-caption-text">Aksara Latin dan Arab-Melayu di depan Kantor Gubernur Riau. Salah satu program kerja Visi Riau 2020.</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Dengan berlakunya proses Melayunisasi di seluruh propinsi Riau, maka banyak pula masyarakat Non-Melayu yang mengubah identitas mereka menjadi seorang Melayu. Tujuannya hanya untuk mendapatkan privelese dan kemudahan dari pemerintah. Orang Kampar, Kuantan, dan Rokan Hulu yang berbatasan dengan Sumatra Barat, lebih mengaku dirinya sebagai Melayu daripada Minangkabau. Walau dalam kesehariannya, mereka menjunjung tinggi adat dan Bahasa Minangkabau. Pengelabuan seperti ini terjadi sejak pecahnya Propinsi Sumatra Tengah menjadi tiga propinsi. Dimana ketiga wilayah berbudaya Minang itu, digabungkan ke dalam wilayah Propinsi Riau &#8212; dan bukan Sumatra Barat. Begitupula halnya dengan orang-orang Minang yang berdomisili di Pekanbaru. Untuk memuluskan karier di kantor-kantor pemerintahan, banyak diantara mereka yang mengaku-aku sebagai etnis Melayu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Kejadian serupa banyak pula terjadi di Sumatra Timur. Bahkan disini hal tersebut sudah berlangsung lama, yakni sejak terbentuknya Kesultanan Deli dan Langkat yang bercorakkan Melayu. Orang-orang Mandailing yang beragama Islam, lebih memilih untuk disebut sebagai Melayu dibandingkan Batak. Kecenderungan ini disebabkan karena perbedaan agama dan buruknya stigmatisasi Batak di mata masyarakat Melayu. Namun yang terpenting dari itu semua adalah agar memperoleh kemudahan serta privelese dari sultan-sultan Melayu. Tak cukup sebatas itu, banyak pula diantara mereka yang memutus rantai kemandailingan-nya. Dengan tidak mencantumkan marga di belakang nama dan enggan untuk menengok kampung halaman di Tapanuli Selatan. Selain etnis Minangkabau dan Mandailing, orang-orang dari dataran tinggi Karo serta Aceh, banyak pula yang mengubah identitas mereka sebagai seorang Melayu. Para petani asal Kabanjahe yang telah bercocok tanam sejak abad ke-19 di sekitar Medan, memilih mengaku sebagai Melayu dibandingkan Karo. Proyek Melayunisasi, meski pada awalnya bertujuan baik, namun eksesnya mengakibatkan tercerabutnya akar seseorang dari kultur dan budaya aslinya.</p>
<p><div id="attachment_2389" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/07/perkebunan-sawit.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/07/perkebunan-sawit.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Perkebunan Sawit" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-2389" /></a><p class="wp-caption-text">Perkebunan Kelapa Sawit di Riau</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Meski pemerintah Riau telah mengeluarkan anggaran yang cukup besar dan memberikan hak-hak istimewa kepada masyarakat Melayu setempat, namun hingga saat ini belum banyak masyarakat Melayu yang terbantu dengan kebijakan tersebut. Orang Minangkabau serta suku Batak pada batas tertentu, malah menjadi pihak yang paling siap untuk memanfaatkan peluang tersebut, dibandingkan dengan penduduk &#8220;asli&#8221; Riau. Jika kita mengacu kepada tempat domisili yang berbanding lurus dengan tingkat kemakmuran masyarakat, maka nampak sekali taraf kehidupan masyarakat Melayu jauh dari layak. Di Pekanbaru, masih banyak diantara mereka yang tinggal di tepian Sungai Siak, dengan rumah dan perabotan seadanya. Mayoritas dari mereka bekerja sebagai nelayan kecil, yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan-minum sehari-hari.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;"><em>Booming</em> minyak pada dekade 1960 dan kelapa sawit di awal milenium ini, tidak menarik minat mereka untuk beralih profesi sebagai ahli tambang ataupun pekebun. Sehingga tidak mengherankan jika banyak dari karyawan PT Caltex (kini Chevron), perusahaan milik Amerika yang mengelola minyak bumi Riau, diisi oleh orang-orang Minangkabau dan Jawa. Begitu pula halnya ketika harga kelapa sawit belakangan ini menanjak tajam, tak banyak yang diperbuat oleh masyarakat Melayu kecuali menjual lahan produktif mereka kepada orang-orang Tionghoa. Bahkan untuk yang remah-remahnya saja yakni sebagai kuli perkebunan, orang-orang Melayu surut langkah. Peluang ini justru diambil oleh masyarakat Jawa transmigran, yang saat ini jumlahnya telah mencapai 25% dari keseluruhan penduduk Riau.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Dalam hal pendidikan, tak banyak pula terlihat anak-anak Melayu yang mengenyam bangku sekolah. Gubernur Riau Rusli Zainal pada tahun 2007 pernah mengungkapkan bahwa sekitar 50% masyarakat Riau tidak tamat SD. Angka ini tergolong cukup tinggi jika dibandingkan dengan propinsi-propinsi lain di Sumatra. Rendahnya tingkat intelektualitas dan pendidikan kaum Melayu, nampak pula dari sedikitnya dosen serta guru yang datang dari kalangan mereka.</p>
<p><div id="attachment_2390" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/07/istana-maimun.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/07/istana-maimun.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Istana Maimun" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-2390" /></a><p class="wp-caption-text">Istana Maimun, simbol masyarakat Melayu di kota Medan</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Kondisi puak Melayu di Sumatra Timur, tak berbeda jauh dengan yang ada di Propinsi Riau. Perkebunan-perkebunan tembakau, kelapa sawit, dan karet, yang terhampar luas dari Binjai hingga Tanjung Balai, kini banyak dikuasai oleh cukong-cukong Tionghoa dan orang-orang Jawa sebagai pekerjanya. Sedangkan Melayu masih berpuas diri dengan tanah yang sepetak dan hasil yang tak seberapa. Nuim Khaiyath, seorang putra Melayu Deli yang kini bekerja di Radio Australia, pernah menyindir tabiat kaumnya sendiri. Menurutnya orang-orang Melayu itu memiliki sikap cepat berpuas diri. &#8220;Kalaulah ada pohon pisang yang sebatang, untuk apalah punya dua&#8221;, begitulah gambaran Nuim Khaiyath atas sikap dan pola pikir masyarakatnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Di kota Medan, tempat peluang dan usaha terbuka luas, tak banyak peranan yang diambil oleh orang-orang Melayu. Dalam dunia perniagaan, nampak sedikit sekali toko-toko milik Melayu. Dominasi etnis Tionghoa dan Minangkabau, cukup kentara di pusat-pusat perbelanjaan kota Medan. Mereka menguasai toko-toko di daerah Kesawan, Sukaramai, dan Kota Maksum. Pekerjaan-pekerjaan yang menuntut profesionalitas, tak banyak pula yang melibatkan orang-orang Melayu. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Indonesia pada tahun 1980, hanya 5,9% dokter di Kota Medan yang beretnis Melayu. Pencapaian ini jauh dibandingkan dengan masyarakat Minangkabau yang mengisi lebih dari seperlima kebutuhan dokter di kota tersebut. Profesi yang cukup menggembirakan dan banyak melibatkan etnis Melayu adalah profesi kewartawanan. Dari data Persatuan Wartawan Indonesia di tahun yang sama, sekitar 17,7% wartawan di kota tersebut merupakan orang Melayu. Meskipun begitu angka tersebut masihlah di bawah kaum Minangkabau (37,7%) dan Mandailing (18,3%).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Di bidang politik, puak Melayu-pun tak berada di atas. Orang-orang Mandailing-Angkola yang dikenal cakap dalam mengurus administrasi, lebih sering duduk di kursi walikota dibandingkan Melayu. Setidaknya sudah tujuh orang Mandailing-Angkola yang duduk sebagai pimpinan kota Medan. Begitu pula halnya dengan kursi DPRD tingkat dua Medan, yang lebih banyak diisi oleh masyarakat dataran tinggi Tapanuli.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Dari paparan di atas terlihat bahwa masalah kependudukan, baik itu dipandang secara kuantitas maupun kualitas, menjadi batu sandungan sekaligus tantangan bagi kaum Melayu. Agaknya pendidikan merupakan satu-satunya jalan untuk meningkatkan taraf dan kualitas hidup puak Melayu. Perbaikan dan penambahan sarana sekolah serta reorientasi lembaga-lembaga adat, merupakan cara yang cukup ampuh untuk mengejar ketertinggalan mereka dari masyarakat Nusantara lainnya. Kampanye untuk memiliki banyak anak, hendaknya perlu digalakkan. Agar program ini bisa berjalan efektif, pemerintah harus memberikan subsidi kepada anggota keluarga yang memiliki lebih dari dua orang anak. Agaknya gubernur Riau dan para bupati di Sumatra Timur, mau belajar dari Singapura yang kini sedang giat-giatnya mengkampanyekan program banyak anak.</p>
<p><div id="attachment_2396" class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/07/pekanbaru-1.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/07/pekanbaru-1.jpg?w=614&#038;h=422" alt="" title="Pekanbaru.1" width="614" height="422" class="size-full wp-image-2396" /></a><p class="wp-caption-text">Kota Pekanbaru</p></div><br />
Sumber gambar : www.skyscrapercity.com       </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afandri81.wordpress.com/2380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afandri81.wordpress.com/2380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afandri81.wordpress.com/2380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afandri81.wordpress.com/2380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afandri81.wordpress.com/2380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afandri81.wordpress.com/2380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afandri81.wordpress.com/2380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afandri81.wordpress.com/2380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afandri81.wordpress.com/2380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afandri81.wordpress.com/2380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afandri81.wordpress.com/2380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afandri81.wordpress.com/2380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afandri81.wordpress.com/2380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afandri81.wordpress.com/2380/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&amp;blog=1733555&amp;post=2380&amp;subd=afandri81&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afandriadya.com/2011/07/13/dilema-melayu-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d915c9572438cee3e7045d27fc801fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">afandri81</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/07/perpustakaan-riau.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Perpustakaan Riau</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/07/kantor-gubri.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kantor Gubri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/07/perkebunan-sawit.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Perkebunan Sawit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/07/istana-maimun.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Istana Maimun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/07/pekanbaru-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pekanbaru.1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dilema Melayu (1)</title>
		<link>http://afandriadya.com/2011/07/12/dilema-melayu/</link>
		<comments>http://afandriadya.com/2011/07/12/dilema-melayu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jul 2011 10:47:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandri Adya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[India-Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Mahathir Mohammad]]></category>
		<category><![CDATA[Melayu Anak Dagang]]></category>
		<category><![CDATA[Melayu Jati]]></category>
		<category><![CDATA[Melayu Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Tionghoa-Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Tunku Abdul Rahman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afandri81.wordpress.com/?p=2367</guid>
		<description><![CDATA[Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad, pernah menulis buku yang berjudul The Malay Dilemma. Buku ini ditulis pada tahun 1970, namun sempat dilarang beredar oleh pemerintahan Tun Abdul Razak. Selain isinya yang banyak mengkritik kebijakan pemerintah, buku setebal 188 halaman itu dipercaya bisa memecah belah persatuan rakyat Malaysia. Beberapa pernyataan Mahathir yang cukup berani dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&amp;blog=1733555&amp;post=2367&amp;subd=afandri81&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/07/malay-dilema.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/07/malay-dilema.jpg?w=203&#038;h=300" alt="Buku Dilema Melayu karya Mahathir Mohammad (Sumber: mediajayastore.com)" title="Malay Dilema" width="203" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-2373" /></a>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad, pernah menulis buku yang berjudul <em>The Malay Dilemma</em>. Buku ini ditulis pada tahun 1970, namun sempat dilarang beredar oleh pemerintahan Tun Abdul Razak. Selain isinya yang banyak mengkritik kebijakan pemerintah, buku setebal 188 halaman itu dipercaya bisa memecah belah persatuan rakyat Malaysia. Beberapa pernyataan Mahathir yang cukup berani dan dimuat dalam buku itu antara lain, kritikannya terhadap kebijakan ekonomi pemerintah yang disebutnya tak berpihak kepada kaum Melayu. Serta pernyataannya yang cukup menghebohkan, tentang kualitas puak Melayu yang digelarinya sebagai bangsa pemalas dan kurang bertanggung jawab.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Namun problematika Melayu di awal milenium ini, lebih dari sekedar sikap hidup mereka yang malas itu. Tetapi sesuatu yang lebih esensi dalam pembangunan karakter bangsa dan negara, yakni identitas diri. Kebingungan mereka dalam mendefinisikan arti &#8220;Melayu&#8221;, menjadi himpitan terbesar untuk melaju sebagai bangsa yang beradab dan berbudaya.</p>
<p><span id="more-2367"></span> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Di Malaysia, Melayu didefinisikan sebagai : orang yang berbahasa Melayu, menjalankan adat-budaya Melayu, dan beragama Islam. Definisi ini terasa janggal jika dilihat dari kaca mata etnologi dan antropologi, yang mengelompokkan suatu bangsa dari asal usul dan keturunannya. Pemerintah Inggris adalah pihak yang pertama kali menggolongkan penduduk Semenanjung yang berkulit sawo matang dan bermata besar, sebagai puak Melayu. Meski kebanyakan mereka berasal dari luar Semenanjung, namun untuk menyederhanakan kelompok etnis yang beragam itu, Inggris menggolongkan seluruh masyarakat Nusantara sebagai etnis Melayu. Oleh karenanya kemudian muncul istilah Melayu Jati bagi penduduk asli Semenanjung. Dan Melayu Anak Dagang untuk para pendatang yang berasal dari Minangkabau, Jawa, Bugis, Aceh, dan Madura.</p>
<p><div id="attachment_2372" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/07/chow-kit.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/07/chow-kit.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Chow Kit" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-2372" /></a><p class="wp-caption-text">Pasar Chow Kit, Kuala Lumpur. Salah satu basis perantau asal Indonesia (sumber: asiaexplorers.com) </p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Definisi Melayu seperti ini, terus berlanjut hingga sekarang. Bahkan definisi ini makin meluas dengan dikekalkannya pemeluk Islam sebagai kriteria utama. Sehingga orang-orang Arab yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai bangsa Arab, kini bisa dikategorikan sebagai puak Melayu. Tidak cuma itu, orang-orang Tionghoa dan India yang menjadi Muslim, hidup dengan cara Melayu dan berbahasa Melayu, juga dianggap sebagai kaum Melayu.</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Dilema Melayu Malaysia</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Pasca-lepasnya Malaysia dari kolonial Inggris, dilema Melayu langsung menghadang. Mencekik kerongkongan elit-elit Melayu, yang melihat timpangnya perimbangan populasi antara Melayu dan Non-Melayu. Dari hasil sensus penduduk tahun 1957, terungkap bahwa penduduk Melayu dan Orang Asli hanya sekitar 49% dari keseluruhan penduduk Malaysia, Tionghoa 37%, dan India 12%. Enam tahun kemudian setelah pembentukan Federasi Malaysia, jumlah orang Melayu dan Tionghoa hampir sama banyaknya. Hal ini disebabkan, bergabungnya Singapura yang mayoritas Tionghoa ke dalam federasi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Jika dihitung dari jumlah penduduknya saja, pada tahun itu orang Non-Melayu sudah melebihi jumlah orang-orang Melayu. Apalagi jika diukur angka-angka perimbangan ekonomi dan tingkat kemakmuran. Dimana hampir 70% kue ekonomi negara dikuasai oleh masyarakat Tionghoa, sedangkan puak Melayu tidak mencapai angka 10%-pun. Dari pendapatan per rumah tangga, nampak pula kemakmuran orang-orang Melayu yang jauh di bawah masyarakat Tionghoa dan India. Jika rumah tangga Tionghoa bisa memiliki pendapatan USD 394 per bulan, dan India USD 304 per bulan, maka kaum Melayu bumiputra hanya memperoleh USD 172 per bulan. Rendahnya <em>income</em> masyarakat Melayu ketika itu, disebabkan okupansi masyarakatnya yang hanya berkisar pada usaha pertanian dan perkebunan. Hal itu pula yang menyebabkan 4 dari 5 kota utama di Malaysia dihuni oleh mayoritas orang-orang Tionghoa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Melihat realitas ini, maka Tunku Abdul Rahman dengan segera menyusun sebuah operasi rahasia, yang melibatkan pemerintah Indonesia. Bekerjasama dengan Soeharto, pada akhir dekade 1960 Abdul Rahman menandatangani perjanjian &#8220;impor manusia&#8221; dari Indonesia. Warga Indonesia yang didatangkan, tak hanya sebatas buruh-buruh kasar yang kelak mendukung pembangunan infrastruktur Malaysia, namun juga para tenaga ahli seperti guru, dokter, dan perawat. Berdatangannya orang-orang Indonesia ke Malaysia, maka turut mendongkrak komposisi etnis Melayu di negeri jiran tersebut. Berdasarkan sensus penduduk tahun 1970, penduduk Melayu dan Orang Asli naik menjadi 55,5%; berbanding 34,1% untuk Tionghoa dan 9% untuk India. Saat ini dengan semakin derasnya kedatangan tenaga kerja Indonesia, baik yang legal maupun ilegal, telah mempercepat peningkatan komposisi penduduk Melayu diantara bangsa-bangsa lainnya. Menurut perkiraan di tahun 2004, etnis Melayu dan Orang Asli sudah mencapai 61,4%, Tionghoa dan India menyusut masing-masing ke angka 23,7% dan 7,1%.</p>
<p><div id="attachment_2375" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/07/penang.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/07/penang.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Penang" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-2375" /></a><p class="wp-caption-text">Pulau Penang, mayoritas dihuni warga Tionghoa</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Meski komposisi kaum Melayu menanjak cukup pesat dalam 40 tahun terakhir, namun mereka masih menjadi kaum minoritas di kota-kota besar, seperti Kuala Lumpur dan Penang. Di kedua kota tersebut, orang Melayu hanya berjumlah masing-masing 38,6% dan 27,5%; sedangkan kaum Tionghoa mencapai angka 46,5% dan 61,5%. Bila kita pilah-pilah lagi komposisi dari ketiga etnis utama di Malaysia, maka orang-orang Hokkien yang terbanyak diantara sub-dialek Tionghoa lainnya. Mereka membentuk sepertiga dari penduduk Tionghoa-Malaysia, diikuti oleh sub-dialek Kanton, Hakka, dan Teochiu. Sedangkan pada masyarakat India, orang-orang Tamil membentuk lebih dari separuh komposisi masyarakat India-Malaysia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Dilema kembali terjadi ketika harus menghitung komposisi etnis Melayu. Walau tak ada sensus resmi yang menanyakan asal leluhur mereka, namun dari hasil perhitungan para ilmuwan terungkap bahwa Melayu Anak Dagang mendominasi populasi masyarakat Melayu-Malaysia. Melayu Jati yang merupakan penduduk asli Malaysia, diperkirakan tak lebih dari seperempat total keseluruhan kaum Melayu. Sedangkan sisanya adalah warga keturunan Indonesia (mayoritas asal Jawa, Minangkabau, dan Bugis), yang menjadi pihak cukup menentukan dalam laju gerak pembangunan Malaysia dewasa ini. Suku Jawa, yang baru datang ke Malaysia pada pertengahan abad lalu, berperan penting dalam keberlangsungan pembangunan infrastruktur serta pengembangan usaha perkebunan. Buruh-buruh Jawa yang terkenal terampil itu, telah menguasai hampir seluruh sektor tenaga kerja kasar yang diperlukan oleh Malaysia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Etnis Minangkabau, yang pernah mendominasi perniagaan pantai barat Semenanjung, menjadi etnis pedagang yang menguasai usaha kecil dan menengah. Mereka banyak bergerak di bidang penyaluran hasil-hasil bumi, dan tak sedikit pula yang telah masuk ke dalam usaha berteknologi tinggi. Orang-orang Bugis cukup kokoh memegang tampuk politik negara, dengan diangkatnya kembali putra keturunan Bugis : Najib Razak, sebagai Perdana Menteri Malaysia yang keenam. Sedangkan Melayu-melayu Jati, seperti yang diungkapkan oleh Mahathir, masih termangu dan berdiam diri. Kebijakan Ekonomi Baru yang pro-Melayu dan cenderung diskriminatif itu, ternyata tak banyak menolong kehidupan mereka. Justru peluang ini lebih banyak dimanfaatkan oleh orang-orang Minangkabau, Bugis, dan Jawa.</p>
<p><div id="attachment_2374" class="wp-caption alignright" style="width: 222px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/07/artis-indonesia.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/07/artis-indonesia.jpg?w=212&#038;h=300" alt="" title="Artis Indonesia" width="212" height="300" class="size-medium wp-image-2374" /></a><p class="wp-caption-text">Promo Artis Indonesia di Malaysia (sumber: dewa19.com)</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Jika saat ini kita menengok ke dalam khazanah budaya Malaysia, terlihat sekali warna Indonesia dalam corak budaya Malaysia. Dari masakan, film, musik, hingga kesenian tradisional. Bahkan dalam dua dasawarsa terakhir, lagu-lagu Indonesia sangat digandrungi oleh sebagian besar pemuda Malaysia. Menurut data yang dirilis oleh TV3 dan RTM, lagu-lagu karya anak Indonesia selalu menjadi <em>top hits</em> dan <em>best seller</em>. Tidak hanya itu, artis-artis Indonesia yang akhir-akhir ini mengguncang pasar Malaysia, diperkirakan bisa mematikan karier musisi dan industri musik negara tersebut. Dari pengakuan banyak warga Malaysia, musik-musik Indonesia dinilainya lebih progresif serta memiliki langgam beraneka ragam. Film dan sinetron karya sineas Indonesia-pun, laris manis bak kacang goreng. Astro salah satu jaringan televisi berbayar di Malaysia, bahkan telah menggandeng Multivision Plus untuk mengisi slot acara mereka dengan sinetron-sinetron Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Banyaknya kesenian tradisional Indonesia, yang dalam lima tahun terakhir menjadi obyek promosi wisata Malaysia, merupakan satu contoh lagi keringnya produk budaya yang bisa dihasilkan mereka. Ketidakpunyaan akan budaya asli inilah, yang sering dikhawatirkan oleh para budayawan Malaysia sebagai disorientasi jati diri Melayu. Disorientasi ini salah satunya disebabkan oleh penafikan orang-orang Melayu Malaysia akan asal usulnya yang kebanyakan datang dari Kepulauan Indonesia. Pengabaian asal usul inilah yang pada gilirannya akan menyebabkan orang-orang Melayu Malaysia kehilangan kepercayaan diri dan semangat menantang zaman. Jika saja mereka mau mencari umbi akar dan silsilah keluarga, mau belajar sejarah Nusantara, mengetahui kebesaran imperium Sriwijaya dan Majapahit &#8212; bukan sebatas Kerajaan Malaka dan Johor saja &#8212; maka kebanggan sebagai bangsa besar itu akan muncul dengan sendirinya. Dan orang-orang yang berani menantang zaman adalah orang-orang yang mengetahui siapa dirinya, serta susur galur keluarganya.</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Topik terkait :</strong><br />
1. <a href="http://afandri81.wordpress.com/2011/05/11/malaysia-memandang-sumatra/" title="Sumatra, Dalam Pandangan Orang Malaysia" target="_blank">Sumatra, Dalam Pandangan Orang Malaysia</a><br />
2. <a href="http://afandri81.wordpress.com/2010/12/06/perantau-minang-di-malaysia/" title="Perantau Minang di Malaysia" target="_blank">Perantau Minang di Malaysia</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afandri81.wordpress.com/2367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afandri81.wordpress.com/2367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afandri81.wordpress.com/2367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afandri81.wordpress.com/2367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afandri81.wordpress.com/2367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afandri81.wordpress.com/2367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afandri81.wordpress.com/2367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afandri81.wordpress.com/2367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afandri81.wordpress.com/2367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afandri81.wordpress.com/2367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afandri81.wordpress.com/2367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afandri81.wordpress.com/2367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afandri81.wordpress.com/2367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afandri81.wordpress.com/2367/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&amp;blog=1733555&amp;post=2367&amp;subd=afandri81&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afandriadya.com/2011/07/12/dilema-melayu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d915c9572438cee3e7045d27fc801fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">afandri81</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/07/malay-dilema.jpg?w=203" medium="image">
			<media:title type="html">Malay Dilema</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/07/chow-kit.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Chow Kit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/07/penang.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Penang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/07/artis-indonesia.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">Artis Indonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
