<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Afandri Adya</title>
	<atom:link href="http://afandriadya.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://afandriadya.com</link>
	<description>Just my simple idea</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 May 2012 03:20:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='afandriadya.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/e6633ad80d2fb6402e0961af3f2c5253?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Afandri Adya</title>
		<link>http://afandriadya.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://afandriadya.com/osd.xml" title="Afandri Adya" />
	<atom:link rel='hub' href='http://afandriadya.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bangsa Penakluk dari Asia Tengah</title>
		<link>http://afandriadya.com/2012/04/17/bangsa-penakluk-dari-asia-tengah/</link>
		<comments>http://afandriadya.com/2012/04/17/bangsa-penakluk-dari-asia-tengah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2012 10:41:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandri Adya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Aurangzeb]]></category>
		<category><![CDATA[Jengis Khan]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajaan Mughal]]></category>
		<category><![CDATA[Mongol]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Akbar]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad al-Fatih]]></category>
		<category><![CDATA[Suleiman the Magnificent]]></category>
		<category><![CDATA[Turkik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afandriadya.com/?p=3264</guid>
		<description><![CDATA[Asia Tengah, sebuah wilayah marjinal di pedalaman benua Asia, adalah tempat bermukimnya bangsa-bangsa penakluk. Disini selain ras Turkik, juga terdapat suku bangsa Mongol. Mereka telah mengembara sejak ribuan tahun lalu, menaklukkan berbagai peradaban besar dan (kemudian) mendirikan kerajaan-kerajaan kuat. Orang-orang Asia Tengah dikenal sebagai pejuang yang ulung. Alamnya yang berupa gurun, stepa, dan bukit, menyebabkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&#038;blog=1733555&#038;post=3264&#038;subd=afandri81&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_3265" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/04/selemiye-mosque.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/04/selemiye-mosque.jpg?w=300&h=208" alt="" title="Selemiye Mosque" width="300" height="208" class="size-medium wp-image-3265" /></a><p class="wp-caption-text">Mesjid Selemiye, salah satu ikon bangsa Turki</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Asia Tengah, sebuah wilayah marjinal di pedalaman benua Asia, adalah tempat bermukimnya bangsa-bangsa penakluk. Disini selain ras Turkik, juga terdapat suku bangsa Mongol. Mereka telah mengembara sejak ribuan tahun lalu, menaklukkan berbagai peradaban besar dan (kemudian) mendirikan kerajaan-kerajaan kuat. Orang-orang Asia Tengah dikenal sebagai pejuang yang ulung. Alamnya yang berupa gurun, stepa, dan bukit, menyebabkan masyarakatnya hidup dari berburu, dan saling berperang satu sama lainnya. Beberapa tokoh militer yang melegenda, seperti Jengis Khan (1162-1227), Timurlenk (1336-1405), Muhammad al-Fatih (1432-1481), dan Muhammad Babur (1483-1530), lahir dari kelompok masyarakat ini. Bangsa Asia Tengah boleh jadi merupakan kelompok etnik terbesar saat ini, yang masih hidup dengan cara berpindah-pindah. Kehidupannya yang nomaden, berpotensi menjadi ancaman bagi peradaban-peradaban besar yang mapan. Sejarah telah membuktikan, bahwa bangsa-bangsa Asia Tengah yang perkasa itu, telah meluluhlantakkan imperium-imperium agung seperti Romawi, Byzantium, Abbasiyah, dan Song China.</p>
<p><span id="more-3264"></span><br />
&nbsp;<br />
<strong>Ras Turkik</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Bangsa Turkik adalah satu dari dua ras utama penghuni Asia Tengah. Mereka diperkirakan berasal dari Pegunungan Altai, yang kemudian bermigrasi ke arah barat hingga mencapai Pegunungan Ural dan Selat Bosporus. Saat ini jumlah mereka tak lebih dari 200 juta jiwa. Beberapa kelompok etnik yang tergolong ke dalam bangsa ini antara lain : Uyghur, Tajik, Uzbek, Azerbaijan, Kazakh, Turkmen, Tatar, Kirgiz, Bashkir, dan Turki. Serta termasuk pula di dalamnya orang-orang Hun, Bulgar, Khazar, dan Timuriyah. Suku-suku tersebut dewasa ini merupakan representasi dari negara Tajikistan, Kirgiztan, Kazakhtan, Uzbekistan, Turkmenistan, dan Turki.</p>
<p><div id="attachment_3285" class="wp-caption alignleft" style="width: 233px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/04/suleiman-magnificent.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/04/suleiman-magnificent.jpg?w=614" alt="" title="Suleiman Magnificent"   class="size-full wp-image-3285" /></a><p class="wp-caption-text">Suleiman &quot;the Magnificent&quot;, sultan Osmaniyah yang agung</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Namun jika dilihat kepada sejarah masa lalu, sebenarnya bangsa Turkik telah banyak mendirikan negara-negara kerajaan, yang bahkan beberapa diantaranya menjadi imperium besar. Suku Hun yang bermukim di sekitar sungai Volga, merupakan bangsa Turkik pertama yang mendirikan kerajaan besar. <em>Hunnic Empire</em> diperkirakan berdiri pada 370 SM hingga tahun 469. Di bawah kepemimpinan Attila, kerajaan ini mencapai puncaknya. Membentang dari Eropa Tengah ke Laut Hitam serta dari Sungai Danube ke Laut Baltik. Attila juga melakukan penyerangan terhadap bangsa Gothik di Perancis dan Italia. Meski kampanyenya di dua negara tersebut mengalami kegagalan, namun serangannya itu telah melemahkan kekuasaan raja-raja Romawi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">600 tahun setelah kehancuran imperium Hun, bangsa Turkik kembali bangkit dari tidur panjangnya. Tughril (990-1063), yang menyatukan prajurit-prajurit suku Turkmen, mendirikan Dinasti Seljuk pada tahun 1037. Pada mulanya dinasti ini hanya bagian dari kekuasaan Abbasiyah yang berpusat di Baghdad. Namun orang-orang Turkik, berhasil memainkan peranan penting dalam dunia militer dan politik kerajaan, sekaligus menggantikan posisi orang-orang Arab dan Persia yang mulai melemah. Dinasti Seljuk kemudian lepas dari kekuasaan Abbasiyah dan mencapai puncak kejayaannya pada masa kepemimpinan Alp Arslan. Di tahun 1068, Arslan menaklukkan semenanjung Anatolia dan memaksa mundur orang-orang Byzantium ke Eropa Timur. Penaklukan Arslan menjadi titik balik kebangkitan Turki dan kemunduran bangsa Eropa selama 600 tahun kemudian. Pada pertengahan abad ke-12, Dinasti Seljuk mulai melemah. Hal ini disebabkan oleh pemberontakan orang-orang mamluk Khwarezmi, yang kemudian berlanjut oleh penyerangan bangsa Kurdi dari Kerajaan Ayyubiyah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Meski Dinasti Seljuk kalah dan terpecah belah, beberapa prajurit Turki yang tak mau menyerah, melakukan konsolidasi kekuatan. Mayoritas mereka terkonsentrasi di semenanjung Anatolia. Osman Gazi, salah satu dari keturunan pemimpin Seljuk, mendirikan Kesultanan Osmaniyah (Utsmaniyah atau Ottoman) pada tahun 1299. Kesultanan ini pada masa puncaknya memiliki teritori yang cukup luas, berkuasa di tiga benua, dan mempunyai angkatan perang yang sangat ditakuti. Tahun 1453 merupakan awal mula kejayaan Imperium Osmaniyah. Pada masa itu, Muhammad al-Fatih berhasil menaklukkan Konstantinopel sekaligus membuka pintu bagi orang-orang Turki untuk menyapu daratan Eropa. Hingga kepemimpinan Suleiman &#8220;the Magnificent&#8221; (1494-1566), Osmaniyah telah berhasil menguasai dua pertiga daratan Eropa, seluruh wilayah Asia Barat dan Afrika Utara, serta kota-kota penting di sekeliling Lautan Tengah. Tidak hanya itu, Suleiman juga berhasil merumuskan peraturan serta undang-undang yang berlandaskan Islam, dan masih digunakan oleh berbagai negara hingga saat ini. Imperium Osmaniyah mengalami kehancuran pada awal abad ke-20. Keterlibatannya dalam Perang Dunia Pertama, menjadi faktor utama bubarnya imperium yang telah berkuasa selama 625 tahun itu.</p>
<p><div id="attachment_3267" class="wp-caption alignright" style="width: 229px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/04/taj-mahal.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/04/taj-mahal.jpg?w=219&h=300" alt="" title="Taj Mahal" width="219" height="300" class="size-medium wp-image-3267" /></a><p class="wp-caption-text">Taj Mahal, warisan Kesultanan Mughal</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Jika di sebelah barat orang-orang Turki berhasil mendirikan Dinasti Seljuk dan Imperium Osmaniyah, maka di bagian timur mereka membangun Kesultanan Mughal. Mughal didirikan oleh Muhammad Babur pada tahun 1526. Kesultanan ini merupakan kelanjutan dari Dinasti Timuriyah yang berkuasa di Iran pada abad ke-14 hingga ke-16. Di awal abad ke-16, Babur bersama para prajurit Turki melakukan invasi ke kawasan utara India. Mereka menaklukkan Kesultanan Delhi dan Kesultanan Bengal yang sudah bertapak sejak ratusan tahun sebelumnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Masa puncak kejayaan Mughal dicapai pada masa pemerintahan Muhammad Akbar (1542-1605). Setelah melakukan serangkaian penaklukan terhadap kelompok Hindu Rajput, Akbar mempersatukan orang-orang Muslim dan Hindu dengan melakukan perkawinan diantara mereka. Akbar juga memperkenankan berkembangnya tradisi Zoroastrianisme, Katholik, dan Jainisme di tengah-tengah masyarakat. Salah satu terobosannya yang cukup penting adalah membebasan pajak bagi masyarakat Hindu. Hal ini merupakan salah satu bentuk empatinya terhadap mereka yang tertaklukkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Sebagian sejarawan mengatakan bahwa Aurangzeb (1618-1707) adalah sultan Mughal yang terpenting. Ia memimpin selama 49 tahun, menguasai daerah seluas 1,25 juta km2, memerintah hampir seperempat penduduk dunia, dan berhasil membawa Mughal menjadi salah satu negara terkaya. Bendahara kesultanan mencatat bahwa pemasukan tahunan pemerintahan Aurangzeb mencapai £100 juta, yang berasal dari pajak, bea, dan pendapatan tanah di 24 wilayah propinsi. Tidak seperti para pendahulunya : Akbar, Jahangir, dan Shah Jahan yang berpandangan liberal, Aurangzeb justru merupakan seorang muslim konservatif, yang berusaha mengembalikan kedudukan Al Quran dan hadist kepada tempatnya. Seperti halnya Suleiman, ia juga merumuskan hukum Islam ke dalam undang-undang negara. Ia melarang segala bentuk prostitusi, alkohol, narkotika, dan perjudian. Setelah kematian Aurangzeb, imperium Mughal mengalami kemunduran. Beberapa wilayah kekuasaannya diambil alih Kerajaan Maratha dan akhirnya oleh Imperium Inggris.</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Ras Mongol</strong><br />
<div id="attachment_3281" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/04/patung-jengis-khan.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/04/patung-jengis-khan.jpg?w=200&h=300" alt="" title="Patung Jengis Khan" width="200" height="300" class="size-medium wp-image-3281" /></a><p class="wp-caption-text">Patung Jengis Khan di Ulan Bator</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Bangsa Mongol merupakan sekelompok etnik yang mendiami Gurun Gobi dan stepa di wilayah utara Cina. Pada abad ke-7 SM, mereka bermigrasi ke arah timur laut Cina dan membentuk peradaban Donghu. Donghu merupakan sebuah konfederasi orang-orang Mongol yang hidup dari berternak dan bercocok tanam. Mereka juga mengembangkan kerajinan tangan yang terbuat dari bahan-bahan perunggu. Pada tahun 209 SM, Modu Chanyu (234 SM-174 SM) mendirikan Kerajaan Xiongnu. Pada mulanya Modu menganeksasi Donghu, kemudian ia berhasil mengumpulkan seluruh suku-suku pengembara dan menaklukkan wilayah yang cukup luas. Xiongnu bahkan mengancam Dinasti Han di selatan, dan memaksa orang-orang Cina untuk membangun tembok besar (<em>Great Wall</em>). Pada masa puncak kejayaan, Imperium Xiongnu terbentang dari Sungai Liao di timur hingga ke Pegunungan Pamir di sebelah barat. Atau satu setengah kali lebih besar dari teritori Mongolia saat ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Tahun 1206 merupakan titik balik bagi kebangkitan bangsa Mongol. Jengis Khan (Temujin), seorang pemburu dan ahli perang yang brilian, mendirikan Imperium Mongol (<em>Mongol Empire</em>). Di bawah kekuasaannya ia menyatukan seluruh bangsa Mongol dan Turkik, termasuk juga di dalamnya bangsa Cina, Arab, dan Persia. Jengis adalah seorang yang kuat dan jenius, disamping juga berwatak kejam dan brutal. Dalam kampanyenya ke berbagai negara, ia telah membunuh jutaan rakyat sipil, membantai ribuan binatang, serta membakar ratusan bangunan dan lahan pertanian.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Pada mulanya ia menyatukan suku-suku Merkit, Naiman, Mongol, Kerait, Tatar, dan Uyghur, di sekitar Gurun Gobi. Kemudian ia memimpin sejumlah pasukan berkuda untuk menyerang negara-negara disekitarnya. Pada periode 1206-1215, ia menaklukkan Xia Dinasti dan Jin Dinasti. Tiga tahun berikutnya merebut Kuchlug dan Kerajaan Kara-Khitan. Di tahun 1219, Jengis berencana untuk menguasai Imperium Khwarezmi. Untuk itu, ia menyiapkan sekitar 200.000 orang prajurit, yang termasuk di dalamnya jenderal-jenderal terbaik dan para putranya. Dua tahun kemudian, Urgench : benteng terakhir Khwarezmi, sudah dapat dihancurkan. Namun dalam penaklukkan itu, sekitar 1,2 juta orang Urgench tewas seketika. Invasi tersebut merupakan salah satu tragedi terburuk dalam sejarah umat manusia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Setelah Jengis Khan wafat, posisinya digantikan oleh putranya : Ogedei Khan (1186-1241). Namun kepemimpinan dan kecepatan invasi Ogedei tak sebanding dengan ayahnya. Kublai Khan (1215-1294), cucu Jengis dari putra bungsunya : Tolui, justru memiliki reputasi yang lebih baik. Kublai dikenal sebagai pendiri Dinasti Yuan Cina. Dia merupakan orang Mongol pertama yang berhasil menguasai seluruh daratan Cina. Tak hanya itu, ia juga berhasil menaklukkan Baghdad, ibu kota Imperium Abbasiyah, dan separauh daratan Eropa. Selain melakukan ekspansi militer, Kublai juga mengembangkan ilmu pengetahuan dan seni. Konon selama kepemimpinannya, ia telah mendirikan 20.166 sekolah umum. Setelah kematiannya, Imperium Mongol tercerai berai. Terbagi menjadi empat kerajaan : Chagatai, Kipchak, Ilkhanat, dan Yuan Cina. Pada masa puncaknya, imperium ini menguasai wilayah seluas 24 juta km2 (16% dari seluruh daratan di muka bumi), dan memerintah 100 juta orang penduduk. Meski hanya bertahan 162 tahun, namun pencapaian ini merupakan raihan terbesar yang pernah diukir oleh umat manusia.</p>
<p><div id="attachment_3277" class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/04/peta-ekspansi-jengis-khan.png"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/04/peta-ekspansi-jengis-khan.png?w=614&h=397" alt="" title="Peta Ekspansi Jengis Khan" width="614" height="397" class="size-full wp-image-3277" /></a><p class="wp-caption-text">Peta Ekspansi Jengis Khan</p></div><br />
&nbsp;<br />
Sumber gambar : www.wikipedia.org      </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afandri81.wordpress.com/3264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afandri81.wordpress.com/3264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afandri81.wordpress.com/3264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afandri81.wordpress.com/3264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afandri81.wordpress.com/3264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afandri81.wordpress.com/3264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afandri81.wordpress.com/3264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afandri81.wordpress.com/3264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afandri81.wordpress.com/3264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afandri81.wordpress.com/3264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afandri81.wordpress.com/3264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afandri81.wordpress.com/3264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afandri81.wordpress.com/3264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afandri81.wordpress.com/3264/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&#038;blog=1733555&#038;post=3264&#038;subd=afandri81&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afandriadya.com/2012/04/17/bangsa-penakluk-dari-asia-tengah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d915c9572438cee3e7045d27fc801fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">afandri81</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/04/selemiye-mosque.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Selemiye Mosque</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/04/suleiman-magnificent.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Suleiman Magnificent</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/04/taj-mahal.jpg?w=219" medium="image">
			<media:title type="html">Taj Mahal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/04/patung-jengis-khan.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">Patung Jengis Khan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/04/peta-ekspansi-jengis-khan.png" medium="image">
			<media:title type="html">Peta Ekspansi Jengis Khan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wirausaha Tiga Generasi</title>
		<link>http://afandriadya.com/2012/03/20/wirausaha-tiga-generasi/</link>
		<comments>http://afandriadya.com/2012/03/20/wirausaha-tiga-generasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Mar 2012 08:58:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandri Adya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Aburizal Bakrie]]></category>
		<category><![CDATA[Achmad Bakrie]]></category>
		<category><![CDATA[Haji Kalla]]></category>
		<category><![CDATA[Liem Seeng Tee]]></category>
		<category><![CDATA[Nakhoda Mangkuto]]></category>
		<category><![CDATA[Nakhoda Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Oei Tiong Ham]]></category>
		<category><![CDATA[Pengusaha Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Putera Sampoerna]]></category>
		<category><![CDATA[Rasuna Epicentrum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afandriadya.com/?p=3191</guid>
		<description><![CDATA[Ciputra sering mengatakan bahwa salah satu tonggak dari kemajuan bangsa ialah lahirnya pengusaha-pengusaha tangguh yang memberikan kontribusi besar terhadap rakyat banyak. Diantara ciri pengusaha tangguh itu ialah berdikari, merintis usaha dari bawah, dan mampu bertahan dalam waktu cukup lama. Di Indonesia, banyak usahawan yang memulai bisnisnya dari modal kecil. Namun sedikit yang bisa bertahan lama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&#038;blog=1733555&#038;post=3191&#038;subd=afandri81&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_3205" class="wp-caption alignright" style="width: 212px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/03/hikayat-nakhoda-muda.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/03/hikayat-nakhoda-muda.jpg?w=614" alt="" title="Hikayat Nakhoda Muda"   class="size-full wp-image-3205" /></a><p class="wp-caption-text">Hikayat Nakhoda Muda</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Ciputra sering mengatakan bahwa salah satu tonggak dari kemajuan bangsa ialah lahirnya pengusaha-pengusaha tangguh yang memberikan kontribusi besar terhadap rakyat banyak. Diantara ciri pengusaha tangguh itu ialah berdikari, merintis usaha dari bawah, dan mampu bertahan dalam waktu cukup lama. Di Indonesia, banyak usahawan yang memulai bisnisnya dari modal kecil. Namun sedikit yang bisa bertahan lama dan mampu mewariskannya (setidak-tidaknya) kepada generasi ketiga. Dari nama-nama yang sedikit itu, yang cukup menonjol adalah : Nakhoda Mangkuto, Oei Tjie Sien, Liem Seeng Tee, Achmad Bakrie, dan Haji Kalla.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Nakhoda Mangkuto, lahir di Bayang, Sumatera Barat, pada akhir abad ke-17. Ia memulai usahanya dengan menjual hasil-hasil bumi, dengan komoditas utama : lada. Setelah beranjak dewasa ia pergi merantau meninggalkan kampung halamannya. Mengembara ke seantero Nusantara, dari Sumatera, terus ke Jawa, ke Kalimantan, dan Kepulauan Karimata. Disini ia menikah dan memperoleh anak yang bernama Tayan (setelah dewasa dikenal sebagai Nakhoda Muda). Keberadaannya di Karimata tak disukai para perompak Bugis. Ia pun berpindah ke Banjar dan akhirnya menetap di Piabung, Lampung. Disini ia terus berbisnis dan mengkhususkan dirinya dalam perdagangan lada. Semasa itu Kesultanan Banten menguasai perkebunan lada di Lampung dan Jawa Barat, dan Mangkuto diberi kepercayaan untuk memasarkan hasil-hasilnya.</p>
<p> <span id="more-3191"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Ada hal yang menarik terkait dengan idealisme Mangkuto yang diajarkan kepada putranya Nakhoda Muda, yang kemudian diturunkan pula kepada anak-anaknya. Pertama, putranya itu disuruhnya mengaji, membaca, berhitung, hingga pandai surat-menyurat. Kedua, dikirimnya menjelajahi dunia selama tujuh tahun untuk memperoleh pengalaman dan asam garam kehidupan. Dan yang ketiga, ia menasehati putranya agar menghindari hutang-piutang. Ia berkata : &#8220;Jika sampai hukum Allah kepadaku, sepeninggal aku jangan anakku membuat hutang! Jika tiada modal berlayar, kayu di rimba boleh dipotong, ikan di laut dapat dipancing, buat modal engkau berlayar. Jangan sekali-kali anakku berani berhutang kepada raja atau kompeni atau orang banyak sekalian &#8230;&#8221; </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Di tahun 1740, Nakhoda Mangkuto wafat. Anaknya, Nakhoda Muda melanjutkan bisnis lada yang telah dirintis ayahnya. Setelah kaya dan sukses, ia menikahi gadis Lampung dan dikaruniai delapan orang anak. Lalu menikah lagi dengan gadis Banten dan hanya mendapat seorang anak. Dari beberapa selir ia masih memperoleh tiga orang anak. Di puncak kariernya, ia memperoleh jabatan demang dari Sultan Banten yang menjalin bisnis dengannya. Meskipun begitu, disaat kapalnya karam ia menolak bantuan dari sultan dan memilih membeli lagi sebuah kapal dengan uangnya sendiri. Setelah menguasai perkebunan kelapa di Teluk Semangka, ia memerintahkan untuk membangun sebuah tempat tinggal dengan panjang sepuluh depa dan lebar delapan depa. Kemudian ia memberikan sedikit modal dan kapal kepada putra-putranya untuk mulai berdagang lada.</p>
<p><div id="attachment_3202" class="wp-caption alignleft" style="width: 275px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/03/oei-tiong-ham-concern.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/03/oei-tiong-ham-concern.jpg?w=614" alt="" title="Oei Tiong Ham Concern"   class="size-full wp-image-3202" /></a><p class="wp-caption-text">Para Karyawan Oei Tiong Ham Concern</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Namun keberhasilan mereka dalam membangun imperium perdagangan lada, tak disenangi para saudagar Eropa. Maka berkomplotlah kompeni Belanda dari Banten, orang Inggris dari Bengkulu, dan pedagang Prancis dari armada Comte d&#8217;Estaing, untuk meruntuhkan bisnis mereka. Sejak saat itu, maka berakhirlah kisah sukses Nakhoda Mangkuto dan anak-cucunya, yang pernah menguasai perdagangan lada di kedua sisi Selat Sunda. Untuk mengenang kisah keluarga tersebut, maka pada tahun 1788 Lauddin menulis sebuah hikayat yang berjudul &#8220;Nakhoda Muda&#8221;. Hikayat tersebut kemudian diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh William Marsden, dan diterbitkan di London.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Oei Tjie Sien merupakan pengusaha Tionghoa kelahiran Tong An, Fujian, China selatan. Ia pergi ke Semarang setelah menjadi buronan politik dalam pemberontakan Tai Ping. Pada mulanya ia hanya bekerja dengan menjual tenaganya. Menghela pukat di pelabuhan dan memikul beras dari kampung ke kampung. Setelah itu ia mencoba berjualan beras, dupa, dan gambir. Dari tabungan yang dimilikinya, pada tahun 1863 ia mendirikan kongsi dagang Kian Gwan. Perusahaan ini bergerak di bidang ekspor-impor hasil bumi Jawa dan produk-produk dari Tiongkok. Di bawah pimpinan Oei Tiong Ham, anak keduanya, Kian Gwan yang kemudian berubah nama menjadi Oei Tiong Ham Concern melakukan ekspansi secara luas. Selain di Semarang, kantor-kantornya juga terdapat di Singapura, Penang, Bangkok, Kalkuta, Hongkong, Shanghai, Rio de Jenairo, London, dan New York. Aset perusahaannya meliputi tanah dan pabrik-pabrik di Jawa, kapal uap, sebuah bank, dan kantor <em>broker</em> di London.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Kekayaan Oei Tiong Ham terutama ditopang oleh perkebunan dan pabrik gula. Selain itu kedekatan dengan penguasa Hindia-Belanda dan posisinya sebagai mayor Tionghoa, juga menjadi faktor keberhasilannya. Dalam menjalani usaha, ia memenej semuanya secara modern. Mempekerjakan ahli hukum dan akuntan-akuntan terbaik, serta merekrut para manajer dan direktur berkebangsaan Belanda. Di tahun 1920, ia lari ke Singapura untuk menghindari hukuman pajak. Empat tahun kemudian, Oei Tiong Ham meninggal secara mendadak. Kabarnya ia diracun oleh seorang gundik yang bernama Ho Kiem Hoa. Ketika wafat ia mewariskan kekayaan mencapai 200 juta gulden, suatu angka yang cukup besar pada masa itu. Sebagai gambaran betapa kayanya keluarga Oei di zaman itu, di Semarang mereka tinggal di atas tanah seluas 9,2 hektar, dengan bangunan yang memiliki 200 ruangan, dapur, vila pribadi, dan dua ruang pesta keluarga. Mereka juga memiliki kebun binatang sendiri dan rumah khusus untuk para pelayan. Staf rumah tangga mereka mencakup 40 pembantu rumah tangga, 50 tukang kebun, dan dua orang koki yang berasal dari China dan Eropa.</p>
<p><div id="attachment_3193" class="wp-caption alignright" style="width: 260px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/03/liem-seeng-tee.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/03/liem-seeng-tee.jpg?w=250&h=300" alt="" title="Liem Seeng Tee" width="250" height="300" class="size-medium wp-image-3193" /></a><p class="wp-caption-text">Potret pasangan Liem Seeng Tee - Siem Tjiang Nio, pendiri H.M. Sampoerna</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Namun bakat dagang Oei Tjie Sien dan Oei Tiong Ham tidak menurun kepada generasi selanjutnya. Justru anak-cucu mereka hidup dalam kemewahan dan jauh dari sifat-sifat wirausahawan sejati. Disamping bergaya hidup boros, anak-anak Oei Tiong Ham acap pula bertengkar. Terutama jika menyangkut masalah harta warisan. Oei Tjong Tjay dan Oei Ing Swie, dua kubu pewaris Oei Tiong Ham Concern, tidak mampu menjalankan roda perusahaan dengan baik. Sejak tahun 1957, para pemegang saham perusahaan meninggalkan Indonesia, dan menjadi warga negara asing. Empat tahun kemudian perusahaan ini dinasionalisasikan. Seluruh aset-asetnya diambil alih pemerintah dan dipergunakan sebagai penyertaan modal dalam pendirian PT. Perusahaan Perkembangan Ekonomi Nasional (PPEN) Rajawali Nusantara Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Seperti halnya Oei Tjie Sien, Liem Seeng Tee juga merupakan perantau Tionghoa asal Fujian. Ia datang ke Jawa pada tahun 1898 bersama ayah dan saudara perempuannya. Dia mulai berjualan pada usia 11 tahun di gerbong-gerbong kereta jurusan Jakarta &#8211; Surabaya. Kemudian ia belajar melinting tembakau yang dijualanya di stasiun kereta api. Setelah menikah dengan Siem Tjiang Nio, ia membuka warung kecil dan menjual rokok racikannya sendiri. Sukses menjual rokok, ia ditawari untuk membeli unit usaha sigaret yang bangkrut. Dari pabrik ini ia banyak menerima pesanan rokok dan kemudian membentuk perusahaan berbadan hukum dengan nama &#8220;Handel Maatschappij Liem Seeng Tee&#8221;. Nama ini kemudian menjadi &#8220;Handel Maatschappij Sampoerna&#8221; dan berubah lagi menjadi &#8220;Handala Mandala Sampoerna&#8221; (H.M. Sampoerna).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Sepeninggalannya, H.M. Sampoerna diteruskan oleh dua putrinya dan suami mereka. Banyaknya investor asing yang masuk, serta bermunculannya pabrik-pabrik rokok lokal, menggerogoti pangsa pasar Sampoerna. Namun setelah putra-putrinya kompak mengembangkan perusahaan, pabrik rokok ini terus melaju. Di bawah arahan Liem Swie Ling (Aga Sampoerna) yang kemudian dilanjutkan oleh Putera Sampoerna, perusahaan ini makin berkibar dan merajai rokok &#8220;mild&#8221; di Indonesia. Beberapa produk keluaran Sampoerna, seperti Dji Sam Soe dan A Mild, bahkan menjadi ikon merek Indonesia. Pada Maret 2005, keluarga Sampoerna memutuskan untuk menjual seluruh sahamnya di PT H.M. Sampoerna, Tbk kepada perusahaan rokok asal Amerika Serikat, Philip Morris. Kini anak keturunan Liem Seeng Tee itu, lebih berfokus ke bisnis perkebunan dan telekomunikasi.</p>
<p><div id="attachment_3194" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/03/rasuna-epicentrum.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/03/rasuna-epicentrum.jpg?w=300&h=225" alt="" title="Rasuna Epicentrum" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-3194" /></a><p class="wp-caption-text">Rasuna Epicentrum, pusat bisnis yang dikembangkan oleh Grup Bakrie</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Achmad Bakrie, lahir di Kalianda, Lampung pada tahun 1916. Usahanya bermula dari CV Bakrie &amp; Brothers yang didirikannya di Teluk Betung pada tahun 1940. Perusahaannya itu banyak menjual hasil-hasil bumi seperti lada, kopi, dan karet. Untuk memberikan nilai tambah perusahaan, ia membangun pabrik pengolahan karet dan kemudian merambah ke industri pengolahan baja. Pada tahun 1957, disaat politik Benteng sedang membuncah, ia membeli pabrik kawat yang ditinggalkan pemiliknya ke Belanda. Setelah ia wafat, Aburizal, Indra, dan Nirwan meneruskan usahanya. Hingga di penghujung milenium kedua, Grup Bakrie belum menunjukkan tanda-tanda akan menjadi kelompok bisnis berskala besar. Namun di bawah kendali Aburizal Bakrie, kekayaan keluarga ini terus meroket, hingga Aburizal sendiri ditasbihkan sebagai manusia terkaya di Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Kini kepak-kepak sayap bisnis Kelompok Bakrie telah merentang ke semua lini. Dengan menguasai lima pilar pokok : pertambangan, media, telekomunikasi, infrastruktur, dan properti, serta sebuah universitas dan klub sepak bola, Bakrie menjadi salah satu kelompok bisnis paling tajir di Indonesia. Perusahaan pertambangannya Bumi Resources, diklaim sebagai produsen batu bara terbesar nomor dua di dunia. Selain itu perusahaan telekomunikasinya Bakrie Telecom, menjadi operator telepon berbasis CDMA yang memiliki <em>market share</em> cukup besar. Satu lagi mahakarya kelompok ini yang cukup prestisius adalah sebuah pusat bisnis terpadu di tengah-tengah kota Jakarta : Rasuna Epicentrum. Di atas lahan seluas 53 hektar ini, berdiri megah gedung setinggi 215 meter yang menjadi pusat aktivitas Grup Bakrie. Disekelilingnya dibangun beberapa menara apartemen dan mal yang diperuntukkan bagi kalangan atas. Sebuah bulevar dengan lebar 25 meter, yang membentang dari utara ke selatan, mengabadikan nama sang pendiri : Achmad Bakrie. Kini beberapa perusahaan Bakrie telah dikelola oleh generasi ketiga. Diantara cucu-cucu Achmad yang paling menonjol adalah Anindya Bakrie.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Haji Kalla, merupakan pengusaha asal Bugis yang lahir pada tahun 1920 di Bone, Sulawesi Selatan. Pada usia 15 tahun ia telah memiliki kios sendiri dan berjualan di Pasar Bajoe, Watampone. Setelah itu ia merantau ke Makassar, dan membeli tujuh buah firma peninggalan Belanda. Di tahun 1952 ia mendirikan NV Hadji Kalla Trading Company, yang bergerak di bidang perdagangan tekstil dan jasa transportasi. Pada tahun 1968, putra tertuanya Muhammad Jusuf Kalla memimpin perusahaan. Anak ini seorang yang campin, ulet, dan cukup tangguh. Tak puas dengan pencapaian sang ayah, Jusuf melakukan ekspansi bisnis ke segala bidang. Selain memperbesar usaha perdagangan dan transportasi yang telah eksis, Jusuf juga merambah ke bisnis otomotif, konstruksi, properti, dan perkebunan.</p>
<p><div id="attachment_3195" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/03/solihin-kalla.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/03/solihin-kalla.jpg?w=300&h=200" alt="" title="Solihin Kalla" width="300" height="200" class="size-medium wp-image-3195" /></a><p class="wp-caption-text">Solihin Kalla, generasi ketiga dari dinasti bisnis Kalla Grup</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Semenjak ia aktif berpolitik, urusan bisnis keluarga banyak diserahkan kepada generasi ketiga. Solihin Kalla yang merupakan putra bungsu Jusuf, didapuk sebagai Direktur Pengembangan Bisnis Kalla Grup. Solihin juga menjabat sebagai Direktur PT. Bumi Lintas Tama, yang menangani transportasi laut di Sulawesi Selatan. Selain fokus membangun Sulawesi Selatan, Kalla Grup juga mengembangkan Indonesia Timur. Dan kini ia menjadi perusahaan terbesar di wilayah tersebut. Setelah sukses melakukan peremajaan Bandara Hasanuddin, perusahaan konstruksi milik Kalla siap membangun monorel lintas Makassar &#8211; Maros sepanjang 30 kilometer.</p>
<p>&nbsp;<br />
Sumber gambar : www.antaranews.com                    </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afandri81.wordpress.com/3191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afandri81.wordpress.com/3191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afandri81.wordpress.com/3191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afandri81.wordpress.com/3191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afandri81.wordpress.com/3191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afandri81.wordpress.com/3191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afandri81.wordpress.com/3191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afandri81.wordpress.com/3191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afandri81.wordpress.com/3191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afandri81.wordpress.com/3191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afandri81.wordpress.com/3191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afandri81.wordpress.com/3191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afandri81.wordpress.com/3191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afandri81.wordpress.com/3191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&#038;blog=1733555&#038;post=3191&#038;subd=afandri81&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afandriadya.com/2012/03/20/wirausaha-tiga-generasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d915c9572438cee3e7045d27fc801fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">afandri81</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/03/hikayat-nakhoda-muda.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hikayat Nakhoda Muda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/03/oei-tiong-ham-concern.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Oei Tiong Ham Concern</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/03/liem-seeng-tee.jpg?w=250" medium="image">
			<media:title type="html">Liem Seeng Tee</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/03/rasuna-epicentrum.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Rasuna Epicentrum</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/03/solihin-kalla.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Solihin Kalla</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perfilman Indonesia</title>
		<link>http://afandriadya.com/2012/02/28/perfilman-indonesia/</link>
		<comments>http://afandriadya.com/2012/02/28/perfilman-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Feb 2012 11:11:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandri Adya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Christine Hakim]]></category>
		<category><![CDATA[Deddy Mizwar]]></category>
		<category><![CDATA[Djamaluddin Malik]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Film Indonesia Terlaris]]></category>
		<category><![CDATA[Misbach Yusa Biran]]></category>
		<category><![CDATA[Raam Punjabi]]></category>
		<category><![CDATA[Soekarno M. Noor]]></category>
		<category><![CDATA[Usmar Ismail]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afandriadya.com/?p=3038</guid>
		<description><![CDATA[Misbach Yusa Biran, boleh jadi merupakan salah seorang yang paling getol mendokumentasikan sejarah film Indonesia. Dalam empat tahun terakhir, sudah lima buku yang diterbitkannya terkait dengan film dan orang-orang film Indonesia. Buku-buku itu adalah : Oh, Film (2008), Kenang-kenangan Orang Bandel (2008), Sejarah Film, 1900-1950 : Bikin Film di Jawa (2009), Peran Pemuda dalam Kebangkitan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&#038;blog=1733555&#038;post=3038&#038;subd=afandri81&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_3039" class="wp-caption alignleft" style="width: 244px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/02/tiga-dara.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/02/tiga-dara.jpg?w=234&h=300" alt="" title="Tiga Dara" width="234" height="300" class="size-medium wp-image-3039" /></a><p class="wp-caption-text">Indriati Iskak, Chitra Dewi, dan Mieke Widjaja, dalam film Tiga Dara (1956) </p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Misbach Yusa Biran, boleh jadi merupakan salah seorang yang paling getol mendokumentasikan sejarah film Indonesia. Dalam empat tahun terakhir, sudah lima buku yang diterbitkannya terkait dengan film dan orang-orang film Indonesia. Buku-buku itu adalah : Oh, Film (2008), Kenang-kenangan Orang Bandel (2008), Sejarah Film, 1900-1950 : Bikin Film di Jawa (2009), Peran Pemuda dalam Kebangkitan Film Indonesia (2009), serta edisi tambahan Keajaiban di Pasar Senen (2008). Selain piawai membuat film, Misbach pandai pula bercerita. Sebagai seniman yang telah banyak makan asam garam kehidupan, Misbach tahu seluk beluk perfilman hingga orang-orang di belakang layar. Tak sebatas artis-artis terkenal, segala cerita tentang sineas karbitan atau calon bintang yang tak jadi populer, banyak pula ia ungkapkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Salah satu ceritanya adalah tentang juru parkir yang bernama Anwar. Menurutnya, Anwar merupakan calon bintang yang paling banyak mendapatkan kesempatan memainkan peran. Aneka macam peran telah diujikan kepadanya. Menjadi seorang bandit, penyanyi bar, pesuruh, reserse, kepala polisi, dan lain-lain. Namun tak satupun peran yang berhasil dimainkannya dengan baik. Singkat kata, Anwar gagal bermain film. Adalagi ceritanya mengenai pembuat film Tionghoa, yang dipaksa tutup oleh tentara Jepang karena dianggap tak mengerti seni. Orang-orang Tionghoa ini, membuat film layaknya industri rumahan. Asal punya ruang kosong untuk pembuat set, jadilah rumah mereka sebagai studio film dadakan. Para pegawainya diperlakukan seperti karyawan bengkel atau buruh pabrik kecap. Setelah Jepang angkat kaki, studio-studio milik Tionghoa mulai bangkit kembali. Diantara yang cukup ternama adalah Bintang Surabaya, Tan &amp; Wong Bros, Garuda Film, dan Olympiad Studio.</p>
<p> <span id="more-3038"></span><br />
&nbsp;<br />
<strong>Para Sineas</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Di awal dasawarsa 1950, dunia film Indonesia kedatangan dua anak muda yang banyak memperbarui seni dan industri film Indonesia. Mereka adalah Usmar Ismail dan Djamaluddin Malik. Kelak keduanya dikenal sebagai Bapak Perfilman Indonesia dan Bapak Industri Film Indonesia. Usmar Ismail merupakan salah seorang sineas bertalenta komplet. Ia tak hanya pintar menulis naskah, namun juga mahir menyutradarai film. Sejak remaja, syair dan cerpennya telah dimuat media cetak nasional. Dalam pembaharuan seni peran, Usmar banyak melahirkan konsep-konsep yang cukup brilian. Salah satunya adalah penggunaan naskah dan teknik-teknik Barat. Pada tahun 1950 ia mendirikan Perfini. Dan lewat perusahaan itu banyak diproduksi film-film <em>box office</em>. Film karyanya : &#8220;Darah dan Doa&#8221; (1950), dikenal sebagai film nasional yang pertama. Usmar merupakan sedikit dari sineas Indonesia, yang memiliki komitmen kuat terhadap perkembangan seni teater di tanah air. Untuk itu, pada tahun 1955 ia mendirikan Akademi Teater Nasional Indonesia.</p>
<p><div id="attachment_3047" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/02/usmar-ismail.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/02/usmar-ismail.jpg?w=300&h=223" alt="" title="Usmar Ismail" width="300" height="223" class="size-medium wp-image-3047" /></a><p class="wp-caption-text">Usmar Ismail saat <em>shooting</em> film</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Djamaluddin Malik dikenal sebagai seorang otodidak yang banyak sekali ulah dan perangainya. Dikalangan seniman Senen, dia dikenang sebagai tokoh yang dermawan. Djamaluddin adalah seorang <em>American minded</em>. Ia pernah berniat membangun industri film Indonesia, layaknya Hollywood di Amerika. Meniru model Metro Goldwyn Mayer (MGM), ia kemudian mendirikan Persari. Pada masanya, studio milik Persari merupakan yang terbesar di Asia Tenggara, dan cukup aktif memproduksi film-film bermutu. Pada tahun 1955, Djamaluddin menggagas agar diselenggarakannya Festival Film Indonesia (FFI), sebagai bentuk apresiasi kepada para seniman Indonesia. Bersama Usmar Ismail, ia juga membidani kelahiran organisasi produser se-Asia &#8211; Pasifik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Satu lagi sineas yang banyak berkiprah bagi perkembangan dunia peran di Indonesia adalah Raam Punjabi. Kariernya di dunia film dimulai pada tahun 1967, ketika ia bersama dua orang kakaknya mendirikan perusahaan impor film. Tiga tahun kemudian ia beralih profesi menjadi seorang produser. Di bawah naungan Panorama Film dan Parkit Film, Raam telah memproduksi lebih dari seratus film. Memasuki dasawarsa 1990, dunia perfilman Indonesia lesu darah. Namun ia tak kehilangan akal. Memanfaatkan momentum <em>booming</em> televisi swasta nasional, Raam memproduksi sinema elektronik (sinetron). Lewat bendera Tripar Multivision Plus, Raam kemudian dikenal sebagai raja sinetron Indonesia.</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Artis Indonesia</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Sejak diproduksinya film pertama &#8220;Lutung Kasarung&#8221; (1926), hingga saat ini Indonesia telah melahirkan ribuan bintang film yang menghiasi layar kaca. Meski tak ada yang menembus level internasional, namun beberapa nama muncul sebagai artis papan atas. Diantara mereka adalah Christine Hakim, Soekarno M. Noor, dan Deddy Mizwar. Di urutan berikutnya ada Benyamin Sueb, Slamet Rahardjo, Yenny Rachman, Mieke Widjaja, Meriam Bellina, dan Lidya Kandou.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Christine Hakim boleh dibilang sebagai pemeran wanita terbaik hingga saat ini. Kiprahnya bermula pada tahun 1973, ketika ia berpasangan dengan Slamet Rahardjo dalam film &#8220;Cinta Pertama&#8221;. Setahun kemudian, lewat film tersebut ia meraih penghargaan sebagai pemeran utama wanita terbaik dalam Festival Film Indonesia. Dunia film nampaknya memberikan berkah tersendiri bagi hidupnya. Setelah ajang tersebut, lima kali gelar pemeran utama wanita terbaik jatuh ke tangannya. Pada tahun 1998, lewat film &#8220;Daun di Atas Bantal&#8221; (1998) ia terpilih sebagai aktris terbaik dalam Festival Film Internasional Asia-Pasifik. Dan di tahun 2002, SCTV Awards menobatkannya sebagai aktris terbaik sepanjang masa. Christine adalah tipikal seniman yang tak lekas berpuas diri. Kemampuannya berakting selalu diasahnya dari tahun ke tahun. Di tingkat internasional, beberapa kali ia ditunjuk sebagai dewan juri festival film. Yang paling prestisius adalah saat ia menjadi juri pada Festival Film Cannes ke-55 di Prancis.</p>
<p><div id="attachment_3048" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/02/soekarno-m-noor.gif"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/02/soekarno-m-noor.gif?w=300&h=210" alt="" title="Soekarno M. Noor" width="300" height="210" class="size-medium wp-image-3048" /></a><p class="wp-caption-text">Soekarno M. Noor dan Rano Karno, bermain dalam film yang sama : Opera Jakarta (1985)</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Soekarno M. Noor dikenal sebagai aktor watak kelas satu. Dia memulai debutnya pada tahun 1953, ketika ikut dalam pementasan &#8220;Runtuhan.&#8221; Tujuh tahun kemudian ia berhasil meraih trofi Piala Citra sebagai pemeran utama pria terbaik, lewat film garapan Djamaluddin Malik : &#8220;Anakku Sayang&#8221;. Meski berparas pas-pasan, Soekarno adalah lelaki flamboyan dengan pesona tersendiri. Dia selalu total menghadirkan diri dalam setiap film-filmnya, termasuk ketika harus melakoni peran-peran yang rumit. Sukses sebagai aktor utama terbaik (selanjutnya tahun 1967 dan 1979), Soekarno mendirikan perusahaan film : Kartika Binaprama. Bakatnya kemudian diturunkan kepada anak-anaknya : Suti, Tino, dan Rano Karno.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Deddy Mizwar, aktor kawakan sekaligus sutradara film yang paling banyak menerima penghargaan. Kariernya berawal pada tahun 1973, ketika ia bergabung dalam kelompok Teater Remaja Jakarta. Dari teater inilah bakat akting Deddy mulai terasah. Tiga tahun kemudian ia mendapat peran utama dalam film &#8220;Cinta Abadi.&#8221; Tahun 1986 dan 1987 adalah puncak karier Deddy di dunia perfilman. Di tahun itu, ia berhasil menggondol empat Piala Citra sekaligus. Yakni sebagai pemeran utama pria terbaik dan pemeran pembantu pria terbaik. Aktingnya dalam film &#8220;Nagabonar&#8221; (1986) semakin melambungkan namanya. Dan dua puluh satu tahun kemudian lewat sekuel film tersebut (Nagabonar Jadi 2), ia kembali didapuk sebagai pemeran utama pria terbaik.</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Film Indonesia</strong>  </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Delapan puluh enam tahun sudah perjalanan industri film Indonesia. Namun jika dilihat dari jumlah judul yang dihasilkan, animo masyarakat, maupun teknik pembuatannya, perfilman nasional boleh dikatakan kurang menggembirakan. Dibandingkan negara-negara tetangga seperti Jepang, Cina, dan India, Indonesia sangat jauh tertinggal. Di Jepang, adegan-adegan <em>kabuki</em> dan <em>bunraku</em> telah difilmkan pada tahun 1899. Dan di tahun 1924, Kyoto telah membuat 875 film per tahunnya. Di Cina teknik pembuatan film mulai diperkenalkan pada tahun 1903, dan 14 tahun kemudian Shanghai sudah memproduksi 80 judul film. Tahun 1898 India telah berhasil membuat film pertamanya, yang diikuti oleh film-film berikutnya hingga mencapai 108 judul film per tahunnya (1927). Sedangkan di Indonesia, film pertama dibuat pada tahun 1926 oleh dua orang sutradara Belanda, G. Kruger dan L. Heuveldorp. Selain disutradarai orang asing, film ini juga didanai dan diproduksi oleh orang-orang asing. Film asli Indonesia, baru benar-benar dihasilkan pada tahun 1950 oleh Usmar Ismail di studio Perfini miliknya. Nampaklah kiranya bahwa sementara bangsa kita masih mengenal dasar-dasar sinematografi, negeri-negeri besar tetangga sudah memiliki industri perfilman yang mantap. Hingga saat inipun, dibandingkan film-film impor, film produksi dalam negeri masih relatif kecil. Data pada tahun 2011 menunjukkan bahwa sekitar dua pertiga film yang ditayangkan bioskop-bioskop tanah air, merupakan film produksi luar negeri (80 judul film lokal, berbanding 156 judul film impor).</p>
<p><div id="attachment_3051" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/02/cinema-21.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/02/cinema-21.jpg?w=300&h=199" alt="" title="Cinema 21" width="300" height="199" class="size-medium wp-image-3051" /></a><p class="wp-caption-text">Cinema 21 menawarkan film-film impor</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Dari segi apresiasi masyarakat, Indonesia juga masih ketinggalan. Salah seorang ilmuwan asing yang melakukan penelitian tentang perfilman Indonesia, pernah mengungkapkan bahwa seni peran tradisional seperti ketoprak ataupun wayang justru lebih mendapat tempat di hati masyarakat kita. Hal ini bisa dilihat dari membludaknya penonton, setiap kali pementasan kesenian tersebut. Terutama bagi orang Jawa dan Sunda, ketoprak ataupun wayang lebih mencerminkan kepribadian mereka dibandingkan film yang hanya mengikuti imajinasi dan rekaan ala Barat. Persoalan lain adalah minimnya tempat-tempat nonton yang representatif. Seperti kita ketahui, dewasa ini baru dua jaringan sinepleks yang cukup berkualitas. Dan penetrasi mereka-pun hanya terbatas di kota-kota besar yang hampir seluruhnya berada di Pulau Jawa. Cinema 21, jaringan sinepleks terbesar di Indonesia, yang saat ini memiliki 143 gedung bioskop dan 599 layar, cuma ada di 31 kota. Sedangkan Blitz Megaplex yang mempunyai 7 gedung bioskop dengan 64 layar, hanya tersedia di Jabotabek dan Bandung Raya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Meskipun film impor masih menjadi magnet bagi sebagian besar penonton kita, namun ada pula film-film lokal yang mampu menyedot audiens cukup besar. Sebelum masa kemerdekaan, &#8220;Terang Bulan&#8221; (1938) menjadi film Indonesia terlaris. Film yang dibintangi Roekiah dan Raden Mochtar ini, tak hanya meledak di dalam negeri. Tapi juga di Singapura, yang dalam dua bulan peredarannya mampu meraup Sing$ 200.000. Pada era 1950-an, film-film karya Usmar Ismail banyak merebut hati penonton. &#8220;Krisis&#8221; (1953), &#8220;Tamu Agung&#8221; (1955), dan &#8220;Tiga Dara&#8221; (1956), tercatat sebagai film terlaris di masa itu. Selain berhasil secara finansial, &#8220;Tamu Agung&#8221; juga memperoleh penghargaan sebagai film komedi terbaik dalam Festival Film Asia di Hongkong. Pada dekade 1960, film-film yang diperankan Soekarno M. Noor banyak mendapat tempat di hati pencinta film tanah air. Diantaranya adalah &#8220;Anakku Sayang&#8221; (1960) dan &#8220;Dibalik Cahaya Gemerlapan&#8221; (1966).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Memasuki dekade 1970, film-film bertemakan cinta mulai mendominasi bioskop-bioskop tanah air. &#8220;Pengantin Remaja&#8221; (1971), &#8220;Perkawinan&#8221; (1973), &#8220;Romi dan Juli&#8221; (1974), serta &#8220;Gita Cinta dari SMA&#8221; (1979) adalah film-film yang cukup menarik minat penonton. Lewat film itu pula, duet Sophan Sophian dan Widyawati serta Rano Karno &#8211; Yessy Gusman, muncul sebagai sosok idaman muda-mudi Indonesia. Di era &#8217;70-an, kekerasan dan seks yang semula boleh dikatakan tak terdapat dalam film Indonesia, tiba-tiba bermunculan dan merebak di layar lebar. Bahkan beberapa film yang mengambil tema sensual, seperti &#8220;Inem Pelayan Sexy&#8221; (1977), &#8220;Akibat Pergaulan Bebas&#8221; (1978), dan &#8220;Rahasia Perkawinan&#8221; (1979) berhasil menjadi yang terlaris. Dekade selanjutnya, giliran film-film komedi yang merajai pasaran Indonesia. Kelompok Warkop Prambors yang digawangi trio Dono, Kasino, dan Indro, kerap menghiasi layar lebar. Tiga film mereka yang banyak mendatangkan penonton antara lain &#8220;Pintar-pintar Bodoh&#8221; (1980), &#8220;Maju Kena Mundur Kena&#8221; (1983), dan &#8220;Gantian Dong&#8221; (1985). Kesuksesan Warkop dalam tiga film tersebut, terutama berkat arahan sutradara termahal kala itu : Arizal. Di akhir periode 1980-an, film kolosal karya Imam Tantowi berturut-turut menjadi yang terlaris. &#8220;Saur Sepuh I&#8221; (1988), &#8220;Saur Sepuh II&#8221; (1989), dan &#8220;Saur Sepuh III&#8221; (1990), masing-masing mampu meraup lebih dari 550.000 penonton.</p>
<p><div id="attachment_3055" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/02/laskar-pelangi.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/02/laskar-pelangi.jpg?w=300&h=199" alt="" title="Laskar Pelangi" width="300" height="199" class="size-medium wp-image-3055" /></a><p class="wp-caption-text">Salah satu adegan dalam film Laskar Pelangi (2008)</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Di awal dasawarsa 1990, Warkop kembali merajai perfilman Indonesia. Empat film mereka : &#8220;Lupa Aturan Main&#8221; (1991), &#8220;Bisa Naik Bisa Turun&#8221; (1992), &#8220;Salah Masuk&#8221; (1993), dan &#8220;Bebas Aturan Main&#8221; (1994), berturut-turut menjadi yang terlaris. Paruh kedua dekade 1990, merupakan masa-masa kritis bagi industri film Indonesia. Hal ini disebabkan oleh munculnya televisi swasta nasional serta adanya ketimpangan pembagian distribusi film yang menguntungkan pihak tertentu. Krisis moneter yang terjadi pada tahun 1997, semakin memperparah keadaan. Namun begitu kejadian ini tak berlangsung lama. Di tahun 2000, film musikal &#8220;Petualangan Sherina&#8221; menyentak jagat perfilman Indonesia. Film garapan Riri Riza dan Mira Lesmana ini, mampu menyedot lebih dari satu juta penonton. Sukses &#8220;Petualangan Sherina&#8221; menandai awal kesuksesan duet Riri Riza &#8211; Mira Lesmana. Setelah itu, sejumlah film-film laris segera mereka hasilkan, antara lain &#8220;Ada Apa Dengan Cinta ?&#8221; (2002), &#8220;Gie&#8221; (2005), serta &#8220;Laskar Pelangi&#8221; (2008) yang hingga saat ini bertahan sebagai film terlaris sepanjang masa.</p>
<p>&nbsp;<br />
Sumber gambar : old.rumahfilm.org     </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afandri81.wordpress.com/3038/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afandri81.wordpress.com/3038/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afandri81.wordpress.com/3038/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afandri81.wordpress.com/3038/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afandri81.wordpress.com/3038/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afandri81.wordpress.com/3038/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afandri81.wordpress.com/3038/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afandri81.wordpress.com/3038/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afandri81.wordpress.com/3038/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afandri81.wordpress.com/3038/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afandri81.wordpress.com/3038/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afandri81.wordpress.com/3038/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afandri81.wordpress.com/3038/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afandri81.wordpress.com/3038/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&#038;blog=1733555&#038;post=3038&#038;subd=afandri81&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afandriadya.com/2012/02/28/perfilman-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d915c9572438cee3e7045d27fc801fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">afandri81</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/02/tiga-dara.jpg?w=234" medium="image">
			<media:title type="html">Tiga Dara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/02/usmar-ismail.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Usmar Ismail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/02/soekarno-m-noor.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Soekarno M. Noor</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/02/cinema-21.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Cinema 21</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/02/laskar-pelangi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Laskar Pelangi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bangkit dan Runtuhnya Kesultanan Aceh</title>
		<link>http://afandriadya.com/2012/02/21/bangun-dan-jatuhnya-kesultanan-aceh/</link>
		<comments>http://afandriadya.com/2012/02/21/bangun-dan-jatuhnya-kesultanan-aceh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 11:18:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandri Adya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Anthony Reid]]></category>
		<category><![CDATA[Hamzah Fansuri]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajaan Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Perdagangan Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Samudera Pasai]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Sultan Iskandar Muda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afandri81.wordpress.com/?p=2366</guid>
		<description><![CDATA[Anthony Reid, seorang pakar Asia Tenggara kelahiran Selandia Baru, banyak mengupas tentang kejayaan dan kemakmuran Kesultanan Aceh. Salah satu bukunya yang menarik adalah &#8220;Asal Mula Konflik Aceh : Dari Perebutan Pantai Timur Sumatra hingga Akhir Kerajaan Aceh Abad ke-19&#8243;. Dalam buku tersebut Reid bercerita tentang kegemilangan Aceh pada masa Sultan Iskandar Muda, yang mampu menguasai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&#038;blog=1733555&#038;post=2366&#038;subd=afandri81&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_2994" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/02/mesjid-raya-baiturrahman.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/02/mesjid-raya-baiturrahman.jpg?w=300&h=184" alt="" title="Mesjid Raya Baiturrahman" width="300" height="184" class="size-medium wp-image-2994" /></a><p class="wp-caption-text">Mesjid Raya Baiturrahman, Simbol Kebesaran Aceh</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Anthony Reid, seorang pakar Asia Tenggara kelahiran Selandia Baru, banyak mengupas tentang kejayaan dan kemakmuran Kesultanan Aceh. Salah satu bukunya yang menarik adalah &#8220;Asal Mula Konflik Aceh : Dari Perebutan Pantai Timur Sumatra hingga Akhir Kerajaan Aceh Abad ke-19&#8243;. Dalam buku tersebut Reid bercerita tentang kegemilangan Aceh pada masa Sultan Iskandar Muda, yang mampu menguasai separuh garis pantai timur dan barat Sumatra, hingga menjadi kerajaan taklukan Belanda di akhir abad ke-19. Dalam buku &#8220;An Indonesian Frontier: Acehnese and Other Histories of Sumatra&#8221;, lebih jauh Reid mengungkapkan tentang kemegahan dan kekayaan yang diperoleh raja-raja Aceh berkat kegigihan mereka dalam berdagang. Dari buku-buku karangan Reid, ada beberapa poin yang bisa ditangkap terkait dengan kegemilangan Aceh di masa lalu : Islam, Penguasaan Selat Malaka, dan Aliansi Politik dengan Turki Utsmani. Tiga pokok inilah yang membuat Aceh bisa bertahan lama, dan mengalami masa-masa paling gemilang yang mungkin tidak pernah dialami oleh penduduk Nusantara lainnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Kesultanan Aceh terletak di ujung utara Pulau Sumatra. Pintu masuk Selat Malaka dan di bibir pantai Lautan Hindia. Diawali oleh kerajaan kota Samudera dan Pasai, Aceh berkembang menjadi daerah kosmopolitan. Orang-orang dari berbagai bangsa menginjakkan kakinya di sudut pulau Sumatra itu, sebelum meneruskan perjalanannya ke pulau rempah-rempah atau ke negeri di atas angin. Mereka datang ke Aceh, bukan hanya untuk membongkar sauh atau sekedar mengisi perbekalan, namun juga mengembangkan peradaban. Para musafir Arab dan Gujarat, boleh jadi merupakan pihak terpenting dalam membangun dasar-dasar peradaban Aceh.</p>
<p> <span id="more-2366"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Islam, yang dibawa oleh pedagang Arab, Gujarat, dan Persia, menjadi perekat sekaligus sumber kejayaan orang-orang Aceh. Dari ajaran Islam, undang-undang disusun dan ditegakkan. Kuatnya Aceh dalam penerapan hukum Islam, seperti : ekonomi bagi hasil, hukuman rajam dan cambuk, menjadikan negeri ini aman sentosa. Situasi kerajaan yang kondusif, melahirkan pula para seniman, sastrawan, dan para pedagang yang kaya raya. Meskipun wirausahawan kebanyakan datang dari keluarga raja, namun diterapkannya sistem sosialis Islam dalam perekonomian Aceh, memunculkan masyarakat egaliter yang memiliki daya beli cukup kuat. Tak adanya ketimpangan ekonomi yang terjadi di tengah masyarakat, menjadi salah satu sebab bertahannya Aceh dalam kurun waktu yang cukup lama.</p>
<p><div id="attachment_3001" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/02/pembesar-aceh.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/02/pembesar-aceh.jpg?w=300&h=226" alt="" title="Pembesar Aceh" width="300" height="226" class="size-medium wp-image-3001" /></a><p class="wp-caption-text">Para Pembesar Aceh</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Penguasaan jalur perdagangan tersibuk pada masa itu : Selat Malaka, menjadi faktor berikutnya yang mengantarkan Aceh kepada zaman gilang-gemilang. Jatuhnya kota Malaka di tahun 1511 oleh serangan Portugis, menjadi titik balik bagi kebangkitan Aceh. Estafet peradaban Melayu yang sebelumnya dibina oleh Kerajaan Malaka, diambil alih Kesultanan Aceh. Para saudagar muslim yang biasanya berkumpul di Malaka, perlahan-lahan beringsut meninggalkan kota tersebut untuk menetap dan berdagang di Kutaraja. Selain perdagangan, ilmu pengetahuan dan sastra juga berkembang cukup pesat. Beberapa cendekiawan Aceh seperti Hamzah Fansuri, Abdul Rauf Singkel, Syamsuddin al-Sumatrani, dan Nuruddin Al-Raniri, banyak melahirkan karya besar yang kemudian menjadi rujukan para sastrawan dan ilmuwan Melayu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Pada abad ke-16, hanya Portugis-lah pesaing serius Kesultanan Aceh di Selat Malaka. Meski kekuatan Aceh telah bersatupadu dengan kerajaan-kerajaan kecil di pantai timur Sumatra, namun Portugis tetap tak terkalahkan. Sampai tahun 1641, Portugis terus menguasai Malaka hingga akhirnya takluk di bawah kekuatan VOC. 130 tahun persaingan Aceh versus Portugis di Selat Malaka, banyak memberikan keuntungan bagi perdagangan Aceh. Kutaraja, ibukota sekaligus pelabuhan terpenting kerajaan, segera menjelma menjadi kota paling sibuk di Kepulauan Nusantara. Pengusaha muslim dari berbagai negara yang menghindari kekuatan Portugis di Malaka, banyak bertransaksi disini dan kemudian membangun pemukiman mereka. Pada masa itu, daerah Aceh Besar memiliki penduduk hingga 300.000 jiwa, dan merupakan salah satu wilayah terpadat di Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Kekayaan ibukota-pelabuhan itu, memungkinkan para penguasa selanjutnya untuk menaklukkan kerajaan-kerajaan kecil yang bergantung kepada ekonomi pertanian. Didukung oleh angkatan laut yang mumpuni, Aceh menyerang kerajaan-kerajaan pantai timur Sumatra. Daya, Aru, Asahan, Deli, dan Panai, dalam waktu relatif singkat berhasil ditaklukkan. Politik ekspansi Aceh di pantai timur, tertahan oleh pasukan Minangkabau yang menyokong Kesultanan Siak. Persaingan tajam antara Aceh dan Minangkabau, adalah rivalitas klasik sepanjang tiga abad (abad ke-16 hingga ke-18) sejarah dunia Melayu. Mereka tak hanya bersaing dalam perebutan hegemoni Pulau Sumatra, namun juga hingga ke Semenanjung Malaysia. Di Semenanjung, Aceh berhasil menancapkan kekuasaannya di Kedah, Pahang, dan Johor. Sedangkan di pantai barat, pelabuhan-pelabuhan penting imperium Minangkabau : Barus, Natal, Tiku, Pariaman, dan Padang, juga berhasil dikuasainya. Penguasaan Aceh atas sebagian wilayah Sumatra dan Semenanjung, memungkinkan mereka untuk memonopoli perdagangan lada yang menjadi komoditi penting di Eropa dan Timur Tengah. Keuntungan besar memonopoli, membuat negeri serambi Mekkah itu semakin kaya raya.</p>
<p><div id="attachment_3003" class="wp-caption alignright" style="width: 294px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/02/wilayah-kesultanan-aceh.png"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/02/wilayah-kesultanan-aceh.png?w=284&h=300" alt="" title="Wilayah Kesultanan Aceh" width="284" height="300" class="size-medium wp-image-3003" /></a><p class="wp-caption-text">Wilayah Kesultanan Aceh Pada Masa Puncaknya</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Pada masa pemerintahan Sultan Alauddin Riayat Syah al-Qahhar (1537 &#8211; 1571) dan kemudian Sultan Iskandar Muda (1607 &#8211; 1636), Aceh merupakan negara militer terkuat di Nusantara. Kekuatan militernya terutama berkat dukungan Imperium Turki Utsmani, yang pada masa itu menjadi adidaya dunia. Dengan perlengkapan senjata serta kapal-kapal perang modern, Aceh beberapa kali mengancam kekuatan Portugis di Selat Malaka. Meski penyerangan pada tahun 1547 dinilai gagal, namun peperangan di tahun 1562 memberikan kemenangan untuk Aceh. Pada tahun 1586, sekali lagi Aceh menyerang Portugis di Malaka. Kali ini Aceh menurunkan armada yang terdiri dari 500 buah kapal perang serta 60.000 tentara laut. Namun penyerangan ini kembali dapat dipatahkan oleh aliansi Portugis-Johor. Pada masa pemerintahan Iskandar Muda, Aceh banyak merekrut legiun-legiun asing. Angkatan perangnya ketika itu terdiri dari serdadu asal Turki, Malabar, Luzon, dan Ethiopia. Didukung oleh kekuatan tempur terbaik, pada permulaan abad ke-17 Aceh berhasil menguasai Semenanjung dan meminimalisir peran Portugis di Selat Malaka.</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Kemunduran Aceh </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Meski Iskandar Muda mampu memperluas teritori kerajaan, namun ia tidak sanggup mengendalikan pertanian dan orang-orang kaya di sekitar ibu kota. Semakin padatnya penduduk Aceh, maka diperlukan lahan pertanian yang makin besar untuk mencukupi pangan mereka. Invasi Iskandar Muda ke tanah Batak yang subur, tak cukup untuk memenuhi kebutuhan rakyat Aceh yang terus meningkat. Dennys Lombard melukiskan bahwa kemunduran Aceh pada abad ke-17 disebabkan oleh keberhasilannya yang terdahulu. Dimana daerah perkotaan-pelabuhan telah berkembang sedemikian rupa melampaui kemampuannya untuk menghidupi masyarakatnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Rongrongan dari raja Pagaruyung atas kota-pelabuhan di pesisir barat, juga menjadi pemicu rontoknya pamor Kesultanan Aceh. Tiku, Pariaman, dan Padang yang selama ini menjadi basis perdagangan lada yang cukup menguntungkan, satu per satu mulai melepaskan diri. Kehadiran Belanda dan kemudian Inggris di Selat Malaka, ikut mengganggu kedudukan Aceh di perairan tersebut. Dua kekuatan baru Eropa ini, bahkan memiliki jaringan dagang dan militer yang lebih solid dibandingkan Portugis pesaing mereka terdahulu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Setelah mangkatnya Sultan Iskandar Tsani (1636 &#8211; 1641), Aceh masuk ke dalam era kepemimpinan sultanah. Diawali dari Ratu Safiatuddin Tajul Alam &#8212; janda Iskandar Tsani yang juga merupakan putri Iskandar Muda &#8212; hingga Ratu Zainatuddin Kamalat Syah, tanah rencong memasuki zaman kegoyahan. Setelah itu, Aceh diperintah oleh sebelas orang sultan yang tak memiliki arti. Tiga orang keturunan Arab (1699 &#8211; 1726), dua orang Melayu (1726), dan enam orang berkebangsaan Bugis (1727 &#8211; 1838). Pada masa kepemimpinan mereka, wilayah kekuasaan yang begitu luas mulai tak terkendali. Negeri-negeri tetangga, terutama Johor dan Minangkabau, menggerogoti Aceh dari segala penjuru. Hingga akhir abad ke-18, daerah kekuasaan Aceh tidak melebihi Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dewasa ini. Bahkan beberapa wilayah Aceh di Meulaboh dan Tapaktuan, masuk ke dalam koloni dagang Minangkabau.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Mundurnya angkatan perang Aceh juga disebabkan oleh pudarnya dominasi Turki di Lautan Tengah. Negara-negara Barat macam Inggris dan Belanda, sudah tak takut lagi dengan pengaruh militer Turki Utsmani di Aceh. Bahkan mereka telah berembuk melalui Traktat London (1824) dan Traktat Sumatra (1871), untuk menghabisi Kesultanan Aceh. Dr. Christiaan Snouck Hurgronje, seorang ahli Islam berkebangsaan Belanda, menjadi arsitek kekalahan Aceh dalam perang yang penuh kebrutalan. Pada tahun 1904, secara <em>de facto</em> dan <em>de jure</em> Aceh takluk dan menjadi bagian Hindia-Belanda.</p>
<p><div id="attachment_3036" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/02/perang-aceh.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/02/perang-aceh.jpg?w=300&h=213" alt="" title="Perang Aceh" width="300" height="213" class="size-medium wp-image-3036" /></a><p class="wp-caption-text">Pasukan Van Daalen Menaklukkan Gayo dalam Perang Aceh (1873-1904)</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Pada masa kemerdekaan Indonesia, tak banyak yang bisa dilakukan rakyat Aceh untuk mengembalikan marwah dan posisi mereka. Malah yang didapat adalah kekecewaaan demi kekecewaan yang pada gilirannya melahirkan pemberontakan yang banyak menyengsarakan rakyat. Tak hanya itu, pemberontakan ini juga berakibat tereliminasinya kedudukan Aceh dalam kursi elit republik. Dimana sedikit sekali menteri-menteri dan pimpinan partai politik yang datang dari kalangan Aceh. Kini tak ada lagi kebanggaan yang tersisa. Setelah pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka yang kemudian disusul oleh bencana tsunami, Aceh menjadi salah satu negeri termiskin di Indonesia. Namun ada secercah harapan yang muncul, dari banyaknya mahasiswa Aceh yang duduk di berbagai universitas terkemuka tanah air. Mereka tidak hanya pintar dalam menyerap ilmu pengetahuan yang diajarkan, namun juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial-politik. Diharapkan ! mereka inilah nantinya yang akan menjadi tunas-tunas baru bagi kebangkitan bangsa Aceh.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afandri81.wordpress.com/2366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afandri81.wordpress.com/2366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afandri81.wordpress.com/2366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afandri81.wordpress.com/2366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afandri81.wordpress.com/2366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afandri81.wordpress.com/2366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afandri81.wordpress.com/2366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afandri81.wordpress.com/2366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afandri81.wordpress.com/2366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afandri81.wordpress.com/2366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afandri81.wordpress.com/2366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afandri81.wordpress.com/2366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afandri81.wordpress.com/2366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afandri81.wordpress.com/2366/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&#038;blog=1733555&#038;post=2366&#038;subd=afandri81&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afandriadya.com/2012/02/21/bangun-dan-jatuhnya-kesultanan-aceh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d915c9572438cee3e7045d27fc801fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">afandri81</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/02/mesjid-raya-baiturrahman.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Mesjid Raya Baiturrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/02/pembesar-aceh.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pembesar Aceh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/02/wilayah-kesultanan-aceh.png?w=284" medium="image">
			<media:title type="html">Wilayah Kesultanan Aceh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/02/perang-aceh.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Perang Aceh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fesyen dan Desainer Italia</title>
		<link>http://afandriadya.com/2012/01/17/fesyen-italia/</link>
		<comments>http://afandriadya.com/2012/01/17/fesyen-italia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 08:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandri Adya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[Firenze]]></category>
		<category><![CDATA[Gianni Versace]]></category>
		<category><![CDATA[Giorgio Armani]]></category>
		<category><![CDATA[Gucci]]></category>
		<category><![CDATA[Milan]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Mode Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Salvatore Ferragamo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afandriadya.com/?p=2917</guid>
		<description><![CDATA[Di era modern sekarang ini, mungkin Italia-lah negara terdepan dalam urusan desain dan fesyen. Fesyen, selalu menjadi bagian terpenting dari kehidupan orang Italia. Mereka, baik wanita maupun pria, selalu memperhatikan penampilan dan cara berpakaian. &#8220;La bella figura&#8221;, atau kesan yang indah, adalah ciri sekaligus kultur masyarakat Italia. Menggunakan fesyen dengan desain terbaik, merupakan salah satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&#038;blog=1733555&#038;post=2917&#038;subd=afandri81&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_2942" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/01/gucci1.jpeg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/01/gucci1.jpeg?w=300&h=199" alt="" title="Gucci" width="300" height="199" class="size-medium wp-image-2942" /></a><p class="wp-caption-text">Butik Gucci di Canton Road, Hongkong</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Di era modern sekarang ini, mungkin Italia-lah negara terdepan dalam urusan desain dan fesyen. Fesyen, selalu menjadi bagian terpenting dari kehidupan orang Italia. Mereka, baik wanita maupun pria, selalu memperhatikan penampilan dan cara berpakaian. <em>&#8220;La bella figura&#8221;</em>, atau kesan yang indah, adalah ciri sekaligus kultur masyarakat Italia. Menggunakan fesyen dengan desain terbaik, merupakan salah satu cara mereka untuk mengungkapkan diri kepada lingkungan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Menurut sejarahnya, desain Italia sudah terkenal sejak 1000 tahun lampau. Pada masa itu kota-kota utama seperti Venesia, Milan, Firenze, Vicenza, dan Roma, mulai memproduksi jubah, perhiasan, tekstil, sepatu, kain, hiasan, dan gaun-gaun yang rumit. Namun sejak abad ke-17 hingga awal abad ke-20, fesyen Italia kehilangan pamornya. Perannya digantikan oleh Prancis yang kemudian menjadi <em>trendsetter</em> di Benua Eropa. Naiknya popularitas Prancis, dikarenakan gaun-gaun mewah yang dirancang untuk istana Louis XIV. Namun setelah Perang Dunia II, sekolah-sekolah mode Italia segera menyalip ketenaran desain Prancis. Dan label seperti Ferragamo dan Gucci, mulai bersaing dengan Chanel dan Dior. Berdasarkan data Global Language Monitor yang dirilis pada tahun 2009, Milan menduduki peringkat teratas sebagai kota mode dunia, sedangkan Roma berada di urutan keempat. Dengan pencapaian tersebut, berarti dua dari lima pusat mode dunia saat ini berada di Italia.</p>
<p><span id="more-2917"></span> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Beberapa <em>brand</em> Italia yang cukup ternama antara lain : Gucci, Armani, Emilio Pucci, Valentino, Prada, Dolce &amp; Gabbana, Ferragamo, Roberto Cavalli, Trussardi, Versace, Krizia, Etro, Miu Miu, Laura Biagiotti, Max Mara, Fendi, Moschino, Missoni, Bottega Veneta, Benetton, dan Brioni. Italia juga merupakan rumah bagi banyak majalah fesyen, seperti Grazia, Vogue Italia, Amica, Flair, dan Gioia. Selain itu merek perhiasan seperti Luxottica dan Bvlgari, adalah dua diantara yang paling penting di dunia.</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Sejarah Fesyen Italia</strong></p>
<p><div id="attachment_2923" class="wp-caption alignright" style="width: 226px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/01/versace2.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/01/versace2.jpg?w=216&h=300" alt="" title="Versace" width="216" height="300" class="size-medium wp-image-2923" /></a><p class="wp-caption-text">Gianni Versace, pendiri rumah mode Gianni Versace S.p.A</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Seperti kita ketahui, Italia dikenal sebagai tempat lahirnya <em>renaissance</em>, yakni era kebangkitan bangsa Eropa. Kala itu seni, musik, pendidikan, keuangan, filsafat, berkembang dengan pesat. Dan bersamaan dengan itu pula, adibusana menjadi sangat populer. Pada abad ke-15 dan 16, desainer Italia banyak terpengaruh oleh karya Michelangelo, Leonardo da Vinci, Raphael, dan Botticelli. Produk mereka saat itu terkenal sangat mahal dan boros. Aksesoris seperti beludru, brokat, pita, dan permata, menjadi bagian penting dari rancangan busana mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Di abad ke-17, fesyen Italia mengalami degradasi dan kebangkrutan. Hal ini menjadi titik balik bagi para perancang Prancis untuk mengambil alih kendali, dan menempatkan Paris sebagai kiblat mode dunia. Beberapa faktor penyebab turunnya aktifitas desain di Itali adalah semakin berkurangnya tanah yang bisa menghasilkan kapas. Pada waktu itu, lebih banyak lahan yang dipergunakan untuk kegiatan industri logam, manufaktur, dan mebel.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">25 Februari 1951, pengusaha Italia Giovanni Battista Giorgini, menggelar peragaan busana di Firenze. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembalikan pamor Italia sebagai <em>trendsetter</em> fesyen internasional. Dalam jangka waktu tak begitu lama, apa yang dilakukan Giovanni itu berbuah manis. Label-label Italia mulai banyak dicari orang. Dan hasil kreasi mereka sering diasosiasikan dengan produk berkualitas. Tahun 1960, desain tas rancangan Gucci menarik perhatian selebriti dunia. Nama-nama beken seperti Grace Kelly, Peter Sellers, Audrey Hepburn, dan Jacqueline Onassis, adalah beberapa artis top dunia yang menggunakan produk tersebut. Sejak itu merek Gucci dengan logo monogram &#8220;GG&#8221;, segera identik dengan Hollywood yang parlente.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Hingga tahun 1970, perancang Italia hanya mendesain pakaian untuk orang-orang kaya dan terkenal. Namun setelah itu fesyen segera diproduksi secara massal. Produk-produk seperti jins, <em>legging</em>, dan rok mini, yang dulunya monopoli kaum selebriti, kini juga dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan. Di era 1990, label pakaian baru seperti Miu Miu dan Geox mulai muncul di seantero jagat. Serta beberapa figur terkenal masa itu seperti Elton John, Naomi Campbell, Lady Gaga, Victoria Beckham, Madonna, Britney Spears, Rihanna, Christina Aguilera, dan Putri Diana, adalah klien utama dari berbagai merek fesyen Italia seperti Dolce &amp; Gabbana, Gucci, dan Versace.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Hari ini, Milan dan Roma adalah kiblat mode &#8212; tak hanya bagi Italia, namun juga untuk seluruh dunia. Mereka bersaing dengan kota-kota lainnya seperti London, Paris, dan New York City. Di Italia, beberapa distrik utama belanja fesyen antara lain : Via Montenapoleone dan Galleria Vittorio Emanuele (Milan), Via dei Condotti (Roma), dan Via de Tornabuoni (Firenze).</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Desainer Papan Atas</strong></p>
<p><div id="attachment_2930" class="wp-caption alignleft" style="width: 209px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/01/georgio-armani.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/01/georgio-armani.jpg?w=199&h=300" alt="" title="Georgio Armani" width="199" height="300" class="size-medium wp-image-2930" /></a><p class="wp-caption-text">Giorgio Armani berpose di depan restoran barunya</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Italia, selain dikenal dari makanannya, liga Serie-A dan mafia, juga ternama sebagai kiblat fesyen dunia. Majunya industri mode disana, disebabkan oleh banyaknya ahli desain dan adibusana yang dilahirkan negeri ini. Beberapa nama yang cukup terkenal antara lain Giorgio Armani, Gianni Versace, Salvatore Ferragamo, Guccio Gucci, Mario Prada, Franco Moschino, dan Ermenegildo Zegna. Untuk mengenal sepak terjang mereka di dunia fesyen, berikut sekilas profil terpilih dari tiga desainer papan atas : Armani, Versace, dan Ferragamo.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Giorgio Armani lahir di Piacenza pada tanggal 11 Juli 1934. Menurut sebagian orang, dia merupakan salah satu alasan mengapa akhirnya Milan menjadi pusat mode dunia. Pada tahun 1975, dia mendirikan House of Armani. Salah satu dari sedikit rumah mode yang mampu mengembangkan tujuh sub-label, dengan jaringan retail tersebar di lebih dari 37 negara. Armani merupakan perancang busana yang memiliki ketertarikan terhadap dunia olahraga. Minatnya itu telah mengantarkannya sebagai seorang desainer kaos olahraga terbesar saat ini. Salah satu klub sepak bola yang mengenakan hasil rancangannya adalah Chelsea F.C. Selain itu Armani juga dipercaya mendesain seragam kontingen Italia untuk Olimpiade 2012 mendatang. Disamping bisnis fesyen, kini Armani juga mengelola tujuh buah hotel mewah dan resort. Salah satu hotelnya yang terkenal berada di bangunan tertinggi dunia, Burj Khalifa Dubai. Menempati 39 lantai terbawah, Armani menyediakan 160 <em>guest room and suite</em>, serta 144 <em>residence</em>. Pada tahun 2001, majalah mode Vogue menempatkannya sebagai tokoh adibusana tersukses di Italia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Gianni Versace lahir di Reggio Calabria, 2 Desember 1946. Karirnya di dunia fesyen bermula ketika ia membantu ibunya mencari batu-batu berharga untuk disulam menjadi gaun. Semasa kecil ia lebih memilih menghabiskan waktu di ruang kerja milik sang ibu. Disini ia mulai mengenal bahan, mempelajari pola, dan menjahit baju pesanan pelanggan. Setelah lulus sekolah, Gianni pindah ke Milan dan bekerja sebagai desainer. Butik pertamanya dibuka pada tahun 1978 di Via della Spiga, Milan. Bersama kedua saudaranya, Donatella dan Santo, ia berhasil mengerek kejayaan Versace. Kini label tersebut menjadi salah satu ikon mode yang prestisius, dengan penghasilan mencapai € 162,7 juta (2010). Pada tanggal 15 Juli 1997, Gianni ditembak mati di tangga rumahnya yang mewah. Ia dibunuh oleh salah seorang penggemarnya, ketika tengah menikmati pagi di Ocean Drive, Miami Florida. Hingga saat ini, Gianni selalu dikenang sebagai maestro dan pakar adibusana yang jenius. Untuk merangkum perjalanan hidupnya, seorang penulis Amerika Deborah Ball menulis sebuah buku yang berjudul &#8220;House of Versace: The Untold Story of Genius, Murder, and Survival.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Salvatore Ferragamo lahir di Bonito pada tanggal 5 Juni 1898. Dia dikenal sebagai perancang sepatu ternama Italia. Di usia 16 tahun, ia pergi merantau ke Boston untuk bekerja di sebuah pabrik sepatu. Setelah meyakinkan saudara-saudaranya, ia bermigrasi ke Kalifornia dan mendirikan toko reparasi sepatu. Di toko tersebut ia juga menerima pesanan pembuatan sepatu, dimana kalangan selebriti banyak menjadi pelanggannya. Setelah 13 tahun di Amerika, Ferragamo pulang ke Italia pada tahun 1927. Di Firenze ia kembali membuka toko sepatu, dan banyak mengerjakan pesanan orang-orang besar. Indira Baroda, Evita Peron, dan Marilyn Monroe, merupakan tokoh dunia yang kerap mengenakan sepatu hasil karyanya. Ferragamo meninggal pada tahun 1960 dalam usia 62 tahun. Namun namanya tetap hidup sebagai sebuah perusahaan internasional yang memiliki jaringan cukup besar. Kini Salvatore Ferragamo Italia S.p.A, telah memiliki lebih dari 550 <em>mono-brand store</em> yang tersebar di 31 negara. Memperkerjakan sedikitnya 2.900 orang karyawan dengan pendapatan mencapai € 781,6 juta (2010). Pada tahun 1995, Museum Salvatore Ferragamo dibuka untuk umum. Berdiri di Palazzo Spini Feroni Firenze, museum ini memiliki koleksi lebih dari sepuluh ribu model sepatu yang dibuatnya selama empat puluh tahun. Museum ini juga mengoleksi berbagai macam sepatu dari abad ke-18 dan 19, serta beragam bentuk tas sejak tahun 1970.</p>
<p><div id="attachment_2927" class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/01/dolce-gabbana.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/01/dolce-gabbana.jpg?w=614&h=455" alt="" title="Dolce &amp; Gabbana" width="614" height="455" class="size-full wp-image-2927" /></a><p class="wp-caption-text">Papan reklame Dolce &amp; Gabbana menampilkan Madonna sebagai model</p></div><br />
&nbsp;<br />
Sumber gambar : www.skyscrapercity.com dan www.madonnatribe.com </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afandri81.wordpress.com/2917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afandri81.wordpress.com/2917/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afandri81.wordpress.com/2917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afandri81.wordpress.com/2917/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afandri81.wordpress.com/2917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afandri81.wordpress.com/2917/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afandri81.wordpress.com/2917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afandri81.wordpress.com/2917/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afandri81.wordpress.com/2917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afandri81.wordpress.com/2917/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afandri81.wordpress.com/2917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afandri81.wordpress.com/2917/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afandri81.wordpress.com/2917/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afandri81.wordpress.com/2917/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&#038;blog=1733555&#038;post=2917&#038;subd=afandri81&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afandriadya.com/2012/01/17/fesyen-italia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d915c9572438cee3e7045d27fc801fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">afandri81</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/01/gucci1.jpeg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Gucci</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/01/versace2.jpg?w=216" medium="image">
			<media:title type="html">Versace</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/01/georgio-armani.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">Georgio Armani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2012/01/dolce-gabbana.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Dolce &#38; Gabbana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Restoran Padang dan Seni Kuliner Minangkabau</title>
		<link>http://afandriadya.com/2011/12/20/restoran-padang-dan-seni-kuliner-minangkabau/</link>
		<comments>http://afandriadya.com/2011/12/20/restoran-padang-dan-seni-kuliner-minangkabau/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 09:27:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandri Adya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Memasak Dendeng Balado]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Memasak Rendang]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Rendang Belut]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Makan Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses Bisnis Restoran Padang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afandriadya.com/?p=2827</guid>
		<description><![CDATA[Sejak ramainya lalu lintas darat yang menghubungkan satu kota ke kota lainnya, peranan rumah makan makin terasa penting. Di Indonesia, satu dari sekian banyak kelompok masyarakat yang bisa mengambil peluang tersebut adalah etnis Minangkabau. Orang Minang yang rata-rata suka berjalan dan berpetualang itu, mengerti betul kebutuhan para musafir yang sedang berpergian. Kebutuhan pangan, disamping tempat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&#038;blog=1733555&#038;post=2827&#038;subd=afandri81&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_2871" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/restoran-padang-di-as.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/restoran-padang-di-as.jpg?w=300&h=225" alt="" title="Restoran Padang di AS." width="300" height="225" class="size-medium wp-image-2871" /></a><p class="wp-caption-text">Restoran Padang di Whitney Avenue, Elmhurst, New York</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Sejak ramainya lalu lintas darat yang menghubungkan satu kota ke kota lainnya, peranan rumah makan makin terasa penting. Di Indonesia, satu dari sekian banyak kelompok masyarakat yang bisa mengambil peluang tersebut adalah etnis Minangkabau. Orang Minang yang rata-rata suka berjalan dan berpetualang itu, mengerti betul kebutuhan para musafir yang sedang berpergian. Kebutuhan pangan, disamping tempat bermalam dan membasuh diri, adalah kebutuhan pokok yang harus segera terpenuhi. Oleh karenanya berdagang makanan atau membuka restoran, merupakan salah satu kegemaran sekaligus profesi utama para perantau Minang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Dimana-mana di sepanjang Jalan Lintas Sumatera, dari Banda Aceh hingga Bakauheni, kemudian bersambung ke Merak dan Banyuwangi, terus ke Denpasar dan Lombok, sampai ke kota-kota kecil di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, dengan mudahnya kita menemukan Restoran Padang. Bahkan dewasa ini, Rumah Makan Padang mencogok pula di kota-kota besar mancanegara : seperti Singapura, Kuala Lumpur, Hongkong, hingga ke Leiden dan New York City. Sampai saat ini belum ada data yang menyebutkan jumlah Restoran Padang di seluruh dunia. Namun sebagai gambaran, untuk wilayah Jakarta saja Ikatan Warung Padang Indonesia (Iwapin) mencatat ada sekitar 20.000 Rumah Makan Padang. Jeffrey Hadler memperkirakan, menjamurnya rumah makan khas Minangkabau ini, sejak dibukanya Jalan Lintas Sumatera yang menghubungkan Padang &#8211; Medan dipermulaan abad ke-20 lalu.</p>
<p> <span id="more-2827"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Mencari akar berkembangnya kebudayaan kuliner di Minangkabau, tak bisa dipisahkan dari sistem sosial masyarakat Minangkabau itu sendiri. Di Sumatera Barat, anak laki-laki sedari kecil telah dididik dalam lingkungan yang bermacam-macam. Dulu, sebelum masuknya siaran televisi ke kampung-kampung, para remaja yang akil baligh diharuskan untuk tidur di surau. Disini mereka hidup mandiri dan otodidak : belajar mengaji, bersilat, berpetatah-petitih, berpidato, serta memasak. Di saat beranjak dewasa, anak-anak yang menonjol dalam kaji Qur&#8217;an biasanya akan masuk sekolah agama dan terus menjadi ulama. Anak-anak yang pandai berpidato dan berdebat akan terjun ke dunia pergerakan dan menjadi politisi. Dan yang pintar memasak biasanya akan mendirikan lapau nasi dan terus memperbesar usahanya dengan membuka restoran. Sehingga dari pola pendidikan surau, banyak lahir juru-juru masak yang handal. Dari corak kehidupan rumah makan, kita akan melihat bahwa yang terjun ke bidang ini bukanlah para pemuda bermental lembek, melainkan anak-anak muda yang tangguh. Yang kuat berdiri di depan kompor delapan jam dalam sehari, tujuh hari dalam seminggu, serta siap menghadapi pasang naik bisnis dan persaingan.</p>
<p><div id="attachment_2829" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/restoran-padang.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/restoran-padang.jpg?w=300&h=217" alt="" title="Restoran Padang" width="300" height="217" class="size-medium wp-image-2829" /></a><p class="wp-caption-text">Display Makanan ala Rumah Makan Padang</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Segi lain yang terkait dengan budaya rumah makan ini adalah menciptakan rasa yang bisa menggugah selera. Karena kalau sekedar menyajikan makanan saja, semua orang mampu melakukannya. Di pinggir-pinggir jalan-pun, banyak kita temukan warung-warung yang menjual makanan dengan rasa tak karu-karuan. Namun dalam seni kuliner Minangkabau, si pemilik restoran tidak hanya sebatas menjual nasi, sambal, dan lauk-pauknya saja. Tapi termasuk pula rasa makanan yang enak, tempat yang bersih, dan pelayanan yang prima.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Rasa dan servis, adalah dua kata kunci kesuksesan Rumah Makan Padang. Soal rasa, tak ada satupun lauk-pauk yang dihidangkan ala kadarnya. Semuanya bersih, higienis, dan memiliki <em>taste</em> yang enak di lidah. Menghidangkan makanan yang enak-enak itu, tentulah dengan cara dan proses yang cukup panjang. Untuk memasak rendang saja, para koki Minang harus berdiri di muka kompor sekurang-kurangnya delapan jam. Cairan santan yang telah bercampur dengan aneka bumbu serta daun-daunan, dimasak hingga kering sampai berwarna coklat kehitaman. Dan teknik memasak rendang ini haruslah dengan api yang kecil dan dikacau berterusan. Dengan cara masak yang serumit ini, tak salah kiranya jika rendang dinobatkan sebagai makanan terlezat di dunia. Di Minangkabau, rendang tidak hanya terbuat dari daging sapi. Ayam, ati, paru, dan telur, dapat pula digunakan sebagai bahan dasar pembuat rendang. Di lapau-lapau nasi khas Payakumbuh dan Batusangkar, ada juga yang menjual rendang belut. Rendang ini terbuat dari belut sawah yang dikeringkan, dicampur dengan daun surian, serai, akar kesambi, pucuk palange, dan daun salam. Semua bahan-bahan ini diracik secara manual, dan disangai di atas bara api yang terbuat dari pelepah kelapa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Selain rendang, dendeng balado juga merupakan makanan favorit Restoran Padang. Memasak dendeng yang garing dan renyah, juga memiliki teknik tersendiri. Daging yang telah dilumuri bumbu, harus <em>batokok</em> hingga pipih. Sesudah itu daging dijemur hingga agak mengering. Lalu digoreng di atas api yang kecil dengan minyak terendam. Daging yang telah digoreng, kemudian digelimangi sambal lado yang telah disiapkan sebelumnya. Agar hidangan nampak istimewa, cabai merah yang dipotong-potong serong diletakkan sebagai <em>topping</em>. Seni kuliner Minangkabau tak mengenal mecin dan pewarna makanan. Bumbu-bumbu alami seperti jahe, bawang putih, ketumbar, pala, daun sereh, dan kelapa, sudah cukup untuk membentuk rasa dan warna makanan. Satu lagi hal terpenting dari Rumah Makan Padang adalah nasinya yang berderai. Nasi ini ditanak dari jenis beras Perak Super atau yang biasa dikenal dengan beras padang.</p>
<p><div id="attachment_2831" class="wp-caption alignright" style="width: 209px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/pelayan-restoran-padang.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/pelayan-restoran-padang.jpg?w=199&h=300" alt="" title="Pelayan Restoran Padang" width="199" height="300" class="size-medium wp-image-2831" /></a><p class="wp-caption-text">Pelayan Restoran Padang Sedang Menating Piring</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Disamping rasa yang lezat, cara menghidangkan dan penyajian makanan juga menjadi perhatian para pengelola Restoran Padang. Makanan-makanan yang sudah selesai dimasak, akan didisplay dalam etalase besar yang terletak di depan rumah makan. Cara mendisplaynya-pun harus diatur sedemikian rupa. Piring-piring ceper berukuran besar yang diisi oleh aneka lauk-pauk, disusun bertingkat-tingkat hingga memenuhi etalase. Panci gulai dan tempat nasi, biasanya diletakkan agak ke bawah untuk mempermudah si penjual menjangkaunya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Pengunjung Restoran Padang biasanya memilih untuk dihidangkan segala macam lauk-pauk yang tersedia. Dengan cara itu mereka bisa memilih sesuka hati jenis ikan dan daging yang hendak dimakan. Kadang ada pula pengunjung yang minta dihidangkan, hanya sekedar untuk melihat si pelayan membawa piring bertating-tating. Cara penghidangan seperti ini merupakan atraksi tersendiri yang menjadi ciri khas Rumah Makan Padang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Meletakkan segelas air putih ketika tamu datang, merupakan adab dan etika Minangkabau. Oleh karenanya di Rumah Makan Padang terbawa pula kebiasaan seperti itu. Dimana si pelayan tanpa harus diminta, akan sigap mengantarkan segelas air putih ketika pengunjung datang. Air putih inipun terasa istimewa, karena direbus dengan daun pandan yang memiliki aroma wangi menyegarkan. Pengelola Restoran Padang, pantang untuk mengangkat hidangan sebelum tamu beranjak dari tempat duduknya. Tidak menyapu dan membersihkan meja ketika tamu sedang makan, juga merupakan etika yang terus dipelihara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Pengelolaan Rumah Makan Padang umumnya menggunakan sistem syariah, yang membagi keuntungan sesuai dengan pekerjaan masing-masing karyawan. Juru masak dan pemilik modal biasanya mendapat persentase yang lebih besar. Baru kemudian keuntungan dibagi rata antara pramusaji, kasir, dan pencuci piring. Jenjang karir di Restoran Padang selalu dimulai dari pencuci piring, kemudian menjadi pramusaji, baru naik menjadi kasir. Seorang juru masak atau koki biasanya merupakan kenalan si pemilik modal. Entah itu kerabat, teman sekampung, atau sanak saudara sendiri. Persentase keuntungan yang berlaku umum menggunakan perbandingan 30% : 20% : 50% antara pemilik modal : juru masak : karyawan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Dewasa ini banyak pula Restoran Padang yang membuka sistem waralaba, seperti Restoran Sederhana dan Simpang Raya. Untuk kedua rumah makan ini, masing-masing pemilik : Bustaman dan Mursal Bagindo, melatih juru masaknya sendiri serta menerapkan standardisasi mutu makanan dan pelayanan. Meski model bisnis waralaba bisa mempercepat penambahan jumlah cabang, namun cara ini tak dianut oleh Sari Ratu. Restoran yang sudah membuka usahanya sejak 29 tahun lalu itu, rupanya tak berniat menggerakkan bisnis dengan sistem <em>franchise</em>. Alasannya adalah hendak mempertahankan cita rasa makanan. Suatu masakan seperti apapun upaya untuk menstandardisasikannya, jika memasaknya tak dilakukan dalam satu kuali rasanya pasti akan berbeda, demikian penuturan Datuk Rama Windra sang pemilik Sari Ratu. Meski banyak cara yang dilakukan oleh pengelola Restoran Padang untuk memperbesar usahanya, namun jurus manajemen bagi hasil yang sesuai dengan ajaran Islam itu, merupakan strategi paling ampuh untuk memenangkan persaingan. Ibarat pepatah Minang, strategi itu tak kan lapuk oleh hujan dan tak lekang oleh panas.</p>
<p>&nbsp;<br />
Sumber gambar : indonesia.travel<br />
&nbsp;<br />
<div id="attachment_2873" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/restoran-padang-singapura2.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/restoran-padang-singapura2.jpg?w=614" alt="" title="Restoran Padang Singapura"   class="size-full wp-image-2873" /></a><p class="wp-caption-text">Restoran Padang di Muscat Street, Singapura (sumber : farahtellstory.blogspot.com)</p></div></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afandri81.wordpress.com/2827/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afandri81.wordpress.com/2827/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afandri81.wordpress.com/2827/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afandri81.wordpress.com/2827/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afandri81.wordpress.com/2827/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afandri81.wordpress.com/2827/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afandri81.wordpress.com/2827/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afandri81.wordpress.com/2827/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afandri81.wordpress.com/2827/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afandri81.wordpress.com/2827/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afandri81.wordpress.com/2827/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afandri81.wordpress.com/2827/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afandri81.wordpress.com/2827/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afandri81.wordpress.com/2827/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&#038;blog=1733555&#038;post=2827&#038;subd=afandri81&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afandriadya.com/2011/12/20/restoran-padang-dan-seni-kuliner-minangkabau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d915c9572438cee3e7045d27fc801fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">afandri81</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/restoran-padang-di-as.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Restoran Padang di AS.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/restoran-padang.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Restoran Padang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/pelayan-restoran-padang.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">Pelayan Restoran Padang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/restoran-padang-singapura2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Restoran Padang Singapura</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masyarakat India di Amerika</title>
		<link>http://afandriadya.com/2011/12/13/india-amerika/</link>
		<comments>http://afandriadya.com/2011/12/13/india-amerika/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 11:21:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandri Adya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ahli TI India]]></category>
		<category><![CDATA[Daftar Perantau India]]></category>
		<category><![CDATA[India-Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Orang India di Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Silicon Valley]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afandriadya.com/?p=2778</guid>
		<description><![CDATA[India adalah salah satu negara di dunia yang memiliki jumlah perantau cukup besar. Laporan UNDP menyebutkan, ada sekitar 25 juta orang India yang hidup di luar negeri, atau setara dengan 2% populasi India. Mayoritas mereka tinggal di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa Barat, dan Amerika Serikat. Dari sekian banyak orang-orang India yang sukses, yang terbesar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&#038;blog=1733555&#038;post=2778&#038;subd=afandri81&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_2783" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/little-india.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/little-india.jpg?w=300&h=225" alt="" title="Little India" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-2783" /></a><p class="wp-caption-text">Kampung India atau yang dikenal dengan &quot;Little India&quot;</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">India adalah salah satu negara di dunia yang memiliki jumlah perantau cukup besar. Laporan UNDP menyebutkan, ada sekitar 25 juta orang India yang hidup di luar negeri, atau setara dengan 2% populasi India. Mayoritas mereka tinggal di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa Barat, dan Amerika Serikat. Dari sekian banyak orang-orang India yang sukses, yang terbesar berada di Amerika Serikat. Di negeri ini mereka menjadi salah satu kekuatan ekonomi terpenting dan dikenal sebagai masyarakat yang terdidik. Dunia teknologi &#8212; khususnya teknologi komputer &#8212; merupakan spesialisasi komunitas India-Amerika. Berkat kemampuan ini, kini India menjadi salah satu bangsa berpengaruh di muka jagat, dalam pembuatan komputer dan perangkat turunannya.</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Demografi Perantau India di Amerika</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Amerika Serikat merupakan negara terbesar kedua yang menjadi tujuan para perantau India. Pada tahun 2010 tercatat ada sekitar 2,8 juta masyarakat India di Amerika. Angka ini naik 70% dibandingkan dengan tahun 2000 lalu yang hanya berjumlah 1,6 juta jiwa. Metropolitan New York, yang terdiri dari New York City, Long Island, dan daerah sekitarnya, serta daerah-daerah di dalam negara bagian New Jersey, Connecticut, dan Pennsylvania, adalah rumah bagi sekitar 557.000 orang India. Di New York City saja, berdasarkan sensus 2010 ada sekitar 195.000 masyarakat India. Di wilayah ini, sedikitnya terdapat dua puluh kantong pemukiman India atau yang dikenal dengan <em>Little India</em>. Daerah metropolitan lainnya yang memiliki populasi India cukup besar antara lain Atlanta, Baltimore-Washington, Boston, Chicago, Dallas, Detroit, Houston, Los Angeles, Philadelphia, dan San Francisco &#8211; San Jose &#8211; Oakland.</p>
<p> <span id="more-2778"></span><br />
<div id="attachment_2786" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/domisili-india-di-as.png"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/domisili-india-di-as.png?w=300&h=218" alt="" title="Domisili India di AS" width="300" height="218" class="size-medium wp-image-2786" /></a><p class="wp-caption-text">Peta Demografi Masyarakat India di AS (Sensus 2000)</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Di negeri Paman Sam, masyarakat India membentuk sekitar 16,4% dari keseluruhan komunitas Asia-Amerika. Mereka adalah kelompok etnis terbesar ketiga setelah Cina dan Filipina. Menurut Biro Sensus Amerika Serikat, antara tahun 1990 dan 2000, populasi India di AS tumbuh 130% atau 10 kali rata-rata nasional yang hanya 13%.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Besarnya populasi India di Amerika, mendorong beberapa penyedia TV kabel seperti : Sony TV, Zee TV, Star Plus, dan Warna, menawarkan konten India untuk berlangganan. Beberapa wilayah metropolitan dengan tingkat populasi India cukup tinggi, bahkan memiliki bioskop khusus untuk menampilkan film-film Bollywood. Silicon Valley misalnya, memiliki dua multipleks, satu di Fremont dan satu di San Jose. Selain itu ada pula stasiun radio India yang memutar lagu-lagu serta kebudayaan India. RBC Radio serta Easy 96 Radio yang menjangkau tiga negara bagian New York, New Jersey, dan Connecticut, merupakan dua saluran India terbesar di Amerika.</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Pencapaian India-Amerika</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Pencapaian komunitas India di Amerika sangatlah mengesankan. Pada tahun 2007 sekitar 109.000 orang India memiliki perusahaan dengan pendapatan melebihi USD 151 miliar, serta mempekerjakan 844.177 orang pegawai. Sebuah studi yang diadakan oleh University of Duke dan University of California Berkeley mengungkapkan bahwa selama periode 1995 &#8211; 2005, imigran India telah mendirikan lebih banyak perusahaan rekayasa dan teknologi dibanding dengan gabungan imigran dari Inggris, Cina, Taiwan dan Jepang. Hasil studi Berkeley juga melaporkan bahwa 7% dari perusahaan-perusahaan di Silicon Valley dipimpin oleh CEO asal India. Dan yang lebih hebat lagi, sepertiga dari para insinyur di lembah <em>hi-tech</em> tersebut merupakan para profesional India. Tidak hanya itu, komunitas India-Amerika juga mendominasi kepemilikan hotel di Amerika. Dimana pada tahun 2002, sekitar 50% penginapan melati dan 35% hotel berbintang dengan nilai pasar gabungan sebesar USD 40 milyar, dimiliki oleh komunitas India.</p>
<p><div id="attachment_2796" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/india-day-parade.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/india-day-parade.jpg?w=300&h=225" alt="" title="India Day Parade" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-2796" /></a><p class="wp-caption-text">India Day Parade di New York City</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">India, bersama dengan orang Asia lainnya, memiliki tingkat pendidikan tertinggi dari semua kelompok etnis di AS. Sekitar 68% dari semua orang India memiliki gelar sarjana atau gelar tinggi lainnya. Angka ini jauh berada di atas rata-rata nasional (28%) dan rata-rata untuk semua kelompok kulit putih (27%). Serta hampir 40% memiliki titel doktor, master, atau gelar profesional lainnya, yang merupakan lima kali rata-rata nasional. Thomas Friedman dalam bukunya <em>The World is Flat</em> menjelaskan kecenderungan terjadinya <em>brain drain</em>, dimana unsur-unsur terbaik dan tercerdas di India beremigrasi ke AS untuk mencari peluang keuangan yang lebih baik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Masyarakat India, sebagaimana halnya kaum Yahudi, merupakan kelompok masyarakat yang memiliki pendapatan per kapita terbesar di Amerika Serikat. Berdasarkan hasil sensus tahun 2004, rumah tangga India-Amerika memiliki pendapatan rata-rata sebesar USD 88.538. Jumlah ini berada di atas pendapatan rumah tangga para perantau Filipina (USD 75.146), Cina (USD 69.037), Jepang (USD 64.197), dan Korea (USD 53.025), serta dua kali lipat rata-rata nasional (USD 44.684).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Meski di bidang politik pengaruh imigran India tidaklah berarti, namun beberapa gubernur negara bagian serta anggota senat, banyak diisi orang-orang India. Bobby Jindal dan Nikki Haley adalah dua contoh politisi India yang sukses berkarier di Amerika Serikat. Masing-masing saat ini menjabat gubernur negara bagian Louisiana dan South Carolina.</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Daftar India-Amerika yang Terkemuka :</strong><br />
&nbsp;<br />
- Subramanyan Chandrasekhar, peraih nobel bidang fisika (1983).<br />
- Venkatraman Ramakrishnan, peraih nobel bidang kimia (2009).<br />
- Amartya Sen, peraih nobel bidang ilmu ekonomi (1998).<br />
- Har Gobind Khorana, peraih nobel bidang obat-obatan (1968).<br />
- Beheruz Sethna, Presiden University of West Georgia<br />
- Molly Easo Smith, Presiden Manhattanville College<br />
- Dinesh D&#8217;Souza, Presiden The King&#8217;s College<br />
- Raj Reddy, Pendiri Robotics Institute, Carnegie Mellon University<br />
<div id="attachment_2785" class="wp-caption alignright" style="width: 260px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/vinod-khosla.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/vinod-khosla.jpg?w=250&h=180" alt="" title="Vinod Khosla" width="250" height="180" class="size-medium wp-image-2785" /></a><p class="wp-caption-text">Vinod Khosla, pemilik Sun Microsystems</p></div><br />
- Subrah Iyar, Pendiri dan CEO Webex Communications<br />
- Narinder Singh Kapany, Bapak Fiber Optik<br />
- Vinod Dham, desainer chip Intel Pentium<br />
- Sabeer Bhatia, Pendiri Hotmail<br />
- Ajit Hutheesing, Pendiri dan CEO International Capital Partners<br />
- Amar Bose, Pendiri Bose Corporation<br />
- Sashi Reddi, Pendiri dan CEO AppLabs<br />
- Ashwin Navin, Pendiri dan Presiden BitTorrent, Inc<br />
- Bharat Desai, Pendiri Syntel<br />
- Lakireddy Bali Reddy, Pengusaha properti dan pemilik 1.000 apartemen di California<br />
- M.R. Rangaswami, Pendiri Sand Hill Group dan Corporate Eco Forum<br />
- Narendra Patni, Pendiri Patni Computer Systems<br />
- Naveen Jain, Pendiri Info Space and Intelius<br />
- Pradeep Sindhu, Pendiri Juniper Networks<br />
- Preetish Nijhawan, Pendiri Akamai Technologies<br />
- Ram Shriram, Pendiri Junglee.com<br />
- Suhas Patil, Pendiri Cirrus Logic<br />
- Vivek Ranadive, Pendiri, Chairman, dan CEO TIBCO Software<br />
- Vinod Gupta, Pendiri, Chairman Info USA, Inc<br />
- Anita Goel, Chairman dan CEO Nanobiosym<br />
- Vinod Khosla, Pendiri Sun Microsystems<br />
- Abbas Sadriwala, Chairman dan CEO Fort Lauderdale<br />
- Ajay Banga, Presiden dan CEO Mastercard<br />
- Dinesh Paliwal, Chairman dan CEO Harman International<br />
- Francisco D&#8217;Souza, CEO Cognizant Technology Solutions<br />
- Indra Nooyi, Chairman dan CEO Pepsi Co<br />
- Padmasree Warrior, CTO Cisco Systems<br />
- Pradeep K Jaisingh, CEO International Oncology<br />
- Prakash Puram, President dan CEO iXmatch<br />
- Ramani Ayer, Chairman dan CEO Hartford Financial Services Group<br />
- Rono Dutta, Chairman Air Sahara<br />
- Sanjay Jha, CEO Motorola<br />
- Sanjay Kumar, CEO Computer Associates International<br />
- Sanjiv Ahuja, CEO Orange Telecommunications<br />
- Shantanu Narayen, CEO Adobe Systems<br />
- Umang Gupta, Chairman dan CEO Keynote Systems, Inc<br />
<div id="attachment_2784" class="wp-caption alignright" style="width: 210px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/amartya-sen.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/amartya-sen.jpg?w=250&h=200" alt="" title="Amartya Sen" width="250" height="200" class="size-medium wp-image-2784" /></a><p class="wp-caption-text">Amartya Sen, salah seorang perantau India yang meraih Nobel</p></div><br />
- Unni Warrier, Pendiri, Chairman, dan CEO CyberMedia<br />
- Vikram Pandit, Chairman and CEO Citigroup<br />
- Bobby Mehta : CEO, Transunion Company<br />
- Bobby Jindal, Gubernur Negara Bagian Louisiana<br />
- Nikki Haley, Gubernur Negara Bagian South Carolina<br />
- Aziz Ansari, Aktor<br />
- Dev Patel, Aktor<br />
- Naveen Andrews, Aktor<br />
- Naomi Scott, Aktris<br />
- Mira Nair, Pengarah dan Produser Film<br />
&nbsp;<br />
Sumber gambar : www.wikipedia.org.id</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afandri81.wordpress.com/2778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afandri81.wordpress.com/2778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afandri81.wordpress.com/2778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afandri81.wordpress.com/2778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afandri81.wordpress.com/2778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afandri81.wordpress.com/2778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afandri81.wordpress.com/2778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afandri81.wordpress.com/2778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afandri81.wordpress.com/2778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afandri81.wordpress.com/2778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afandri81.wordpress.com/2778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afandri81.wordpress.com/2778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afandri81.wordpress.com/2778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afandri81.wordpress.com/2778/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&#038;blog=1733555&#038;post=2778&#038;subd=afandri81&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afandriadya.com/2011/12/13/india-amerika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d915c9572438cee3e7045d27fc801fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">afandri81</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/little-india.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Little India</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/domisili-india-di-as.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Domisili India di AS</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/india-day-parade.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">India Day Parade</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/vinod-khosla.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Vinod Khosla</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/12/amartya-sen.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Amartya Sen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Banyak Libur di Bali</title>
		<link>http://afandriadya.com/2011/11/17/banyak-libur-di-bali-2/</link>
		<comments>http://afandriadya.com/2011/11/17/banyak-libur-di-bali-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2011 03:16:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandri Adya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Hard Rock Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Joger]]></category>
		<category><![CDATA[Piknik Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Ubud]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afandri81.wordpress.com/?p=2754</guid>
		<description><![CDATA[Pagi menjelang siang. Ombak di Pantai Kuta seperti hari-hari biasanya, menggulung kencang, memanjakan para peselancar yang sedang berakrobat. Saya bersama ratusan turis lainnya, menikmati suasana pantai yang belum begitu menyengat. &#8220;Selamat pagi Pak, silahkan duduk-duduk disini&#8221;, seseorang menyapaku dengan ramah dan sopan. Tanpa pikir panjang, saya-pun menuruti perkataannya. Setelah itu perbincangan kami-pun berjalan gayeng. Diperlakukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&#038;blog=1733555&#038;post=2754&#038;subd=afandri81&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_2747" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/kuta-bali2.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/kuta-bali2.jpg?w=300&h=200" alt="" title="Kuta Bali" width="300" height="200" class="size-medium wp-image-2747" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai Kuta</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Pagi menjelang siang. Ombak di Pantai Kuta seperti hari-hari biasanya, menggulung kencang, memanjakan para peselancar yang sedang berakrobat. Saya bersama ratusan turis lainnya, menikmati suasana pantai yang belum begitu menyengat. &#8220;Selamat pagi Pak, silahkan duduk-duduk disini&#8221;, seseorang menyapaku dengan ramah dan sopan. Tanpa pikir panjang, saya-pun menuruti perkataannya. Setelah itu perbincangan kami-pun berjalan gayeng. Diperlakukan seperti saudara sendiri, segan pula rasanya untuk tak mencicipi kelapa muda yang tersaji. Meski kelapa muda yang dijualnya terlalu masak, namun perlakuan istimewa dari sang penjual, tak membuatku berkeberatan mengeluarakan Rp 15.000 untuk sebatok kelapa yang sudah menua. Tak jauh dari tempat saya duduk, nampak beberapa wanita setengah baya sedang memijat keluarga asal Australia. Didekat mereka, tiga perempuan Jepang asyik berselonjor sambil menikmati ombak pagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Di Bali <em>every day is holiday</em>, begitu penuturan Ni Putu Ayu, salah seorang pemandu wisata kami yang cukup cekatan. Oleh karenanya, banyak orang yang memanjangkan kata Bali menjadi &#8220;banyak libur&#8221;. Meski Bali menjadi tujuan utama wisata nasional, namun tak semua wilayah di Pulau Dewata ini merupakan tempat pariwisata. Hanya beberapa lokasi yang menjadi surga bagi para pelancong, antara lain : Nusa Dua, Benoa, Sanur, Jimbaran, Tabanan, Kintamani, Ubud, dan Kuta.</p>
<p><span id="more-2754"></span><br />
<div id="attachment_2769" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/hard-rock-bali2.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/hard-rock-bali2.jpg?w=300&h=175" alt="" title="Hard Rock Bali" width="300" height="175" class="size-medium wp-image-2769" /></a><p class="wp-caption-text">Hard Rock Hotel Bali</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Kuta, bersama Seminyak dan Legian di sekitar, pada mulanya merupakan desa para nelayan. Namun kejelian pemerintah Hindia-Belanda dalam melihat peluang, telah mengubah desa tersebut menjadi arena berselancar. Sejak saat itu, mulailah investor berdatangan untuk mengembangkan Kuta menjadi desa wisata. Kini, tak hanya toko-toko cendera mata dan jajaran hotel yang berdiri disini. Kafe-kafe, klub, dan diskotik, juga tumbuh bak cendawan di musim hujan. Double Six, Paddy&#8217;s Club, Bounty Discotheque, Kamasutra, KuDeTa, serta Mushro, merupakan tempat-tempat disko yang cukup ternama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Selain pantai dan pemandangan alam, Bali juga menawarkan atraksi budaya yang menawan. Justru melalui budaya inilah Bali sering memperoleh penghargaan <em>The Best Destination in the World.</em> Kehidupan masyarakatnya yang ajeg, penuh harmoni, serta kultur Hindu yang kuat, menjadikan tempat ini <em>ngangenin</em> untuk dikunjungi. Tjokorda Gede Putra Sukawati juga sependapat, bahwa kedatangan turis-turis dari seluruh penjuru dunia disebabkan karena kekaguman mereka pada budaya, seni, dan adat istiadat Bali.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Nyamannya Bali sebagai tempat berlibur, mendorong berkembangnya industri perhotelan di pulau tersebut. Bahkan beberapa pemain dunia seperti Hyatt, Hard Rock, Hilton, Aston, dan Shangrila, telah lama mengembangkan jaringan hotelnya disini. Satu dari sekian banyak hotel yang cukup berkesan bagiku adalah Hard Rock Bali. Yang mampu memberikan kenyamanan beristirahat, sekaligus pertunjukan musik dan kafe dalam satu atap. Hard Rock benar-benar memberikan <em>customer experience</em> yang mengagumkan. Selain bisa menyaksikan <em>live music</em> secara gratis, kita juga diajak untuk melihat-lihat benda koleksi para selebritis mancanegara. Di samping hotel-hotel umum, banyak pula vila milik pribadi bertebaran disini. Satu diantaranya adalah milik Walter Spies di Ubud. Melalui pelukis berkebangsaan Jerman inilah, Ubud menjadi terkenal hingga melanglang buana. Terakhir, Elizabeth Gilbert yang lama tinggal dan menghayati kehidupan masyarakat Bali, memperkenalkan Ubud lewat bukunya : <em>Eat, Pray, Love</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Seperti halnya tempat wisata di belahan dunia lain, Bali juga memiliki aneka khas cenderamata dan oleh-oleh yang bisa dibawa pulang. Yang terkenal adalah kaos merek Joger, besutan Joseph Theodorus Wulianadi. Kaos ini dibanderol dengan harga rata-rata Rp 100.000 per potongnya. Selain Joger, merek lainnya yang cukup berkibar adalah Krisna. Namun Krisna tak sebatas menjual kaos, pilihan produknya bermacam-macam, mulai dari daster, kacang, hingga karya seni. Untuk produk kuliner, restoran Ayam Betutu, Bebek Bengil, dan Warung Made merupakan pilihan banyak wisatawan.</p>
<p><div id="attachment_2770" class="wp-caption alignleft" style="width: 624px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/pura-uluwatu.jpeg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/pura-uluwatu.jpeg?w=614&h=412" alt="" title="Pura Uluwatu" width="614" height="412" class="size-full wp-image-2770" /></a><p class="wp-caption-text">Atraksi Budaya di Pura Uluwatu</p></div><br />
Sumber gambar : www.liburankepulaubali.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afandri81.wordpress.com/2754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afandri81.wordpress.com/2754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afandri81.wordpress.com/2754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afandri81.wordpress.com/2754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afandri81.wordpress.com/2754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afandri81.wordpress.com/2754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afandri81.wordpress.com/2754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afandri81.wordpress.com/2754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afandri81.wordpress.com/2754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afandri81.wordpress.com/2754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afandri81.wordpress.com/2754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afandri81.wordpress.com/2754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afandri81.wordpress.com/2754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afandri81.wordpress.com/2754/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&#038;blog=1733555&#038;post=2754&#038;subd=afandri81&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afandriadya.com/2011/11/17/banyak-libur-di-bali-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d915c9572438cee3e7045d27fc801fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">afandri81</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/kuta-bali2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kuta Bali</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/hard-rock-bali2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Hard Rock Bali</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/pura-uluwatu.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">Pura Uluwatu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>100 Catatan yang Membentuk Indonesia</title>
		<link>http://afandriadya.com/2011/11/07/majalah-tempo-d/</link>
		<comments>http://afandriadya.com/2011/11/07/majalah-tempo-d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 09:42:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandri Adya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Buku di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Tempo edisi Kebangkitan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Naskah di Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afandri81.wordpress.com/2011/11/07/majalah-tempo-d/</guid>
		<description><![CDATA[Majalah Tempo dalam edisi khusus 100 Tahun Kebangkitan Nasional, menurunkan laporan mengenai 100 catatan yang merekam perjalanan sejarah bangsa. Laporan itu, seperti halnya edisi khas Tempo lainnya, disusun dari hasil diskusi para pakar, yang kali ini melibatkan Taufik Abdullah, Goenawan Mohamad, Parakitri T. Simbolon, Ignas Kleden, Asvi Warman Adam, serta Putut Widjarnako. Catatan ini terdiri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&#038;blog=1733555&#038;post=2678&#038;subd=afandri81&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_2682" class="wp-caption alignleft" style="width: 163px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/tempo-100.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/tempo-100.jpg?w=614" alt="" title="Tempo 100"   class="size-full wp-image-2682" /></a><p class="wp-caption-text">Sampul Majalah Tempo edisi Kebangkitan Nasional</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Majalah Tempo dalam edisi khusus 100 Tahun Kebangkitan Nasional, menurunkan laporan mengenai 100 catatan yang merekam perjalanan sejarah bangsa. Laporan itu, seperti halnya edisi khas Tempo lainnya, disusun dari hasil diskusi para pakar, yang kali ini melibatkan Taufik Abdullah, Goenawan Mohamad, Parakitri T. Simbolon, Ignas Kleden, Asvi Warman Adam, serta Putut Widjarnako. Catatan ini terdiri dari : maklumat, peta, pidato, catatan harian, puisi, prosa, serta buku fiksi dan non-fiksi, yang terbit dalam rentang waktu satu abad (1908-2008). Menurut redaktur Tempo, 100 catatan ini merupakan teks-teks yang menyuarakan imaji kebangsaan. Kumpulan aksara yang membuat imaji kita tentang Indonesia selalu bergerak dan terus diperbaharui. Memilih ribuan naskah untuk dimasukkan ke dalam daftar 100 catatan terbaik, tentu tidaklah mudah. Oleh karenanya, banyak naskah-naskah yang dianggap cukup kredibel &#8212; seperti Kalangwan karya Pastor Zoetmulder, yang mengulas tentang sastra Jawa Kuno, serta The Island of Bali karya penulis Meksiko Miguel Covarrubias &#8212; harus tersingkir dari daftar tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Di samping dua naskah itu, penulis mencatat beberapa karya penting yang luput dari pengamatan Tempo, antara lain : naskah Supersemar yang ditulis oleh Soekarno, pidato politik Berdayung di Antara Dua Karang (Mohammad Hatta), serta Surat Pengunduran Diri Soeharto. Selain itu buku-buku politik yang cukup berpengaruh, namun tak masuk ke dalam Daftar Tempo adalah Naar de Republiek Indonesia (Tan Malaka), serta 6000 Tahun Sang Merah Putih (Mohammad Yamin). Dari dunia militer, buku Pokok-pokok Gerilya karya A.H Nasution, juga tidak termasuk ke dalam 100 daftar tersebut. Padahal buku ini banyak diulas oleh para praktisi militer mancanegara. Buku biografi tokoh, hanya Dari Penjara ke Penjara (Tan Malaka) yang masuk ke dalam daftar, yang lain seperti : Soekarno karya Cindy Adam, Mohammad Hatta : Biografi Politik (Deliar Noer), Sjahrir : Politics and Exile in Indonesia (Rudolf Mrazek), serta Tan Malaka : Pergulatan Menuju Republik (Harry A. Poeze), tak diulas dalam edisi khusus tersebut.</p>
<p> <span id="more-2678"></span> <div id="attachment_2683" class="wp-caption alignright" style="width: 260px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/nusa-jawa-silang-budaya.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/nusa-jawa-silang-budaya.jpg?w=614" alt="" title="Nusa Jawa Silang Budaya"   class="size-full wp-image-2683" /></a><p class="wp-caption-text">Nusa Jawa Silang Budaya, translasi dari La Carrefour Javanais</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Dalam daftar itu, Tempo juga memasukkan buku serta hasil penelitian para ilmuwan asing. Yang terbanyak diantaranya berasal dari Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda. Ada pula beberapa karya bangsa asing yang tak terdaftar, namun layak untuk dikedepankan. Antara lain adalah Le Carrefour Javanais (Nusa Jawa Silang Budaya) karya Denys Lombard, seorang Prancis yang menulis sejarah, budaya, dan filsafat Jawa secara lengkap. Buku setebal 1000 halaman ini sungguh luar biasa ! Bahkan orang Jawa sekalipun, (mungkin) belum ada yang bisa menandingi kepiawaian Lombard dalam mendeskripsikan Jawa. Di samping itu The Bugis karya Christian Pelras, serta Islamic Revivalism in a Changing Peasant Economy karya Christine Dobbin, juga layak untuk dimasukkan ke dalam daftar. Selain buku berjudul Keharusan Pembaruan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat karya Nurcholish Madjid, penulis mencatat beberapa buku sosial keagamaan yang cukup berkualitas namun tak disinggung dalam Daftar Tempo. Antara lain Fiqhud Dakwah karya Mohammad Natsir, Islam Sontoloyo (Soekarno), Islam Kosmopolitan (Abdurrahman Wahid), Islam Dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan (Ahmad Syafii Maarif), serta dua tafsir Al-Quran yang cukup fenomenal : Al Azhar karya Hamka dan Tafsir Al Mishbah (Quraish Shihab).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Dalam penyusunan daftar tersebut, ada beberapa topik yang tak diangkat oleh Majalah Tempo. Yang pertama adalah tentang dunia hiburan Indonesia, dan yang kedua mengenai ilmu manajemen serta wirausaha tanah air. Dari dunia <em>showbizz</em>, penulis berpendapat setidaknya ada tiga buku : Usmar Ismail Mengupas Film (Usmar Ismail), Film Indonesia (Taufik Abdullah, Misbach Yusa Biran, dan S.M. Ardan), dan Musik Antara Kritik dan Apresiasi (Suka Hardjana), yang layak untuk masuk ke dalam 100 besar catatan Tempo. Sedangkan di bidang manajemen dan wirausaha, buku Siasat Bisnis karya Hermawan Kertajaya cukup kredibel untuk dikedepankan.</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Buku-buku Fiksi</strong><br />
&nbsp;<br />
<a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/komik-lupus.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/komik-lupus.jpg?w=300&h=225" alt="" title="Komik Lupus" width="300" height="225" class="alignright size-medium wp-image-2684" /></a>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Novel, kumpulan puisi, serta karya-karya fiksi lainnya, merupakan catatan yang paling digemari oleh masyarakat Indonesia. Lewat karya-karya itulah, bangsa Indonesia berjuang dari penindasan kolonial hingga menyebarkan idealisme kebangsaan. Dari naskah-naskah fiksi, penulis mencatat setidaknya terdapat sepuluh buku yang cukup fenomenal, namun tidak termasuk ke dalam Daftar Tempo, antara lain : Tanah Air (Mohammad Yamin), Di Bawah Lindungan Ka&#8217;bah (Hamka), Nyanyi Sunyi (Amir Hamzah), Si Doel Anak Betawi (Aman Datuk Madjoindo), Tiga Menguak Takdir (Chairil Anwar, Rivai Apin, dan Asrul Sani), Atheis (Achdiat K. Mihardja), Robohnya Surau Kami (A.A. Navis), serta tiga novel populer : Lupus (Hilman Hariwijaya), Ayat-ayat Cinta (Habiburrahman El Shirazy), dan Laskar Pelangi (Andrea Hirata).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Kesepuluh karya sastra di atas, ditambah dengan yang masuk ke dalam Daftar Tempo, tidak hanya menjadi konsumsi masyarkat Indonesia. Namun juga telah dibaca oleh puluhan ribu peminat sastra Indonesia yang tinggal di Malaysia, Singapura, Brunei, dan Filipina. Bahkan beberapa karya seperti Siti Nurbaya, Salah Asuhan, dan Layar Terkembang, menjadi bahan ulasan di sekolah-sekolah setempat. Untuk urusan sastra, rakyat Indonesia boleh berbangga hati. Sebab naskah-naskah karya anak negeri &#8212; seperti halnya musik dan sinema &#8212; dari dulu hingga sekarang, selalu menjadi raja di kawasan Asia Tenggara.</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Penulis Produktif</strong><br />
&nbsp;<br />
<div id="attachment_2685" class="wp-caption alignleft" style="width: 198px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/pramoedya-ananta-toer.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/pramoedya-ananta-toer.jpg?w=614" alt="" title="Pramoedya Ananta Toer"   class="size-full wp-image-2685" /></a><p class="wp-caption-text">Pramoedya Ananta Toer</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Dalam kurun waktu satu abad perjalanan bangsa Indonesia, kita akan mendapatkan orang-orang hebat yang cukup produktif dalam menulis. Wakil Presiden RI yang pertama : Bung Hatta, merupakan figur yang cukup produktif. Dalam Daftar Tempo, karya beliau tercatat sebanyak lima buah, yaitu : Demokrasi Kita, Dasar Politik Luar Negeri Indonesia, Beberapa Fasal Ekonomi, Indonesia Vrij, serta Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang disusunnya bersama Soekarno dan Achmad Soebardjo. Di urutan berikutnya ada Tan Malaka, Mochtar Lubis, dan Soekarno. Ketiganya masing-masing menorehkan tiga buah karya ke dalam daftar tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Di antara tokoh-tokoh pergerakan Indonesia, Tan Malaka-lah yang paling produktif menulis. Jumlah karyanya melampaui yang dihasilkan oleh Soekarno, Natsir, Sjahrir, ataupun Hatta. Tan menulis lebih dari 25 buku mengenai pergerakan dan kemerdekaan Indonesia. Dikalangan ilmuwan, Taufik Abdullah, Ong Hok Ham, dan Azyumardi Azra, termasuk yang produktif. Ketiganya telah menghasilkan lebih dari 15 judul buku yang bercerita mengenai sejarah dan sosial kemasyarakatan. Dari dunia sastra, mungkin Pramoedya Ananta Toer-lah yang paling giat menulis. Karyanya berkisar antara 35-40 judul novel. Namun hampir separuhnya tidak bisa dipublikasikan karena bermacam-macam sebab. Tampilnya Pram sebagai pimpinan Lekra yang merupakan <em>underbouw</em> PKI, agaknya telah memberangus karya-karyanya yang brilian itu. Putu Wijaya dan Nur Sutan Iskandar, juga tergolong sebagai novelis yang produktif. Mereka telah menulis lebih dari 14 karya novel. Meski dari segi kuantitas cukup menggembirakan, namun dari segi kualitas banyak karya mereka yang kurang memuaskan. Hal ini tercermin dari Daftar Tempo, yang tak satupun menempatkan karya-karya mereka di dalamnya. Dari semua penulis produktif yang dilahirkan bangsa ini, mungkin Haji Abdul Karim Amrullah (Hamka) yang paling legendaris. Sosok multi-disiplin itu, telah menulis lebih dari 100 judul buku, yang berkisar mengenai sejarah, filsafat, adat-istiadat, novel, serta buku-buku keislaman.</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Dominasi Etnis Minang dan Jawa</strong><br />
&nbsp; </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Dalam dunia kepenulisan tanah air, orang-orang Minang dan Jawa cukuplah mendominasi. Karya-karya mereka tidak hanya unggul dalam segi kuantitas namun juga dari segi kualitas. Hal ini setidaknya tercermin dari Daftar Tempo yang dirilis pada tahun 2008 lalu. Dimana dari 100 naskah yang masuk daftar, lebih dari separuh disumbangkan oleh kedua etnis tersebut. Orang Jawa menyumbang sebanyak 28 naskah (28%). Meski terhitung cukup besar, jumlah ini tidaklah mengejutkan. Mengingat populasi masyarakat Jawa yang cukup dominan di republik ini, yakni antara 42% &#8211; 47% dari seluruh penduduk Indonesia.</p>
<p> <div id="attachment_2686" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/tan-malaka.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/tan-malaka.jpg?w=300&h=200" alt="" title="Tan Malaka" width="300" height="200" class="size-medium wp-image-2686" /></a><p class="wp-caption-text">Tan Malaka, salah seorang penulis Minang terkemuka</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Yang cukup mengejutkan justru datang dari kaum Minangkabau. Dimana dari 100 naskah yang terdaftar, 30 merupakan karya putra-putra Minang. Jumlah ini sangatlah besar, jika dibandingkan dengan populasi Minangkabau yang tak lebih dari 3%. Jikalau hendak menelisik pencapaian yang tergolong fantastis itu, haruslah kita menengok keadaan pendidikan serta pola kebudayaan masyarakat Minang, dimana kebebasan berpendapat dan bersuara dijunjung tinggi. Selain itu digunakannya Bahasa Melayu Tinggi yang dekat dengan Bahasa Minangkabau sebagai bahasa baku tulis-menulis, menjadi faktor tumbuhnya penulis-penulis hebat di kalangan mereka. Faktor lain adalah suburnya penggunaan kata pada masyarakat yang berdomisili di pantai barat Sumatera itu. Seperti terlihat dari prosesi adat yang selalu menggunakan petatah-petitih, serta rapat-rapat nagari yang mengedepankan prinsip musyawarah untuk mencapai mufakat. Dominannya penggunaan kata-kata dalam kehidupan masyarakat Minang, dilukiskan secara baik oleh Jane Drakard dalam bukunya A Kingdom of Words.</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>100 Catatan yang Membentuk Indonesia :</strong><br />
&nbsp;<br />
1. Demokrasi Kita, karya Mohammad Hatta<br />
2. Dasar Politik Luar Negeri Indonesia, karya Mohammad Hatta<br />
3. Beberapa Fasal Ekonomi, karya Mohammad Hatta<br />
4. Di Bawah Bendera Revolusi, karya Soekarno<br />
5. Naskah Persiapan UUD 1945, karya Mohammad Yamin<br />
6. Aspirasi Pemerintahan Konstitusional di Indonesia, karya Adnan Buyung Nasution,<br />
7. Massa Actie in Indonesia, karya Tan Malaka<br />
8. Madilog, karya Tan Malaka<br />
9. Dari Penjara ke Penjara, karya Tan Malaka<br />
10. Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia, karya Abdul Haris Nasution<br />
11. The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia, karya Herbert Feith<br />
12. Dualistische Economy, karya Van Doesburgh<br />
13. Seni Lukis, Kesenian, dan Seniman, karya Soedjojono<br />
14. Nationalism and Revolution in Indonesia, karya Audrey Kahin<br />
15. Indonesian Political Thinking : 1945-1965, karya Herbert Feith dan Lance Castles<br />
16. The Religion of Java, karya Clliford Geertz<br />
17. Netherlands Indie, A Study of Plural Economy, karya J.S. Furnivall<br />
18. Capita Selecta, karya Mohammad Natsir<br />
19. Indonesia in den Pacific-Kernproblemen van den Aziatischen, karya Gerungan Samuel Ratulangie<br />
20. Perubahan Sosial di Yogyakarta, karya Selo Soemardjan<br />
21. Dasar-dasar Pemikiran Tentang Akselerasi Modernisasi Pembangunan 25 Tahun, karya Ali Moertopo<br />
22. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia, karya Koentjaraningrat<br />
23. Politik Luar Negeri Indonesia dan Pelaksanaannya Dewasa Ini, karya Mochtar Kusumaatmadja<br />
24. Culture and Politics in Indonesia, karya Claire Holt, Benedict Anderson, dan James Siegel<br />
25. Art in Indonesia : Continuities and Change, karya Claire Holt<br />
26. Science and Scientists in the Netherlands Indies, karya Pieter Honig dan Frans Verdoorn<br />
27. Alam Asli Indonesia : Flora, Fauna, dan Keserasian, karya Kathy Mac Kinnon<br />
28. Ekonomi Pancasila : Gagasan dan Kemungkinan, karya Mubyarto<br />
29. NU, Tradisi, Relasi-relasi Kuasa, Pencarian Wacana Baru, karya Martin van Bruinessen<br />
30. Manusia Indonesia, karya Mochtar Lubis<br />
31. Catatan Subversif, karya Mochtar Lubis<br />
32. Pembagian Kekuasaan Negara, karya Ismail Suny<br />
33. Laporan dari Banaran, karya T.B Simatupang<br />
34. Bulan Sabit Muncul dari Balik Pohon Beringin, karya Yusron Asrofie<br />
35. Six Decades of Science and Scientists in Indonesia,	karya Tim Peneliti<br />
36. Pemberontakan Petani Banten 1888, karya Sartono<br />
37. Pedoman Etik Penelitian Kedokteran Indonesia, hasil lokakarya<br />
38. A Preliminary Analysis of the October 1 1965, Coup in Indonesia, karya Benedict Anderson<br />
39. 125 Tahun Pendidikan Dokter di Indonesia : 1851-1976, karya Ali Hanafiah, Bahder Johan, dan Surono<br />
40. Ekologi Pedesaan : Sebuah Bunga Rampai, karya Sajogyo<br />
41. Di Tepi Kali Bekasi, karya Pramoedya Ananta Toer<br />
42. Tetralogi Pulau Buru, karya Pramoedya Ananta Toer<br />
43. Siti Nurbaya, karya Marah Rusli<br />
44. Belenggu, karya Armijn Pane<br />
45. Dari Ave Maria Ke Jalan Lain Ke Roma, karya Idrus<br />
46. Surabaya, karya Idrus<br />
47. Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia, karya Sutan Takdir Alisjahbana<br />
48. Layar Terkembang, karya Sutan Takdir Alisjahbana<br />
49. Salah Asuhan, karya Abdul Muis<br />
50. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, karya Hamka<br />
51. Jalan Tak Ada Ujung, karya Mochtar Lubis<br />
52. Kesusastraan Indonesia Modern Dalam Kritik dan Esei, karya H.B. Jassin<br />
53. Revolusi di Nusa Damai, karya K&#8217;Tut Tantri<br />
54. Bebasari, karya Roestam Effendi<br />
55. Burung-burung Manyar, karya Y.B. Mangunwijaya<br />
56. Sandhyakala Ning Majapahit, karya Sanusi Pane<br />
57. Naskah Proklamasi, karya Soekarno, Hatta, dan Achmad Soebarjo<br />
58. Indonesia Vrij, karya Mohammad Hatta<br />
59. Keharusan Pembaruan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat, karya Nurcholish Madjid<br />
60. Dekrit Presiden 5 Juli 1959, karya Soekarno<br />
61. Garis Besar Haluan Negara, ketetapan MPR-RI<br />
62. Beberapa Pemikiran Tentang Strategi Transformasi Industri Suatu Negara Berkembang, karya B.J. Habibie<br />
63. Seandainya Aku Seorang Belanda, karya Ki Hajar Dewantara<br />
64. Pidato Lahirnya Pancasila, karya Soekarno<br />
65. Hasil-hasil Seminar Ekonomi Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia 1966, hasil seminar<br />
66. Pidato Nirwan Dewanto Saat Kongres Kebudayaan IV, karya Nirwan Dewanto<br />
67. Manifes Kebudayaan, kesepakatan para Sastrawan<br />
68. Surat Kepercayaan Gelanggang, pernyataan Chairil Anwar, Asrul Sani, dan Rivai Apin<br />
69. Sumpah Pemuda, karya Mohammad Yamin<br />
70. Maklumat Menpen Amir Sjarifuddin Mengenai Kemerdekaan Pers, keputusan Amir Sjarifuddin<br />
71. Habis Gelap Terbitlah Terang, karya R.A. Kartini<br />
72. Catatan Seorang Demonstran, karya Soe Hok Gie<br />
73. Pergolakan Pemikiran Islam, karya Ahmad Wahib<br />
74. Polemik Manifesto Politik, polemik di koran Merdeka dan Harian Rakyat<br />
75. Perjuangan Kita, karya Sutan Sjahrir<br />
76. Melawan Melalui Lelucon, karya Abdurrahman Wahid<br />
77. Polemik Soetatmo vs Tjipto, karya Takashi Shiraishi<br />
78. Polemik Kebudayaan, karya Achdiat K. Mihardja<br />
79. The Integrative Revolution, karya Clifford Geertz<br />
80. Defisiensi Vitamin B1, karya Christiaan Eijkman<br />
81. Student Indonesia di Eropa, karya Abdoel Rivai<br />
82. Peranakan Arab dan Totoknja, karya Abdurrahman Baswedan<br />
83. Masalah Tionghoa di Indonesia : Asimilasi vs Integrasi, polemik di Star Weekly<br />
84. Penduduk dan Kemiskinan, karya Masri Singarimbun dan D.H. Penny<br />
85. Deru Campur Debu, karya Chairil Anwar<br />
86. Tirani dan Benteng, karya Taufiq Ismail<br />
87. Potret Pembangunan Dalam Puisi, karya W.S. Rendra<br />
88. Aku Ingin Jadi Peluru, karya Wiji Thukul<br />
89. Wiro Anak Rimba Indonesia, karya Kwik Ing Hoo<br />
90. Keulana, karya Taguan Hardjo<br />
91. Matinya Seorang Petani, karya Agam Wispi<br />
92. Kompasiana, karya P.K. Ojong<br />
93. Melawat ke Barat, karya Djamaluddin Adinegoro<br />
94. Perjalanan Keliling Indonesia, karya Gerson Poyk<br />
95. Koran Medan Prijaji, karya Tirto Adhi Soerjo<br />
96. Kisah-kisah Jakarta Setelah Proklamasi, karya Rosihan Anwar<br />
97. Catatan di Sumatera, karya Muhammad Radjab<br />
98. Atlas Semesta Dunia, karya Djamaluddin Adinegoro dan Adam Bachtiar<br />
99. Ensiklopedia Indonesia, karya Todung Sutan Gunung Mulia dan K.A.H. Hidding<br />
100. Kamus Umum Bahasa Indonesia, karya W.J.S. Poerwadarminta</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afandri81.wordpress.com/2678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afandri81.wordpress.com/2678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afandri81.wordpress.com/2678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afandri81.wordpress.com/2678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afandri81.wordpress.com/2678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afandri81.wordpress.com/2678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afandri81.wordpress.com/2678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afandri81.wordpress.com/2678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afandri81.wordpress.com/2678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afandri81.wordpress.com/2678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afandri81.wordpress.com/2678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afandri81.wordpress.com/2678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afandri81.wordpress.com/2678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afandri81.wordpress.com/2678/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&#038;blog=1733555&#038;post=2678&#038;subd=afandri81&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afandriadya.com/2011/11/07/majalah-tempo-d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d915c9572438cee3e7045d27fc801fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">afandri81</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/tempo-100.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tempo 100</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/nusa-jawa-silang-budaya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Nusa Jawa Silang Budaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/komik-lupus.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Komik Lupus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/pramoedya-ananta-toer.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pramoedya Ananta Toer</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/11/tan-malaka.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tan Malaka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahasa (Melayu) Indonesia, Bahasa Persatuan</title>
		<link>http://afandriadya.com/2011/10/03/bahasa-melayu-indonesia-bahasa-persatuan/</link>
		<comments>http://afandriadya.com/2011/10/03/bahasa-melayu-indonesia-bahasa-persatuan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2011 09:00:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afandri Adya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Melayu]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sumpah Pemuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://afandri81.wordpress.com/?p=2619</guid>
		<description><![CDATA[83 tahun lalu, di Jalan Kramat 106 Jakarta, telah terjadi peristiwa Sumpah Pemuda. Sebuah momen sarat makna bagi persatuan Indonesia. Dan untuk mengenang kejadian tersebut, pada kesempatan kali ini penulis akan mengangkat satu pokok yang cukup penting, yakni terbentuknya Bahasa Indonesia. Nama Bahasa Indonesia itu sendiri secara resmi disampaikan pada acara Kongres Pemuda II, atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&#038;blog=1733555&#038;post=2619&#038;subd=afandri81&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_2640" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/10/museum-sumpah-pemuda.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/10/museum-sumpah-pemuda.jpg?w=300&h=221" alt="" title="Museum Sumpah Pemuda" width="300" height="221" class="size-medium wp-image-2640" /></a><p class="wp-caption-text">Tempat diselenggarakannya Sumpah Pemuda 1928</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">83 tahun lalu, di Jalan Kramat 106 Jakarta, telah terjadi peristiwa Sumpah Pemuda. Sebuah momen sarat makna bagi persatuan Indonesia. Dan untuk mengenang kejadian tersebut, pada kesempatan kali ini penulis akan mengangkat satu pokok yang cukup penting, yakni terbentuknya Bahasa Indonesia. Nama Bahasa Indonesia itu sendiri secara resmi disampaikan pada acara Kongres Pemuda II, atau yang lebih dikenal dengan Sumpah Pemuda. Dari tiga pokok isi sumpah tersebut, yakni berbangsa satu, bertanah air satu, dan berbahasa satu, penentuan bahasa persatuan-lah yang paling sulit.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Namun akhirnya diputuskanlah Bahasa Melayu yang menjadi <em>lingua franca</em> di Kepulauan Nusantara, sebagai bahasa persatuan Indonesia. Mohammad Yamin, sang pencetus utama digunakannya Bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan, dalam pidatonya mengungkapkan : &#8220;Jika mengacu pada masa depan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya ada dua bahasa yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu Bahasa Jawa dan Melayu. Tapi dari dua bahasa itu, Bahasa Melayulah yang lambat laun akan menjadi bahasa pergaulan atau bahasa persatuan.&#8221; Ada kejadian yang sangat menarik dan cukup mengharukan dalam pengambilan keputusan itu. Yakni sikap kedewasaan dan tenggang rasa yang ditunjukkan oleh anggota perkumpulan Jong Java. Mereka &#8212; yang mayoritasnya menggunakan Bahasa Jawa dalam percakapan sehari-hari &#8212; tidak memaksakan kehendak untuk menjadikan Bahasa Jawa sebagai bahasa persatuan. Padahal jika mengacu kepada hasil <em>Volkstelling</em> (Sensus Penduduk) tahun 1930, etnis Jawa berjumlah sekitar 47% dari seluruh penduduk Indonesia. Jauh di atas pengguna Bahasa Melayu, yang tak lebih dari 25% penduduk Indonesia.</p>
<p> <span id="more-2619"></span><br />
<div id="attachment_2633" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/10/kitab-uu-tanjung-tanah.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/10/kitab-uu-tanjung-tanah.jpg?w=300&h=153" alt="" title="Kitab UU Tanjung Tanah" width="300" height="153" class="size-medium wp-image-2633" /></a><p class="wp-caption-text">Kitab Undang-undang Tanjung Tanah</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Ada beberapa alasan mengapa akhirnya Mohammad Yamin dan kawan-kawan memilih Bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan Indonesia. Yang pertama dan paling utama adalah luasnya penggunaan bahasa ini. Sejak abad ke-7 Masehi, Bahasa Melayu telah menjadi bahasa pengantar perdagangan di seluruh Nusantara, bahkan hingga mencapai Sri Lanka dan Madagaskar. Sedangkan Bahasa Jawa, saat itu hanya terbatas dipergunakan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta daerah perkebunan Sumatera Timur. Kedua, kesusastraan Melayu jauh lebih berkembang dan memiliki sejarah yang cukup mengakar di banyak penduduk Nusantara. Ketiga, Bahasa Melayu telah dipergunakan sebagai bahasa keilmuan sejak abad pertengahan. Dan yang keempat, bahasa ini tidak bertingkat-tingkat, sehingga mudah untuk dipelajari dan praktis untuk dipergunakan. Bahasa Melayu tidak seperti halnya Bahasa Jawa yang berkasta-kasta; ada yang halus (<em>kromo</em>) dan ada yang kasar (<em>ngoko</em>).</p>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Asal-mula Bahasa Melayu dan Perkembangan Bahasa Indonesia</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Hingga saat ini belum ada seorang peneliti-pun yang bisa memastikan kapan dan dimana munculnya Bahasa Melayu. Mereka hanya bisa memastikan, bahwa pada abad ke-7 bahasa ini telah digunakan di pedalaman Sumatera. Hal ini berdasarkan pada Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di sekitar daerah Palembang, Sumatera Selatan. Selain di Palembang, prasasti berbahasa Melayu juga banyak ditemukan di wilayah aliran Sungai Batanghari, Batang Kampar, dan Batang Kuantan. Luasnya penggunaan Bahasa Melayu di Sumatra pada masa itu, mengindikasikan bahwa bahasa ini berasal dari pulau tersebut. Adalah Kerajaan Sriwijaya yang berkuasa sejak abad ke-7 hingga ke-13 yang menyebarkan Bahasa Melayu ke seantero Nusantara. Melalui kerajaan-kerajaan <em>vassal</em>-nya, Sriwijaya memaksakan penggunaan Bahasa Melayu dalam dunia perdagangan. Jadilah Bahasa Melayu sebagai <em>lingua franca</em> di Kepulauan Nusantara, menggantikan Bahasa Sanskerta.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Penemuan Kitab Undang-undang Tanjung Tanah pada abad ke-14, mengkonfirmasi penggunaan Bahasa Melayu sebagai bahasa hukum negara. Menurut perhitungan para ahli, naskah tertua peradaban Melayu ini ditulis pada masa kejayaan Kerajaan Pagaruyung. Pada periode Kesultanan Malaka di abad ke-15, Bahasa Melayu mulai dipergunakan sebagai pengantar ilmu pengetahuan. Buku-buku karya ilmuwan Arab dan Persia, banyak yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Melayu. Serangan Portugis pada tahun 1511, menjadi awal masuknya bahasa-bahasa Eropa, terutama Portugis dan Inggris, ke dalam kosa kata Melayu. Namun diantara keduanya (Melayu dan Eropa), terjalin hubungan resiprokal yang saling mempengaruhi. Pada masa itu, kosa kata Melayu-pun banyak yang diserap ke dalam bahasa-bahasa Eropa. Walau jumlah yang diserap bahasa-bahasa Eropa tidaklah sebanyak yang diambil oleh bangsa Melayu dari bahasa mereka.</p>
<p><div id="attachment_2635" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/10/gurindam-121.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/10/gurindam-121.jpg?w=614" alt="" title="Gurindam 12"   class="size-full wp-image-2635" /></a><p class="wp-caption-text">Gurindam Dua Belas, karya Raja Ali Haji</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Setelah Malaka jatuh ke tangan bangsa asing, estafet peradaban Melayu diambil alih oleh Kesultanan Aceh. Pada masa ini, untuk pertama kalinya berkembang kesusastraan Melayu. Beberapa karya sastrawan besar yang dilahirkan pada masa Kesultanan Aceh antara lain Taj al-Salatin oleh Bukhari al-Jauhari, Bustan al-Salatin oleh Nuruddin al-Raniri, Hikayat Aceh oleh Syamsuddin Pasai, serta Syair Dagang oleh Hamzah al-Fansuri. Bangsa Aceh membina perkembangan Bahasa Melayu sampai abad ke-19, hingga akhirnya peran ini dimainkan oleh para sastrawan Kepulauan Riau. Adalah Raja Ali Haji, seorang sastrawan Riau-Lingga keturunan Bugis, yang banyak menulis karya-karya sastra. Dan diantara yang paling terkenal adalah Gurindam Dua Belas. Pada tahun 1858, dia menyusun secara sistematis kamus monolingual Bahasa Melayu. Dari buku inilah kemudian, pemerintah kolonial Belanda dan Inggris menyerap konsep tata bahasa Melayu baku, yang kemudian dikenal dengan Bahasa Melayu Tinggi. Konsep baru ini, sekaligus mengesampingkan Bahasa Melayu Pasar yang banyak dipakai masyarakat Kepulauan Nusantara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Pada tahun 1896, Charles van Ophuijsen bersama dua ahli bahasa asal Minangkabau, Nawawi Sutan Makmur dan Muhammad Taib Sutan Ibrahim menyusun ejaan baru yang kelak berlaku luas di kalangan warga Indonesia. Sedangkan di Malaysia, berlaku ejaan baru yang disusun oleh Wilkinson. Keduanya terpisah dari embrio semula : Bahasa Melayu Tinggi yang telah distandardisasi oleh para sastrawan Riau-Lingga. Pada awal abad ke-20, kaum Minangkabau mengambil alih pembinaan Bahasa Melayu. Di kalangan masyarakat Minang, Bahasa Melayu bukanlah suatu kebiasaan yang baru. Meski berbicara dalam bahasa yang berbeda, namun para intelektual Minang sudah sejak dulu menulis dengan cara Melayu. Kemunculan sastrawan Minang &#8212; yang kemudian diikuti oleh para jurnalis Minang, semakin memperderas Minangisasi ke dalam tubuh Bahasa Melayu. Mereka banyak mengisi perbendaharaan kata, sintaksis, dan morfologi Bahasa Melayu yang kelak menjadi bahasa persatuan Indonesia. Sejak permulaan abad lalu, mungkin telah ratusan kata-kata Minangkabau yang diserap dan dibakukan menjadi Bahasa Melayu Tinggi (kemudian Bahasa Indonesia baku). Intervensi pemerintah melalui pembentukan <em>Commissie voor de Volkslectuur</em> (kelak menjadi Balai Pustaka) pada tahun 1908, menjadi sarana bagi mereka untuk mewarnai kesusastraan Indonesia awal. Melalui komisi tersebut, para penulis Minang banyak mencetak roman, novel, serta buku-buku cerita, yang sebagian besar berlatarkan Minangkabau. Jadilah Minangkabau menjadi kiblat sastra Indonesia selama paruh pertama abad ke-20.</p>
<p><div id="attachment_2637" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/10/nur-sutan-iskandar.jpg"><img src="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/10/nur-sutan-iskandar.jpg?w=614" alt="" title="Nur Sutan Iskandar"   class="size-full wp-image-2637" /></a><p class="wp-caption-text">Nur Sutan Iskandar, salah seorang sastrawan Indonesia yang paling aktif menulis</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Selain masyarakat Minangkabau, kaum peranakan Tionghoa juga memainkan peranan yang tak dapat diabaikan. Diantara sastrawan Tionghoa yang paling terkenal adalah : Njoo Cheong Seng, seorang penulis novel, cerita pendek, dan sutradara; serta Kwee Tek Hoay, penulis novel dan drama. Namun besarnya pengaruh Minangkabau ke dalam pembentukan sastra Indonesia awal, telah menenggelamkan karya-karya Tionghoa yang banyak ditulis dalam Bahasa Melayu Pasar. Di samping itu, tindakan represif Balai Pustaka yang hanya menerima karya-karya sastra Melayu Tinggi, juga mengancam kelangsungan perkembangan Sastra Jawa dan Sunda. Meski kedua etnis tersebut tergolong ke dalam masyarakat yang aktif menulis, namun hingga saat ini perkembangan Sastra Jawa dan Sunda boleh dibilang jalan di tempat, jika tidak bisa dikatakan terjadi kemunduran.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;margin:0;">Walau sastra lokal mereka telah jauh tertinggal, namun dewasa ini peran para sastrawan Jawa &#8212; termasuk Sunda di dalamnya, pelan-pelan mulai menyalip eksistensi kaum Minangkabau. Mereka mencoba mengisi perbendaharaan kosa kata Bahasa Indonesia, dengan ciri khas bahasa ibu mereka. Kata-kata seperti : <em>gembleng, lakon, sarapan, jewer</em>, dan <em>ngabuburit</em>, kini telah menjadi bagian dari Bahasa Indonesia yang baku. Pramoedya Ananta Toer (lahir di Blora pada tahun 1925), W.S Rendra (lahir di Solo, 1935), dan N.H Dini (lahir di Semarang, 1936), merupakan tiga dari sekian banyak sastrawan Jawa yang terkemuka. Agaknya Bahasa Indonesia kita haruslah bersifat lentur. Memberikan kesempatan kepada semua bahasa-bahasa daerah di Nusantara untuk diserap dan dimasukkan ke dalam bahasa nasional. Agar kita bisa mengejar ketertinggalan jumlah kosa kata, dibanding dengan bahasa-bahasa internasional lainnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/afandri81.wordpress.com/2619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/afandri81.wordpress.com/2619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/afandri81.wordpress.com/2619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/afandri81.wordpress.com/2619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/afandri81.wordpress.com/2619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/afandri81.wordpress.com/2619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/afandri81.wordpress.com/2619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/afandri81.wordpress.com/2619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/afandri81.wordpress.com/2619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/afandri81.wordpress.com/2619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/afandri81.wordpress.com/2619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/afandri81.wordpress.com/2619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/afandri81.wordpress.com/2619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/afandri81.wordpress.com/2619/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=afandriadya.com&#038;blog=1733555&#038;post=2619&#038;subd=afandri81&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://afandriadya.com/2011/10/03/bahasa-melayu-indonesia-bahasa-persatuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d915c9572438cee3e7045d27fc801fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">afandri81</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/10/museum-sumpah-pemuda.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Museum Sumpah Pemuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/10/kitab-uu-tanjung-tanah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kitab UU Tanjung Tanah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/10/gurindam-121.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gurindam 12</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://afandri81.files.wordpress.com/2011/10/nur-sutan-iskandar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Nur Sutan Iskandar</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
