Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘Orang Kaya Indonesia’

Pameran mobil mewah di Medan. Salah satu pusat pertumbuhan orang kaya baru di Sumatera

Sebagian besar ekonom mengatakan, bahwa dasawarsa kedua abad ke-21 merupakan masa keemasan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Penyebabnya adalah stabilnya kondisi politik nasional, pertumbuhan regional yang cukup pesat, dan melemahnya dua kekuatan ekonomi global : Amerika Utara dan Eropa. Disamping itu naiknya tingkat pendidikan masyarakat dan pembangunan infrastruktur yang massif, juga menjadi alasan mengapa pertumbuhan ekonomi Indonesia dewasa ini bisa berlari kencang.

Dalam sebuah artikel di harian Seputar Indonesia, Cyrillus Harinowo seorang pengamat ekonomi berpendapat, bahwa saat ini Indonesia sedang menuju ekonomi USD 1 triliun. Menurutnya angka itu adalah suatu turning point bagi percepatan ekonomi suatu negara. Ia memperkirakan jika Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia telah melampaui USD 1 triliun, maka untuk melipatgandakannya hanya butuh waktu tak lebih dari 10 tahun. Dan di tahun 2013 mendatang, jika kurs rupiah stabil dan pertumbuhan ekonomi tetap berkisar antara 6% – 6,5%, maka angka USD 1 triliun akan dapat terealisasi

(lebih…)

CT dan JK di Trans Studio theme park Makassar

Dalam daftar yang dikeluarkan majalah Forbes baru-baru ini, nama Chairul Tanjung muncul dalam deretan 1000 pengusaha terkaya dunia. Chairul bertengger di posisi 937 dengan total kekayaan US$ 1,0 miliar atau setara Rp 9,2 triliun. Usianya masih muda, 47 tahun, usahanya-pun bukan warisan keluarga seperti banyak konglomerat di Indonesia. Bisa dikatakan usaha Chairul ini tak ada yang nyerempet-nyerempet haram. Kita juga tidak pernah mendengar kalau dia pernah bermasalah dengan perijinan atau perpajakan. Satu yang menjadi kunci sukses Chairul, ia sangat prudent dalam menjalankan bisnis.

Dalam satu kesempatan, dalam Investor Summit 2009 yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia. Chairul diundang sebagai pembicara, menceritakan kisah suksesnya sebagai pengusaha. Dalam talkshow tersebut Chairul bercerita panjang lebar mengenai awal mula usahanya. Orang tua Chairul yang berdarah Sunda, suatu ketika menjual kain warisan neneknya untuk membiayai sekolahnya di Kedokteran Gigi UI. Sejak saat itu Chairul bertekad bahwa dia tidak ingin lagi merepotkan orang tuanya dengan meminta-minta uang.

Cara pertama yang ia lakukan adalah menguasai semua space kosong yang ada di bawah tangga kampus. Ia meminta ijin kepada pihak dekanat untuk memanfaatkan semua lahan kosong tersebut. Kebetulan Chairul seorang aktivis kampus, jadi perijinan dari dekanat tidaklah sulit didapat. Mulailah petualangan Chairul dengan lahan kosong di bawah tangga. (lebih…)