Posts Tagged ‘Pengusaha Indonesia’

Hikayat Nakhoda Muda

Ciputra sering mengatakan bahwa salah satu tonggak dari kemajuan bangsa ialah lahirnya pengusaha-pengusaha tangguh yang memberikan kontribusi besar terhadap rakyat banyak. Diantara ciri pengusaha tangguh itu ialah berdikari, merintis usaha dari bawah, dan mampu bertahan dalam waktu cukup lama. Di Indonesia, banyak usahawan yang memulai bisnisnya dari modal kecil. Namun sedikit yang bisa bertahan lama dan mampu mewariskannya (setidak-tidaknya) kepada generasi ketiga. Dari nama-nama yang sedikit itu, yang cukup menonjol adalah : Nakhoda Mangkuto, Oei Tjie Sien, Liem Seeng Tee, Achmad Bakrie, dan Haji Kalla.

Nakhoda Mangkuto, lahir di Bayang, Sumatera Barat, pada akhir abad ke-17. Ia memulai usahanya dengan menjual hasil-hasil bumi, dengan komoditas utama : lada. Setelah beranjak dewasa ia pergi merantau meninggalkan kampung halamannya. Mengembara ke seantero Nusantara, dari Sumatera, terus ke Jawa, ke Kalimantan, dan Kepulauan Karimata. Disini ia menikah dan memperoleh anak yang bernama Tayan (setelah dewasa dikenal sebagai Nakhoda Muda). Keberadaannya di Karimata tak disukai para perompak Bugis. Ia pun berpindah ke Banjar dan akhirnya menetap di Piabung, Lampung. Disini ia terus berbisnis dan mengkhususkan dirinya dalam perdagangan lada. Semasa itu Kesultanan Banten menguasai perkebunan lada di Lampung dan Jawa Barat, dan Mangkuto diberi kepercayaan untuk memasarkan hasil-hasilnya.

(lebih…)

CT dan JK di Trans Studio theme park Makassar

Dalam daftar yang dikeluarkan majalah Forbes baru-baru ini, nama Chairul Tanjung muncul dalam deretan 1000 pengusaha terkaya dunia. Chairul bertengger di posisi 937 dengan total kekayaan US$ 1,0 miliar atau setara Rp 9,2 triliun. Usianya masih muda, 47 tahun, usahanya-pun bukan warisan keluarga seperti banyak konglomerat di Indonesia. Bisa dikatakan usaha Chairul ini tak ada yang nyerempet-nyerempet haram. Kita juga tidak pernah mendengar kalau dia pernah bermasalah dengan perijinan atau perpajakan. Satu yang menjadi kunci sukses Chairul, ia sangat prudent dalam menjalankan bisnis.

Dalam satu kesempatan, dalam Investor Summit 2009 yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia. Chairul diundang sebagai pembicara, menceritakan kisah suksesnya sebagai pengusaha. Dalam talkshow tersebut Chairul bercerita panjang lebar mengenai awal mula usahanya. Orang tua Chairul yang berdarah Sunda, suatu ketika menjual kain warisan neneknya untuk membiayai sekolahnya di Kedokteran Gigi UI. Sejak saat itu Chairul bertekad bahwa dia tidak ingin lagi merepotkan orang tuanya dengan meminta-minta uang.

Cara pertama yang ia lakukan adalah menguasai semua space kosong yang ada di bawah tangga kampus. Ia meminta ijin kepada pihak dekanat untuk memanfaatkan semua lahan kosong tersebut. Kebetulan Chairul seorang aktivis kampus, jadi perijinan dari dekanat tidaklah sulit didapat. Mulailah petualangan Chairul dengan lahan kosong di bawah tangga. (lebih…)