Nusantara dalam kajian sejarah dunia, merupakan daerah pinggiran yang jarang tersentuh serta disorot secara menyeluruh. Sejarawan besar macam Arnold Toynbee pun hanya mengulas sedikit kehidupan budaya dan sejarah masyarakat Nusantara dalam bukunya yang sensasional “Mankind and Mother Earth”. Sejarawan besar dunia hanya memintaslalukan perkembangan masyarakat Nusantara yang diapit oleh dua budaya besar China dan India. Bahkan Arnold Toynbee menganggap bahwa kebudayaan Nusantara hanyalah perkembangan dari budaya India (Indian civilization influenced), seperti halnya budaya Benggala dan Urdhu. Namun ada beberapa pakar yang mengulas sejarah Asia Tenggara (Nusantara) secara mendalam dan menyeluruh. Diantara sejarawan-sejarawan tersebut ialah Dennys Lombard, Anthony Reid, dan Rovere van Bruegel. Ketiga sejarawan besar tersebut perlu mengulas Nusantara secara mendetail sebagai bangsa besar dan berpengaruh dalam percaturan perdagangan dunia.
Dalam konteks pembahasan kali ini, kita akan melihat dan meneropong Nusantara sebagai daerah yang maju dan akhirnya menjadi bangsa yang miskin. Kita akan melihat penyebab dan dampak dari merosotnya perdagangan Nusantara sehingga akhirnya hal ini memiskinkan penduduk Nusantara.


