Plaza Indonesia

Posted: Maret 14, 2011 in Ekonomi Bisnis
Tag:, , , ,

Plaza Indonesia tampak dari muka

Bagi sebagian orang, nama Boyke Gozali terasa asing terdengar. Namanya tak semengkilap pengusaha lain, yang wajahnya acap wara-wiri di media massa nasional. Namun siapa yang tak tahu dengan Plaza Indonesia (PI), mal papan atas ibu kota yang satu-satunya berani menjadi hi-end boutiques mall. Bersama sekondannya Franky Widjaja dan Rosano Barack, tangan dingin Boyke berhasil mengubah konsep mal yang terletak di jantung ibu kota ini, dari sekedar mal penyedia barang bermerek menjadi pusat gaya hidup kalangan atas.

Dengan konsep baru tersebut, langkah cepat dan berani terpaksa diambilnya. Salah satu keputusan yang cukup cerdas adalah tidak diperpanjangnya sewa ruang Sogo. Padahal departemen store asal Jepang ini, telah menjadi anchor brand-nya PI selama 15 tahun (1992-2007). Dia beralasan, penghentian Sogo karena ingin menciptakan sesuatu yang berbeda, differentiate product dalam istilah pemasaran. Dengan kehadiran Grand Indonesia (GI) yang persis di depan hidung, hanya diferensiasi-lah satu-satunya cara Boyke untuk memenangkan persaingan. Lagian Sogo kini bukan hanya “milik” PI semata, gerainya telah tumbuh dimana-mana. Di tanah air, jumlahnya telah melampaui dept. store papan atas lainnya seperti Debenhams, Metro, dan Seibu. Penulis mencatat, saat ini Sogo memiliki lima gerai di Jakarta, dan juga telah membuka cabang-cabangnya di Bandung, Surabaya, dan Medan. Dengan menyebarnya outlet Sogo di beberapa tempat, maka exclusive value-nya pun berkurang. Dan hal ini sangat bertentangan dengan konsep yang ingin dibangun Boyke.

Tidak diperpanjangnya sewa ruang Sogo, maka PI memiliki lahan kosong seluas 10.000 m2. Area tersebut kemudian diisi oleh butik-butik mewah yang belum tersedia di Jakarta, seperti Marc Jacobs, Max Mara, dan Juicy Couture. Dengan konsep ini, maka PI menjadi satu-satunya mal papan atas yang tidak memiliki dept. store. Ia bermetamorfosis menjadi kumpulan specialty store, yang tidak hanya mewah namun juga berukuran besar. Dengan cara seperti ini, maka Boyke telah menyortir para pengunjung PI. Tanpa kehadiran Sogo, hanya kalangan atas sajalah yang mau datang kesini. Sebab bagi mereka yang sekedar melihat-lihat (window shopping), datang ke butik lebih menyulitkan dibanding masuk dept. store. Disamping butik, PI juga menyediakan arena bermain anak-anak. Tempat ini juga diperuntukan bagi kaum jetzet, yang ibu-ibunya doyan belanja di Louis Vuitton, dan di berbagai toko mewah lainnya.

Outlet Lanvin di Plaza Indonesia

Munculnya beberapa pusat perbelanjaan papan atas di Jakarta akhir-akhir ini, menimbulkan persaingan yang semakin tajam. Dalam lima tahun terakhir, setidaknya ada tiga mal papan atas yang dianggap mirip dengan PI, yaitu : Senayan City (Sency), Grand Indonesia (GI), dan Pacific Place (PP). Bersama Plaza Senayan yang telah hadir terlebih dahulu, kini Jakarta memiliki lima mal papan atas berkelas AAA. Ditambah pusat perbelanjaan Ciputra World yang sedang dalam proses pembangunan, maka pada tahun 2013 nanti Jakarta genap memiliki enam pusat perbelanjaan mewah. Oleh karenanya, para pengelola mal papan atas mulai berlomba-lomba menyervis customer mereka. Apalagi segmen yang disasar adalah kalangan atas, pasar yang paling sensitif.

Selain PI, Boyke juga mengembangkan EX. Plaza yang terletak di sebelah utara PI ini, diperuntukkan sebagai pusat hiburan kelas atas. Di dalamnya terdapat bioskop, klub malam, family sport, serta food court. Dengan konsep one stop entertainment, EX menggandeng jaringan 21, Hard Rock Cafe, serta Spincity. Belakangan Hard Rock harus diganti dengan Immigrant, dan jaringan 21 bersalin rupa menjadi XXI Premiere. Ini semua dikarenakan ambisi Boyke yang menginginkan traffic khusus bagi pusat nongkrong tersebut. Sejauh ini apa yang dicita-citakannya boleh dibilang hampir berhasil. Namun sedikitnya tempat-tempat makan branded di dalam PI, menjadi tantangan ke depan bagi dirinya.

Marc Jacobs di Plaza Indonesia

Saat ini PI menjadi rumah, setidaknya bagi 57 merek mewah berkelas internasional. Angka ini melampaui mal-mal mewah lainnya, seperti PS, GI, PP, dan Sency. Berikut nama-nama merek mewah yang hadir di Plaza Indonesia : A.Testoni, Alberta Ferretti, Aigner, Anteprima, Bally, Brioni, Bvlgari, Bvlgari Accessories, Bang & Olufsen, Barbara Barry, Calvin Klein, Christian Louboutin, Cartier, Charriol, Christofle, Diane von Furstenberg, Emporio Armani, Ermenegildo Zegna, Edidi, Franck Muller, Francesco Biasia, Giorgio Armani, Givenchy, Gucci, Giuseppe Zanotti, Giorgetti, Hermès, Hugo Boss, Hermès Maison, Jean Paul Gaultier, Jimmy Choo, John Hardy, Kenzo, Kate Spade, Lanvin, Louis Vuitton, Longchamp, Longines, MaxMara, Marc Jacobs, Montblanc, Mondial, On Pedder, Prada, Richard Mille, Rodo, Salvatore Ferragamo, Stuart Weitzman, Stefano Ricci, Swarovski, Tod’s, Tiffany & Co, TAG Heuer, U-BOAT Italo Fontana, Valentino, Versace, Vabene, Versace Home, dan Yafriro Celebrer Le Temps.

 
Sumber gambar : http://www.skyscrapercity.com

Iklan
Komentar
  1. Endro berkata:

    Dear Mas Afandri,

    Mas, untuk foto butik Lanvin itu sebenarnya hasil foto saya. Saya sedikiti kecewa foto saya dimuat di skycrapercity.com tanpa izin. Next time better Mas cari sumber foto dari google image. Saya sendiri ada blog yg memuat karya saya secara murni tanpa comot dari orang lain di displayhunter.blogspot.com

    Thx,
    Endro

    • Afandri Adya berkata:

      Mas Endro yang bijak, saya kurang yakin kalau foto-foto yang ditampilkan di skyscrapercity.com mencomot hasil karya orang lain. Karena semangat dari milis/situs tersebut adalah untuk menampilkan karya-karya fotografer yang hobi memotret eksterior serta interior bangunan bertingkat. Kalaupun ada, para miliser disitu biasanya akan mencantumkan nama pemilik/website asal gambar tersebut. Dan untuk pengambilan gambar butik “Lanvin PI” yang sama seperti karya Anda, saya rasa banyak orang yang bisa melakukannya. Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.

      Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s