Archive for the ‘Hiburan’ Category

Warkop 1

Sang Legendaris ! Mungkin itulah ungkapan yang pas untuk kelompok lawak kenamaan : Warkop DKI. Kelompok yang digawangi oleh tiga sekawan Dono, Kasino, Indro itu, merupakan kelompok komedi yang pernah berjaya di era 1980 hingga pertengahan ‘90-an. Bermula dari acara “Obrolan Santai di Warung Kopi” radio Prambors, Warkop kemudian menjelma menjadi kelompok komedi yang diperhitungkan. Mereka tak hanya bersinar di radio dan di panggung-panggung, namun juga sukses di layar lebar. Kala itu eksistensi Warkop berhasil menggeser ketenaran kelompok Srimulat dan Kwartet Jaya. Selain sukses secara komersial, Warkop juga memberikan angin segar bagi dunia perlawakan di Indonesia, yang waktu itu banyak menonjolkan peragaan fisik dan perkataan seronok. Meski pada mulanya Warkop cukup edukatif, namun seiring berjalannya waktu mereka juga terjebak dalam guyonan yang banyak mempertontonkan aurat. Terutama setelah film-film mereka diproduksi oleh Soraya Intercine Films.

Berbicara mengenai komedian yang satu ini, boleh jadi tak pernah ada habisnya. Meski nontonin film mereka berulang kali, namun tak pernah muncul perasaan bosan. Dulu sewaktu kami sekolah, lawakan ala Warkop sempat menjadi trend-setter dan cerita di waktu senggang. Kala itu kata-kata : “Gila lu Ndro” atau “Emangnya mau main anggar …” sering meluncur dari mulut para pelajar. Malah ada seorang teman kami yang berbibir mancung, sering diejek dengan panggilan “bemo”. Sebuah angkutan roda tiga di Jakarta, yang memiliki moncong di bagian depan. Lagi-lagi istilah ini kami dapatkan dari gurauan Warkop DKI, yang sering mengolok-olok Dono dengan panggilan bemo. Ada lagi istilah IQ Jongkok, yang diambil dari salah satu judul film mereka. Istilah ini biasanya ditujukan kepada anak-anak yang lamban dalam berpikir. “Dasar IQ Jongkok !” begitu makian kami kepada kawan-kawan yang sedikit telmi (ini istilah Warkop juga gak ya?).

(lebih…)

Iklan
Para pemain Bayern mengangkat trofi Liga Champions

Para pemain Bayern mengangkat trofi Liga Champions

Bayern layak menang! Begitu ucapan Mats Hummels kepada jaringan televisi Sky Sports dalam wawancaranya setelah pertandingan final Liga Champions 2013, yang mempertemukan klubnya Borussia Dortmud dengan Bayern Muenchen. Hummels pemain belakang berusia 24 tahun itu, mengaku agak kewalahan mengawal laju Arjen Robben dan kawan-kawan. Meski akhirnya kalah tipis, namun di 20 menit awal babak pertama, anak-anak asuh Jurgen Klopp itu sempat menguasai jalannya pertandingan. Menggunakan formasi attack pressing 4-4-2, beberapa kali pemain The Borussians mengancam gawang Manuel Neuer. Namun kurang efektifnya penyelesaian akhir mereka, menyebabkan tak ada satupun peluang yang membuahkan gol. Penyerang Borussia, Robert Lewandowski, yang malam itu (26/5) diharapkan mampu merobek jala The Bavarians, ternyata juga tak bisa berbuat banyak. Hingga peluit babak pertama ditiup wasit asal Italia, Nicola Rizzoli, skor masih tetap bertahan 0-0.

Memasuki babak kedua, giliran Muenchen yang pegang kendali. Serangan bertubi-tubi dari kedua belah sisi lapangan, kerap mengancam pertahanan The Borussians. Usaha anak-anak Bayern, baru membuahkan hasil pada menit ke-60 melalui kaki Mandzukic. Pemain asal Kroasia itu, berada dalam posisi bebas untuk menceploskan bola hasil umpan Arjen Robben. 1-0 untuk keunggulan Bayern Muenchen. Tak berselang lama, kembali para pemain Borussia Dortmund menggalang serangan balasan. Kesalahan Dante yang menahan laju Michael Reus dengan tendangan ke perut, berhadiah penalti bagi kesebelasan berlambang BVB 09 itu. Ilkay Gundogan yang menjadi eksekutor tendangan 12 pas, tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia dengan santainya mengecoh Manuel Neuer dengan sepakan ke sudut kiri gawang. Posisi 1-1, memberikan asa bagi Borussia untuk mengulang suksesnya menekuk Bayern di final DFB Pokal. Tersisa waktu 23 menit, anak-anak Bayern semakin mempercepat tempo permainan. Robben yang malam itu menjadi bintang, berkali-kali mengancam gawang Dortmund yang dikawal Weidenfeller. Berkat kerjasama satu-dua dengan Ribery, Robben berhasil mencetak gol kemenangan untuk Die Rotten di menit ke-89.

(lebih…)

Indriati Iskak, Chitra Dewi, dan Mieke Widjaja, dalam film Tiga Dara (1956)

Misbach Yusa Biran, boleh jadi merupakan salah seorang yang paling getol mendokumentasikan sejarah film Indonesia. Dalam empat tahun terakhir, sudah lima buku yang diterbitkannya terkait dengan film dan orang-orang film Indonesia. Buku-buku itu adalah : Oh, Film (2008), Kenang-kenangan Orang Bandel (2008), Sejarah Film, 1900-1950 : Bikin Film di Jawa (2009), Peran Pemuda dalam Kebangkitan Film Indonesia (2009), serta edisi tambahan Keajaiban di Pasar Senen (2008). Selain piawai membuat film, Misbach pandai pula bercerita. Sebagai seniman yang telah banyak makan asam garam kehidupan, Misbach tahu seluk beluk perfilman hingga orang-orang di belakang layar. Tak sebatas artis-artis terkenal, segala cerita tentang sineas karbitan atau calon bintang yang tak jadi populer, banyak pula ia ungkapkan.

Salah satu ceritanya adalah tentang juru parkir yang bernama Anwar. Menurutnya, Anwar merupakan calon bintang yang paling banyak mendapatkan kesempatan memainkan peran. Aneka macam peran telah diujikan kepadanya. Menjadi seorang bandit, penyanyi bar, pesuruh, reserse, kepala polisi, dan lain-lain. Namun tak satupun peran yang berhasil dimainkannya dengan baik. Singkat kata, Anwar gagal bermain film. Adalagi ceritanya mengenai pembuat film Tionghoa, yang dipaksa tutup oleh tentara Jepang karena dianggap tak mengerti seni. Orang-orang Tionghoa ini, membuat film layaknya industri rumahan. Asal punya ruang kosong untuk pembuat set, jadilah rumah mereka sebagai studio film dadakan. Para pegawainya diperlakukan seperti karyawan bengkel atau buruh pabrik kecap. Setelah Jepang angkat kaki, studio-studio milik Tionghoa mulai bangkit kembali. Diantara yang cukup ternama adalah Bintang Surabaya, Tan & Wong Bros, Garuda Film, dan Olympiad Studio.

(lebih…)

F.C Barcelona, tahun ini diperkirakan akan mengulangi prestasi Liga Champions 2009

Tanggal 28 Mei nanti, Liga Champions Eropa (d/h Piala Champions) kembali menggelar partai puncak untuk seri yang ke-56. Klub yang bertarung adalah Barcelona (Barca) kontra Manchester United (MU), dua tim unggulan yang acap wara-wiri dalam lima partai final terkahir. Pertemuan ini merupakan final ulangan dua tahun lalu, yang berkesudahan 2-0 untuk kemenangan Barca. Namun final kali ini boleh jadi ceritanya akan berbeda. Sebab MU diuntungkan oleh tempat perhelatan yang akan berlangsung di Wembley Stadium. Publik London tentunya akan memberikan dukungan penuh kepada tim asal kota Manchester itu, walaupun di kompetisi domestik mereka berseteru.

Meski MU bermain di “kandang” sendiri, namun rumah-rumah judi ternama di Eropa tetap mengunggulkan Barcelona. Masih bercokolnya para pemain yang mengantarkan Spanyol menjadi juara Piala Dunia lalu, menjadi faktor keunggulan Barca. Selain itu Barca merupakan tim langganan Liga Champions (LC). Setidaknya dalam lima tahun terakhir, Barca empat kali lolos ke babak semi final, dan meraih dua trofi juara. Faktor pelatih juga menjadi kunci keberhasilan mereka. Walau Guardiola kembali berhadapan dengan sang senior Sir Alex Fergusson, namun semangat muda dan kebersamaannya, lebih berpeluang untuk mengantarkan Barca sebagai juara. Faktor lain adalah mental anak-anak Barca yang sedang menanjak, setelah menaklukkan rival abadi mereka Real Madrid di babak semi final.

(lebih…)

Spanduk pendukung Nurdin. Bangga Timnas ke final Piala AFF

Sudah 7 tahun lebih duet Nurdin Halid-Nugraha Besoes memimpin PSSI. Namun prestasi yang ditunggu-tunggu pecinta sepak bola tanah air, tak jua kunjung tiba. Prestasi terakhir yang ditorehkan oleh tim nasional (timnas) Indonesia adalah pada tahun 1991, ketika berhasil keluar sebagai juara SEA Games di Filipina. Saat itu PSSI dipimpin oleh Kardono, yang didapuk sejak tahun 1983. Pada periode 1991-1999, PSSI dipimpin oleh Azwar Anas. Di bawah kepemimpinannya ia berhasil mengantarkan Indonesia untuk kali pertama tampil di Piala Asia (1996). Pada era ini pula ranking tim nasional Indonesia berhasil mencapai peringkat tertinggi sejak masa kemerdekaan, yakni di urutan 76. Selain pelatih, faktor lain seperti kompetisi dan pembinaan usia muda turut mempengaruhi pencapaian ini. Seperti diketahui Azwar berhasil mempersatukan dua kompetisi terbesar saat itu, Galatama dan Perserikatan, menjadi satu kompetisi : Liga Indonesia. Sayang ! pada tahun 1998 ia mengundurkan diri karena skandal sepak bola gajah. Jabatannya kemudian diisi oleh Agum Gumelar.

Setelah kepemimpinan Agum berakhir, sejak tahun 2003 PSSI diketuai oleh Nurdin Halid. Ia memang berhasil membawa Indonesia dua kali berlaga di Piala Asia. Namun hasilnya seperti yang sudah-sudah, belum beranjak dari fase penyisihan grup. Pasca keikutsertaan itu prestasi Indonesia terus mandeg, bahkan cenderung menurun. Contoh terakhir adalah pada turnamen Piala AFF yang digelar sejak 1 Desember 2010 lalu. Hingga tulisan ini diturunkan, posisi Indonesia tertinggal 0-3 dari Malaysia, setelah bermain pada laga final leg pertama di Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Skuad Garuda yang perkasa, seolah-olah tak berdaya menghadapi Mohammad Shafee dan kawan-kawan. Lini belakang tim nasional yang biasanya kokoh, kali ini compang-camping dibuatnya. Maman Abdurrahman dan Hamka Hamzah, sering membuat kesalahan-kesalahan elementer. Posisi striker-pun setali tiga uang. Duet Gonzales-Yongki, yang kemudian berganti dengan Irfan-Bambang, mandul bak perawan tua.

(lebih…)

Tim Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia

Usai sudah pesta akbar empat tahunan FIFA World Cup 2010, dengan keluarnya pengusung sepak bola menyerang sebagai juara : Spanyol ! Selama satu bulan penuh, para pecinta sepak bola dunia telah dihibur oleh sajian bermutu tinggi, permainan level satu yang diperagakan oleh bintang-bintang kelas dunia. Walau terdapat intrik, gol-gol berbau offside, hingga pengadil lapangan yang kurang jeli dalam melihat, namun secara keseluruhan Piala Dunia Afrika Selatan 2010 berlangsung baik. Sampai malam puncak pertandingan final, tak ada insiden dan keributan yang cukup berarti.

Pertandingan final mempertemukan dua kekuatan Eropa, Spanyol vs Belanda. Spanyol yang selama ini tampil kurang meyakinkan, malam ini (12 Juli 2010 WIB) bermain sangat luar biasa. Diisi oleh sebagian besar pemain-pemain muda nan enerjik, Spanyol tampil seperti lebah yang menyengat. Bermain lepas, fly, dengan passing-passing pendek yang cukup akurat, Spanyol kerap kali membahayakan gawang Belanda. Sejak peluit babak pertama dibunyikan, tridente maut Spanyol, Xavi, Iniesta, dan David Villa, telah menebar ancaman. Diselingi aksi-aksi Sergio Ramos dan Xabi Alonso, serta permainan apik Carles Puyol, praktis Spanyol menguasai pertandingan malam ini. Ball possession : 57% berbanding 43% untuk keunggulan Spanyol. Walaupun permainan agak keras menjurus kasar, namun secara keseluruhan pertandingan malam ini enak ditonton. 13 kartu kuning dan 1 kartu merah, mewarnai pertandingan yang dipimpin oleh wasit Howard Webb asal Inggris.

(lebih…)

Satu minggu lagi turnamen terakbar FIFA World Cup 2010 akan digelar. Namun begitu, sorak sorai dan gegap gempita pesta terbesar umat manusia se-dunia, telah terdengar sejak satu bulan lalu. Berbagai media massa baik cetak maupun elektronik, telah melaporkan persiapan helat empat tahunan tersebut. Yang paling ramai ialah pemberitaan tentang kesiapan tim serta prediksi mengenai siapa yang akan keluar sebagai juara. Dalam perjumpaan kali ini, saya mencoba untuk ikut mengulas serta memprediksi tim-tim mana saja yang mampu maju ke babak 16 besar, perempat final, semi final, hingga partai final. Seperti halnya prediksi dan analisa dari para pengamat profesional, boleh jadi hasil analisa ini lebih banyak salah ketimbang benarnya.

Untuk kedua kalinya, Piala Dunia diselenggarakan di luar benua Eropa dan Amerika. Setelah Korea dan Jepang tahun 2002 lalu, kini giliran Afrika Selatan yang menjadi host turnamen. Seperti halnya delapan tahun lalu, Piala Dunia kali ini diperkirakan akan banyak melahirkan kejutan. Faktor cuaca, pendukung fanatik, ketinggian tempat pertandingan, serta ilmu-ilmu hitam khas Afrika sedikit banyaknya akan mempengaruhi performa negara-negara peserta. Jika Korea-Jepang 2002, dunia dikejutkan oleh tersingkirnya tim juara bertahan Prancis di babak penyisihan, serta majunya Korea Selatan hingga partai semi final. Maka tahun ini, kejutan besar diperkirakan datang dari tim-tim Afrika, yang selama ini hanya dianggap sebagai tim anak bawang. Untuk itu saya mengkalkulasi empat dari enam tim kontestan asal Afrika akan lolos ke babak 16 besar, mereka adalah Afrika Selatan (runner-up grup A), Nigeria (runner-up grup B), Kamerun (runner-up grup E), dan Pantai Gading (runner-up grup G). Melihat komposisi pembagian grup yang cukup ketat, beberapa tim unggulan seperti Meksiko, Ghana, dan Portugal, diperkirakan akan tersingkir di babak awal. Selain itu, cederanya beberapa pemain pilar seperti Nani dan Essien, turut mempengaruhi performa tim-tim tersebut. Negara-negara Asia seperti halnya Piala Dunia sebelumnya, masih belum bisa berbuat banyak. Australia yang baru bergabung bersama AFC pada Piala Dunia kali ini, diperkirakan menjadi satu-satunya wakil Asia di babak 16 besar. Berikut perkiraan 16 tim yang lolos ke babak perdelapan final : Prancis, Afrika Selatan, Argentina, Nigeria, Inggris, Amerika Serikat, Jerman, Australia, Belanda, Kamerun, Italia, Paraguay, Brazil, Pantai Gading, Spanyol, Chili.

(lebih…)