Tiga minggu lalu (5 Oktober), DPR baru saja mensahkan Undang-undang Cipta Kerja. Undang-undang yang merevisi lebih dari 75 undang-undang yang ada sebelumnya itu, dipercaya akan menyatukan berbagai peraturan ketenagakerjaan serta investasi yang cukup beragam. Meski undang-undang ini bertujuan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan, namun sejumlah elemen buruh menyatakan justru peraturan ini akan mengamputasi hak-hak buruh. Menurut hasil kajian Fakultas Hukum UGM, ada beberapa pasal dalam peraturan ini yang akan merugikan kaum pekerja. Diantaranya pasal mengenai status pekerja. Dalam UU Ketenagakerjaan, Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) tadinya terbatas paling lama dua tahun dan hanya boleh diperpanjang satu kali untuk jangka waktu satu tahun. Namun di UU Cipta Kerja ini, PKWT menjadi tak dibatasi. Pasal lainnya adalah mengenai penerimaan pesangon. Jumlah pesangon yang diterima pekerja yang sebelumnya sebanyak 32 kali gaji, dipangkas menjadi 25 kali gaji.

Selain kluster ketenagakerjaan, persoalan lainnya yang juga disorot adalah masalah lingkungan hidup. Isu ini tak sampai membesar seperti halnya isu ketenagakerjaan yang diteriakkan oleh para buruh akhir-akhir ini. Namun sejumlah aktivis lingkungan mengatakan, ada risiko tinggi bagi lingkungan dibalik efisiensi investasi dan kemudahan berusaha yang ditawarkan oleh undang-undang tersebut. Kalau kita melihat pasal demi pasal, ada beberapa poin penting mengenai lingkungan yang tak lagi diatur secara tegas. Seperti minimal luas hutan yang harus dipertahankan, serta dihapusnya kalimat “tanpa perlu pembuktian” pada pasal kewajiban pengusaha terhadap kerusakan lingkungan.

Baca entri selengkapnya »

Pada tahun 2012 banyak pencinta seni Indonesia yang menaruh harapan besar terhadap perkembangan film di negeri ini. Sebab pada tahun itu, The Raid menjadi salah satu film box office di Amerika. Selain tampil dalam berbagai festival, film yang disutradarai oleh Gareth Evans tersebut berhasil meraup pendapatan sebesar USD 9,3 juta. Dari jumlah itu, USD 4,1 juta atau sekitar 45%-nya diraih dari pasar Amerika dan Kanada. Sebagai perbandingan, film beladiri Thailand Ong Bak: Muay Thai Warrior (2003) yang juga populer di Amerika, beroleh pendapatan sekitar USD 4,5 juta. Selain sukses dari segi bisnis, dari segi kualitas-pun, The Raid juga cukup berhasil. Berdasarkan penilaian situs web Rotten Tomatoes, film ini beroleh rating 87% dari 52.427 audiens, serta 86% dari 166 kritikus film. Bahkan Peter Bradshaw dari The Guardian memberikan nilai sempurna untuk film yang dibintangi oleh Iko Uwais, Yayan Ruhian, dan Joe Taslim itu.  

Setelah The Raid, perkembangan film di Indonesia tak lantas meningkat. Jangankan go internasional, di negeri jiran-pun film-film kita belum mampu mendominasi. Tak usah dengan film Amerika yang sudah maju berpuluh-puluh tahun, dengan film India dan Korea-pun kita masih kedodoran. Menurut Rosnani Jamil, salah seorang sineas kenamaan asal Malaysia, minat anak-anak muda terhadap film Indonesia belakangan ini memang agak menurun. Mengutip dari situs balaikita.com, Rosnani — yang masih berdarah Indonesia itu – mengatakan : “Ayat-ayat Cinta itu cetak duit disini, Surga Yang Tak Dirindukan bolehlah, tapi setelah itu tak tahu lagi ape film Indonesia yang diputar disini, rasenye tak ade lagi.” Senada dengan Rosnani, beberapa mahasiswi Malaysia yang diwawancarai balaikita juga tak tahu lagi apa film Indonesia yang diputar di Malaysia. “Film Indonesia boring-lah. Ceritenye begitu-begitu saje, tak ade kemajuan.”

Baca entri selengkapnya »

Gak nyangka ya sekarang, kalau Youtube bisa menggeser preferensi seseorang dari yang sebelumnya nonton tivi, jadi nonton Youtube, Ya kali, kamu masih mau nonton sinentron yang gak selesai-selesai jalan ceritanya. Atau acara lawakan yang cuma body shaming. Zaman kekinian gitu loh. Disaat orang punya seabrek pilihan, ngapain juga mau nongkrongin acara yang gak mutu. Mungkin semua Anda sudah tahu, kalau Youtube bisa semenarik itu karena diisi oleh konten-konten yang oke punya. Nah dalam artikel kali ini, kami akan mengajak Anda melihat siapa-siapa saja content creator atau Youtuber yang mewarnai jagad peryutuban Indonesia. Banyak diantara mereka yang awalnya cuma iseng-iseng, dari nyalurin hobi sampai akhirnya dapat cuan gede. Ada juga yang lagi sepi order, maksudnya yang biasanya main film atau show, tapi karena satu dan lain hal akhirnya ikutan jadi Youtuber juga. Siapa saja mereka, yuk kita kulik satu per satu.

Raffi Ahmad

Wah ini Youtuber yang sedang naik daun. Bersama istrinya Nagita Slavina (Gigi), Raffi membuat kanal Youtube yang bernama RANS Entertainment. Nama itu diambil dari singkatan nama mereka berdua : Raffi Ahmad Nagita Slavina. Meski masih seumur jagung, namun kini kanal Youtube mereka sudah diikuti oleh sekitar 17,1 juta subscribers. Kontennya bermacam-macam, namun sebagian besar berisi keseharian rumah tangga mereka. Banyak pula acaranya yang melibatkan putra semata wayang : Rafathar Malik Ahmad. Dari sekian banyak acara yang dirilis, yang paling laku adalah acara beli mobil mahal. Ya Raffi sering menunjukkan mobil barunya yang dibeli dengan harga puluhan milyar. Dalam suatu episode terlihat Raffi sedang memberikan mobil Range Rover untuk istrinya, dan Mercy untuk mamanya. Di episode lain, dia pernah nawar oplet legendaris Si Doel untuk ditukar dengan Rolls Royce miliknya. Untuk meraup jumlah penonton, kadang Raffi bikin acara yang rada aneh. Dia pernah ngerjain Rafathar supaya mau jadi anaknya Baim Wong. Atau ngebohongin Gigi kalau dia mau nikah lagi. Emang bener deh Raffi, bisa aja lo.

Baca entri selengkapnya »

Gordon Ramsay di Ngarai Sianok

Awal tahun ini, salah seorang maestro kuliner dunia : Gordon Ramsay, datang berkunjung ke Indonesia. Kedatangannya kali ini untuk membuat konten pada televisi internasional, National Geographic. Pada acara yang berjudul “Uncharted” itu, Gordon mengeksplorasi budaya makan di Sumatera Barat. Memang Sumatera Barat memiliki khasanah kuliner yang cukup lengkap. Dari adat makannya seperti bajamba, cita rasa masakannya yang penuh bumbu, hingga rendang yang telah mendunia. Karena alasan itulah, William Wongso — sang inisiator kedatangan Gordon ke Indonesia — memilih Sumatera Barat untuk tempat syuting Uncharted. Awal keinginannya mengundang Gordon, karena ia ingin mempopulerkan masakan rendang ke seluruh dunia. Menurutnya, survei CNN telah dua kali menobatkan rendang sebagai masakan terlezat di dunia, namun kita (Indonesia) tak mendapatkan apa-apa.

Karena kegelisahan itulah, William berinisiatif untuk mendatangkan Gordon dalam perjalanannya dari Tasmania ke India Selatan. William bercerita, tim Gordon Ramsay: Uncharted sebelumnya memiliki jadwal syuting di Tasmania. Selanjutnya baru ke India Selatan. Untuk mengisi jeda waktu syuting antara dua tempat tersebut, William mengundang tim Uncharted untuk syuting di Sumatera Barat. “Saya berikan semua data, budaya makan di Sumatera Barat, rendang, dan sebagainya. Lalu dua minggu langsung di-approve. Mereka mulai approve saya itu September terus minggu ketiga Oktober mereka sudah datang. Lalu proses syutingnya baru berlangsung Februari kemarin,” kata William pada acara bincang-bincang di kanal youtube Helmy Yahya.

Baca entri selengkapnya »

Mo Salah Sujud Setelah Mencetak Gol

Mohamed Salah mungkin tak pernah mengira, kalau kehadirannya di Liga Inggris akan memperbaiki citra Islam di Britania. Ya, sejak serangan Al Qaeda ke menara kembar WTC di tahun 2001, citra Islam di negara tersebut memang agak sedikit tercoreng. Banyak masyarakat disana yang menganggap Islam sebagai agama kekerasan. Persepsi itu semakin terbangun karena banyaknya imigran muslim yang melakukan tindakan kriminal. Kekesalan warga Inggris semakin menjadi-jadi ketika terjadi bom bunuh diri di London pada tahun 2005 lalu. Seperti diketahui serangan itu dilakukan oleh sekelompok imigran muslim keturunan Pakistan.

Namun sejak kehadiran Mo Salah di lapangan hijau, Islam yang sebelumnya dicitrakan buruk perlahan-lahan mulai terkikis. Selebrasi Salah berupa sujud setelah mencetak gol, memberikan kesan kepada warga Inggris mengenai pentingnya bersyukur kepada pencipta. Padahal dua dekade lalu, selebrasi semacam itu sering diolok-olok orang. Bahkan legenda Inggris Gary Lineker menjulukinya sebagai “eat grass celebration”. Merujuk pada gaya sang pemain yang seperti sedang memakan rumput. Meski Mo Salah bukan pemain muslim pertama di Liga Inggris, namun hingga saat ini ia boleh dibilang sebagai pemain muslim tersukses di Premier League. Pembawaannya yang tenang baik di dalam maupun di luar lapangan, menjadikannya diterima oleh sebagian besar masyarakat Inggris.

Baca entri selengkapnya »

Sejak virus Covid-19 mewabah pada pertengahan Maret 2020 lalu, sebagai pekerja yang menggunakan layanan kereta komuter tentu saya cukup khawatir. Hal ini dikarenakan penyebaran virus Covid-19 dapat terjadi melalui siapa saja dari percikan (droplet) air liur, baik batuk ataupun bersin. Dikarenakan pengguna layanan kereta komuter sangatlah ramai, maka jarak antar penumpang kadang tak terperhatikan. Namun semenjak virus ini merebak, banyak orang yang takut berdekatan dengan penumpang yang sedang batuk ataupun bersin.

Untuk mengantisipasi agar tidak terpapar virus Covid-19, bagi Anda pengguna layanan kereta komuter ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Berikut adalah langkah-langkah sederhana untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 :

Baca entri selengkapnya »


Buku “Sapiens” karya Yuval Noah Harari memang cukup mengesankan. Dalam buku setebal 520 halaman itu, ia secara apik menerangkan bagaimana sejarah perjalanan umat manusia. Berbeda dengan buku-buku sejarah lainnya yang cuma bercerita berdasarkan urutan waktu (kronologis), dalam buku ini ia coba menggali sebab musabab serta permasalahan yang muncul sehingga dunia kita bisa seperti sekarang ini. Misalnya : ia membahas mengenai domestifikasi hewan dan revolusi pertanian. Pada bagian ini ia bercerita mengenai kehidupan manusia sejak zaman batu, zaman perunggu, hingga mengakhiri kehidupan nomaden. Manusia yang telah hidup menetap itu kemudian bisa membangun perkampungan, kota, serta peradaban, setelah mereka mampu mendomestifikasi hewan (ternak) dan menghasilkan makanan secara berlimpah dengan revolusi pertanian. Pada bagian “Pemersatuan Umat Manusia”, ia juga dengan gamblang menceritakan bagaimana visi umat manusia dalam membangun peradaban. Menurut Yuval, nilai-nilai universal-lah – seperti hukum agama dan uang — yang bisa mempersatukan manusia dalam membangun peradaban.

Masuk pada bagian selanjutnya yaitu “Revolusi Sains”, Yuval bercerita mengenai bagaimana sains bisa mengubah jalan hidup sejarah umat manusia. Dalam bab ini kita akan mulai merasakan kecenderungan Yuval mengglorifikasi peradaan Barat. Terlepas dia sebagai warga global, namun sebagai penulis yang hidup dalam sangkar peradaban Euro-America (Barat), tentu Yuval tak bisa lepas dari bias budaya. Dalam bab-bab terakhir pada buku tersebut, ia dengan pede meyakini bahwa peradaban Barat-lah yang telah mengubah jalan sejarah umat manusia. Menurut dia, sains – kemudian kapitalisme dan industri, yang merupakan temuan Barat, telah membawa umat manusia ke arah yang lebih baik. Dengan temuan-temuan itu, umat manusia akhirnya bisa hidup bahagia selamanya. Meskipun tak sama, ini seperti teori yang dibangun oleh Francis Fukuyuma dalam bukunya : “The End of History and The Last Man”. Dimana dalam tesisnya tersebut Fukuyama begitu mengelu-elukan peradaban Barat, serta menyatakan bahwa model peradaban ini telah menang dan akan langgeng selamanya.

Baca entri selengkapnya »


Setelah bercerita mengenai pengalaman mencicipi kuliner Minang di Jakarta, selanjutnya kami akan mengajak Anda untuk mendedah restoran Padang pilihan yang telah melegenda di ibu kota. Disamping sebagai pusat pemerintahan, Jakarta juga menjadi tempat perpaduan (melting pot) seluruh budaya Nusantara. Tak heran kalau disini kita bisa menjumpai resto-resto terbaik se-Indonesia, termasuk rumah makan Padang. Berdasarkan data Iwapin (Ikatan Warung Padang Indonesia), saat ini ada sekitar 20.000 rumah makan Padang di Jabodetabek. Dari yang sebanyak itu, tak lebih dari dua puluh yang bisa diketegorikan sebagai “the legend”. Menilai resto-resto mana saja yang telah melegenda, memang gampang-gampang susah. Untuk itu kami mengandalkan penilaian masyarakat berdasarkan ulasan pada Google dan Tripadvisor. Serta pengamatan dan pengalaman penulis ketika mengunjungi resto-resto tersebut.

Langsung saja. Saya akan memulainya dengan Restoran Roda. Bagi Anda generasi milenial, mungkin tak pernah menjumpai rumah makan yang satu ini. Resto ini terletak di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur. Pada dasawarsa 1970-1980-an, rumah makan ini cukup ternama. Bahkan salah satu dari sedikit restoran berkelas di ibu kota. Dulu Roda juga sering dijadikan tempat shooting film. Kalau Anda penasaran dengan restoran ini, coba tonton film “Samson Anak Betawi” yang diperankan Benyamin Sueb dan Mansur Syah. Disitu ada adegan dimana sang promotor sedang mentraktir Samson makan. Pada masa itu Roda boleh jadi merupakan trade mark masakan Minang. Entah mengapa akhirnya rumah makan yang didirikan oleh Haji Hashuda asal Kapau, Bukittinggi itu bangkrut. Dan kemudian tutup.

Baca entri selengkapnya »


Nasi Kapau Kedai Pak Ciman

Tak terasa siang itu peluh saya bercucuran. Bukan karena sedang menggali parit atau memanggul barang, tapi saya baru saja menyantap iga bakar di Rumah Makan Datuk. Loh kok? Iya, di rumah makan ini iga bakarnya disajikan bersama kuah sop hangat. Jadilah baju saya setengah kuyup. Meski tak dilengkapi AC, namun iga bakar disini enak banget. Tekstur dagingnya lembut, plus bumbu iganya yang meresap. Selain iga bakar, jengkol lado hijaunya-pun cukup favorit. Saya yang tak suka jengkol, jadi tertarik dibuatnya. Penasaran dengan masakan yang tersaji, saya sempat berbincang dengan pegawai di rumah makan itu. Ternyata menu iga bakar ini hanyalah improvisasi si pemilik rumah makan yang berasal dari Silungkang, Sawahlunto. Meski dua potong iga yang tersaji cukuplah besar, namun harganya masihlah berpatutan. Kalau gak percaya, cobain deh! Lokasinya gak jauh dari pusat grosir Cipulir, Jakarta Selatan.

Masih di seputaran Jakarta Selatan, ada lagi rumah makan Padang yang bikin nagih. Namanya Putra Minang. Kalau Anda berdomisili di seputaran Pesangrahan, Ciledug, atau Bintaro, mungkin tak asing lagi dengan rumah makan yang satu ini. Restoran yang dikelola oleh pengusaha asal Pariaman itu konon telah memiliki 25 outlet. Pantas saja disepanjang Jalan Ciledug Raya, antara Pasar Ciledug hingga Mayestik, rumah makan ini cukup banyak dijumpai. Disini menu andalannya adalah ayam bakar. Memang enak bro! Bumbunya yang pedas-manis itu nempel sama ayamnya. Tak salah kalau rumah makan ini menasbihkan diri sebagai “istana ayam bakar”.

Baca entri selengkapnya »


Mesjid Istiqlal Disemprot Disinfektan Virus

Pandemi virus Covid-19 (Corona) sudah semakin mengkhawatirkan. Virus yang bermula di Wuhan, China pada akhir tahun lalu itu kini telah tersebar ke seluruh dunia. Termasuk di Indonesia. Berdasarkan data pada hari Kamis, 19 Maret 2020, sudah ada 309 kasus, dimana 25 diantaranya meninggal dunia dan 15 dinyatakan sembuh. Jika ditelisik berdasarkan wilayah, penderita terbanyak berada di propinsi DKI Jakarta, diikuti Jawa Barat dan Banten. Karena kasus ini terus mewabah, maka seruan lockdown terdengar dimana-mana. Di media sosial banyak para pakar kesehatan (atau yang mendadak menjadi pakar) menghimbau pemerintah untuk menghentikan seluruh aktivitas masyarakat. Argumen mereka agar virus ini tidak semakin menyebar yang bisa berakibat jatuhnya korban lebih banyak lagi.

Menyikapi perkembangan ini, Presiden Joko Widodo menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan pembatasan sosial (social distancing), seperti tidak melakukan aktivitas di keramaian. Selain itu Jokowi juga meminta warga untuk tak berpergian ke wilayah/negara yang sedang terjangkit Corona. Di beberapa daerah, kondisi ini telah memaksa sebagian gubernur dan walikota untuk menerapkan program bekerja dari rumah (work from home). Mereka juga menutup pusat-pusat keramaian, seperti tempat wisata, dan meliburkan anak-anak sekolah. Tak hanya pimpinan daerah, Majelis Ulama Indonesia (MUI)-pun juga mengeluarkan fatwa yang membatasi kegiatan di mesjid. Fatwa tertanggal 16 Maret 2020 itu antara lain membolehkan umat Islam untuk mengganti sholat Jumat dengan sholat zuhur di rumah masing-masing. Pernyataan lengkap MUI itu berbunyi : “Dalam hal ia berada di suatu kawasan yang potensi penularannya tinggi atau sangat tinggi, berdasarkan ketetapan pihak yang berwenang maka ia boleh meninggalkan sholat Jumat dan menggantikannya dengan sholat zuhur di tempat kediaman, serta meninggalkan jamaah sholat lima waktu/rawatib, tarawih, dan ied di masjid atau tempat umum lainnya.”

Baca entri selengkapnya »