Anwar dibacakan sumpah (sumber : AFP)

Anwar Ibrahim merupakan sosok yang tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Sehingga terpilihnya beliau sebagai perdana menteri yang ke-10, tak mengejutkan banyak pihak. Ditunjuknya Anwar sebagai pemimpin baru Malaysia, setelah terjadi kebuntuan politik pasca Pemilu 19 November lalu. Dimana dalam Pemilu tersebut, Pakatan Harapan (PH) yang dipimpinnya, hanya meraih 82 kursi. Jumlah ini jauh dari syarat minimal untuk membentuk pemerintahan sendiri, yakni 112 kursi. Karena tak mencapai syarat yang dibutuhkan, maka PH mesti berkoalisi dengan gabungan partai lain. Setelah terjadi lobi-lobi singkat, Perikatan Nasional (PN) yang merupakan peraih kursi terbanyak kedua, enggan bergabung dengannya. Begitupula dengan pemenang ketiga Barisan Nasional (BN). Akibat tak adanya kesepakatan, Yang Dipertuan Agong Sultan Abdullah sempat memanggil anggota dewan dari PN ke istana. Sultan meminta agar PN mau membentuk koalisi pemerintah bersama PH. Tapi sayang, semua anggotanya kompak menolak. Mereka sepakat untuk menjadi oposisi. Lalu sultan-pun meminta dua koalisi lainnya : BN dan GPS (Gerakan Partai Serawak) agar mau bergabung. Meski agak berat, namun akhirnya mereka sepakat untuk membentuk pemerintahan baru.

Bagi sebagian orang, keterpilihan Anwar sudah diprediksi sejak jauh-jauh hari. Ini karena banyaknya rakyat Malaysia yang tak puas atas kepemimpinan Ismail Sabri Yaakob. Anjloknya suara BN – koalisi partai pendukung Ismail – pada Pemilu lalu, membuktikan itu semua. Pada Pilihan Raya Umum yang diikuti oleh 14 juta pemilih, BN hanya beroleh 30 kursi. Jauh dari pemenang kedua : Perikatan Nasional, yang meraih 73 kursi. Melorotnya suara BN, agaknya disebabkan oleh kasus korupsi 1 MDB yang menerpanya. Walau kejadian itu sudah berlangsung lama, namun banyak rakyat Malaysia yang belum percaya. Sejak kasus itu, Malaysia telah mengganti perdana menterinya sebanyak empat kali. Dari tiga perdana menteri, tak satupun diantara mereka yang menjabat hingga dua tahun. Mahathir Mohammad yang sebelumnya pernah menjabat selama 22 tahun, kali ini hanya bertahan 22 bulan. Begitu pula dengan Muhyiddin Yasin yang cuma 17 bulan, dan Ismail Sabri Yaakob 15 bulan.

Baca entri selengkapnya »

Rishi Sunak dan Akshata Murthy

Liz Truss akhirnya menyerah juga. Setelah menjabat selama 50 hari sebagai Perdana Menteri Inggris, tanggal 25 Oktober lalu ia mengajukan pengunduran diri. Posisinya digantikan oleh Rishi Sunak yang sebelumnya menjabat sebagai kanselor. Sunak adalah salah satu dari sekian banyak orang keturunan India yang sukses meniti karier di Inggris Raya. Sebelumnya kita mendengar nama Sadiq Khan, yang menjabat sebagai walikota London. Keberhasilan keturunan British India di Inggris Raya, boleh dibilang cukup mengesankan. Selain sebagai politisi, banyak pula diantara mereka yang sukses di dunia bisnis dan profesional. Mereka ada yang menjadi ahli hukum, ahli kesehatan, dan tak sedikit pula yang menjadi selebritis. Nah, dalam artikel kali ini kami akan mengajak Anda untuk melihat sepak terjang orang-orang keturunan India di Inggris Raya. Ini cukup menarik, mengingat Inggris merupakan negara ex-penjajah India, yang kemudian banyak menampung para imigran dari anak benua tersebut.

Kalau kita melihat latar belakang keluarga Sunak, mereka adalah para imigran yang telah berpindah-pindah dari British India ke Afrika Timur, lalu ke Inggris. Kedua kakenya berasal dari Punjab yang bermigrasi ke Afrika Timur pada dekade 1930-an. Ayah Sunak lahir di Kenya, sedangkan ibunya di Tanzania. Keluarga mereka lalu bermigrasi ke Inggris pada dekade 1960-an. Mereka menikah di Leicester tahun 1977, sebelum akhirnya pindah ke Southampton. Yashvir Sunak sang ayah, berprofesi sebagai ahli kesehatan di Pelayanan Kesehatan Nasional. Sedangkan ibunya Usha Sunak, mengelola apotek keluarga yang terletak di Burgess Road, Southampton. Rishi merupakan anak tertua dari tiga orang bersaudara. Adik-adiknya juga tergolong sukses. Raakhi Williams adiknya yang paling kecil, menjabat sebagai chief strategi dan perencanaan di salah satu lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa. Rishi menikah dengan Akshata Murthy, putri dari Narayana Murthy, yang merupakan pendiri sekaligus pemilik perusahaan teknologi : Infosys.

Baca entri selengkapnya »

Stadion Kanjuruhan rusuh (sumber : pikiran-rakyat.com)

Tragedi Kanjuruhan merupakan titik nadir sepak bola Indonesia. Tak pernah ada sebelumnya, ratusan orang meninggal gara-gara nonton sepak bola. Baru kali ini, kita menyaksikan orang-orang bergelimpangan di dalam stadion. Ada yang karena sesak napas, terinjak-injak, bahkan ada yang sudah mati. Koordinator Indonesia Police Watch, Sugeng Teguh Santoso mengatakan, ada kesalahan prosedur dalam penanganan ribut-ribut suporter di Stadion Kanjuruhan Sabtu (1 Oktober) malam lalu. Dalam peristiwa itu, ditemukan adanya penggunaan gas air mata, yang sebenarnya dilarang dalam peraturan FIFA. Larangan itu tentulah bukan tanpa sebab. Karena sebelumnya di negara lain, sudah ada kejadian yang menewaskan ratusan orang akibat penggunaan gas air mata. Di Peru pada tahun 1964, pernah terjadi 328 suporter meninggal karena tembakan gas air mata. Kala itu tim nasional Peru yang bertanding melawan Argentina, kalah 0-1. Tak menerima kekalahan tim pujaannya, para pendukung Peru-pun lantas mengamuk. Ya, miriplah seperti tragedi Kanjuruhan satu minggu lalu. Dimana Arema kalah 2-3 dari rival abadinya : Persebaya, yang kemudian memicu Aremania (pendukung Arema FC) untuk masuk ke dalam lapangan.

Semula, memang hanya satu orang yang masuk. Dia merangkul kiper Arema dan menyalami para pemain lainnya. Namun tak berselang lama, tiba-tiba ratusan suporter lainnya ikut melompat pagar, berhamburan, dan seperti membuat keonaran di tengah lapangan. Setidaknya itulah yang terlihat oleh para aparat, yang malam itu diperkuat 2.000 orang personil. Khawatir rusuh makin membesar, sejumlah aparat nampak sudah tak sabaran. Mereka main pentung, main tendang, hingga suporter yang sudah kecewa semakin emosi. Seharusnya aparat tak perlu bertindak berlebihan. Tak perlu menembakkan gas air mata, terlebih ke arah tribun dimana banyak suporter tak berdosa sedang berusaha untuk keluar. Apalagi, pada malam itu tak ada bentrok antar suporter. Yang ada hanyalah kekecewaaan massa yang hendak dilampiaskan.

Baca entri selengkapnya »

Dasaad Musin Concern

Kalau Anda menyusuri kawasan Kota Tua Jakarta, maka Anda akan bersua dengan bangunan tua bercat putih. Bangunan ini terletak di Jalan Kunir, 100 meter sebelah utara Museum Fatahillah. Pada bagian muka gedung itu tertulis “Dasaad Musin Concern”, nama perusahaan sang pemilik : Agus Musin Dasaad. Mungkin Anda asing dengan nama tersebut, tapi tidak dengan generasi 1950-an. Di masa itu, ia dikenal sebagai pengusaha terkemuka dan menjadi salah seorang terkaya di Indonesia. Dasaad disebut-sebut sebagai ATM-nya Bung Karno. Dia banyak mendanai aktivitas Soekarno, baik sebelum kemerdekaan terlebih-lebih lagi setelah Indonesia berdaulat. Dasaad lahir di Sulu, Filipina, tahun 1905. Ayahnya berasal dari Menggala, Lampung, sedangkan ibunya orang Sulu. Di usianya yang baru menginjak satu tahun, keluarganya pindah dan menetap di Lampung. Ia lalu tumbuh dan menjalani pendidikan dasar disana. Setelah menyelesaikan pendidikan bisnis dan magang di Singapura, tahun 1923 Dasaad memulai debut bisnisnya. Ia menjual hasil bumi yang diperolehnya dari Palembang, Lampung, dan Bengkulu, kemudian dijualnya ke Jawa, Singapura, hingga Filipina. Pada pertengahan 1930-an, ia berkongsi dengan Ayub Rais, Abdul Ghany Aziz, serta kakak-beradik Djohan dan Djohor. Mereka mendirikan Firma Malaya Import Maatschappij yang mengimpor produk tekstil dari Jepang. Dari bisnisnya itu, mereka kemudian muncul sebagai orang-orang kaya baru di Hindia Belanda.

Di tahun 1941, ia mengakuisisi pabrik tekstil : Kancil Mas di Pasuruan. Setelah itu perputaran bisnisnya langsung meroket hingga mencapai 10 juta gulden per tahun. Seperti mitranya yang lain — Ayub, Djohan-Djohor, dan Ghany; Dasaad banyak membantu perjuangan kemerdekaan. Tak cuma mendanai, ia juga duduk sebagai anggota BPUPKI. Selama revolusi fisik, ia terlibat dalam penyelundupan senjata serta obat-obatan. Koneksinya di Singapura, turut memperlancar pasokan senjata kepada kaum republik. Untuk mengonsolidasi bisnisnya, pada tahun 1946 ia membeli gedung di kawasan Kali Besar. Ya, gedung itu adalah Dasaad Musin Concern yang dimilikinya hingga tahun 1958. Entah mengapa gedung ini kemudian dijualnya. Mungkin untuk menutupi hutang-hutangnya yang semakin membengkak. Di masa Orde Baru, bisnis Dasaad semakin menurun. Perusahaan-perusahaan keagenan miliknya mengalami kerugian yang cukup parah. Sebagaimana dicatat Richard Robison dalam bukunya Indonesia : The Rise of Capital, Dasaad merupakan agen produk-produk Amerika, seperti Lockheed, Westinghouse, dan Kaiser Aluminum. Faktor lainnya, karena ia merupakan orang dekat Soekarno. Dimana pemerintahan ketika itu tak terlalu menyukai para pendukung Bung Karno. Dasaad berpulang pada bulan November 1970, lima bulan setelah Soekarno wafat.

Baca entri selengkapnya »

Putin dan Abramovich

Pada bulan Juni lalu situs berita bisnis http://www.visualcapitalist.com kembali merilis grafik migrasi para miliuner dunia. Mengutip dari Henley Global Citizens Report, diperkirakan ada sekitar 15.000 miliuner Rusia dan 10.000 miliuner China yang meninggalkan negaranya di tahun 2022 ini. Yang menarik, Indonesia juga termasuk ke dalam 10 besar negara yang ditinggalkan oleh para miliunernya. Tercatat ada 600 miliuner yang meninggalkan Indonesia yang disinyalir pindah ke Singapura. Dengan perginya miliuner-miliuner ini, maka secara tak langsung negara yang ditinggalkan akan kehilangan potensi pendapatan yang bisa diperoleh. Dan yang mendapatkan untung tentu adalah negara-negara yang kedatangan para miliuner. Dari 10 besar negara tujuan miliuner, terlihat bahwa negara-negara Barat cukup mendominasi. Rinciannya : Australia akan menerima 3.500 miliuner, Amerika Serikat 1.500 miliuner, Portugal 1.300 miliuner, Yunani 1.200 miliuner, Kanada 1.000 miliuner, dan Selandia Baru 800 miliuner. Selain itu, negara-negara tax haven seperti Uni Emirat Arab dan Singapura juga kemasukan miliuner dalam jumlah besar. Masing-masing 4.000 dan 2.800 miliuner. Begitupula dengan Israel yang menerima sekitar 2.500 miliuner. Sebagai catatan, definisi miliuner disini adalah seseorang yang memiliki kekayaan bersih di atas USD 1 milyar (atau setara Rp 14,7 triliun).

Kalau kita melihat secara sekilas, negara-negara yang menjadi tujuan para miliuner adalah negara yang memberikan kemudahan berusaha. Berdasarkan data Indeks Kemudahan Berbisnis yang dirilis World Bank pada tahun 2020 lalu, terlihat bahwa tingkat kemudahan di negara-negara tersebut memang berada di level atas. Kecuali Yunani, semuanya masuk klasifikasi “sangat mudah”. Namun kalau kita sigi lebih dalam lagi, Rusia dan China sebenarnya juga masuk ke dalam kategori “sangat mudah”, bahkan peringkat mereka berada di atas Israel. Tetapi mengapa banyak miliuner yang kabur dari negara tersebut? Nah, dalam artikel kali ini kita akan membedah tiga hal yang menjadi alasan mereka lari dari negara asalnya.

Baca entri selengkapnya »

Stasiun Manggarai

Tahun 2010, saya pernah membahas mengenai revitalisasi KRL Commuter Jabodetabek di artikel ini (KRL Jabotabek, Ayo Berbenah !). Disitu saya berharap agar sepuluh tahun ke depan kita bisa memiliki fasilitas kereta komuter yang modern. Namun hanya tiga tahun berselang, harapan saya terkabul. Tak perlu menunggu sepuluh tahun, di tahun 2013 kita sudah memiliki kereta komuter yang boleh dibilang cukup modern. Memang belum serancak yang ada di Singapura, tapi boleh lah. Ketika itu di bawah kepemimpinan Ignasius Jonan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) benar-benar melakukan revitalisasi. Tak hanya kereta luar kota saja yang dibenahinya, tapi juga kereta dalam kota atau yang dikenal dengan KRL Commuter Jabodetabek. Jonan menyadari, selama ini KRL Commuter mengalami inefisiensi. Dari kebocoran karcis, pegawainya yang korup, hingga jaringannya yang tak efektif.

Pelan-pelan, satu-satu, permasalahan demi permasalahan ia tangani. Langkah pertama yang ia lakukan adalah membenahi problem kepegawaian KAI yang seabrek. Ia lalu menaikkan gaji pegawai KAI berlipat-lipat. Masalah kebocoran karcis, disiasatinya dengan penggunaan tiket elektronik. Sejak saat itu, semua pengguna KRL harus memiliki tiket kereta, dan gak ada lagi yang bisa bayar petugas di atas rangkaian. Selain itu, ia juga memperbaiki fasilitas kereta dan stasiun. Semua rangkaian tak ada lagi yang tak ber-AC. Pedagang asongan dilarang masuk ke stasiun, apalagi sampai ke dalam rangkaian. Toilet stasiun-pun juga tak luput dari pembenahannya. Jonan juga mengubah jalur kereta yang selama ini tak efektif. Ia menambah lintasan Bogor yang hanya melayani rute Jakarta Kota, dengan rute baru menuju Jatinegara. Dari Bekasi, ia juga memecah jalur ke Jakarta Kota, via Manggarai dan Pasar Senen. Dengan segala pembenahan itu, jumlah penumpang KRL melonjak gak karu-karuan. Dari sebelumnya cuma empat ratus ribu per hari, naik hingga menyentuh angka satu juta.

Baca entri selengkapnya »

Konflik Rusia-Ukraina sudah memasuki bulan keempat. Namun hingga saat ini kita belum melihat tanda-tanda bahwa konflik ini akan berakhir. Sebagian pihak menilai, bahwa konflik ini memang ada yang mengipasi agar pihak yang menangguk untung bisa mendapat profit lebih banyak lagi. Dalam catatan sejarah, konflik antara Rusia-Ukraina bukan terjadi baru-baru ini saja. Tapi sudah berlangsung sejak tahun 2014 lalu. Dimana ketika itu Rusia menganeksasi Semenanjung Krimea yang merupakan bagian dari Ukraina. Latar belakang konflik tersebut dipicu oleh keinginan etnis Rusia di Krimea yang ingin bergabung dengan Rusia. Entah benar entah tidak, konon katanya keinginan tersebut hanyalah setting-an penguasa Moskow agar Rusia bisa menguasai Laut Hitam. Kalau ditarik lebih jauh lagi, sebenarnya perseteruan antara dua negara bertetangga itu telah berlangsung lama, yakni ketika Kekaisaran Rusia berkuasa. Kala itu rakyat Ukraina acap di-bully oleh para tsar Rusia. Setelah Kekaisaran Rusia runtuh di tahun 1917, Ukraina-pun tak otomatis menjadi negara berdaulat. Mereka dipaksa masuk ke dalam federasi Uni Sovyet yang dipimpin oleh Rusia.

Meski beberapa penguasa Soviet ada yang berdarah Ukraina, namun sebagian besar masyarakat Ukraina tak nyaman berada di bawah bayang-bayang Rusia. Ukraina menganggap Rusia sebagai tetangga yang resek, yang maunya menang sendiri. Akibat ketidaknyamanan itu, setelah merdeka di tahun 1991 Ukraina bertekad untuk bergabung dengan masyarakat Barat – dalam hal ini NATO dan Uni Eropa. Melihat keinginan Ukraina yang hendak bergabung dengan blok Barat, membuat Rusia ketar-ketir. Vladimir Putin — presiden Rusia — takut, jika Ukraina masuk NATO, maka Amerika akan menjadikan negeri itu sebagai basis pangkalan militernya. Ini tentu akan mengancam keamanan dan stabilitas Rusia. Mengingat Ukraina merupakan halaman depan yang berbatasan langsung dengan Rusia. Karena itulah, maka berkali-kali Putin meminta Zelensky (presiden Ukraina) untuk tidak bergabung dengan NATO. Namun karena Ukraina merasa sebagai negara berdaulat — yang sudah tak nyaman dengan perundungan yang diterimanya selama ini – keputusan bergabung dengan NATO-pun sudah menjadi tekad mereka. Buntunya perundingan antara Putin dan Zelensky, berujung pada invasi Rusia di akhir bulan Februari lalu.

Baca entri selengkapnya »

Pemilihan presiden RI yang baru, rencananya akan digelar pada tanggal 14 Februari 2024. Ini artinya tak sampai 21 bulan lagi, helat besar lima tahunan tersebut akan terselenggara. Namun beberapa partai politik, tukang survei, serta pengamat, sudah melakukan persiapan dengan menyorong nama-nama yang akan dipilih oleh rakyat nanti. Beberapa pollster bahkan sudah melakukan jajak pendapat dalam satu tahun terakhir. Dari hasil jajak pendapat itu, empat nama yang sering masuk ke dalam bursa capres adalah Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Ridwan Kamil. Urutannya tentu tak selalu seperti ini. Bisa berubah-ubah, tergantung pollster dan periode pengambilan sampelnya. Kadang Prabowo yang di atas, Ganjar di urutan kedua, Anies ketiga, dan di bulan yang lain bisa Ganjar di posisi pertama, diikuti oleh Anies, dan seterusnya.

Jika kita melihat keempat calon tersebut, belum bisa dipastikan mana dari tokoh-tokoh itu yang akan maju sebagai capres 2024 nanti. Prabowo meski memiliki kendaraan politik lewat Partai Gerindra, namun suaranya tak sampai 20% kursi parlemen. Oh iya, perlu disampaikan bahwa syarat untuk bisa mencalonkan presiden dan wakil presiden 2024-2029, haruslah partai politik (parpol) atau gabungan parpol yang memiliki kursi di parlemen sebesar 20%, atau yang jumlah suaranya mencapai 25%. Jadi meskipun Gerindra punya kursi di parlemen, namun jumlahnya tak mencapai 20%. Ia perlu berkoalisi dengan partai lain agar bisa cukup syarat yang diperlukan. Begitu juga dengan Ganjar. Meskipun ia kader partai terbesar : PDI-P, namun ia hanyalah petugas partai. Sebagaimana cuitannya di Twitter, ia hanyalah “anak kos-kosan”. Oleh karenanya walaupun pada hasil survei ia sering berada di atas, Ganjar masih menghadapi kendala : apakah partainya mau mencalonkan dirinya. Mengingat hingga saat ini, Partai Banteng menginginkan Puan yang maju sebagai calon presiden. Bagaimana dengan Anies dan Emil?

Baca entri selengkapnya »

Jika selama ini Anda mengira bahwa perbudakan hanya dilakukan oleh bangsa Eropa terhadap orang-orang Afrika atau Asia, namun tidak sebaliknya, maka anggapan Anda tersebut keliru. Dalam catatan sejarah, sebenarnya banyak pula orang-orang Eropa yang menjadi korban perbudakan. Baik yang dilakukan oleh sesama orang Eropa, maupun dari bangsa Asia atau Afrika. Nah dalam artikel kali ini, saya akan mengajak Anda untuk melihat kisah mengenai perbudakan dan perdagangan budak di benua biru. Seperti halnya perbudakan yang terjadi di benua lain, perbudakan terhadap bangsa Eropa juga tak mengenal kasih. Mereka banyak yang dieksploitasi untuk pembukaan lahan, menjadi serdadu, atau sekedar sebagai wanita penghibur. Bagi budak-budak yang beruntung, banyak diantara mereka yang kemudian menjadi panglima atau selir sultan. Tak ada catatan pasti sejak kapan perbudakan dan perdagangan budak berlangsung di Eropa. Namun yang jelas praktik ini telah terjadi sejak zaman Romawi dan makin meluas setelah invasi kaum barbar yang meruntuhkan Imperium Romawi Barat.

Pasca runtuhnya Romawi Barat, Eropa Timur menjadi ajang perebutan bangsa-bangsa lain. Dari empat penjuru mata angin, mereka masuk ke Eropa Timur dan menaklukkan orang-orang Slavia. Diantara bangsa-bangsa yang melakukan invasi tersebut adalah Bangsa Rus yang berasal dari Eropa Utara. Mereka menginvasi kawasan sekitar Sungai Volkhov, Prut, dan Dnieper yang sekarang menjadi bagian dari Rusia dan Ukraina. Lalu ada Bangsa Frank yang datang dari arah barat (Jerman). Bangsa ini kemudian menguasai kawasan yang sekarang menjadi bagian dari Austria dan Slovenia. Bangsa Bulgar yang datang dari seputaran Sungai Volga, menduduki Eropa Timur dan membentuk negara Bulgaria. Serta Bangsa Avar yang termasuk ke dalam rumpun Mongol, menyerang kawasan Hungaria dan Romania saat ini. Nah, orang-orang Slavia yang tertaklukkan itu, banyak yang kemudian menjadi budak. Mereka ditawan lalu dijual kepada orang-orang muslim di Iberia, Afrika Utara, dan Timur Tengah. Hal ini terus berlangsung hingga awal abad modern, dimana data kepabeanan Istanbul mencatat bahwa antara tahun 1450 hingga 1700 terdapat sekitar 2,5 juta budak yang diimpor dari Rusia, Ukraina, serta Polandia. Saking banyaknya budak yang berasal dari Slavia, nama bangsa tersebut kemudian digunakan sebagai kosa kata generik untuk merujuk kata budak (slave).

Baca entri selengkapnya »

Mencari siapa-siapa saja penyanyi terbaik Indonesia sepanjang masa, tidaklah mudah. Namun di bulan Desember 2010 lalu, sebuah majalah musik terwaralaba asal Amerika : Rolling Stone Indonesia, merilis daftar 50 Penyanyi Terbaik Indonesia. Meski daftar tersebut disusun oleh orang-orang yang kompeten, namun ada saja pihak yang tak setuju. Dan saya salah satunya. Menurut saya daftar tersebut agaklah pincang. Baik dari segi aliran musik, maupun era keemasan sang penyanyi. Kejanggalan lainnya adalah terdapat dua orang anggota The Rollies : Deddy Stanzah dan Gito, dalam daftar tersebut. Bukan, bukan The Rollies-nya yang saya permasalahkan. Tetapi gak fair saja jika ada dua orang dalam satu grup musik yang masuk ke dalam daftar tersebut. Kalau mau ditarik lagi, Ahmad Albar-pun sebenarnya termasuk ke dalam kelompok itu juga. Selain itu, kok rasanya banyak banget ya penyanyi rok di daftar ini. Sementara penyanyi dangdut hanya ada dua atau tiga orang. Bukankah dangdut merupakan mazhab musiknya orang kebanyakan? Dimana aliran ini memiliki penggemar cukup besar — kalau tidak bisa dikatakan paling besar — di Indonesia.

Nah atas ketidakpuasan itu, kali ini saya akan coba menyusun kembali daftar 50 Penyanyi Terbaik Indonesia. Anda tak usah berharap lebih dari daftar ini. Boleh jadi versi saya tak lebih baik dari versi yang diterbitkan oleh majalah Rolling Stone Indonesia. Selain karena saya cuma pengamat amatir, daftar ini juga dirilis tanpa riset ilmiah sebelumnya. Cuma berdasarkan pendengaran dan rasa yang kadang bisa subyektif. Walau begitu Anda boleh menimbang-nimbang daftar ini, setidaknya sebagai referensi tambahan. Selain mempertimbangkan popularitas serta pengaruh terhadap kebermusikan kita, daftar ini juga lebih up to date. Sebab daftar yang dirilis oleh majalah Rolling Stone Indonesia itu, sudah lebih dari 11 tahun lalu. Padahal dalam 11 tahun terakhir, Indonesia telah melahirkan banyak musisi berbakat yang tak kalah baiknya dibanding musisi sebelumnya. Lalu, siapa-siapa saja mereka? Kuy, simak daftar berikut.

Baca entri selengkapnya »