Kapitalis Modal Dengkul

Posted: Oktober 23, 2009 in Ekonomi Bisnis
Tag:, , , , , ,

Kapitalisme

Di zaman ekonomi kartal dewasa ini, segalanya menjadi mungkin. Orang-orang yang coba untuk menjadi kaya, cukuplah tampil parlente. Tak perlu sekolah tinggi-tinggi, asal bisa berhitung, baca peluang plus pergaulan luas, menjadi seorang miliuner tak sulit digapai. Hanya pakai jas, sedikit wewangian, dan diantar sopir dengan mobil bermerek, bisa menambat hati banyak orang. Tak terkecuali pihak bank. Masuklah Anda ke bank dengan gaya necis macam ini, layanan prioritas tak kan sulit diraih. Tawaran kartu kredit platinum tanpa limit, serta bunga pinjaman yang menarik menanti Anda. Mau buka usaha tapi tak punya modal, tinggal pinjam uang ke bank. Cukup kasih komisi 1% ke para pejabat bank, dijamin urusan Anda cepat kelar. Buka usaha tak perlu pintar-pintar amat. Asal bisa memenej orang serta patpatgulipat dengan birokrat, bisnis Anda dijamin sukses. Untuk tenaga kerja, Anda tinggal hire alumni-alumni terbaik UI dan ITB. Kasih gaji tinggi dan minta mereka menjalankan usaha Anda sebaik mungkin.

Mau memperbesar skala usaha, banyak jalan menuju Roma. Mungkin salah satu cara yang tepat, masuk ke pasar modal. Sukses di pasar modal resepnya cuma satu, buat semenarik mungkin kinerja saham perusahaan Anda. Jadikan seolah-olah saham ini sebagai tempat investasi yang menguntungkan bagi banyak orang. Dimasa sekarang, dimana kepeng rupiah yang berbicara, menciptakan yang seperti ini tidaklah sulit. Anda tinggal bayar akuntan kredibel, untuk memanipulasi laporan keuangan perusahaan agar terlihat kinclong. Dan satu lagi, pesankan ke market maker, untuk menjaga harga saham perusahaan Anda agar tak terjerembab ke bawah.

Jika sedang untung besar, supaya uang yang masuk kas negara bisa seminimal mungkin, tinggal suap pejabat pajak. Kalau usaha Anda lagi merugi, tak usah khawatir. Banyak investor-investor bodoh yang siap membeli perusahaan Anda dengan harga (rekayasa) pasar. Dari hasil penjualan itu syukur-syukur Anda mau melunasi hutang ke bank. Kalau tak mau, bawa kabur saja ke Singapura dan minta kekebalan hukum disana. Pemerintah Singapura akan dengan senang hati membantu Anda. Negeri Singa, surga bagi para pencuci uang. Disana koruptur kelas teri sampai penipu ulung, hidup bebas berkeliaran. Di pulau jiran ini, sembari hidup bermewah-mewahan, sisihkan Sin$ 1 untuk membuat virtual company, sebagai kendaraan bisnis baru Anda. Dengan kendaraan ini, diharapkan perusahaan lama yang telah tergadai bisa diakuisisi kembali. Dan menjaga hidup yang penuh intrik serta muslihat, bisa terus berputar.

 
Sumber gambar : http://www.marxists.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s