fo-summarecon-bekasi

Sebagai salah satu kawasan urban yang terus bertumbuh, Bekasi berpotensi melampaui kota-kota besar lainnya di Indonesia, seperti Bandung ataupun Surabaya. Meski dalam hal jumlah penduduk antara Bekasi dengan dua kota tersebut tak terlampau jauh, namun dalam hal manajemen birokrasi dan pengelolaan kota, Bekasi jauh tertinggal. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengakui, dalam hal kebersihan dan pengelolaan lingkungan, Bekasi jauh tertinggal dari Surabaya. Hal ini disampaikannya kepada wartawan setelah ia melakukan kunjungan kerja ke “Kota Pahlawan” beberapa bulan lalu. Dalam pertemuan itu, ia juga menyampaikan niatnya untuk membenahi trotoar dan membangun seribu taman di Bekasi.

Tak sampai setahun berselang, Rahmat memenuhi janjinya. Memang belum semuanya rampung ia kerjakan. Namun setidaknya Bekasi nampak lebih hijau dan jalan-jalan protokolnya memiliki trotoar yang representatif. Jalan Chairil Anwar dan Jalan K.H. Noer Alie, dua ruas jalan yang menyisir tepian Kalimalang itu, kini telah memiliki trotoar yang diterangi lampu-lampu taman di malam hari. Tak hanya itu, di beberapa titik terdapat pula taman kecil yang menyediakan bangku beton, dimana dari tempat itu para pelintas bisa memandangi riak air Kalimalang. Jalan Ahmad Yani tak kalah bersolek. Pedestrian di sisi barat ruas jalan itu juga ikut bersalin rupa. Bangku-bangku taman dan lampu-lampu, dipasang untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat kota. Meski pohon-pohon rindang belum banyak ditanam, namun setidaknya tumbuh-tumbuhan di median jalan telah memberikan kesejukan bagi pejalan kaki. Yang menarik dari pembenahan ini adalah pembuatan marka berukuran besar yang bertuliskan : “Kota Bekasi”. Marka ini dihiasi lampu-lampu sorot di setiap hurufnya, sehingga mengundang para warga untuk berfoto ria.

Untuk mempercantik ruang terbuka hijau, pemerintah juga menata ulang beberapa hutan kota. Yang teranyar adalah Hutan Kota Patriot Bina Bangsa yang terletak di pojokan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Sudirman. Penataan ini merupakan bagian dari revitalisasi Stadion Bekasi, yang rencananya akan menjadi salah satu venue Asian Games 2018. Sebelumnya pemerintah juga telah merapikan Hutan Kota Alun-alun, sehingga bisa menjadi tempat rekreasi keluarga. Tak hanya hutan kota, Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Bekasi juga membuat beberapa taman lingkungan, seperti Taman Multiguna di Jl. Sersan Aswan, Taman Gigi di Perumahan Galaxy, serta Taman Tirta di Perumahan Harapan Baru. Disamping itu, hampir keseluruhan pengembang properti terkemuka juga menyediakan ruang terbuka hijau atau danau buatan. Seperti di Harapan Indah, Summarecon Bekasi, Duta Harapan, atau Kemang Pratama. Malah di Kemang Pratama kita bisa menengok beberapa ekor rusa yang dipelihara oleh masyarakat setempat.

Car Free Day di Jalan Ahmad Yani

Car Free Day di Jalan Ahmad Yani

Mungkin pendapat Henri Levebfre, yang mengatakan bahwa adanya persaingan dalam pemanfaatan ruang kota, “tak berlaku” di Bekasi. Setidaknya sejak diberlakukannya Car Free Day tiga tahun lalu, dimana warga Bekasi jadi punya ruang terbuka untuk tempat beraktivitas. Ada dua lokasi di Bekasi yang menjadi tempat penyelenggaraan program tersebut, yaitu ruas Jalan Ahmad Yani dan Jalan Harapan Indah Bulevar. Berbeda dengan perkataan Levebfre, di tempat ini rasanya tak ada masyarakat yang bersaing. Semuanya tumplek blek menjadi satu, guyub, dan asyik dengan komunitas/keluarganya masing-masing. Diajang ini pula, masyarakat bisa mengaktualisasikan diri dengan berbagai macam kegiatan, seperti olah raga atau parade kesenian. Selain ibu-ibu yang beraerobik ria, ada pula komunitas sepeda atau kelompok skateboard yang acap kali unjuk kebolehan. Menurut perkiraan, lebih dari 1.000 orang yang memadati kedua ruas jalan tersebut di setiap minggu pagi, hanya untuk menikmati jalanan bebas kendaraan bermotor.

Pembangunan fisik lainnya yang nampak mencolok adalah pembenahan turap kali serta peninggian jembatan. Di Rawa Tembaga misalnya, dinding kali yang selama ini ditumbuhi ilalang, kini mulai dipasangi batu-batu alam berwarna hijau. Tak hanya itu, di sempadan kali yang membelah Jalan Rawa Tembaga dan Jalan Kemakmuran juga dibuatkan trotoar yang dipasangi lampu-lampu sorot. Sehingga ketika malam hari para pejalan kaki tak merasa angker. Selain meninggikan jembatan untuk mengatasi banjir, Dinas Bina Marga dan Tata Air Bekasi juga membangun waduk di beberapa tempat. Diantaranya di Perumahan Galaxy, Karang Kitri, Jalan Kartini, dan Aren Jaya. Banjir memang selalu menjadi momok bagi kota berpenduduk 2,4 juta jiwa itu. Saat ini terdapat 49 titik banjir yang sebagian besarnya berada di daerah aliran sungai (DAS) Kali Bekasi. Meski tahun lalu sudah dianggarkan dana sebesar Rp 750 miliar, namun jumlah tersebut belum mencukupi kebutuhan program “Bekasi Bebas Banjir”. Tahun ini, sudah seharusnya Pemkot Bekasi melobi pemerintah pusat untuk menambah anggaran, terutama untuk membangun sodetan ke Kanal Banjir Timur.

Sebagaimana kota-kota besar lainnya, problem klasik Kota Bekasi adalah kemacetan. Memang tingkat kemacetan disini belumlah separah Bogor, Denpasar, ataupun Bandung, yang menurut survei Waze merupakan kota dengan lalu lintas terburuk di Indonesia. Namun jika kita menyusuri ruas-ruas jalan protokol di pagi dan sore hari, akan terasa laju kendaraan sering tersendat. Jalan Sudirman, Jalan Ahmad Yani, Jalan Cut Meutia, Jalan Juanda, Jalan Trans Yogie, dan Jalan K.H Noer Alie, merupakan jalan-jalan utama yang sering mengalami kemacetan. Jika ditelisik, ada dua penyebab kemacetan di Bekasi : angkutan kota (angkot) dan persimpangan jalan. Angkot – seperti yang kita ketahui — dimana-mana sok merasa yang punya jalan. Ke depan, sudah seharusnya Pemkot mau memperbanyak lagi bus-bus pengumpan Transjakarta yang bisa keluar-masuk kompleks. Sehingga angkot-angkot yang sering ngetem di sembarang tempat, bisa segera diminimalisir. Sebagai catatan, saat ini baru satu rute bus pengumpan Transjakarta, yakni jurusan Terminal Pulo Gebang – Stasiun Bekasi.

Kalimalang : Sudah Tertata

Kalimalang : sudah tertata

Yang kedua adalah persimpangan jalan. Kemacetan akan semakin akut, jika di persimpangan itu terdapat pusat perbelanjaan atau stasiun KRL Commuterline. Di samping itu, kehadiran polisi-polisi swasta (a.k.a Pak Ogah) di persimpangan kompleks, juga menambah kesemrawutan lalu lintas. Di Jalan Perjuangan atau Jalan Jatiwaringin misalnya, banyak sekali ditemukan petugas bayaran yang akan mendahulukan kendaraan yang memberinya receh. Akibatnya jalur utama jadi tersendat dan macet beratus-ratus meter. Disamping kedua ruas itu, ada beberapa titik lagi di Bekasi yang perlu segera dibenahi. Yakni : simpang gerbang tol Bekasi Barat, perempatan Kali Mas, pertigaan Kranji, depan Stasiun Bekasi, lingkar Plaza Pondok Gede, serta simpang Komsen Jatiasih. Sudah semestinya pemerintah mau menganggarkan biaya untuk pembangunan underpass serta menambah personil Dinas Perhubungan di titik-titik tersebut.

Untuk mencapai standar kota modern, pemerintah juga harus membenahi pelayanan administrasi. Dengan menggunakan sistem online, semestinya hal ini bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Untuk pembuatan KTP, saat ini warga masih harus pergi ke kantor Dinas Dukcapil. Seharusnya ini bisa dilakukan di kantor kecamatan/kelurahan setempat, dimana warga bisa menginput datanya sendiri melalui sistem yang disediakan. Begitu pula dengan pengurusan ijin usaha seperti SIUP, SKDP, dan TDP, bisa dilakukan di kantor kelurahan dengan prosedur dan jangka waktu yang jelas. Saat ini di kantor-kantor kelurahan serta kecamatan, memang sudah dipasang prosedur pengurusan surat dan perijinan. Namun nampaknya hal ini belum terinternalisasi dengan baik, sehingga pelayanan yang diberikan terasa kurang maksimal.

Bagaimana dengan tingkat kesehatan dan pendidikan? Untuk yang satu ini harus diakui, pemerintah sudah banyak bekerja. Setidaknya tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bekasi (0,7963) yang berada di urutan kedua se-Jawa Barat, setelah Bandung (0,7967). Bahkan di lingkungan megapolitan Jabotabek, Kota Bekasi memiliki IPM tertinggi, di atas Tangerang Selatan (0,7938), Depok (0,7911), dan DKI Jakarta (0,7899). Memang Bekasi belum punya program seperti halnya Kartu Jakarta Pintar atau Kartu Jakarta Sehat. Namun dengan anggaran yang terbatas, pemerintah sudah mampu meng-upgrade pelayanan beberapa puskesmas. Yang kasat mata adalah penambahan luas bangunan serta penyediaan alat-alat kesehatan. Di beberapa kelurahan, banyak puskesmas yang tadinya memiliki bangunan seadanya, kini sudah ditingkatkan menjadi dua lantai. Begitu pula dengan RSUD dr. Chasbullah A.M, yang sebelumnya hanya terdiri dari satu blok bangunan, kini menjadi tiga blok. Dimana dua blok tambahan, merupakan gedung setinggi delapan lantai. Selain rumah sakit pemerintah, kota ini juga dilayani oleh rumah sakit swasta berjaringan nasional, seperti RS Mitra Keluarga, RS Awal Bros, RS St. Elisabeth, Siloam Hospital, serta RSIA Hermina.

rsud-bekasi

RSUD dr. Chasbullah Abdul Madjid

Untuk fasilitas pendidikan, Kota Bekasi boleh dibilang cukup mumpuni. Selain Universitas Gunadarma dan Universitas Mercubuana yang sudah beberapa tahun membuka kampusnya disini, di tahun 2016 giliran Universitas Esa Unggul, Trisakti School of Management, dan Universitas Bina Nusantara yang membuka cabangnya di kota ini. Tak hanya sekolah tinggi, Bina Nusantara juga membuka Bina Nusantara International School di Perumahan Vida, Bekasi Timur. Selain Binus International, sekolah menengah swasta lainnya yang memiliki cabang di Bekasi antara lain Al Azhar, BPK Penabur, Marsudirini, Global Prestasi, dan Pangudi Luhur.

 

* * *

Sebagai salah kota yang dinamis, Bekasi mengalami lonjakan kelas menengah yang cukup pesat. Sejak akhir dasawarsa 1970-an, kota ini memang telah menjadi incaran warga kelas menengah Jakarta yang masih tinggal berdesak-desakan. Mereka yang sudah memiliki penghasilan cukup, memilih untuk pindah ke kawasan ini agar bisa tinggal di lingkungan yang layak. Pada masa itu, banyak pengembang properti yang mulai menggarap lahan-lahan pertanian di Bekasi untuk dibangun kompleks perumahan. Hingga tahun 2010, sudah lebih dari separuh lahan di kota ini yang dibangun pemukiman teratur. Bahkan di Kecamatan Bekasi Barat dan Bekasi Selatan, sudah 90% area yang tertata rapi.

Hingga saat ini minat masyarakat untuk tinggal di kota ini masihlah tinggi. Ini ditandai dengan larisnya penjualan properti yang digarap oleh pengembang papan atas, seperti Summarecon Agung, Agung Sedayu, Damai Putra Grup, serta Metropolitan Land. Tak hanya rumah-rumah tapak, apartemen-pun juga tak kalah peminatnya (Lihat : Peluang Properti di Planet Bekasi). Selain menyasar konsumen lokal, para pengembang apartemen di Bekasi juga menggarap segmen ekspatriat. Seperti halnya PT PP Properti, yang kabarnya berhasil menjual satu tower Apartemen Grand Kamala Lagoon kepada perusahaan Korea Selatan. Satu lagi yang menjadikan kaum urban memilih tinggal di kota ini adalah dibukanya rute-rute baru Transjakarta, serta pembangunan infrastruktur seperti Tol Becakayu (Bekasi – Cawang – Kampung Melayu) dan Light Rail Transit. Pembangunan ini melengkapi Tol Jakarta-Cikampek, Tol Lingkar Luar, serta KRL Commuterline yang telah eksis lebih dari satu dekade lalu.

Meningkatnya kelas menengah di Bekasi, juga tercermin dari pengeluaran per kapita masyarakatnya. Berdasarkan data Biro Pusat Statistik tahun 2016, jumlah pengeluaran penduduk di kota ini telah mencapai Rp 15,12 juta per bulan. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di antara kota-kota satelit Jakarta lainnya, seperti Tangerang Selatan : Rp 14,59 juta; Depok : Rp 14,42 juta; serta Tangerang : Rp 13.76 juta. Bahkan untuk Upah Minimum Regional (UMR), kota ini merupakan yang tertinggi di Indonesia. Tak salah jika kemudian dalam sepuluh tahun terakhir, Bekasi disesaki oleh pusat-pusat perbelanjaan menengah dan menengah-atas. Rasanya, apa-apa yang dijual dan ditawarkan disini, langsung mendapatkan animo cukup besar dari masyarakat. Saat ini yang sedang menjadi tren adalah resto-resto Korea, serta beberapa makanan ringan khas Taiwan. Resto-resto ini melengkapi masakan Jepang, China, Amerika, Sunda, dan Minang, yang sudah menjamur di seantero kota (Lihat Tabel di Bawah).

grand-kamala-lagoon

Apartemen Grand Kamala Lagoon dan Lagoon Avenue, sedang dalam tahap konstruksi

Di awal tahun ini, tercatat lebih dari sepuluh pusat perbelanjaan yang selesai dibangun di Bekasi. Namun tak satupun mal/plaza tersebut yang sepi dari pengunjung. Malah rencananya dalam beberapa tahun ke depan, bakal ada lagi pusat perbelanjaan baru yang akan dibangun disini. Diantaranya Lagoon Avenue, Mal Harapan Indah, dan Lippo Mall Kalimalang.

 

Berikut lima pusat perbelanjaan di Bekasi yang ramai pengunjung :

1. Summarecon Mal Bekasi : Sejak dibuka pada tahun 2013, pusat perbelanjaan ini langsung menyedot pengunjung dari seantero Jabotabek. Menurut catatan pengelola, jumlah pengunjung yang datang ke pusat perbelanjaan ini bisa mencapai 80.000 orang per hari. Jumlah ini bisa melonjak hingga 120.000 orang menjelang perayaan Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru. Tak salah, jika banyak tenant yang mengantri untuk membuka gerainya disini. Untuk memenuhi antusias calon penyewa, rencananya pengelola akan membangun Summarecon Mal Bekasi 2 yang akan tersambung dengan pusat kuliner La Terazza.

2. Grand Metropolitan : Mal ini juga merupakan pusat perbelanjaan middle-up di Bekasi yang ramai dikunjungi. Pusat perbelanjaan ini dikembangkan oleh perusahaan properti Metropolitan Land, setelah sukses mengembangkan Mal Metropolitan. Rencananya pengembang juga akan membangun Grand Metropolitan 2 di sisi sebelah barat, untuk menampung minat calon penyewa.

3. Mal Ciputra Cibubur : Mal ini terletak di selatan Bekasi, tepatnya di Jalan Trans Yogie yang menghubungkan Cibubur dengan Cileungsi. Di kawasan ini, Mal Ciputra Cibubur satu-satunya pusat perbelanjaan yang memiliki tenant cukup beragam. Mulai dari The Premiere Cinema hingga resto khas Jepang.

4. Mal Metropolitan : Pusat perbelanjaan ini sempat menjadi trademark Kota Bekasi selama dua dasawarsa. Terletak diantara gerbang tol Bekasi Barat dan Jalan K.H. Noer Alie, pusat perbelanjaan ini sering menjadi meeting point bagi warga Bekasi sehabis pulang kantor. Mal Metropolitan terdiri dari dua blok bangunan, yang diatasnya terhubung dengan Hotel Horison.

5. Mega Bekasi Hypermall : Pusat perbelanjaan ini mirip dengan Mal Ambassador di Jakarta Selatan. Menjual aneka kebutuhan mulai dari fesyen, handphone, hingga aksesoris dengan harga terjangkau. Selain itu yang menarik dari mal ini ialah jaringan Cinema XXI yang memiliki 11 studio. Sehingga menempatkannya sebagai pusat perbelanjaan dengan sinepleks terbesar di Indonesia.

Festival Kuliner di Summarecon Mal Bekasi

Festival Kuliner di Summarecon Mal Bekasi

Untuk memenuhi permintaan kelas menengah, Bekasi juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas hiburan, pusat kebugaran, taman air, supermarket, kafe, dan resto-resto ciamik :

Restoran
– The Duck King : Summarecon Mal dan Harapan Indah
– Sushi Tei : Summarecon Mal
– Seigo Dakgalbi : Mal Ciputra Cibubur
– Marugame Udon : Summarecon Mal dan Mal Ciputra Cibubur
– Nanny’s Pavillon : Summarecon Mal dan Mal Ciputra Cibubur
– Mujigae : Summarecon Mal dan Grand Metropolitan
– Ichiban Sushi : Mal Metropolitan, Mal Ciputra Cibubur, Mega Bekasi, dan Harapan Indah
– Ichiban Ramen : Grand Metropolitan
– Hong Tang : Summarecon Mal
– Fish & Co : Summarecon Mal
– Sunny Side Up : Summarecon Mal
– Coco Ichibanya Curry : Summarecon Mal
– Yuraku : Summarecon Mal
– Imperial Kitchen : Grand Metropolitan dan Mega Bekasi
– Kenny Rogers Roasters : Grand Metropolitan dan Grand Galaxy Park
– Pepper Lunch : Grand Metropolitan
– Takigawa : Grand Metropolitan
– Doner Kebab : Summarecon Mal
– Famous Amos : Summarecon Mal
– Hotstar : Summarecon Mal
– Raa Cha : Summarecon Mal dan Grand Metropolitan
– Bamboo Dimsum : Mal Metropolitan dan Harapan Indah
– Chicken Village : Summarecon Mal
– Chicken Story : Mal Ciputra Cibubur dan Harapan Indah
– Carl’s Jr : Harapan Indah
– Wingstop : Harapan Indah
– Yoshinoya : Grand Metropolitan, Summarecon Mal, dan Harapan Indah
– Pho 21 : Harapan Indah
– Hanamasa : Mal Metropolitan
– Ebbey Taiyaki : Summarecon Mal
– Sate Khas Senayan : Summarecon Mal, Grand Metropolitan, dan Mal Ciputra Cibubur
– Fiesta Steak : Summarecon Mal, Grand Galaxy Park, dan Mal Ciputra Cibubur
– Abuba Steak : Summarecon Bekasi
– Steak 21 : Harapan Indah, Grand Metropolitan, dan Mal Metropolitan
– Bang Nawie Steak & Grill : Harapan Indah
– Double U Steak : Grand Galaxy City
– Ta Wan : Grand Metropolitan, Mal Ciputra Cibubur, Mal Metropolitan, Mega Bekasi, dan Harapan Indah
– Pizza Hut : Summarecon Mal, Mal Metropolitan, Mega Bekasi, Harapan Indah, Kemang Pratama, Jl. K.H. Noer Alie, Pondok Gede Plaza, dan Jl. Jatiasih
– X.O. Suki & Grill : Harapan Indah
– Red Suki : Grand Metropolitan dan Grand Galaxy Park
– Takigawa : Grand Metropolitan
– Red Bean : Grand Metropolitan
– Holycow! Steakhouse : Harapan Indah dan Mal Ciputra Cibubur
– Burger King : Mega Bekasi dan Jl. Trans Yogie
– Ikan Bakar Cianjur : Harapan Indah
– Simpang Raya : Jl. Sudirman
– Bandar Djakarta : Summarecon Bekasi
– Sajian Sambara : Summarecon Bekasi
– Dapur Sunda : Jl. Jatiwaringin
– Double U Steak : Grand Galaxi City
– Mang Kabayan : Harapan Indah dan Jl. K.H. Noer Alie
– Mang Engking : Summarecon Bekasi
– Bumbu Desa : Grand Metropolitan, Harapan Indah, Blu Plaza, dan Bekasi Cyber Park
– Riung Tenda : Harapan Indah
– Raja Sunda : Jl. Sudirman
– Radja Gurame : Plaza Pondok Gede
– Sagoo Kitchen : Summarecon Mal
– Secret Recipe : Summarecon Mal
– Gula Merah : Grand Metropolitan
– Fish Streat : Grand Galaxi City

Old Town White Coffee di Harapan Indah (sumber : weyap.com)

Old Town White Coffee di Harapan Indah (sumber : weyap.com)

Kafe
– Starbucks Coffee : Grand Metropolitan, Mal Ciputra Cibubur, Mal Metropolitan, dan Grand Galaxy Park
– Island Creamery : Summarecon Mal
– Eaton Bakery : Mal Ciputra Cibubur
– Tous Les Jours : Summarecon Mal dan Mal Metropolitan
– Shirokuma Café : Summarecon Mal
– Eastern Kopi TM : Summarecon Mal dan Grand Metropolitan
– Liberica Coffee : Summarecon Mal
– Angel In Us Coffee : Harapan Indah
– Auntie Anne’s : Summarecon Mal
– Ah Mei Café : Mal Ciputra Cibubur
– The Coffe Bean & Tea Leaf : Grand Metropolitan dan Summarecon Mal
– Baskin Robbins : Summarecon Mal, Grand Metropolitan, Mal Ciputra Cibubur, dan Mal Metropolitan
– Old Town White Coffee : Harapan Indah
– Shihlin : Summarecon Mal dan Grand Metropolitan
– Killiney Kopi : Grand Metropolitan
– Kafe Betawi : Summarecon Mal
– Betawi Corner & Bar Coffee : Summarecon Mal
– Breadlife : Summarecon Mal dan Mega Bekasi
– Papa Bunz : Summarecon Mal
– Pat Bing Soo : Summarecon Mal
– Cotton Drops : Summarecon Mal
– Dum Dum Thai Drinks : Summarecon Mal
– Dynamic Natural Bakery : Summarecon Mal
– Eggo Waffle : Summarecon Mal
– Maxx Coffee : Grand Galaxy Park dan GP Mall
– Head & Brew Coffee : Grand Galaxi City
– Bangi Kopi : Kemang Pratama
– Bangi Kopitiam : Mal Ciputra Cibubur
– Crepe Signature : Summarecon Mal
– Harvest : Summarecon Bekasi dan Harapan Indah
– Almond Tree : Jl. K.H. Noer Alie
– Dapur Coklat : Harapan Indah
– Raffel’s : Grand Galaxi City
– Eat Happens : Grand Galaxi City

Supermarket
– Farmers Market : Grand Metropolitan dan Grand Galaxy Park
– Food Hall : Summarecon Mal
– Total Buah Segar : Jl. K.H. Noer Alie

Hiburan
– IMAX Cinema : Summarecon Mal
– The Premiere Cinema : Summarecon Mal, Grand Metropolitan, dan Mal Ciputra Cibubur
– Diva Karaoke : Summarecon Bekasi dan Harapan Indah
– Inul Vista : Harapan Indah, Blu Plaza, Mega Bekasi, dan Grand Galaxy Park
– Happy Puppy : Grand Mall, Blu Plaza, dan Cibubur Times Square
– Syahrini Karaoke : Mal Metropolitan
– Snow World International : Revo Town
– Timezone : Summarecon Mal, Plaza Pondok Gede, Jl. Juanda, dan Grand Mall
– Fun World : Grand Metropolitan, Grand Galaxy Park, Mal Metropolitan, Bekasi Junction, dan GP Mall
– Amazone : Revo Town, Mega Bekasi, Jl. Juanda, Blu Plaza, dan Plaza Cibubur
– Fun City : Mega Bekasi, Harapan Indah, dan Jl. Perjuangan

transera

Transera Waterpark

Taman Air
– Transera Waterpark : Harapan Indah
– Colombus Waterpark : Mutiara Gading Timur
– Sirkus Waterplay : Jatiasih
– Kranggan Waterpark : Kranggan

Pusat Kebugaran
– Gold’s Gym : Grand Metropolitan, Grand Galaxy Park, dan Summarecon Bekasi
– Celebrity Fitness : Mal Metropolitan

sumber gambar : http://www.skyscrapercity.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s