Posts Tagged ‘Bangsa Slavia’


Jika selama ini Anda mengira bahwa perbudakan hanya dilakukan oleh bangsa Eropa terhadap orang-orang Afrika atau Asia, namun tidak sebaliknya, maka anggapan Anda tersebut keliru. Dalam catatan sejarah, sebenarnya banyak pula orang-orang Eropa yang menjadi korban perbudakan. Baik yang dilakukan oleh sesama orang Eropa, maupun dari bangsa Asia atau Afrika. Nah dalam artikel kali ini, saya akan mengajak Anda untuk melihat kisah mengenai perbudakan dan perdagangan budak di benua biru. Seperti halnya perbudakan yang terjadi di benua lain, perbudakan terhadap bangsa Eropa juga tak mengenal kasih. Mereka banyak yang dieksploitasi untuk pembukaan lahan, menjadi serdadu, atau sekedar sebagai wanita penghibur. Bagi budak-budak yang beruntung, banyak diantara mereka yang kemudian menjadi panglima atau selir sultan. Tak ada catatan pasti sejak kapan perbudakan dan perdagangan budak berlangsung di Eropa. Namun yang jelas praktik ini telah terjadi sejak zaman Romawi dan makin meluas setelah invasi kaum barbar yang meruntuhkan Imperium Romawi Barat.

Pasca runtuhnya Romawi Barat, Eropa Timur menjadi ajang perebutan bangsa-bangsa lain. Dari empat penjuru mata angin, mereka masuk ke Eropa Timur dan menaklukkan orang-orang Slavia. Diantara bangsa-bangsa yang melakukan invasi tersebut adalah Bangsa Rus yang berasal dari Eropa Utara. Mereka menginvasi kawasan sekitar Sungai Volkhov, Prut, dan Dnieper yang sekarang menjadi bagian dari Rusia dan Ukraina. Lalu ada Bangsa Frank yang datang dari arah barat (Jerman). Bangsa ini kemudian menguasai kawasan yang sekarang menjadi bagian dari Austria dan Slovenia. Bangsa Bulgar yang datang dari seputaran Sungai Volga, menduduki Eropa Timur dan membentuk negara Bulgaria. Serta Bangsa Avar yang termasuk ke dalam rumpun Mongol, menyerang kawasan Hungaria dan Romania saat ini. Nah, orang-orang Slavia yang tertaklukkan itu, banyak yang kemudian menjadi budak. Mereka ditawan lalu dijual kepada orang-orang muslim di Iberia, Afrika Utara, dan Timur Tengah. Hal ini terus berlangsung hingga awal abad modern, dimana data kepabeanan Istanbul mencatat bahwa antara tahun 1450 hingga 1700 terdapat sekitar 2,5 juta budak yang diimpor dari Rusia, Ukraina, serta Polandia. Saking banyaknya budak yang berasal dari Slavia, nama bangsa tersebut kemudian digunakan sebagai kosa kata generik untuk merujuk kata budak (slave).

(lebih…)