Posts Tagged ‘Rating Moody’s’


Tiga pimpinan Danantara (sumber : kumparan.com)

Di awal bulan Juni (5/6), media terkemuka asal Singapura, The Straits Times (TST), menurunkan sebuah artikel yang berjudul : ‘Sell Indonesia’ sweeps trading desks as Prabowo tightens grip. Dalam artikel tersebut, TST menyoroti pandangan investor global yang menyebutkan kalau kepercayaan mereka terhadap Indonesia sedikit menurun. Hal ini ditandai dengan melemahnya nilai mata uang Rupiah serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia. Dimana dalam lima bulan setelah mencapai rekor tertingginya, IHSG anjlok 36% dan menjadi indeks terburuk dari 90 indeks global yang dipantau oleh Bloomberg. Sementara itu Rupiah, telah melemah lebih dari 7% sejak awal tahun 2026. Pelemahan ini dipicu oleh banyaknya investor asing yang menarik miliaran dolar dari pasar obligasi Indonesia. Untuk menahan pelemahan Rupiah, Bank Indonesia kemudian menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75%, dari sebelumnya sebesar 4,75%.

Kalau kita sigi lebih dalam lagi, penyebab dari penurunan ini dikarenakan adanya faktor ketidakpercayaan investor asing atas kinerja pemerintah selama ini. Defisit APBN yang hampir menyentuh 3% dari Pendapatan Domestik Bruto, dipersepsikan sebagai sinyal risiko. Bukan karena defisit itu sendiri, tetapi karena satu hal yang paling mereka jaga : kepastian pembayaran bunga kupon obligasi. Ketika defisit semakin melebar, maka kekhawatiran seperti potensi penundaan pembayaran bunga hingga skenario gagal bayar-pun muncul. Kecemasan ini tercermin dari penilaian lembaga pemeringkat global, Moody’s Investors Service. Lembaga yang berbasis di Amerika Serikat itu, menempatkan Indonesia pada peringkat Baa2 dengan outlook “negatif”. Poin ini turun dari sebelumnya “stabil” yang menandakan status layak investasi. Di sisi lain, Standard & Poor’s Global Ratings dan Fitch Ratings, masih menahan Indonesia di peringkat BBB dengan outlook “stabil”. Menariknya, di tengah kehati-hatian lembaga Barat, badan pemeringkat asal Jepang, Japan Credit Rating Agency, justru lebih optimis dengan memberikan BBB+ ber-outlook “stabil”. Nilai ini berada satu tingkat di atas tiga raksasa global tersebut.

(lebih…)