Jejak orang Minangkabau di Malaysia, bukanlah kisah baru yang muncul kemarin sore. Catatan sejarah menunjukkan bahwa arus migrasi orang Minang ke wilayah ini telah berlangsung sejak berabad-abad lampau. Dari gelombang panjang perantauan itulah, terbentuk beberapa pusat komunitas utama, yakni Kuala Lumpur, Selangor, Pulau Penang, dan — yang paling menonjol : Negeri Sembilan. Di Pahang, Johor, Perak, Kedah, hingga Sarawak-pun komunitas Minang dapat dijumpai, meski tidak sebesar di empat kawasan tersebut. Negeri Sembilan memiliki keistimewaan tersendiri. Sebab di negeri inilah Minangkabau tak sekadar hadir sebagai perantau, melainkan menjelma menjadi fondasi budaya dan struktur sosial Malaysia. Sistem matrilineal yang mengikut garis ibu, masih dipraktikkan hingga kini. Begitupula rumah-rumah bergonjong dan Istana Lama Seri Menanti, mengingatkan kita pada Sumatra Barat. Tak berlebihan jika Negeri Sembilan kerap disebut sebagai ranah Minang-nya Malaysia. Kehadiran orang Minang di wilayah ini telah tercatat sejak abad ke-12, jauh lebih awal dibandingkan Kuala Lumpur yang baru mengenal komunitas Minangkabau pada pertengahan abad ke-19, seiring dibukanya pertambangan timah oleh kolonial Inggris.
Meski secara demografis jumlah keturunan Minangkabau di Malaysia hanya sekitar satu juta jiwa — atau 3% dari total populasi, namun pengaruh mereka disana jauh melampaui angka tersebut. Banyak tokoh penting Malaysia, dari masa perjuangan kemerdekaan hingga era kontemporer, memiliki akar Minangkabau yang solid. Bahkan jika kita menyenaraikan 100 politisi paling berpengaruh di Malaysia, lebih dari 10% dapat ditelusuri garis keturunannya ke ranah Minang. Sebagaimana dicatat dalam buku Tan Malaka dan Gerakan Kiri di Minangkabau karya Zulhasril Nasir, pada paruh pertama abad ke-20 sejumlah tokoh pergerakan kemerdekaan Malaya berasal dari Minangkabau. Mereka kerap beririsan dengan ideologi kiri dan pemikiran Tan Malaka. Jejak itu berlanjut dalam struktur negara Malaysia modern. Jika kita menelusuri setiap kabinet Malaysia sejak 1957 hingga 2026, nama-nama menteri berdarah Minang terus bermunculan. Berdasarkan catatan penulis, terdapat 21 menteri keturunan Minang yang duduk dalam kabinet Malaysia. Dimana dalam setiap kabinet, minimal terdapat satu orang. Malah dalam pemerintahan Hussein Onn periode kedua (Juli 1978-Juli 1981), dari 29 anggota kabinet, enam merupakan keturunan Minang (Lihat tabel di bawah).
(lebih…)
