Air Mancur di Medan Merdeka square

Air Mancur di Medan Merdeka square

Jakarta, kota wisata seribu rasa. Disini Anda bisa menikmati aneka jajanan kaki lima, kuliner dari berbagai pelosok Nusantara, atraksi dan festival, gedung pencakar langit dan bangunan kuno, serta kemewahan berbelanja di mal-mal modern. Seperti kota wisata ternama lainnya, Jakarta juga didukung oleh sarana dan infrastruktur modern : jaringan jalan, layanan internet, transportasi massal, dan penginapan. Untuk memudahkan para pelancong, pemerintah kini telah menyediakan situs “Enjoy Jakarta”. Situs ini bisa menjadi panduan bagi para wisatawan sebelum melancong ke Jakarta. Namun jika Anda belum puas, buku-buku travel guide seperti “Lonely Planet”, “Frommer’s”, atau “Rough Guides” mungkin bisa dihandalkan.

Saat ini megapolitan Jakarta Raya dihuni oleh lebih dari 28 juta jiwa penduduk. Angka ini jauh melampaui metropolitan dunia lainnya seperti New York City, London, ataupun Paris. Masyarakat Jakarta terdiri dari berbagai macam etnis dari seluruh Nusantara. “Penduduk asli-”nya dikenal dengan sebutan Orang Betawi. Komunitas Betawi sebenarnya juga merupakan pencampuran banyak etnis di Nusantara, termasuk di dalamnya orang-orang dari selatan Tiongkok, pantai timur India, Hadhramaut, dan komunitas Portugis. Oleh sebab itu, budaya Jakarta banyak menyerap unsur-unsur asing. Meski hampir keseluruhan orang Betawi beragama Islam, namun banyak pula masyarakat Jakarta yang memeluk Kristen, Budha, ataupun Konghucu. Mereka sebagian besar berasal dari Indonesia Timur atau masyarakat keturunan China.


 
Objek Wisata

Sejak abad ke-17, Jakarta telah menjadi ibu kota sebuah imperium dagang yang cukup besar : VOC. Perusahaan ini sempat memegang kendali perdagangan di Samudera Hindia, yang membentang dari Tanjung Harapan hingga Kepulauan Maluku. Di Kota Tua, kita masih bisa menjumpai gedung-gedung warisan VOC dan kolonial Belanda. Bagi Anda yang menyukai bangunan berarsitektur tempo dulu, kawasan Kota Tua menawarkan itu semua. Kawasan ini meliputi area seluas 130 hektar dengan 142 peninggalan bangunan kuno. Beberapa bangunan yang disukai para pelancong seperti Toko Merah, Museum Wayang, Museum Keramik, Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, dan Museum Fatahillah, menjadi objek untuk berfoto-foto. Malah banyak pula calon penganten yang memanfaatkan suasana jadul Kota Tua, sebagai latar pre-wedding mereka. Di sebelah utara Jalan Kali Besar yang eksotis, nampak Jembatan Kota Intan. Tak jauh dari situ berdiri bekas gudang yang kini menjadi Museum Bahari, Pasar Ikan, dan pelabuhan tradisional Sunda Kelapa.

Lapangan Museum Fatahillah, Kota Tua

Lapangan Museum Fatahillah, Kota Tua

Di depan Museum Fatahillah, terdapat sebuah lapangan yang cukup luas tempat berbagai atraksi dapat Anda nikmati. Disini Anda akan menjumpai beberapa orang pantomim yang sedang memainkan peran, serta patung-patung orang yang bisa diajak berfoto. Menghubungkan lapangan Fatahillah dengan Museum Bank Indonesia di selatan, avenue yang cukup lebar banyak menawarkan aneka jajanan khas Jakarta. Es Cendol, Kerak Telor, dan Ketoprak dengan mudahnya dapat Anda nikmati disini. Untuk harga, Anda tak perlu khawatir. Karena jajanan disini tak ada yang lebih dari Rp 15.000 per porsinya.

Museum Arsip Nasional

Museum Arsip Nasional

Menelusuri perkembangan kota Jakarta dari masa ke masa, maka Anda harus menyusuri poros Gajah Mada-Hayam Wuruk (Molenvliet). Di poros ini, terdapat beberapa tempat yang sayang untuk Anda lewati. Dari utara ke selatan, Anda akan menjumpai kawasan pecinan Glodok, pusat hiburan malam Mangga Besar, serta Pecenongan yang menjadi sentra kuliner hidangan laut. Di kiri kanan jalan, Anda masih bisa menyaksikan bangunan-bangunan berarsitekturkan Tionghoa. Sebagian besar dari bangunan tersebut kini telah beralih fungsi menjadi pertokoan. Di poros ini ada satu bangunan yang menarik untuk dicermati, yaitu rumah salah seorang petinggi Belanda Reinier de Klerk. Kini bangunan tersebut telah menjadi Museum Arsip Nasional. Konon di rumah ini dulu pernah tinggal puluhan budak yang melayani keluarga de Klerk.

Museum Nasional

Museum Nasional

Di hulu poros Molenvliet terhampar sebuah square yang cukup luas nan tertata apik. Orang menyebutnya Lapangan Monas atau Medan Merdeka. Sepanjang pengetahuan saya, tak ada taman kota di Indonesia yang seluas Medan Merdeka. Bahkan ukurannya lebih besar dari kompleks Keraton Yogyakarta atau sepuluh kali Dataran Merdeka Kuala Lumpur. Di tengah-tengah lapangan, berdiri Monumen Nasional (Monas) tempat dimana wisatawan dapat menikmati pemandangan kota. Di dalam cawan monumen, Anda akan diajak untuk melihat puluhan diorama yang menggambarkan perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Yang tak kalah menarik, di sekeliling lapangan banyak berdiri bangunan-bangunan megah. Museum Nasional, Istana Negara, dan Gereja Immanuel beberapa diantaranya. Di sebelah timur laut lapangan, berdiri dua bangunan monumental : Mesjid Istiqlal dan Gereja Kathedral. Sedangkan di bagian barat daya, terdapat Patung Arjuna dan gedung Bank Indonesia.

Mesjid Istiqlal dan Gereja Kathedral

Mesjid Istiqlal dan Gereja Kathedral

Dari depan gedung inilah Jalan Thamrin-Sudirman yang menjadi koridor utama kota Jakarta bermula. Selain sebagai distrik bisnis, koridor ini juga merupakan tempat berdirinya puluhan pencakar langit dan pusat perbelanjaan modern. Apabila Anda ingin melihat-lihat arsitektur gedung bertingkat, maka datanglah pada hari Minggu disaat koridor ini hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan pegowes sepeda. Disini ada beberapa tempat menarik untuk berfoto-foto, seperti Bundaran Hotel Indonesia, Bundaran Senayan, dan disekitar Gelora Bung Karno. Jika Anda datang ke Jakarta pada malam tahun baru, maka di poros ini tersedia lebih dari 10 panggung terbuka yang menghadirkan para musisi dan seniman Jakarta. Di malam pergantian tahun, pemerintah memberlakukan car free night untuk koridor ini.

Bundaran Hotel Indonesia

Bundaran Hotel Indonesia di Jalan Thamrin

Museum Nasional yang menjadi museum terbesar di Asia Tenggara, terletak di seberang barat Medan Merdeka. Bangunan ini merupakan tempat dimana ratusan arca, prasasti, serta peninggalan sejarah lainnya disimpan. Yang terbesar dari koleksi tersebut ialah arca Bhairawa yang terdapat pada bagian muka museum. Patung setinggi 4,41 meter itu menggambarkan sosok Adityawarman (raja Pagaruyung) yang sedang memegang tengkorak manusia sambil membawa belati. Selain arca Bhairawa, di museum ini juga terdapat prasasti Singasari yang bertarikh 1351. Secara keseluruhan jumlah koleksi Museum Nasional mencapai lebih dari 140.000 buah. Namun yang bisa diperlihatkan kepada pengunjung hanya sekitar 45.000 buah.

Wahana Tornado di Dunia Fantasi Ancol

Wahana Tornado di Dunia Fantasi Ancol

Obyek wisata favorit lainnya ialah Taman Impian Jaya Ancol yang terletak di bagian utara Jakarta. Theme park terbesar di Asia Tenggara ini memiliki berbagai wahana menarik yang mendidik. Diantaranya kolam bermain Atlantis Water Adventure, Ancol Ocean Ecopark, Gelanggang Samudera, serta Sea World yang menawarkan panorama bawah laut. Jangan lewatkan pula arena bermain Dunia Fantasi yang mengambil konsep Disneyland di Amerika. Disini Anda bisa menghabiskan waktu dari pagi hingga malam untuk menikmati arena permainan yang menegangkan. Selain Tornado, Anda juga bisa mencoba wahana Kora-Kora, Halilintar, Hysteria, dan Arung Jeram. Bagi Anda yang menyukai wisata pantai, Pantai Marina dan Pantai Karnaval bisa menjadi pilihan yang tepat. Disini selain bisa menikmati hidangan laut ala Bandar Jakarta, Anda juga bisa bermain ski air atau sekedar menyeruput kelapa muda.

Di Kepulauan Seribu lepas pantai Jakarta, Anda bisa melakukan snorkeling ataupun diving. Beberapa tempat menarik yang menawarkan wisata air antara lain Pulau Tidung, Pulau Matahari, Pulau Pari, dan Pulau Pramuka. Selain dekat dengan titik snorkeling, Pulau Pramuka juga menjadi tempat penangkaran penyu dan ikan hiu. Di bagian selatan Kepulauan Seribu, tepatnya di Pulau Onrust, Cipir, dan Kelor, Anda bisa melihat reruntuhan benteng Belanda. Pulau-pulau ini dahulu merupakan salah satu tempat pertahanan Belanda di perairan. Namun kini banyak bangunan tersebut yang telah hancur. Terutama karena letusan Gunung Krakatau dan abrasi air laut.

Istana Anak Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah

Istana Anak Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah

Jika hendak melihat-lihat keindahan Indonesia dalam bentuk miniatur, datanglah ke Taman Mini Indonesia Indah. Di taman seluas 150 hektar ini berdiri rumah adat yang mewakili 32 provinsi di Indonesia. Di tengahnya terdapat danau besar yang menggambarkan Kepulauan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Selain anjungan rumah adat, Taman Mini juga memiliki 16 museum yang menyimpan berbagai koleksi. Antara lain Museum Perangko yang mengoleksi perangko dari seluruh dunia, Museum Transportasi yang menyimpan aneka jenis alat angkut, Museum Indonesia yang memamerkan barang kerajinan serta pakaian tradisional, serta Museum Keprajuritan yang merangkum perjuangan rakyat Indonesia. Yang tak kalah menariknya ialah Teater Imax Keong Emas dengan layar berukuran besar. Disini Anda bisa menikmati film-film bertemakan Indonesia. Berwisata ke Taman Mini tak lengkap kiranya jika tak menikmati panorama Indonesia dari atas sky lift. Dari sini Anda akan berdecak kagum melihat betapa indahnya keragaman Indonesia.

Jakarta juga memiliki obyek wisata taman margasatwa yang terletak di Ragunan, Jakarta Selatan. Taman ini mengoleksi sekitar 295 spesies dengan 4.040 spesimen. Beberapa hewan di kebun Ragunan merupakan hewan-hewan langka yang dilindungi, seperti komodo naga, harimau sumatera, jalak bali, dan kucing emas. Taman ini juga memiliki arena bermain seperti Taman Satwa Anak, Taman Perahu, serta Pusat Primata. Selain Ragunan, Anda juga bisa menikmati aneka margasatwa di Taman Safari, Bogor. Namun disini hewan-hewan dibiarkan di alam bebas. Sehingga bagi pengunjung yang hendak ke Taman Safari, diharuskan untuk membawa mobil ataupun bus. Bagi Anda yang ingin bermalam disini, Taman Safari juga menyediakan puluhan resor dan karavan.

Pusat Primata di Kebun Binatang Ragunan

Pusat Primata di Kebun Binatang Ragunan


 
Transportasi

Cara praktis dan murah berkelana di Jakarta adalah menggunakan bus Transjakarta. Transjakarta merupakan salah satu layanan bus rapid transit yang memiliki jalur terpanjang di dunia. Angkutan massal ini melayani 12 koridor sepanjang 172 kilometer dengan lebih dari 200 shelter pemberhentian. Ongkos Transjakarta tergolong murah, yakni hanya sebesar Rp 3.500 untuk semua rute tujuan. Transjakarta hampir menjangkau semua obyek wisata penting di Jakarta. Jika Anda hendak berpergian dari satu tempat ke tempat lainnya, harap untuk mengetahui koridor beserta halte transit dan pemberhentian.

Bus Transjakarta

Bus Transjakarta


 
Daftar koridor bus Transjakarta beserta obyek wisata/tempat penting yang dilalui :
 
1. Koridor 1 Blok M – Kota : Kota Tua, Glodok, Mangga Besar, Monas, Museum Nasional, Sarinah, Sabang, Plaza Indonesia, Grand Indonesia, Pacific Place, Senayan City, Plaza Senayan, Blok M.
2. Koridor 2 Harmoni – Pulo Gadung : Pecenongan, Pasar Baru, Mesjid Istiqlal, Monas, Stasiun Gambir, Pasar Senen, Kelapa Gading, Terminal Pulo Gadung
3. Koridor 3 Pasar Baru – Kali Deres : Pasar Baru, Mesjid Istiqlal, Pecenongan
4. Koridor 4 Pulo Gadung – Dukuh Atas : Terminal Pulo Gadung
5. Koridor 5 Ancol – Kampung Melayu : Ancol, Mangga Dua, Pasar Senen, Pasar Jatinegara
6. Koridor 6 Ragunan – Dukuh Atas : Kebun Ragunan, Satrio-Casablanca shopping belt, Pasar Festival
7. Koridor 7 Kampung Rambutan – Kampung Melayu : Terminal Kampung Rambutan, Pusat Grosir Cililitan
8. Koridor 8 Lebak Bulus – Harmoni : Terminal Lebak Bulus, Mal Pondok Indah, Gandaria City, Central Park, Mal Taman Anggrek
9. Koridor 9 Pinang Ranti – Pluit : Taman Mini Indonesia Indah, Pusat Grosir Cililitan, Plaza Semanggi, Mal Taman Anggrek, Central Park, Emporium Pluit
10. Koridor 10 Tanjung Priok – Cililitan : Pelabuhan Tanjung Priok, Mal Artha Gading, Cempaka Mas, Pusat Grosir Cililitan
11. Koridor 11 Pulo Gebang – Kampung Melayu : Stasiun Jatinegara, Pasar Jatinegara
12. Koridor 12 Pluit – Tanjung Priok : Pelabuhan Tanjung Priok, Mangga Dua, Kota Tua

Selengkapnya lihat : Koridor Transjakarta

Koridor Transjakarta

Koridor Transjakarta


 

Transportasi massal lainnya yang dapat dihandalkan ialah KRL Commuter Line. Moda transportasi ini berupa kereta listrik dengan delapan gerbong penumpang. Bagi Anda yang memakai sarana transportasi ini untuk berkeliling Jakarta, maka disarankan untuk membeli tiket multi trip seharga Rp 50.000. Karena selain praktis, sisa nominal yang tak terpakai bisa kembali diuangkan (refundable). Tarif KRL Commuter Line disesuaikan dengan jumlah stasiun yang ditempuh. Untuk lima stasiun pertama, Anda hanya dikenakan tarif sebesar Rp 2.000. Sedangkan untuk tiga stasiun berikutnya, akan dikenakan tarif sebesar Rp 500. Untuk penumpang wanita, KRL Commuter Line menyediakan gerbong khusus di bagian depan dan belakang kereta. Sama seperti halnya bus Transjakarta, jika Anda hendak berpergian menggunakan transportasi ini, harap untuk mengetahui lintasan (lanes) beserta stasiun transit dan pemberhentian.

Peta Lintasan KRL Commuter Line

Peta Lintasan KRL Commuter Line


 
Daftar lintasan KRL Commuter Line beserta stasiun transit :
 
1. Lintasan Merah : Bogor – Depok – Jakarta Kota, transit Manggarai
2. Lintasan Kuning : Bogor – Depok – Jatinegara, transit Manggarai, Tanah Abang, Duri, Kampung Bandan
3. Lintasan Biru : Bekasi – Jatinegara – Manggarai – Jakarta Kota, transit Jatinegara, Manggarai
4. Lintasan Hijau : Maja – Parung Panjang – Serpong – Tanah Abang
5. Lintasan Coklat : Tangerang – Duri
6. Lintasan Merah Jambu : Tanjung Priok – Jakarta Kota, transit Kampung Bandan

Selengkapnya lihat : KRL Commuter Line
 

KRL Commuter Line

KRL Commuter Line

Selain dua angkutan massal di atas, terdapat pula bus kota yang melayani seluruh trayek di Jakarta. PPD dan Mayasari Bhakti merupakan dua perusahaan yang memiliki trayek cukup banyak. Untuk angkutan sedang, dilayani oleh Metro Mini, Kopaja, dan Kopami. Sedangkan angkutan pengumpan dari pemukiman penduduk ke terminal bus, tersedia Mikrolet, KWK, dan APB.

Untuk transportasi privat, Jakarta memiliki beberapa perusahaan taksi yang hampir seluruhnya menggunakan argometer dalam penentuan tarif. Beberapa perusahaan taksi yang cukup kredibel antara lain Blue Bird (Silver Bird untuk premium), Transcab, Taxiku, Cipaganti, Gamya, dan Express (Tiara Express untuk premium). Di samping itu, Jakarta juga memiliki transportasi privat yang disebut ojek, bajaj dan becak. Penentuan tarif untuk ketiga moda transportasi tersebut, sesuai hasil tawar menawar kedua belah pihak.

 
Tempat Kedatangan

Untuk menghubungkan kota-kota besar lainnya di dunia, Jakarta memiliki dua bandar udara internasional : Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusumah. Namun untuk penumpang komersial, saat ini hanya dilayani melalui Bandara Soekarno-Hatta. Bandara yang terletak di sebelah barat laut Jakarta ini, merupakan bandara tersibuk ke-9 di dunia. Pada tahun 2012 tercatat sebanyak 57,7 juta penumpang yang masuk melalui bandara ini. Selain dilengkapi 150 konter check-in, 30 komidi putar untuk bagasi, dan 42 pintu masuk, bandara yang memiliki tiga terminal ini juga dilengkapi oleh sarana lain seperti wi-fi, lounge, kafetaria, pertokoan, taman baca, hotel, dan lapangan golf.

Bandara Soekarno-Hatta

Bandara Soekarno-Hatta

Untuk menuju kawasan lainnya di Jakarta, tersedia Bus Damri yang melayani 17 rute tujuan. Bagi Anda yang menginap di sekitar Jalan Thamrin, Anda bisa memilih bus jurusan Gambir ataupun Thamrin City. Namun jika bermalam di kawasan Senayan atau Kebayoran Baru, maka sebaiknya naik jurusan Blok M. Tarif ke masing-masing tujuan, berkisar antara Rp 20.000 – Rp 35.000. Jika menginap di hotel berbintang, biasanya pengelola hotel menyediakan shuttle yang akan menjemput Anda dari bandara. Selain bus Damri, terdapat pula taksi bandara dan travel yang pemesanannya bisa dilakukan melalui lobi kedatangan. Untuk mempermudah akses dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta, saat ini pemerintah sedang menyiapkan kereta api bandara yang rencananya akan diresmikan pada tahun 2014.

Jika Anda datang ke Jakarta melalui jalur laut, maka Anda akan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok. Dari pelabuhan ini Anda bisa menggunakan taksi atau KRL Commuter Line untuk menuju wilayah lainnya di Jakarta. Terminal bus Tanjung Priok yang menjadi titik awal bus Transjakarta koridor 10 dan koridor 12 juga bisa menjadi alternatif pilihan.

Stasiun Jakarta Kota

Stasiun Jakarta Kota

Bagi pengunjung yang menggunakan bus antar kota antar propinsi, terdapat lima terminal kedatangan, yakni Terminal Pulo Gadung, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kali Deres, Terminal Rawa Mangun, dan Terminal Lebak Bulus. Sedangkan yang memakai jasa kereta api, ada lima stasiun pemberhentian, yakni Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Jatinegara, dan Stasiun Jakarta Kota. Bagi Anda yang datang dari arah Banten, perjalanan akan berakhir di Stasiun Tanah Abang. Dan untuk penumpang yang dari arah timur, kereta akan berhenti di Stasiun Jatinegara, sebelum melanjutkan perjalanan ke Stasiun Gambir (untuk kelas eksekutif), Stasiun Pasar Senen (kelas bisnis/ekonomi), dan Stasiun Jakarta Kota (kelas ekonomi).

 
Hotel

Jakarta memiliki ratusan tempat penginapan dari kelas melati hingga bintang lima. Beberapa jaringan hotel dunia, sejak lama telah membuka outletnya disini. Sebagian besar berlokasi di poros Sudirman-Thamrin serta kawasan Kuningan. Hotel-hotel melati dan penginapan murah juga banyak tersedia di seantero Jakarta, terutama di kawasan Kemang dan Kebon Sirih. Turis-turis backpacker, banyak yang memilih lokasi ini. Karena selain murah, disini juga banyak terdapat diskotik dan tempat hiburan malam. Bagi Anda yang hendak mencari kotej, kawasan Ancol dan Kepulauan Seribu banyak menawarkan pondok-pondok yang cukup menarik.

Kotej di Pulau Ayer, Kepulauan Seribu

Kotej di Pulau Ayer, Kepulauan Seribu


 
Daftar hotel bintang lima di Jakarta :

1. JW Marriot, Mega Kuningan, Jakarta Selatan
2. The Ritz Carlton, Jl. Sudirman, Jakarta Selatan
3. The Ritz Carlton Jakarta, Mega Kuningan, Jakarta Selatan
4. Shangri-La, Jl. Sudirman, Jakarta Pusat
5. The Sultan, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Pusat
6. Mandarin Oriental, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat
7. Nikko, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat
8. Indonesia Kempinski, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat
9. Manhattan, Jl. Satrio, Jakarta Selatan
10. Le Meridien, Jl. Sudirman, Jakarta Pusat
11. Grand Hyatt, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat
12. Borobudur Hotel, Jl. Lapangan Banteng Selatan, Jakarta Pusat
13. The Park Lane, Jl. Casablanca, Jakarta Selatan
14. The Dharmawangsa, Jl. Brawijaya, Jakarta Selatan
15. The Aryaduta Suite, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan
16. Sheraton Media, Jl. Gunung Sahari, Jakarta Pusat
17. Sari Pan Pacific, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat
18. Sahid Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta Pusat
19. Mulia, Jl. Asia Afrika, Jakarta Pusat
20. Mercure, Jl. S. Parman, Jakarta Barat
21. Millenium Sirih, Jl. Fakhrudin, Jakarta Pusat
22. Inter Continental Mid Plaza, Jl. Sudirman, Jakarta Pusat
23. Gran Melia, Jl. Rasuna Said, Jakarta Selatan
24. Four Seasons, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan
25. Crowne Plaza, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan
26. Alila, Jl. Pecenongan, Jakarta Pusat
27. Santika, Jl. K.S. Tubun, Jakarta Pusat

Hotel Grand Hyatt

Hotel Grand Hyatt


 
Makanan

Tidak sulit mencari makanan enak di Jakarta. Selain sebagai pusat bisnis dan pemerintahan, Jakarta juga merupakan ibu kota kuliner Indonesia. Ada banyak pilihan masakan dari seluruh Nusantara. Namun yang cukup menonjol adalah restoran Padang yang menawarkan masakan Minangkabau. Jaringan restoran ini tersebar sampai ke seluruh pelosok Jakarta. Dari yang mewah hingga kelas kaki lima. Beberapa restoran Padang yang cukup ternama antara lain Natrabu, Garuda, Pagi Sore, Sari Ratu, Sari Bundo, Sarimande, dan yang terbesar adalah Sederhana. Biasanya restoran-restoran ini menyediakan makanan khas seperti ayam pop, soto padang, dendeng batokok, dan minuman teh telur. Masakan Minang lainnya yang banyak dijajakan adalah sate padang, es tebak, dan bubur kampiun. Namun makanan-makanan ini hanya terdapat di sentra kuliner Minangkabau, seperti di Jalan Kramat, Bendungan Hilir, dan kawasan Jatinegara.

Masakan Nusantara lainnya yang cukup banyak di Jakarta adalah masakan Sunda dan Manado. Keduanya menyajikan hidangan utama berbahan dasar ikan. Jika masakan Manado banyak mengolah ikan air laut (tude, cakalang, dan kakap), masakan Sunda biasa menghidangkan ikan air tawar, seperti gurame dan mujair. Keunikan masing-masing makanan terletak pada sambalnya, seperti dabu-dabu pada masakan Manado atau sambal mangga pada makanan Sunda. Di Jakarta, restoran Sunda yang cukup ramai antara lain Bumbu Desa dan Ampera, sedangkan Restoran Beautika merupakan rumah makan Manado yang cukup terkenal.

Food court di Mal Ambassador

Food court di Mal Ambassador

Disamping hidangan Nusantara, masakan China juga banyak dijual orang. Mie goreng, kwetiau, siomay, dan dimsum, merupakan variasi makanan berbahan tepung yang diperkenalkan komunitas Tionghoa. Makanan khas China ini, biasanya banyak terdapat di kawasan pecinan Glodok atau Pluit. Namun kini makanan-makanan itu telah menjadi makanan Indonesia yang justru banyak dikembangkan oleh masyarakat Jawa. Namun jika Anda ingin menikmati masakan khas kaum peranakan Tionghoa, restoran Radja Ketjil atau Dapur Babah Elite mungkin bisa menjadi pilihan.

Selain cita rasa China, masakan Timur Tengah banyak pula terdapat disini. Sebagian besar mereka menyajikan makanan khas Yaman dan Turki. Hidangan Timur Tengah mayoritas berbahan dasar sapi, domba, ataupun kambing, dengan sayur-sayuran cukup minim. Masakan mereka yang cukup populer antara lain nasi kebuli, nasi briyani, dan kebab. Beberapa restoran Timur Tengah yang banyak dikunjungi orang adalah rumah makan Sinbad, Abunawas, dan Hadramout.

Satu lagi makanan Asia yang banyak ditemukan di Jakarta adalah masakan Jepang. Namun begitu hampir keseluruhan restoran Jepang berada pada kelas premium, sehingga terasa agak mahal bagi sebagian orang. Yang unik dari restoran ini adalah budaya makan dan cara penyajiannya. Di atas meja pengunjung selalu diletakkan dua buah panci untuk merebus makanan yang terhidang. Sensasinya ! pengunjung bisa menikmati makanan fresh from the oven dan menyantapnya dengan santai. Di Jakarta cukup mudah mencari restoran Jepang, diantaranya Hanamasa, Sushi Tei, Hanei, Midori, dan Shabu Shabu House.

Gading Food City

Gading Food City


 
Dari jenis masakan yang tersedia, Jakarta cukup kaya dan beragam. Namun dimana kluster makanan yang baik disini?

* Kelapa Gading : Merupakan kawasan kuliner terbesar dan terlengkap di Jakarta. Rumah-rumah makan silih berganti mengisi rumah toko sepanjang dua kilometer di Jalan Kelapa Gading Bulevar. Belum lagi Gading Food City yang terletak diantara La Piaza dan Mal Kelapa Gading, yang menawarkan konsep makan di bawah langit. Selain itu, di dalam Mal Kelapa Gading 3 juga terdapat food court yang cukup luas dan beragam.
* Pecenongan : Ini adalah kawasan kuliner yang cukup tua di Jakarta. Tempat ini menawarkan hidangan laut dan jajanan kaki lima khas Tionghoa. Di Jalan Juanda dan Veteran yang berbatasan langsung dengan Pecenongan, terdapat beberapa restoran yang sudah melegenda seperti Es Krim Ragusa, Istana Harmoni, dan Soto Padang Mangkuto.
* Sabang : Jalan sepanjang satu kilometer ini semula merupakan tempat berkumpulnya para pedagang makanan kaki lima. Kemudian dalam perkembangannya Jalan Sabang yang terus bersambung dengan Jalan Wahid Hasyim, menjadi koridor kuliner favorit bagi para backpacker.
* Kemang : Kluster makanan terlengkap di selatan Jakarta ini merupakan salah satu sentra kuliner pilihan para pelancong dan ekspatriat. Selain mini diskotik, disini banyak pula berdiri kafe-kafe tempat nongkrong kawula muda. Yang cukup dominan di kawasan ini ialah resto-resto ala Eropa yang menawarkan western food. Aneka kudapan seperti es krim, pasta, dan pizza buatan rumah, banyak pula dijajakan disini.
* Blok S, Kebayoran Baru : Tempat ini merupakan sentra kuliner yang masih tergolong baru di Jakarta. Hampir semua resto-resto yang berjejer melingkar dari Jalan Suryo, Wolter Monginsidi, dan Jalan Gunawarman adalah resto-resto kelas menengah. Sedangkan untuk jajanan kaki lima banyak berkumpul disekitar Pasar Santa dan Lapangan Blok S.

Selengkapnya lihat : Restoran di Jakarta

Pondok Indah Mall

Pondok Indah Mall


 
Mal dan Pusat Perbelanjaan

Jakarta merupakan tempat belanja yang menyenangkan. Disini Anda bisa memilih aneka barang belanjaan dari yang murah hingga termewah. Tempat belanja di Jakarta-pun cukup banyak dan tergolong besar. Beberapa pusat perbelanjaan high-end seperti Plaza Indonesia, Plaza Senayan, Pacific Place, Grand Indonesia, dan Senayan City, merupakan rumah bagi sebagian besar merek-merek internasional. Yang tak kalah menariknya, Jakarta kini telah memiliki Satrio-Casablanca shopping belt. Sabuk belanja ini tak kalah hebatnya dari Orchard Road di Singapura ataupun Causeway Bay Hongkong. Disini berdiri tiga pusat perbelanjaan middle-up (Ciputra World Jakarta 1, Kota Kasablanka, dan Kuningan City) serta dua pusat perbelanjaan middle-low (ITC Kuningan dan Mal Ambassador). Di luar pusat perbelanjaan tersebut, Jakarta masih punya Mal Taman Anggrek dan Central Park di Jakarta Barat, Mal Pondok Indah, Gandaria City, dan Kemang Village di Jakarta Selatan, serta Mal Kelapa Gading dan Emporium Pluit di Jakarta Utara. Secara keseluruhan kota ini memiliki 20 pusat perbelanjaan yang mengambil segmen pada pasar menengah atas.

Ice Skating di Mal Taman Anggrek

Ice Skating di Mal Taman Anggrek


* Plaza Indonesia : High-end boutique terlengkap di Indonesia dengan 73 mono-store. Plaza ini merupakan satu-satunya pusat perbelanjaan di Indonesia yang menawarkan merek-merek : Christofle, Emporio Armani, Franck Muller, Giorgio Armani, Jean Paul Gaultier, Lanvin, dan Stefano Ricci. Selain itu disini juga terdapat Toko Ampuh yang menjual obat-obatan tradisional Indonesia. Di bagian belakang Plaza terdapat pusat hiburan anak muda : eX.
* Plaza Senayan : Rumah bagi 36 merek mewah, diantaranya : Coach, Dunhill, Emilio Pucci, La Perla, dan Vertu. Disini juga tersedia dua department store premium : Sogo dan Metro. Yang unik dari pusat perbelanjaan ini adalah Marrygold Clock yang terletak di atrium plaza.
* Pacific Place : Memiliki 26 toko yang menjual barang-barang mewah, dengan dua department store Galerries Lafayette dan Metro. Terdapat arena bermain anak Kidzania, jaringan bioskop BlitzMegaplex, dan super market Kem Chicks. Pacific Bay Food Court yang terletak di bagian atas pusat perbelanjaan, merupakan salah satu arena kuliner terbaik di Indonesia.
* Ciputra World Jakarta 1 : Salah satu mal yang memiliki banyak ornamen berkualitas tinggi, seperti patung, lukisan, dan air mancur. Disini juga terdapat galeri, museum, dan teater. Di pusat perbelanjaan ini, Lotte Department Store merupakan tenan utama, disamping Lotte Duty Free dan The Goods Department Store.
* Mal Taman Anggrek : Mal terbesar di Indonesia dengan lebih dari 400 outlet dan toko. Memiliki arena bermain ice skating serta dua department store Metro dan Mark & Spencer.
 
Pacific Place

Pacific Place

Selain mal dan plaza, Jakarta juga memiliki beberapa distrik belanja yang kesohor, antara lain Tanah Abang, Blok M, dan Mangga Dua. Di Pasar Tanah Abang, Anda bisa membeli produk-produk tekstil dengan harga cukup terjangkau. Pasar yang menjadi pusat perdagangan tekstil terbesar di Asia Tenggara ini, banyak menjual berbagai macam ragam pakaian, dari busana muslim, kemeja, hingga kaos kasual. Kawasan Blok M di selatan Jakarta juga tak kalah menariknya. Disini Anda bisa menjumpai pusat perdagangan emas terbesar dan terlengkap di Indonesia, serta Pasaraya yang banyak menjual produk-produk kerajinan Indonesia. Di kawasan Mangga Dua, terdapat beberapa pusat perbelanjaan dengan spesifikasi perdagangan yang berbeda-beda. Jika Anda datang ke Harco Mangga Dua, maka disini Anda bisa memperoleh laptop atau netbook dengan harga cukup miring. Sedangkan di ITC dan Pasar Pagi Mangga Dua, Anda bisa membeli aneka produk fesyen dari pakaian, tas, hingga sepatu, dengan harga relatif lebih murah.

 
sumber gambar : http://www.skyscrapercity.com
 
Lihat pula :
1. Wisata Belanja di Jakarta
2. Melancong ke Kota Tua Jakarta
3. Berwisata ke Ranah Minang
4. Menjelajahi Pesona Bukittinggi
5. Banyak Libur di Bali
6. Pariwisata Indonesia

Iklan
Komentar
  1. handjoborg berkata:

    What’s up to every one, as I am actually eager of reading this webpage’s post to be updated on a regular basis.
    It contains nice data.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s