9 Produk Fintech yang Layak Anda Coba

Posted: Juli 17, 2017 in Gaya Hidup
Tag:, , , , , , , , ,

Fintech Indonesia

Fintech atau Financial Technology adalah bentuk layanan keuangan yang berbasiskan teknologi informasi. Produk ini sedang menjadi tren di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Berbeda dengan produk perbankan konvensional yang harus melalui prosedur yang kompleks, bertransaksi melalui fintech sangatlah simpel. Dulu, jika Anda ingin membeli produk dengan cara mencicil, mungkin salah satu cara yang bisa digunakan adalah dengan meng-apply kartu kredit. Dimana dalam proses pengajuannya Anda akan diminta berbagai macam dokumen, dari data identitas hingga data penghasilan. Dokumen dan data tersebut kemudian dikirimkan ke Customer Service bank untuk dilakukan pengecekan oleh analis kredit serta compliance mereka. Kalau lolos verifikasi, maka kartu tersebut akan dikirimkan dua minggu kemudian. Kalau tidak, maka Anda tak akan pernah bisa membeli produk-produk yang diinginkan tanpa ada uang tunai di saku.

Setelah mendapatkan kartu tersebut, bukan berarti Anda bisa langsung menggunakannya. Anda masih harus mencari merchant-merchant yang bekerjasama dengan bank penerbit. Kalau belum, maka Anda harus menghubungi bank tersebut dan meminta kredit atas pembelian produk yang diinginkan. Kalau seperti ini, biasanya bunga yang dikenakan cukup mencekik. Belum lagi Anda akan dipersulit dengan berbagai dokumen tambahan ini itu. Cukup ribet! Saat ini kartu kredit yang bisa memberikan cicilan hanya terbatas pada bank-bank tertentu. Seperti BCA, Bank Mandiri, BNI, Bank Mega, atau Bank Permata. Yang lain, jangan harap! Paling Anda cuma diberi informasi : “mohon maaf Pak/Bu, kami belum bekerja sama dengan merchant tersebut”.

Nah, saat ini fintech mencoba untuk menjawab segala persoalan di atas. Seperti layanan yang mudah diakses, prosedur yang ringkas, serta merchant yang beraneka ragam. Tak hanya memberikan cicilan, produk-produk fintech juga bisa melakukan pembayaran tagihan, perencanaan keuangan, pengajuan kredit, serta crowdfunding. Dari 600 produk fintech yang beroperasi di Indonesia, sudah 120 produk yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, bagi Anda yang masih ragu untuk menggunakannya, jangan takut! karena mereka juga tercatat dan diawasi oleh OJK. Meski terlihat manis, namun ada pula kendala yang sering dihadapi oleh para pemain fintech. Diantaranya jumlah Customer Service yang sedikit, sehingga mereka sering kewalahan dalam melayani telepon/chat yang masuk. Permasalahan lainnya adalah sistem operasional mereka yang sering ngadat. Ini biasanya terjadi pada saat traffic pengunjung sedang meningkat. Ke depan tentunya hal ini harus segera diminimalisir, sehingga produk-produk fintech dapat melayani masyarakat lebih baik lagi.

 

Berikut adalah 9 produk fintech yang layak Anda coba :

1. Go Pay (www.go-jek.com/go-pay/)

Bagi Anda yang berdomisili di Jabotabek, Surabaya, Bandung ataupun Medan, produk fintech yang satu ini mungkin sudah tak asing lagi. Go Pay adalah sebuah aplikasi pembayaran yang dikembangkan oleh Nadiem Makarim, sang pendiri Go Jek. Ketenaran Go Pay memang tak bisa dipisahkan dari banyaknya pengguna Go-Jek di beberapa kota besar. Menurut riset lembaga survei JakPat, pada Desember 2016 persentase penggunaan Go Pay telah mencapai 27,1%. Jumlah ini berada di urutan keempat setelah Mandiri e-Money (43,8%), BCA Flazz (39,1%), dan Telkomsel T-Cash (29,1%). Berbeda dengan Flazz dan e-Money yang masih menggunakan kartu, pembayaran dengan Go Pay sudah melalui handphone. Jadi lebih aman dan praktis. Selain pengguna Go-Jek, user Go Pay juga datang dari kalangan remaja serta mama-mama muda yang rajin memesan makanan secara online. Ya, saat ini Go Pay juga bisa digunakan untuk membeli makanan di 75.000 resto. Tak puas hanya menjadi platform pembayaran, kini Go Pay juga bisa melakukan transaksi tarik tunai serta transfer antar rekening. Sehingga para pengguna yang kehabisan uang, bisa meminjamnya dari pengguna lain dan melakukan penarikan tunai di berbagai bank. Dengan adanya dua fitur tambahan itu, Go Pay lengkap menyandung status sebagai uang elektronik. Ia satu dari 21 penyedia layanan e-money yang telah mendapat ijin dari OJK.

 

2. Akulaku (www.akulaku.com)

Akulaku boleh dibilang merupakan salah satu produk fintech yang paling gencar melakukan penetrasi pasar. Tak hanya beriklan di Facebook Ads, mereka juga banyak memasang materi promo di dalam kabin kereta. Bagi Anda yang belum mengenalnya, produk ini adalah produk fintech yang memberikan kredit tanpa bunga. Jangka waktu cicilannya-pun lumayan panjang. Ada yang sampai 360 hari alias selama satu tahun. Bagi Anda yang suka belanja daring dan gak mau membebani arus kas bulanan, mungkin produk ini layak dicoba. Proses pengajuannya-pun relatif simpel. Hanya kurang dari empat hari, Anda sudah bisa mendapatkan plafon cicilan untuk belanja di banyak merchant.

 

3. Online Pajak (www.online-pajak.com)

Kalau Anda mengalami kesulitan dalam membayar pajak, mungkin platform ini layak dicoba. Dikembangkan oleh pengusaha asal Perancis Charles Guinot, platform ini merupakan layanan yang memudahkan Anda untuk melakukan perhitungan, pembayaran, dan pelaporan pajak. Selain userfriendly, Online Pajak juga telah terhubung dengan server e-Billing dan e-Filing milik Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Serta telah memperoleh ISO 27001 yang menjamin keamanan dan kerahasiaan informasi para penggunanya. Pada tahun 2016, platform ini juga sudah disahkan sebagai aplikasi pajak online mitra resmi DJP. Tak salah jika kemudian perusahaan-perusahaan besar seperti Astra Otoparts, Huawei Tech Investment, serta Telkomsel telah menggunakan layanan ini. Yang menarik, meski platform ini sangat bermanfaat, namun si pengembang belum mengenakan charge sepeser-pun.

 

4. Kitabisa (www.kitabisa.com)

Kitabisa adalah platform pengumpulan dana untuk donasi yang digagas oleh M. Alfatih Timur. Platform ini sudah ada sejak tahun 2013 lalu, dan telah diakses oleh ribuan donatur di seluruh Indonesia. Kalau Anda kebingungan hendak memberikan dana sosial, mungkin bisa membuka situs yang satu ini. Disini Anda tinggal memilih pihak mana saja yang akan dibantu serta jumlah dana yang sudah terkumpul. Sehingga uang donasi yang diberikan tak akan tertumpuk di satu pihak. Jika Anda sudah sreg dan ingin menyalurkan bantuan, Anda cukup mentransfer ke rekening Kitabisa dan kemudian donasi tersebut akan disalurkan ke pihak yang membutuhkan. Sepanjang tahun 2016, ada sekitar Rp 61 miliar dana yang berhasil dihimpun dari lebih 3.200 kampanye sosial yang dilakukan. Untuk menampung dana zakat dari masyarakat, rencananya Kitabisa juga akan mengembangkan kanal zakat. Jadi nantinya membayar zakat akan semudah ketika Anda membeli tiket secara online.

 

5. Veryfund (veryfund.co)

Veryfund mempermudah dan mempercepat proses verifikasi transfer bank bisnis anda”. Begitu tagline yang didengungkan oleh Veryfund di halaman muka situs mereka. Perusahaan ini didirikan oleh dua anak muda : Ibnu Hajar Ulinnuha dan Andwi Valentine. Seperti yang tertera pada jargon mereka, platform ini memberikan layanan pencatatan data keuangan melalui aplikasi yang tersedia. Saat ini, Veryfund baru bisa memberikan layanan pada sistem operasi Android dan sedang mengembangkan untuk pengguna iOS. Cara kerja platform ini cukup simpel. Pengguna hanya mendaftarkan email dan akun transaksi dari berbagai bank, kemudian aplikasi ini akan mengkategorikan transaksi harian secara otomatis. Sehingga pengguna akan bisa melihat, memverifikasi, dan mengelola data keuangan di berbagai bank secara langsung. Yang menarik, jika di internet banking kita hanya bisa melihat data mutasi rekening selama tiga bulan terakhir, maka di aplikasi ini bisa tiga tahun ke belakang.

 

6. KreditGoGo (www.kreditgogo.com)

Untuk Anda yang sedang mencari kredit kepemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan, asuransi, atau jaminan tanpa agunan, aplikasi ini mungkin cukup berguna. KreditGoGo adalah salah satu aplikasi yang bisa membandingkan jumlah cicilan KPR atau kredit kendaraan antar bank serta perusahaan leasing di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, aplikasi ini juga memberikan informasi mengenai tempat-tempat yang sedang memberikan diskon. Lengkap dengan kartu kredit yang dipakai serta periode promosinya. Jadi kalau Anda mau mencari cicilan, tak usah repot-repot keluar-masuk perusahaan leasing atau perbankan. Langsung saja kunjungi situs ini dan Anda akan mendapatkan informasinya seketika.

 

7. Pinjam (www.pinjam.co.id)

Nah ini dia, satu lagi platform yang cocok untuk pebisnis pemula : Pinjam. Aplikasi ini bertujuan untuk memberikan pinjaman kepada para nasabah dengan syarat dan bunga yang ringan. Ada dua cara untuk memperoleh pinjaman disini, yaitu dengan menggadai barang-barang, seperti laptop, mobil, handphone, atau perhiasan emas; atau dengan cara pengajuan pinjaman konvensional. Syarat pengajuan pinjamannya-pun cukup mudah, yakni dengan menunjukkan bukti usaha telah berjalan minimal satu tahun serta jaminan berupa BPKB mobil atau sertifikat tanah. Didirikan oleh Teguh Ariwibowo pada tahun 2015, saat ini Pinjam masih terbatas pada area Jabodetabek. Ke depan, produk fintech ini juga akan menggarap pasar Surabaya, serta kota-kota besar lainnya.

 

8. Investree (www.investree.id)

Investree adalah produk fintech yang melayani kebutuhan pinjam meminjam. Berbeda dengan produk pinjaman lainnya, produk ini mempertemukan antara pihak peminjam (lender) dan yang meminjam (borrower). Aplikasi ini digawangi oleh para eks-banker, yang dipimpin oleh Adrian Gunadi, mantan managing direktur Bank Muamalat. Setelah beroperasi selama setahun, kini Perusahaan tersebut boleh dibilang cukup sukses. Mereka mengklaim telah memfasilitasi 629 pinjaman senilai Rp 160 miliar dan menambah layanan baru berupa pinjaman karyawan. Secara rata-rata, para lender di platform ini bisa memperoleh return mencapai 17,4% per tahun. Jumlah ini tergolong besar jika dibandingkan return reksadana apalagi bunga tabungan. Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk menjadi lender di Investree?

 

9. T-Cash (www.digitalpayment.telkomsel.com)

Untuk Anda pengguna layanan Kartu Halo, Simpati, As atau Loop, produk fintech yang satu ini mungkin tak asing lagi. T-Cash adalah layanan uang elektronik yang dikembangkan oleh perusahaan telekomunikasi seluler plat merah : Telkomsel. Ada beberapa keuntungan yang bisa didapat jika Anda menggunakan platform ini, seperti membeli pulsa, membayar tagihan, serta melakukan pembayaran di berbagai merchant. Saat ini sudah ada 80 merchant yang bisa menerima pembayaran lewat aplikasi ini. Diantaranya Cinema XXI, Indomaret, KFC, dan McDonalds. Untuk memperluas pengguna T-Cash, kini Telkomsel banyak memberikan promo di berbagai merchant. Dan enaknya lagi, batasan transaksi yang diberikan tergolong besar, yakni mencapai Rp 20 juta per bulan. Bagi Anda yang mau menggunakan aplikasi ini, cukup menghubungi *800*88*6-digitPIN#, dan Anda akan segera mendapatkan notifikasi dari Telkomsel. Selamat mencoba.

 

Lihat pula :
Apa dan Siapa, Sejumlah “Start-Up” di Indonesia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s