Posts Tagged ‘Mal Blok M’


Pasaraya Blok M (sumber : www.setiapgedung.id)

Kehadiran Blok M di jantung pergaulan ibu kota, tak lepas dari eksistensi perumahan Kebayoran Baru. Sebelum menjadi kawasan elit seperti sekarang, perumahan ini hanyalah lahan partikelir yang dikuasai Ny. A.G. Peterson. Barulah di tahun 1938, direncanakan sebuah kota baru yang tertata untuk menampung penduduk Jakarta yang semakin ramai. Rencananya kota ini dibangun seperti halnya kota taman Menteng, namun dengan tipe yang lebih sederhana. Seiring berjalannya waktu, tipe-tipe besar-pun juga dibangun, seperti yang terlihat di Jalan Senopati, Sriwijaya, dan Kertanegara. Perancang kota baru ini adalah Mohammad Soesilo, murid dari Thomas Karsten yang merancang kota Malang dan Bandung utara. Setelah mengalami penantian panjang, pembangunan Kebayoran Baru akhirnya terealisasi di tahun 1948. Pengembangnya ialah Centrale Stichting Wederopbouw (CSW), yang dipimpin oleh seorang ahli hukum : M.A.F. Zwager. Meski pada mulanya pengembangan kawasan ini di bawah pengawasan Belanda, namun setelah penyerahan kedaulatan di tahun 1950 diserahkan kepada pemerintah Indonesia.

Berbeda dengan kota yang sudah dirancang Karsten, konsep Soesilo untuk Kebayoran Baru bukan sekadar membangun kawasan residensial. Ia mengembangkan kota mandiri yang akan dilengkapi rumah ibadah, sekolah, pasar, taman, serta fasilitas publik. Itulah mengapa, di dalam perumahan ini dibangun terminal yang akan menjadi simpul angkutan umum di Jakarta. Dari 18 blok yang ada di Kebayoran Baru, Blok M memang diperuntukkan sebagai area komersial. Selain letaknya yang berada di tengah kawasan, blok ini juga terhubung dengan Jalan Sudirman dan Thamrin (Lihat : Dua Bulevar Ibukota). Tau terminal tersebut bakal ramai dikunjungi, maka dibangun pula pusat perbelanjaan di sisi selatan terminal. Pada tanggal 17 Juni 1968, Gubernur Ali Sadikin meresmikan terminal dan Pasar Blok M. Karena dirasa tak cocok lagi dengan perkembangan kota, tujuh tahun kemudian pasar ini dibongkar dan diganti dengan yang lebih modern.

(lebih…)