Sejarah Sumatera pada Periode Klasik (1)

Posted: November 24, 2009 in Sejarah
Tag:, , , , ,

Kisah Sumatera pada periode klasik, sangat jarang dibahas dalam literatur-literatur sejarah nasional. Kejayaan imperium orang-orang Sumatera yang akbar, seolah tenggelam dalam bahasan panjang sejarah Jawa. Pola pandang Jawasentris dalam banyak kajian sejarah Indonesia, telah menutup informasi penting seputar kehidupan masyarakat Sumatera. Dengan merujuk pada catatan-catatan China, India, dan Arab, serta beberapa prasasti yang terserak di sepanjang Pulau Sumatera, kita akan menengok sejarah bangkit dan jatuhnya orang-orang Melayu yang bermukim di pulau tersebut sejak abad ke-7 hingga ke-15. Masa tersebut, yang dikategorikan oleh sejarawan Krom sebagai masa klasik, merujuk pada masa terbentuknya Kerajaan Malayu hingga bangkitnya Kesultanan Malaka di tepi barat Semenanjung Malaysia.

Dalam catatan musafir-musafir mancanegara, Suwarnadwipa atau Zabag atau Sanfotsi, merupakan tempat penting dalam rute perdagangan mereka. Pedagang-pedagang Arab dan Persia, kerap mendapatkan bumbu-bumbu masak yang dibutuhkan pasaran Eropa dari wilayah ini. Sedangkan raja-raja China dan India membutuhkan mineral yang banyak dikandung oleh pulau emas ini. Kerajaan Kantoli di Sumatera Selatan yang mengalami keruntuhan pada pertengahan abad ke-6, mengakhiri periode kuno Sumatera. Selanjutnya sejarah Sumatera masuk pada fase ekspansi dan kedewasaan kultural kerajaan Hindu-Budha.

Di awal abad ke-7, persekutuan antara komunitas Batanghari dan pedagang Minangkabau yang bermukim di lereng Bukit Barisan, membentuk sebuah kerajaan yang bernama Malayu. Kehidupan kerajaan ini, terutama disokong oleh kegiatan perdagangan emas yang banyak diusahakan oleh masyarakat pedalaman Minangkabau. Selain melalui Batang Kampar, Siak, dan Kuantan, para pedagang Minang juga menggunakan jalur Batanghari untuk mengangkut barang dagang mereka dari pedalaman ke pesisir timur Sumatera. Di muara Jambi, salah satu pelabuhan utama Kerajaan Malayu, mereka menukarkan emas dengan produk-produk impor dari mancanegara.

Pada tahun 682, Dapunta Hyang Sri Jayanasa berangkat dari Minanga melakukan ekspedisi militer ke Palembang. Ekspedisi ini untuk memperluas dan memperkokoh kekuasaan Malayu di seluruh Sumatra. Setelah menguasai Palembang, Dapunta Hyang bersama komunitas-komunitas pelaut yang bermukim di muara Sungai Musi mendirikan sebuah kedatuan baru. Mereka menamakan kedatuan tersebut Sriwijaya, yang dalam bahasa Sanskerta bermakna kemenangan yang gilang-gemilang. Letak geografisnya yang menguntungkan serta semaraknya sistem perdagangan upeti dengan daratan China, menjadikan Sriwijaya makmur dan kuat. Selain faktor-faktor tersebut, sifat masyarakat Melayu yang dinamis serta mau bangkit dari kekalahan, menjadikan imperium ini bisa tegak bertahan lama. Tak kurang selama 6 abad, imperium yang membentang dari Sumatera, Semenanjung Malaysia, Jawa, hingga Kamboja ini kokoh berdiri.

Abad ke-8 hingga ke-10, menandai masa jaya imperium ini. Pada masa tersebut, Sriwijaya mengontrol perdagangan antara China hingga India. Tak adanya kapal-kapal China yang melakukan perdagangan langsung dengan negara-negara Nusantara dan India, dimanfaatkan Sriwijaya untuk menjadi pedagang perantara bagi pasaran China yang luas. Selain itu, letak pelabuhan Palembang yang strategis, telah mendatangkan pajak yang cukup besar ke dalam pundi-pundi kerajaan.

Candi Borobudur Peninggalan Sriwijaya di Pulau Jawa

Selain menjadikan Sriwijaya sebagai kerajaan dagang yang handal, angkatan laut yang kuat telah memungkinkan Sriwijaya untuk menguasai wilayah-wilayah seberang lautan. Orang Laut yang lihai dan pemberani itu, menjadi penyokong utama angkatan laut Sriwijaya. Berkat jasa mereka, Sriwijaya melakukan ekspansi besar-besaran ke Tarumanagara dan Holing. Prasasti Kota Kapur mencatat, bahwa pada tahun 686 Masehi pasukan Sriwijaya berangkat ke medan perang melawan negeri Jawa yang tak mengakui kebesarannya. Penaklukan Sriwijaya atas Tarumanagara (Jawa Barat) dan Holing di Jawa Tengah, merupakan kelanjutan atas penaklukan Pulau Bangka. Penguasaan Sriwijaya atas tanah Jawa, juga mengakibatkan berpindahnya sebagian komunitas Melayu ke pulau tersebut. Keluarga Sailendra yang telah turun temurun menetap di Sumatera, sejak pertengahan abad ke-8 menjadi pemain politik utama di Jawa. Permainan politik keluarga Sailendra telah mengukuhkan kekuasaan Sriwijaya di Jawa hingga satu abad lamanya.

Setelah mematahkan jaringan perdagangan Jawa yang kuat, Sriwijaya menaklukan Langkasuka di Semenanjung Malaysia. Pada awalnya Langkasuka merupakan persekutuan Sriwijaya yang kokoh. Keahlian diplomasi orang-orang Melayu dan kemakmuran Sriwijaya yang menjanjikan, telah mempengaruhi Langkasuka untuk menjadi vassal Sriwijaya pada masa-masa selanjutnya. Setelah Langkasuka, penaklukan Pan-Pan dan Kamboja menjadi prioritas berikutnya. Beberapa sumber menyebut, sebelum tahun 775 Pan-Pan telah menjadi taklukan Sriwijaya. Dengan takluknya kerajaan ini, maka ibu kota kerajaan pindah keluar Palembang. Berpindahnya pusat kerajaan ke Nakhon Si Thammarat (Ligor), mungkin untuk mempermudah konsolidasi kerajan-kerajaan daratan Asia Tenggara ke dalam imperium Sriwijaya. Sumber-sumber Arab mengatakan bahwa armada Sriwijaya di bawah pemerintahan Sangramadhananjaya, menyerang sebuah pusat pemerintahan Kamboja di hilir Sungai Mekong diantara tahun 782-790. Dengan terintegrasinya Langkasuka, Pan-Pan, dan Kamboja ke dalam imperium besar Sriwijaya, praktis hanya dalam waktu satu abad kerajaan ini telah menguasai wilayah seluas 700.000 km2, dan menduduki semua kerajaan-kerajaan penting Asia Tenggara pada masa itu.

Tak seperti halnya Jayanasa dan Sangramadhananjaya yang ekspansionis, Samaratungga yang bertahta pada tahun 792, lebih fokus pada pengembangan agama dan kebudayaan. Hal ini ditandai dengan banyaknya candi yang dibangun. Yang termasyur diantara candi-candi tersebut adalah Borobudur. Selain patung Budha, pada candi itu ditemukan pula relief-relief yang mengisahkan kejayaan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim Nusantara. Kegiatan perdagangan orang-orang Melayu Sumatera yang terentang jauh dari Pattani hingga Raja Ampat di Papua, telah mengantarkan pula kebudayaan dan Bahasa Melayu ke seluruh Nusantara. Beberapa sejarawan Eropa juga mengungkapkan bahwa kegiatan penyebaran budaya Melayu ini tidak hanya terjadi di seputaran Nusantara saja, tetapi juga mencapai Sri Lanka dan Madagaskar yang berjarak 6.000 mil dari Palembang.

 
sumber peta : http://www.wikipedia.org

Iklan
Komentar
  1. ajikinai berkata:

    wah hebat…
    mengulang pelajaran SD nih…hehehe

  2. uddin datuk limo puluh siak berkata:

    perlu tambahan lagi bang, mengenai prasasti srwijaya di ligor, nalanda (india..india saja tak ada membuat prasasti di asia tenggara), cooper plat laguna di filipina…dan bukti prasasti lainya termasuk catatan baluputra dewa di zaman kalifah islam, iran…sila lihat blog mistis files, semoga kita tak minder.inggris saat itu masih belum tau mandi lagi…kita udah jaya…

  3. EFI INDRIYANI berkata:

    BGS BNGET LOCCCCCCCCCCCC.,.,.,HHHHHHHHHHHHHHH,.,.,…,……..

  4. Putra Dapunta berkata:

    hebat ya sriwijaya. Sampai raja raja jawa juga banyak yang berdarah sriwijaya. borobudur nyatanya warisan sriwijaya toh. tapi knapa gk banyak org yg tau ya sejarahnya?. org taunya borobudur karya org jawa padahal karya org sumatera. aku jg baca baca buku sejarah yg tebel tebel karya ahli sejarah dalam negeri sama luar negeri. katanya dapunta hyang bawa tentara 20.000 dari minanga trs diriin sriwijaya. prasasti kedukan bukit jg nulisnya bgtu. trus sriwijaya berkembang sampai asia tenggara.

    aku penasaran minanga itu di mana ya?. kata ahli ahli itu minanga adanya di hulu sungai batanghari atau hulu sungai kampar. katanya lg minanga itu nama kuno minangkabau. hulu sungai batanghari itu sekarang namanya kabupaten dharmasraya di sumbar. kalo hulu sungai kampar itu di kampar yg dulu wilayah kabupaten lima puluh kota di sumbar jg. klo menurut aku dapunta hyang lbh hebat dari gajah mada. tapi gk pernah di tulis gede gede tuh namanya. yg digede gedein gajah mada melulu. sejarah indonesia emang bnyk yg kacau ya.

    klo diperhatiin bener bener berarti sriwijaya didiriin org minang dong. tapi org kampar sama org pasemah jg klaim sbg pendiri sriwijaya. mana yg bener ya?…bingung aku jadinya. klo dilihat sejarahnya aku percaya didiriin org minang. soalnya mrk terus terusan bikin kerajaaan lg abis itu. klo org kampar sama pasemah gk pernah denger prestasinya. klo org minang banyak bikin kerajaan stelah sriwijaya gk ada. ada dharmasraya sama pagaruyung di minang- negeri sembilan di malaysia- sekala brak di lampung. menurut buku yg aku baca org minang juga bikin kerajaan di sumatera utara- di manggarai flores- yg lbh jauh di sulu filipina- bnyk lg yg lain aku lupa namanya. trus yg terakhir org minang bikin negara indonesia sama malaysia.

    klo liat sejarahnya aku jdi yakin dapunta hyang pendiri sriwijaya itu dari minang (minanga). tpi kasian ya namanya gk pernah disebut sebut. yg diomongin gajah mada mulu. adduuuh capek deeh…buku sejarah sekolahan dibikin sama org org teler ler ler…..

  5. Afandri Adya berkata:

    Terima kasih Putra Dapunta atas komentarnya. Tugas kita-lah sebagai generasi muda untuk mencari kebenaran. Karena selama 32 tahun kita sudah banyak dibodohi oleh Orde Baru, termasuk dalam penulisan sejarah. Koreksi sedikit, orang Kampar juga merupakan himpunan etnis Minangkabau. Jadi meletakkan Kampar terpisah dengan Minangkabau, saya rasa kurang tepat.

  6. aris berkata:

    Untuk putra dapunta bukan hanya orang minang kabaw yang bisa mendirikan kerajaan kerajaan. Agar putra dapunta juga tau yang buat kerajaan juga banyak dari jawa, palembang, aceh, bugis.
    pasemah itu palembang. Dulu namanya palembang hulu berpusat di lahat. Dulu juga namanya palembang darussalam. Bahkan wilayah palembang darussalam sampai ke bengkulu.
    orang orang melayu dinasti palembang bersama jawa mendirikan kerajaan sriwijaya, dinasti sekendra, kerajaan mataram hindu budah, mendirikan kerajaan bintan, kerajaan singapura, kerajaan malaka, kerajaan johor, kerajaan pahang, kerajaan perak, kerajaan siak, kerajaan indrapura, kerajaan pagaruyung, kerajaan bali, kerajaan medang kerajaan sulu. Orang aceh mendirikan kerajaan pasai, aceh darussalam, indra pura, kerajaan banten, jakarta, dan kerajaan lampung selatan. Orang bugis mendirikan kerajaan selangor, kerajaan johor baharu, kesultanan pahang baru, menguaasai kerajaan aceh bintan johor riau dll.
    nusantara ini luas bukan hanya minang kabaw. Dan semua kerajaan di asia tenggara ini hampir berhubungan semua dengan jawa dan melayu.
    Mamak afandri adya jika tidak ada orde baru suharto mungkin indonesia sekarang adalah negara komunis. Pak harto yang membubarkan dan membasmi pki. Janganlah menjelek jelekkan jawa. Dan janganlah menghasut suku lain untuk menjelek jelekan dan membenci jawa. Dulu tidak ada istilah jawa luar jawa. Orang orang minang yang menyebarkan isu jawa dan luar jawa melalui peristiwa pemberontakan prri. Bagi jawa indonesia adalah tanah tumpah darah kita semua. Jangan termakan hasutan.

  7. aris berkata:

    Putra dapunta kamu gak tau ya di indonesia ini ada orang jawa. Orang minang mendirikan indonesia. Kalau putra dapunta mau tau sejarah pendiri indonesia ini adalah orang jawa. Yang lain lain termasuk orang orang minang hanyakah pelengkap saja bukan penentu. Penentunya adalah jawa.

  8. aris berkata:

    Luar biasa orang orang minang kabaw ini menyebarkan tulisan kemana mana sriwijaya didirikan oleh orang minang kabaw. Teori mana yang dipakai. Minangatamwan saja tidak jelas dan banyak ahli yang menyimpulkan minangatamwan adalah taklukan sriwijaya. Semua tulisan orang minang menyebar dimana mana sriwijaya didirikan orang minang kabaw. Dapunta melakukan ekdpedisi dari minangatamwan kepalembang dan mendirikan kerajaan sriwijaya di palembang. Dan minangatamwan adalah minang kabaw. Ini teori siapa? Minangatamwan itu taklukan sriwijaya. Para ahli saja masih berselisih pendapat kok orang minang udah yakin seyakin yakinya sriwijaya didirikan orang minang. Cobalah marilah kita kaji sejarah berdasarkan pakta dan data sejarah.

  9. aris berkata:

    Kaji sejarah secara ilmiah berdasarkan pakta dan data sejarah mamak afandri

    • Afandri Adya berkata:

      Fakta dan data yang Anda maksud seperti apa?

      • tun abdul majid berkata:

        Minangkabaw palembang, jambi, semenanjung melayu semua itu raja rajanya adalah keturunan sangsapurba. Jadi mereka itu sebenarnya masih saudara seayah. Tapi sangsapurba/tribuwana itu lebih dulu menikahi putri palembang wan sundari dari pada putri putri minang kabaw. Putri putri minangkabaw itu dikawini oleh sangsapurba menjelang akhir kematian sang sapurba. Jadi istri bungsu sangsapurba para putri minang itu. Jika semua negri melayu berhubungan dengan palembang itu hal yang wajar karena palembang paling tua dan paling banyak keturunan. Sebenarnya jika di telusuri lebih jauh raja/para sultan negri melayu itu ada darah palembangnya baik itu dari sultan atau dari bendaharanya/perdana mentrinya. Seperti kesultanan johor sekarang kelantan trengganu mereka masih ada keturunan palembang dari jalur bendahara tun sri lanang. Kesultanan aceh yang berawal dari perlak samudra pasai juga sudah saling mempengaruhi sudah bercampur dengan perkawinan prameswara dengan putri raja pasai keduanya bagaikan kerajaan kembar. Hingga berlanjut ke kesultanan NAD. Kerajaan siak indrapura adalah putra raja sultan johor dinasti malaka artinya masih ada keturunan palembang. Sebenarnya dalam perebutan tahta johor antara raja kecil yang di dukung oleh minangkabau dan keturunan tun habib bendahara johor yang didukung orang bugis itu adalah perebutan tahta antara saudara sepupu yang kalah sebenarnya bukan raja kecil ataupun bendahara tun habib sebab johor dibagi dua raja kecil menjadi raja di siak. Sebenarnya yang kalah telak itu adalah minangkabaw dan yang menang telak itu adalah bugis dan melayu riau. Orang bugis dan melayu keturunan tun sri lanang berkuasa di johor malaysia sampai sekarang. Dan orang melayu riau dan raja kecil berkuasa di siak riau. Sedangkan orang minangkabaw di johor tidak dapat bagian apa-apa kalah bersaing dari bugis. Dan di siak riau orang minangkabaw juga tidak dapat bagian apa apa karena kalah bersaing dengan melayu riau. Orang minangkabaw hanya mendapat bagian tanah kecil di negri sembilan. Berapa sih luasnya negri sembilan di malaysia itu. Mau tau pertama yang terluas adalah pahang kedua perak ketiga klantan 4 johor semua itu keturunan melayu-palembang-bugis dan aceh. Dan negri sembilan juga sebenarnya orang pagaruyung bisa menjadi yang dipertuan negri di negri sembilan itu karena diberi mandat oleh sultan johor dinasti malaka. Karena waktu itu orang johor sedang sibuk berperang melawan portugis merasa tidak mampu melindungi negri sembilan yang di ganggu bajak laut bugis. negri sembilan itu bukan kerajaan atau kesultanan tidak pernah ada sultan negri sembilan yang ada dipertuan negri pada hakekatnya raja negri sembilan tetap johor dinasti malaka. Sebab negri sembilan itu adalah wilayah malaka. baca sejarah negri sembilan itu dari awal. Dan raja melawar itu beristri orang melayu malaka. Jadi negri sembilan itu percampuran melayu-malaka-pagaruyung. Begitu juga para yang dipertuan negrinya.

      • tun abdul majid berkata:

        Tiga suku bangsa di indonesia yang selalu membayang bayangi langkah gerak minangkabaw dan minangkabaw selalu kalah dan ketinggalan adalah
        1. jawa
        2. palembang
        3. bugis
        bicara srwijaya, malaka, johor, perak , pahang, pemeran utama adalah palembang. Bicara malaysia sekarang pemeran utamanya bugis. Bicara indonesia dan majapahit dan aditya warman pemeran utamanya adalah jawa. Bicara brunei dan sulu pemeran utamanya adalah para syarif/habaib.

        • Afandri Adya berkata:

          Anda sudah banyak berkomentar di blog ini dengan nama yang berganti-ganti. Sebelumnya Anda menggunakan nama “Aris”, kali ini menggunakan “Tun Abdul Majid”, besok entah siapa lagi. Begini Bung! kalau Anda mau dihormati orang, maka bersikaplah secara pantas. That’s all.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s