Gus Dur (Bukan) Orang Luar Biasa

Posted: Januari 9, 2010 in Biografi
Tag:, , ,


Apa sih istimewanya Gus Dur ? Keheranan ini melekat erat-erat di benak saya, setelah melihat banyak orang terutama dari kalangan nahdliyin, yang memperjuangkannya untuk menjadi pahlawan nasional. Belakangan, bukan persoalan itu saja yang menimbulkan kontroversi, namun ziarah makam Gus Dur-pun mendulang kekhawatiran dari sebagian ulama. Ulama-ulama tersebut mengkhawatirkan, makam Gus Dur akan dijadikan sebagai tempat keramat, tempat orang berdoa, meminta, dan mungkin berkeluh kesah. Kita tahu, dalam ajaran Islam ziarah kubur semacam itu menjadikan umat jatuh kepada kemusyrikan

Sementara ratusan tokoh mengelu-elukannya sebagai sosok yang luar biasa, kok saya malah melihat Gus Dur hanya sebagai orang yang biasa-biasa saja. Yang tak perlu disanjung-sanjung apalagi harus mengkultuskannya. Gus Dur yang bernama lengkap Abdurrahman Wahid, merupakan putra mantan menteri agama Wahid Hasyim, sekaligus cucu pendiri Nahdlatul Ulama, Hasyim Asyari. Darah biru yang mengalir ditubuhnya, menjadikan kyai nyentrik ini memiliki banyak pengikut. Seperti halnya Megawati Soekarnoputri, Gus Dur merupakan patron bagi sebagian orang Jawa. Konsep budaya Jawa yang kuat mempercayai kepemimpinan kepada trah keluarga tertentu, melambungkan nama Gus Dur dikancah perpolitikan nasional.

Wafatnya Gus Dur pada 30 Desember 2009 lalu, semakin melambungkan namanya. Tak ketinggalan, presiden Yudhoyono-pun menjulukinya sebagai Bapak Pluralisme dan Multikulturalisme, suatu frasa yang banyak diperdebatkan oleh kalangan Islamis. Untuk hal pluralisme, saya kira Gus Dur mungkin tak ada apa-apanya, jika dibandingkan dengan tokoh-tokoh pluralis macam Nurcholish Madjid, Syafii Maarif, Dawam Rahardjo, atau bahkan Harun Nasution, yang memiliki konsep serta tindakan berkarakter. Sedangkan Gus Dur, setahu saya tak pernah punya konsep terang mengenai pembangunan masyarakat pluralis dan cara menjalankannya di tengah-tengah masyarakat santri. Kalau boleh mengistilahkan, pluralisme ala Gus Dur merupakan pluralisme gubyah uyah, yang acap kali tak memperhatikan konteks dan kondisi.

Semisal, ketika grup musik Dewa menginjak-injak nama Allah di atas panggung, yang berujung disomasinya mereka oleh FPI. Dalam perkara ini, apa yang dilakukan Gus Dur ? Bukannya menjelaskan anak-anak muda itu untuk menghormati simbol Allah, ia malah balik menyerang FPI sebagai pihak yang tidak mengerti kebebasan berekspresi. Bukan hanya itu, goyangan Inul-pun yang dianggap meresahkan masyarakat, dianggap suatu hal yang biasa-biasa saja buatnya. Pluralisme ala Gus Dur memang aneh dan menghebohkan. Selama menjadi presiden ada dua hal besar yang hendak dilakukan Gus Dur, yakni mencabut larangan penyebaran ajaran komunis di Indonesia serta membuka hubungan diplomatik dengan Israel.


Gus Dur menerima Medali Keberanian dari LSM Zionis di AS


Selain ditasbihkan sebagai Bapak Pluralisme, Gus Dur juga dianggap sebagai seorang demokrat. Memang sih, dipenghujung era Orde Baru, bersama kelompok pengkritik Soeharto lainnya ia membentuk Forum Demokrasi. Tapi hal itu tak menjamin Gus Dur menjadi seorang demokrat tulen. Gus Dur seorang yang absurd, terlebih lagi soal demokratisasi yang selalu ia gembar-gemborkan. Dua orang telah menjadi korban ketidakdemokratisannya : Matori Abduljalil dan Alwi Shihab. Keduanya didongkel Gus Dur dari tampuk pimpinan Partai Kebangkitan Bangsa, karena menolak seiring sejalan dengan sang patron. Beruntung Muhaimin Iskandar bisa menang di pengadilan. Jika tidak, nasibnya tak jauh berbeda dengan para pendahulunya itu, yang dimakzulkan tanpa alasan yang jelas. Sewaktu menjadi presiden dulu, banyak orang terperangah ketika ia mengeluarkan dekrit pembubaran parlemen. Sebuah sikap inkonstitusional yang berujung dilengserkannya ia dari kursi kepemimpinan nasional.

Hingga Gus Dur wafat, ratusan ribu orang telah mengelu-elukan dan menjadikannya bak manusia setengah dewa. Memupuk sikap patron-klien, dalam hubungan antara dirinya dengan para santri. Alih-alih mencegah pengikutnya terjerumus ke dalam kejumudan, sikap inipun seolah-olah dipeliharanya. Sampai disini kita akan bertanya-tanya, dimana sikap demokratisnya seorang Gus Dur.

Gus Dur memang humoris. Dan menurut Jaya Suprana, lelucon yang meluncur dari mulutnya itu sebenarnya suatu hal yang tak main-main. Menurut Jaya, humor segar Gus Dur itu merupakan sebuah kritik terhadap keindonesiaan kita. Entahlah! Saya hanya menganggap humor Gus Dur hanya candaan belaka. Ketika menjadi presiden-pun, disaat bangsa ini membutuhkan ketegasan seorang pemimpin, Gus Dur malah menjawab masalah hanya sambil lalu dan bercanda-canda.

Jika salah seorang kolumnis harian Kompas mensejajarkannya sekelas sosok agung Mahatma Gandhi dan Nelson Mandela, kok rasa-rasanya kurang pantas ya. Melihat sepak terjangnya selama ini yang penuh kontroversial.


Gus Dur … Gus Dur .. Gitu aja kok repot !

Iklan
Komentar
  1. Tarbiyatul banin berkata:

    banyak sih sob menurut ne, dari saat memerintah walaupun banyak juga kasusnya, namun ya loncatan beliau ada, diantaranya mmbuka pres yang sedikit bebas dan memberikan kebebsan agama konghucu,

    walaupun begitu tentunya gusudr tak luput dari msalah, antara lain kasus bulog n brunei gate, tapi blum jelas seh,

    jadi kayak pengkuitusan ane juga nggak setuju,

    ane nggak suka pluralisme siih gan,

    READ TOO
    Alhamdulillah Sertifikasi MUI Mendunia
    http://tarbiyatulbanin.wordpress.com/2010/01/08/alhamdulillah-sertifikasi-halal-mui-mendunia/

  2. giyats berkata:

    Gus Dur tentu tdk prnh menjadikan dirinya menjadi org yg luar biasa. Tapi knp org2 menganggap dia luar biasa? Banyak juga org yg ingin dirinya menjadi luar biasa tp tdk menjadi luar biasa. Luar biasa itu pengakuan bukan pembuatan. Sy bukan pengikut Gus Dur tp sy juga mikir knp Gus Dur begitu fenomenal? Apa yg salah dg bangsa ini (umat)? Kalau ada 1000 ulama yg berceramah di samping Gus Dur berceramah dlm sebuah lapangan, kira2 siapa yg didengar? Kalau org menilai itu wajar. Menilai org kok dihalangi? Kita juga ingin disebut luar biasa. Tp apa yg telah kita perbuat untuk negeri ini dan bangsa ini? Mikir, gitu lo!

  3. Ahmad Bayhaqi berkata:

    Menurut aku sih kalau mau komentari seseorang harus benar-benar kenal dulu sama seseorang yang akan kita komentari… bila perlu bertemu dan berbincang-bincang selama beberapa tahun untuk mengetahui seperti apa orang itu… kan katanya tak kenal maka tak sayang… (lebh utama lagi sih gak usah mikirin yang kaya begini, mendingan mikirin bagaimana akhlak saudara-saudara kita yang masih jauh dari ajaran agama kita bisa lebih baik dan sesuai dengan akhlak yang dicontohkan dan diajarkan oleh Nabi kita nabi Muhammad S.A.W…)

  4. Ahmad Bayhaqi berkata:

    atau hal lain yang masih lebih penting untuk kita lakukan….

  5. amin wsb berkata:

    Gus dur itu manusia terhebat dunia, banyangkan aja wong (maaf) cacat fisik dan matanya aja bisa jadi presiden, yang milih orang2 pintar lagi (DPR & MPR), la bagaimana jadinya lo gak cacat, jadi ketua PBB mungkin. la kalau kita punya sakit seperti gusdur yang harus cuci darah tiap minggu, duduk di kursi rodadan matanya gk liat, boro2 mikir negara dan umat, mikir diri sendiri aja gk kelaar, gitu lo mas. mudeeeng.apa

    • Afandri Adya berkata:

      Terima kasih Mas Amin komentarnya. Saya tak ingin berandai-andai seperti halnya komentar Anda di atas. Setiap orang ada sisi positif dan negatif-nya. Maaf kalau tulisan ini cenderung terlihat negatif bagi Anda. Namun saya melihat Gus Dur dari sudut pandang yang berbeda.

  6. hm sidik berkata:

    memang kalau ingin menilai yang objektiv lepaskan rasa tidak senang atau sebaliknya. bukankah megawati amin rais yang terkenal dan dikenal di kalangannya tidak ada apapnya bila dibanding dengan gus dur yang menurut anda tidak ada apa-apanya. inikan sebuah realita yi wes ojo nesu-nesu ngono wae kok repot wass

  7. minang berkata:

    gusdur fenomenal karna dia menjunjung tinggi kebebasan, kebebasan beragama, politik, budaya dan sebagainya,bukan hanya orang islam yg menyukainya tapi juga orang dilluar islam . dan sifat seperti ini sangat jarang ditemui di kalangan pemuka agama islam yg rata2 sangat konserpatif dan defensefe. mereka seperti ketakutan dan selalu marasa was2, se akan2 islam ini akan mudah hancur karna hal2 sepele, seperti goyangan inul dan hal lain2.

    sebaliknya gusdur sangat berani bahkan ada yg bilang terlalu berani, sebagian dari ide gusdur belum bisa diterapkan di indonesia. karna orang indonesia belum siap menerimanya. seperti ide gusdur yg membolehkan komunis berkecimpung kembali dipolitik indonesia, hal ini menimbulkan ketakutan di indonesia.dan begitu ditentang.

    menurut saya gusdur adalah orang luar biasa. dia sangat kontroversi. begitu disukai dan banyak pula yg membencinya,bahkan walaupun saya lanjutkan ketikan saya sampai satu jilid buku belum tentu bisa menggambarkan gusdur yg sebenarnya… yah itu lah gus dur..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s