(ki-ka, tas-wah) Hatta, Natsir, Agus Salim, Sjahrir, Abdul Halim, A.K. Gani, Chaerul Saleh, Assaat, Abdul Latief, Awaludin Djamin, Fahmi Idris, Gamawan Fauzi

Kiprah politisi Minang dalam kancah pemerintahan Indonesia cukup menarik untuk disimak. Ketertarikan itu mengingat kecilnya jumlah etnis Minang dalam populasi Indonesia, namun mampu memainkan peranan penting dalam roda pemerintahan. Peranan ini nampak mencolok pada masa perjuangan kemerdekaan dan demokrasi parlementer, ketika banyak orang Minang duduk sebagai perdana menteri serta mengisi pos-pos penting kabinet.

15 tahun awal berdirinya Republik Indonesia, bisa dikatakan sebagai era keemasan politik orang Minang. Pada periode 1945-1960, politisi Minang tidak hanya duduk di posisi strategis pemerintahan, namun juga cukup mewarnai kebijakan politik negara. Di penghujung dekade 1950-an era kejayaan tersebut berakhir. Dimulai dengan lengsernya Hatta dari kursi wakil presiden (1956), yang diikuti oleh gerakan koreksi PRRI (1958-1959), serta dibubarkannya partai Masyumi dan PSI (1960), dua partai yang menjadi motor politik orang-orang Minang.

Sejak negeri ini merdeka, hingga kini telah 39 kabinet yang terbentuk. Angka 39 itu, tanpa mengikutsertakan kabinet sementara Susanto dan kabinet tandingan PRRI, yang hanya bersifat ad hoc. Dalam 39 kali pembentukan kabinet, tak pernah sekalipun orang-orang Minang absen duduk sebagai menteri. Kabinet Presidensial yang terbentuk pada tanggal 2 September 1945, merupakan kabinet pertama yang dibentuk oleh pemerintahan Soekarno-Hatta. Pada masa ini, Mohammad Amir putra kelahiran Sawahlunto, tercatat sebagai orang Minang pertama yang diangkat menjadi menteri.

Baca entri selengkapnya »


Wisma 46 di tengah-tengah pencakar langit Jakarta

Indonesia tak kalah dengan negara-negara lain yang telah maju di dunia. Mampu membuat struktur bangunan yang menjulang tinggi ke langit. Saat ini bangunan tertinggi di Indonesia ialah menara televisi Indosiar, yang terletak di daerah Kembangan, Jakarta Barat. Tinggi menara mencapai 395 meter dan berfungsi sebagai pemancar siaran Indosiar ke seluruh Indonesia.

Untuk kategori gedung tertinggi, Indonesia belum bisa berbicara banyak. Gedung-gedung tinggi di Indonesia, masih kalah ukuran jika dibandingkan dengan gedung-gedung di Kuala Lumpur atau Singapura. Malah jika dibandingkan dengan negara-negara seperti Amerika Serikat, Cina, ataupun Uni Emirat Arab, Indonesia tidak ada apa-apanya. Sejak tahun 1997, Indonesia telah berencana untuk membangun gedung tertinggi di dunia, yakni Menara Kemayoran. Namun, menara yang kabarnya akan dibangun setinggi 550 meter ini, hingga kini tak pernah terwujud. Sekarang Indonesia hanya berpuas diri dengan Wisma 46, yang menjadi gedung tertinggi dengan ketinggian 262 meter. Gedung perkantoran milik Bank Negara Indonesia ini terletak di Jalan Sudirman, tepat di jantung ibu kota Jakarta. Bentuknya yang unik seperti pulpen, menjadikan Wisma 46 sebagai ikon kota Jakarta disamping Tugu Monas. Pembangunan Indonesia yang tidak merata, tercermin pula pada penyebaran pencakar langitnya, dimana dari 25 pencakar langit tertinggi, semuanya berada di Jabotabek (baca: Jakarta).

 

Berikut 25 Gedung Tertinggi di Indonesia :

The Peak Tower

1. Wisma 46, tinggi 262 meter, 48 lantai, selesai dibangun tahun 1996, terletak di Jalan Sudirman Jakarta Pusat.
2. Menara BCA, tinggi 230 meter, 56 lantai, selesai dibangun tahun 2009, terletak di Jalan Thamrin Jakarta Pusat.
3. The Peak Tower I, tinggi 218,5 meter, 55 lantai, selesai dibangun tahun 2006, terletak di Jalan Sudirman Jakarta Selatan.
4. The Peak Tower II, tinggi 218,5 meter, 55 lantai, selesai dibangun tahun 2006, terletak di Jalan Sudirman Jakarta Selatan.
5. Graha Energi, tinggi 217 meter, 40 lantai, selesai dibangun tahun 2008, terletak di Sudirman CBD Jakarta Selatan. Baca entri selengkapnya »


Konglomerat Indonesia

Konglomerat Indonesia

Forbes, dalam ritual tahunannya, kembali menurunkan daftar orang-orang kaya Indonesia. Ada yang berbeda tahun ini. Aburizal Bakrie yang tahun lalu duduk di kursi paling atas, kini harus merosot ke posisi enam. Sejak krisis pasar modal terjadi pada bulan Oktober 2008 lalu, saham BUMI yang menjadi mesin uang grup Bakrie, terjun bebas dari Rp 8.800 hingga mencapai Rp 700. Selain itu, diambil alihnya beberapa saham perusahaan di kelompok Bakrie dari tangan Aburizal, juga turut menekan jumlah kekayannya. Sukanto Tanoto, pengusaha kertas dan bubuk kertas asal Medan, ambil alih posisi menjadi yang teratas.

 

Berikut daftar konglomerat Indonesia menurut versi majalah Forbes Asia :

1. Sukanto Tanoto, US$ 2,8 Milyar; 58 tahun. Di bawah bendera Raja Garuda Mas International yang berpusat di Singapura, Sukanto memproduksi kertas, minyak kelapa, dan sumber daya energi.
2. Putera Sampoerna – US$ 2,1 Milyar; 58 tahun. Perusahaannya, PT H.M Sampoerna, Tbk menjadi perusahaan rokok paling menguntungkan di Indonesia. Selain bisnis rokok, Sampoerna juga mengembangkan perkebunan dibawah kendali PT Sampoerna Agro Industri.
3. Eka Tjipta Widjaja & keluarga – US$ 2,0 milyar; 80 tahun. Pemilik Sinar Mas Grup, yang bergerak di bidang perkebunan, kertas, perbankan, dan sekuritas.
4. Rachman Halim & keluarga – US$ 1,8 Milyar; 59 tahun. PT Gudang Garam yang berbasis di Kediri, Jawa timur merupakan kepunyaannya. Saat ini Gudang Garam menjadi perusahaan rokok terbesar di Indonesia.
5. R. Budi Hartono & keluarga – US$ 1,4 Milyar; 64 tahun. Selain bisnis rokok kretek dengan merek Djarum, Hartono dan keluarga juga merupakan penguasa sebagian saham bank swasta terbesar tanah air, BCA. Hartono juga mulai merambah ke bisnis properti, dengan proyek terbesarnya saat ini ialah kompleks hotel, mal, dan apartemen Grand Indonesia. Baca entri selengkapnya »


Toko Merah di Jalan Kali Besar Barat

Toko Merah di Jalan Kali Besar Barat

Pergi melancong ke Kota Tua Jakarta (Oud Batavia), ternyata memiliki keasyikan tersendiri. Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam, saya sudah bisa menikmati keindahan tempat-tempat bersejarah di lokasi awal mula Jakarta berdiri. Agar hemat sampai tujuan, moda transportasi murah seperti kereta listrik dan bis Transjakarta menjadi pilihan. Untuk perjalanan kali ini, saya memilih kereta listrik ekonomi. Selain praktis dan cepat, harga tiketnya-pun super murah. Sekali jalan dari Cakung ke Jakarta Kota, cukup dengan tiga koin Rp 500. Pagi itu kereta berjalan lambat dari biasanya. Beberapa kali kereta kami harus tertahan untuk berganti jalan dengan yang lain. 45 menit perjalanan, saya tiba di Jakarta Kota. Jam di stasiun masih menunjuk ke angka sembilan, tanda sinar mentari belum keras menyengat.

Ke arah utara menyusuri pedestrian yang sempit, saya berserobok bangunan tua dengan halaman cukup luas. Kompleks bangunan ini kira-kira berukuran 200 x 150 meter. Konon tempat ini dulu menjadi balai kota (stadhuis) dan kantor bagi para penggede VOC. Dari bangunan besar inilah, VOC mengendalikan bisnisnya yang terbentang luas mulai dari Afrika hingga Kepulauan Maluku. Kini bangunan yang berdiri sejak tahun 1710 itu, telah berubah menjadi Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta. Museum ini memang terkesan angker. Di bawah tanah, terdapat beberapa ruang penjara setinggi tengkuk orang dewasa. Di tempat inilah dulu, Untung Suropati menjalani hukuman sekaligus menjalin kisah asmara dengan anak gadis penggede VOC. Museum ini berlantai tiga, dengan beberapa rumah kecil di sekitarnya. Di halaman muka, berdiri tiang bekas tempat eksekusi hukuman gantung bagi narapidana kelas kakap. Sedangkan di belakang, terletak meriam Si Jagur yang terkenal itu.

Baca entri selengkapnya »


Kapitalisme

Di zaman ekonomi kartal dewasa ini, segalanya menjadi mungkin. Orang-orang yang coba untuk menjadi kaya, cukuplah tampil parlente. Tak perlu sekolah tinggi-tinggi, asal bisa berhitung, baca peluang plus pergaulan luas, menjadi seorang miliuner tak sulit digapai. Hanya pakai jas, sedikit wewangian, dan diantar sopir dengan mobil bermerek, bisa menambat hati banyak orang. Tak terkecuali pihak bank. Masuklah Anda ke bank dengan gaya necis macam ini, layanan prioritas tak kan sulit diraih. Tawaran kartu kredit platinum tanpa limit, serta bunga pinjaman yang menarik menanti Anda. Mau buka usaha tapi tak punya modal, tinggal pinjam uang ke bank. Cukup kasih komisi 1% ke para pejabat bank, dijamin urusan Anda cepat kelar. Buka usaha tak perlu pintar-pintar amat. Asal bisa memenej orang serta patpatgulipat dengan birokrat, bisnis Anda dijamin sukses. Untuk tenaga kerja, Anda tinggal hire alumni-alumni terbaik UI dan ITB. Kasih gaji tinggi dan minta mereka menjalankan usaha Anda sebaik mungkin.

Mau memperbesar skala usaha, banyak jalan menuju Roma. Mungkin salah satu cara yang tepat, masuk ke pasar modal. Sukses di pasar modal resepnya cuma satu, buat semenarik mungkin kinerja saham perusahaan Anda. Jadikan seolah-olah saham ini sebagai tempat investasi yang menguntungkan bagi banyak orang. Dimasa sekarang, dimana kepeng rupiah yang berbicara, menciptakan yang seperti ini tidaklah sulit. Baca entri selengkapnya »


Kabinet SBY Berpose Di Depan Istana Negara

Kabinet SBY Berpose di Depan Istana Negara

Nama-nama telah tersusun dengan lengkap. Hari ini (Senin, 19/10/09), SBY telah rampung mengaudisi calon-calon yang nantinya bakal membantu beliau dalam menangani problema bangsa. Tanggung jawab bagi mereka yang terpilih tidak lah ringan. Dari daftar nama yang datang ke Cikeas, nampak muka-muka baru yang muda menyegarkan. Yang muda itu datang dari berbagai latar belakang profesi, etnis, dan keahlian. Ada Helmy Faishal Zaini politisi PKB kelahiran 1972. Beliau merupakan calon menteri termuda dalam kabinet ini. Ada Andi Mallarangeng, bang kumis asal Bugis yang kerap mendampingi SBY kemanapun ia pergi. Ada Marty Natalegawa, yang kemungkinan besar akan di plot menjadi menteri luar negeri. Disamping mereka, ada Tifatul Sembiring sang presiden PKS, dan Gita Wirjawan yang memiliki Ancora Capital.

Kabinet SBY kali ini, juga akan diisi oleh orang-orang bersih. Mr. Clean yang masuk kabinet antara lain Gamawan Fauzi, gubernur Sumatera Barat yang berhasil meningkatkan kinerja aparatur negara sekaligus memberantas korupsi di lingkungan pemerintahannya. Selain Gamawan ada Sutanto, mantan kapolri yang dikenal idealis dan bersih.

Baca entri selengkapnya »


Di bulan Ramadhan, ketika pembayaran zakat diwajibkan kepada seluruh umat Muslim, banyak saudara-saudara kita yang mengikutsertakan pula pembayaran zakat profesi disamping zakat fitrah. Emangnya zakat profesi tuh ada? Zakat profesi, zakat jenis apa tuh ..? Definisi yang berkembang luas dimasyarakat, zakat profesi merupakan zakat yang wajib dikeluarkan oleh para profesional, dari gaji yang diterimanya setiap bulan. Entah itu ia berprofesi sebagai dokter, akuntan, konsultan, pengacara, pegawai, ataupun jenis profesi lainnya. Besarnya 2,5% dari total gaji yang diterima, tanpa ada haul (putaran satu tahun), dan nisab yang sama dengan zakat harta.

Kita semua sepakat bahwa zakat itu wajib hukumnya. Jadi apabila zakat profesi itu benar-benar ada, maka haram hukumnya bagi umat Muslim yang tidak menyisihkan 2,5% gajinya. Wah..wah.. kasihan juga ya buat orang-orang yang punya kebutuhan banyak, namun gaji yang mereka terima tidak mencukupi semua kebutuhannya. Sudah tak mampu memenuhi keperluan, masih pula harus diwajibkan berzakat. Apa benar hal yang seperti ini sesuai dengan prinsip ajaran Islam yang pro kepada orang-orang lemah.

Baca entri selengkapnya »


Pemukiman kumuh, potret masyarakat Indonesia yang terbelakang

Di tahun 1960, pendapatan per kapita masyarakat Indonesia masih setara dengan Korea Selatan. Kini setelah hampir 50 tahun berselang, pendapatan mereka telah mencapai USD 15.000 atau 7 kali lebih besar dibandingkan kita. Income rakyat China yang pada dasawarsa 1990 jauh di bawah kita, kini 1,5 kali lebih besar. Dan Malaysia yang 35 tahun lalu masih banyak berguru kepada kita, kini telah melampaui Indonesia dengan mantap. Mengapa Indonesia sulit berkembang ?

Keterbelakangan suatu negara mesti disebabkan oleh keterbelakangan mental masyarakatnya. Keterbelakangan mental bagaikan virus penyakit yang masuk ke tubuh kita, yang secara tak sadar menjalar dan melumpuhkan seluruh sistem tubuh. Harus diakui bahwa saat ini mayoritas rakyat Indonesia memiliki keterbelakangan mental. Amien Rais dalam sebuah pernyataannya menyindir bangsa Indonesia sebagai bangsa bermental kuli. Menurut dia, bangsa ini hanya bisa menjadi babu dan kuli untuk bekerja di negeri orang. Sedangkan di negerinya sendiri, pemerintahnya malah sibuk menjual aset-aset negara dan menyerahkan banyak kekayaan alam untuk dieksploitasi bangsa asing.

Sejatinya, sebelum kedatangan Belanda, orang-orang Indonesia telah mengidap keterbelakangan mental. Hal ini disebabkan karena sentralisasi kekuasaan yang memasung semua bentuk kreativitas masyarakat. Di beberapa kerajaan berbasis agraris, terutama di Pulau Jawa, hal ini berlangsung cukup lama. Baca entri selengkapnya »


Tiga Serangkai : Sjahrir, Soekarno, Hatta

Tiga Serangkai : Sjahrir, Soekarno, Hatta

Jika di Indonesia ini harus dibuat pula patung kepala pendiri bangsa seperti di Amerika sana, maka saya akan mengusulkan empat tokoh founding fathers kita : Tan Malaka, Soekarno, Hatta, dan Sjahrir. Mereka adalah orang-orang Indonesia di atas rata-rata, yang berpikir melampaui zamannya. IQ mereka mungkin tak pernah ada orang yang tahu, tapi dari kemampuan mereka menulis, mengelola partai politik, hingga berhasil mendirikan republik ini, jelas mereka-mereka itu sangatlah jenius.

Mereka berempat orang-orang segenerasi yang lahir pada saat politik dunia sedang memanas. Tan Malaka (lahir 1896), Soekarno (lahir 1901), Hatta (lahir 1902), dan Sjahrir (lahir 1909) berada di usia matang pada saat kekuasaan orang-orang Belanda mulai memasuki senja. Sehingga pada tahun 1945, disaat Perang Dunia Kedua berakhir dan terlepasnya Indonesia dari cengkeraman kolonialisme Belanda, mereka siap memimpin negeri ini. Dalam perguliran sejarah bangsa, Soekarno, Hatta, dan Sjahrir duduk dalam kursi formal pemerintahan negara, sedangkan Tan Malaka menjadi pemimpin oposisi.

Baca entri selengkapnya »


Mesjid Roma

Ada sebuah hadis yang begitu menggoda dan menggetarkan pikiran saya. Perkataan Rasulullah SAW tentang adanya kepastian akan kejayaan umat Muslim di masa mendatang. Hadis itu dengan gamblang mengatakan bahwa suatu ketika nanti kaum Muslimin akan menaklukan dua kota penting dunia, Konstantinopel dan Roma. Mengapa hadis itu begitu menggoda? Pertama, karena tak pernah ada seseorang pun yang dapat memastikan apa yang akan diraih oleh umatnya di masa mendatang secara terperinci seperti halnya Muhammad SAW. Tidak Ibrahim Alaihissalam, tidak Musa Alaihissalam, ataupun Isa Alaihissalam. Yang kedua, dan ini yang semakin mempertebal keimanan saya, karena separuh janji dalam hadis tersebut telah terbukti.

Bagi masyarakat Muslim di abad ke-7, perkataan itu (mungkin) agak mencengangkan. Bagaimana mungkin, sebuah masyarakat gurun yang terbelakang nantinya akan menaklukan dua ibu kota kerajaan besar yang perkasa. Tapi itulah Muhammad SAW, yang mampu memberikan kepastian bagi umatnya. Sehingga hadis itu tetap hidup di tengah orang-orang yang beriman dan memotivasi mereka hingga detik ini.

Baca entri selengkapnya »