Tiga Serangkai : Sjahrir, Soekarno, Hatta

Tiga Serangkai : Sjahrir, Soekarno, Hatta

Jika di Indonesia ini harus dibuat pula patung kepala pendiri bangsa seperti di Amerika sana, maka saya akan mengusulkan empat tokoh founding fathers kita : Tan Malaka, Soekarno, Hatta, dan Sjahrir. Mereka adalah orang-orang Indonesia di atas rata-rata, yang berpikir melampaui zamannya. IQ mereka mungkin tak pernah ada orang yang tahu, tapi dari kemampuan mereka menulis, mengelola partai politik, hingga berhasil mendirikan republik ini, jelas mereka-mereka itu sangatlah jenius.

Mereka berempat orang-orang segenerasi yang lahir pada saat politik dunia sedang memanas. Tan Malaka (lahir 1896), Soekarno (lahir 1901), Hatta (lahir 1902), dan Sjahrir (lahir 1909) berada di usia matang pada saat kekuasaan orang-orang Belanda mulai memasuki senja. Sehingga pada tahun 1945, disaat Perang Dunia Kedua berakhir dan terlepasnya Indonesia dari cengkeraman kolonialisme Belanda, mereka siap memimpin negeri ini. Dalam perguliran sejarah bangsa, Soekarno, Hatta, dan Sjahrir duduk dalam kursi formal pemerintahan negara, sedangkan Tan Malaka menjadi pemimpin oposisi.

Baca entri selengkapnya »


Mesjid Roma

Ada sebuah hadis yang begitu menggoda dan menggetarkan pikiran saya. Perkataan Rasulullah SAW tentang adanya kepastian akan kejayaan umat Muslim di masa mendatang. Hadis itu dengan gamblang mengatakan bahwa suatu ketika nanti kaum Muslimin akan menaklukan dua kota penting dunia, Konstantinopel dan Roma. Mengapa hadis itu begitu menggoda? Pertama, karena tak pernah ada seseorang pun yang dapat memastikan apa yang akan diraih oleh umatnya di masa mendatang secara terperinci seperti halnya Muhammad SAW. Tidak Ibrahim Alaihissalam, tidak Musa Alaihissalam, ataupun Isa Alaihissalam. Yang kedua, dan ini yang semakin mempertebal keimanan saya, karena separuh janji dalam hadis tersebut telah terbukti.

Bagi masyarakat Muslim di abad ke-7, perkataan itu (mungkin) agak mencengangkan. Bagaimana mungkin, sebuah masyarakat gurun yang terbelakang nantinya akan menaklukan dua ibu kota kerajaan besar yang perkasa. Tapi itulah Muhammad SAW, yang mampu memberikan kepastian bagi umatnya. Sehingga hadis itu tetap hidup di tengah orang-orang yang beriman dan memotivasi mereka hingga detik ini.

Baca entri selengkapnya »


Tari Pendet asal Bali

Akhir-akhir ini, hampir seluruh media kita memberitakan klaim Malaysia atas berbagai budaya Indonesia. Yang terhangat tarian pendet. Tarian persembahan masyarakat Bali ini diakui sebagai milik Malaysia. Sontak tragedi ini mendapat protes dari ribuan warga kita, terutama para generasi muda. Tak pelak presiden SBY pun angkat bicara memprotes klaim tersebut. Kejadian klaim-mengklaim produk budaya Indonesia oleh Malaysia, bukanlah kali pertama. Sejak tahun 2005, Malaysia telah memakai banyak produk kita untuk kepentingan mereka. Sebutlah misalnya rendang, reog, batik, lagu rasa sayang-sayange, dan masih banyak lagi. Produk-produk ini dijadikan sebagai sarana promosi pariwisata mereka untuk mewujudkan Malaysia is Truly Asia.

Penggunaan produk-produk tersebut sepanjang memperoleh izin dari masyarakat Indonesia, tidaklah terlalu dipermasalahkan. Namun jika Malaysia mengakui produk budaya tersebut asli budaya Malaysia, apalagi jika digunakan untuk kepentingan komersial, memang sepatutnyalah rakyat Indonesia melakukan protes keras.

Baca entri selengkapnya »


Soekarno-Hatta, dua tokoh paling berpengaruh

Menyusun 100 tokoh Indonesia berpengaruh merupakan sebuah keasyikan tersendiri. Ternyata, tidaklah mudah memilih dan mengurutkan 100 tokoh yang berpengaruh terhadap negeri ini. Terlebih lagi ketika harus membandingkan pengaruh tokoh-tokoh yang berbeda bidang, semisal membandingkan pengaruh Sutan Takdir Alisjahbana yang bergelut di ranah bahasa dan sastra, dengan Tan Malaka yang konsern di bidang politik dan pergerakan. Membandingkan pengaruh mereka berdua terhadap republik ini cukup menyulitkan, disatu sisi STA sangat berpengaruh dalam membangun fondasi dasar bahasa Indonesia, disisi lain Tan berpengaruh terhadap pencapaian kemerdekaan Indonesia 100%. Dalam daftar ini, kami menempatkan pengaruh STA lebih besar dibanding Tan.

Tak hanya yang berbeda bidang, yang sebidang-pun banyak kebimbangan dalam mengurutkannya. Misalkan, mana yang lebih besar pengaruh Hasyim Asyari, Ahmad Dahlan, atau Mohammad Natsir ? Mereka bertiga sama-sama pembaharu Islam melalui organisasi ciptaannya. Hasyim mendirikan Nahdlatul Ulama, Ahmad Dahlan membuat Muhammadiyah, dan Natsir membangun organisasi Dewan Dakwah Islam Indonesia serta partai Islam Masyumi. Mengurutkan ketiganya, mengharuskan kami berkutat dengan banyak sumber dan referensi. Dan dalam daftar ini, kami memilih pengaruh Natsir lebih besar ketimbang dua lainnya. Hal ini dikarenakan reputasi Natsir yang telah mendunia, serta pengaruhnya sebagai simbol Islam politik yang masih terasa hingga saat ini.

Urutan yang kami sajikan ini mungkin sangat debatable. Tapi kami coba untuk menampilkan seobyektif mungkin, dengan mempertimbangkan pengaruh pikiran, gerakan, dan karya-karya yang mereka hasilkan. Dalam daftar ini juga muncul beberapa tokoh yang dianggap kontroversi oleh sebagian kalangan, seperti Soeharto (yang berada diposisi 13), Amir Sjarifoeddin (34), D.N Aidit (48), Musso (85), dan Kartosuwiryo (87). Pertimbangan untuk memasukkan mereka ke dalam daftar ini, dikarenakan pengaruh besar mereka dan impaknya terhadap pembangunan keindonesiaan kita.

Berasumsikan bahwa semangat keindonesiaan bermula pada tahun 1908, yakni sejak berdirinya Perhimpunan Indonesia di negeri Belanda. Maka daftar tokoh di bawah ini, menampilkan pribadi-pribadi yang berpengaruh sejak masa itu hingga saat ini. Dalam daftar ini founding fathers kita, Soekarno, Hatta, dan Sutan Sjahrir menempati urutan teratas. Sutan Takdir Alisjahbana, sang penyempurna bahasa berada di urutan berikutnya. Disusul Tan Malaka, bapak Republik Indonesia, yang berada diurutan kelima.

 
Berikut 100 Tokoh Indonesia Berpengaruh :

Sutan Takdir Alisyahbana


1. Soekarno, presiden pertama
2. Mohammad Hatta, wakil presiden pertama
3. Sutan Sjahrir, perdana menteri pertama
4. Sutan Takdir Alisjahbana, bapak sastra Indonesia modern
5. Tan Malaka, bapak Republik Indonesia
6. Muhammad Natsir, perdana menteri kelima
7. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah
8. Ki Hajar Dewantara, pendiri Taman Siswa
9. Hamka, politisi, ulama, dan sastrawan terkemuka
10. Chairil Anwar, penyair terkemuka Baca entri selengkapnya »


Umat Yahudi

Munculnya Assyria dan Babylonia di Timur, telah melenyapkan kemerdekaan orang Yahudi untuk selamanya. 722 SM, Samaria ibu kota Israel jatuh ke tangan Sargon II, disusul Jerusalem ibu kota Judah yang jatuh ke tangan Nebukadnezar. Masa ini menjadi titik balik bagi umat Yahudi. Dari abad ke abad, paska penaklukan Assyria dan penerusnya Babylonia, umat Yahudi berada dalam masa penjajahan. Di bawah kekuasaan mereka, untuk kedua kalinya terjadi eksodus besar-besaran orang Yahudi. Kini arah tujuan mereka ke Babylonia. Di atas tanah yang jauh dari kampung halaman mereka, orang Yahudi membuat kreasi-kreasi baru, yang menjadikan mereka kaya dan berbudaya. Rute-rute perdagangan Babylonia banyak diisi oleh orang Yahudi, yang kemudian menempatkan mereka sebagai peniaga internasional. Di dalam kekayaan pustaka Babylonia, mereka mendapatkan kecintaan akan kitab-kitab dan kegemaran akan pengetahuan.

Setelah empat milenium peradaban Semitik, Timur Tengah jatuh ke tangan bangsa baru : Persia. Babylonia yang sedang berdiri megah dan dominan, dalam waktu singkat disapu bersih oleh bangsa baru ini. Pergerakan orang-orang Arya yang barbar dari Asia Tengah pada abad 6 SM, telah mengubah sejarah dunia. Ras Arya telah membentuk tiga cabang peradaban sekaligus, Persia di tengah, Yunani-Romawi di barat, dan India di timur.

Baca entri selengkapnya »


Wilayah Mesir Kuno, dari hulu Sungai Nil Hingga Palestina

Masalah Israel dan Yahudi, menjadi salah satu topik yang hangat untuk diperbincangkan. Tatkala kebijakan untuk berperang, menjadi sebuah opsi dalam keinginannya untuk merampas dan menduduki seluruh tanah orang Arab di Palestina. Menilik latar belakang dan sejarah Yahudi hingga harus mencaplok tanah orang-orang Arab, perlu diketahui walaupun hanyalah ringkas.

Drama sejarah Yahudi, dibuka pada suatu hari 4000 tahun silam. Pernikahan Ibrahim dengan Sarah, telah bertahun-tahun berjalan namun tidak jua mendapatkan keturunan. Hingga pada suatu hari yang cerah, Tuhan meniupkan ruh pada seorang anak yang sholeh, Ishak. Dari Ishak alaihissalam, keturunan Ibrahim terus beranak pinak hingga generasi Yakub, Yusuf, Musa, hingga Isa. 4000 tahun perjalanan bangsa Yahudi, penuh dengan lika-liku. Kadang mereka berada di bawah penguasa yang baik, seperti Cyrus dari Persia atau Sultan Abdurrahman di Andalus. Namun lebih sering hidup di bawah kungkungan dinasti-dinasti kejam, dari Firaun di Mesir, dinasti Babylonia, sampai imperium Romawi. 4000 tahun ini pula, dari bangsa yang minoritas banyak lahir para rasul yang sholeh, pemikir-pemikir brilian, politisi terkemuka, hingga perusak peradaban yang bengal.

Ibrahim, bapak para nabi, bapak umat Yahudi, juga Nasrani dan Muslim, hidup dalam kondisi paganisme yang menjadi-jadi. Namrudz serta masyarakat Babylonia yang tak bersahabat, telah menggiring Ibrahim untuk menyebrangi sungai Eufrat-Tigris menuju daerah bulan sabit subur : Palestina. Di daerah itulah Ibrahim melahirkan banyak keturunan. Yusuf, salah satu keturunan Ibrahim yang cemerlang, hidup dalam situasi yang tak bersahabat, sumber makanan yang terbatas, serta cuaca yang tak menentu. Keadaan seperti ini, menyebabkan bermigrasinya sebagian besar bani Yahudi ke wilayah Mesir.

Baca entri selengkapnya »


Proyek Nuklir Iran

Revolusi Iran 1979 telah mengubah segalanya. Peta politik duniapun sedikit bergeser dibuatnya. Tak adanya perimbangan kekuatan di Timur Tengah sebelum itu, membuat Amerika dan konco-konconya bebas mendikte seenaknya. Minyak dan eksistensi Israel menjadi ambisi Amerika untuk mengontrol Timur Tengah. Tapi kini ceritanya lain. Iran bersama Suriah dan organisasi-organisasi perjuangan seperti Hamas, Hizbullah, dan Jihad Islam menjadi kekuatan penyeimbang vis a vis Amerika dan Israel.

Iran dengan teknologi mutakhirnya, bukanlah Reza Pahlevi yang dulu. Iran sesadar-sadarnya yakin bahwa kelemahan teknologi militerlah yang membuat Timur Tengah selama ini gampang didikte. Kini ketika teknologi nuklir komplit dikuasainya, Amerika, Israel dan beberapa sekutunya bak kebakaran jenggot. Keberhasilan negara Parsi inipun, membuat pemimpin negara-negara Arab merasa tak enak. Mereka gundah, sebuah kekuatan dan pengaruh baru telah hadir. Arab Saudi dan Mesir, yang memiliki pengaruh regional, merasa tersaingi dengan kemajuan Iran.

Pasca penyerangan Lebanon Selatan 2006 dan Gaza akhir tahun lalu, pengaruh Iran semakin terasa. Iran senantiasa mengulurkan tangan, memberikan bantuan, terutama senjata dan pelatihan militer bagi organisasi perlawanan Zionis. Baca entri selengkapnya »


Baliho Peserta Pilpres 2009

Haruskah kini Jusuf Kalla (JK) maju sebagai capres? Pertanyaan inilah sekarang yang menggelayuti sebagian politisi Partai Golkar. Dalam survei yang dirilis oleh beberapa lembaga survei, JK kuranglah populer. Popularitasnya tidak mencapai angka 5%. Jauh dari Prabowo, Megawati, apalagi incumbent SBY. Bagi JK yang pragmatis, survei bukanlah segalanya. Desakan dari kader Golkar dan gengsi sebagai partai terbesar, telah mengayunkan langkahnya untuk ikut dalam pertarungan Pilpres besok. Walaupun pemilu legislatif belum berlangsung, bak gayug bersambut, pencalonan JK ini merupakan berkah bagi sebagian tokoh. Sejak diumumkan kesiapannya, tokoh-tokoh lintas partai mulai merapat kepadanya. Ya apalagi kalau bukan untuk menawarkan diri menjadi cawapres.

JK merupakan anti-tesis bagi demokrasi kita dewasa ini. Dia seorang saudagar sukses, pekerja keras, dan periang. Satu pengecualian untuknya, dia orang Bugis — dan bukan Jawa. Dan faktor inilah yang mungkin akan mengganjalnya maju ketampuk pimpinan nasional. Masalah primordialisme, soal Jawa dan non-Jawa mungkin merupakan persoalan serius bagi sebagian masyarakat kita. Fanatisme kesukuan dan juga ideologi, menjadi momok terbesar bagi demokrasi kita. Setelah 11 tahun reformasi, mungkin sebagian rakyat mengidamkan adanya perubahan yang berarti dalam konstelasi perpolitikan nasional. Tren Obama di Amerika, mungkin menjadi pemicunya. Dimana etnis minoritas behasil menjadi penguasa negara.

Baca entri selengkapnya »


Orang-orang Minang di Pentas Dunia

Orang-orang Minang di Pentas Dunia

Kesuksesan orang Minang di kancah kehidupan, tak terlepas dari budaya merantau yang telah melembaga dalam kehidupannya. Tsuyoshi Kato dalam penelitiannya mencatat bahwa, dari 8 juta orang Minang separuh berada di perantauan. Ukuran tersebut telah menjadikan etnis Minang sebagai masyarakat perantau terbesar di Nusantara. Mereka sering dinyatakan sebagai manusia yang kakinya tak pernah tinggal diam, senantiasa aktif berpindah serta meneruka wilayah-wilayah baru. Masyarakat Minang telah merantau sejak ratusan tahun lalu. Dari luhak nan tigo, mereka bermigrasi ke pesisr barat dan timur Sumatra.

Kemajuan perekonomian di daerah pedalaman Minangkabau, yang umumnya ditopang oleh perkebunan lada, telah mendorong orang-orang Minang untuk mengekspor hasil produksinya ke negara lain. Kegiatan ekspor ini umumnya dilakukan melalui pantai barat Sumatra. Hal ini telah mendorong masyarakat Minang untuk menetap di wilayah pesisir ini. Sehingga tak heran, jika banyak dijumpai perkampungan-perkampungan Minang yang terbentang mulai dari Meulaboh, Barus, Sibolga, Natal, hingga Bengkulu. Kemajuan perdagangan Minang, mengalami kemunduran ketika Aceh dibawah kuasa Sultan Iskandar Muda mengambil alih pelabuhan-pelabuhan ini dari tangan mereka.

Baca entri selengkapnya »


Sidang MUI di Ponpes Serambi Mekkah, Padangpanjang

Pesta demokrasi dalam hitungan hari segera tiba. Kesibukan menyambut pesta lima tahunan ini pun merata di seantero bumi Nusantara. Dari komisi pemilu, pengurus partai, para caleg, tukang cetak, tukang sablon, dan tak ketinggalan pula, “tukang pembuat fatwa” : Majelis Ulama Indonesia.

Tak seperti biasanya, para ulama kita yang berkumpul di Padangpanjang Januari lalu, ikut kasak-kusuk menyambut pemilu yang akan berlangsung 9 April nanti. Penyebabnya ialah adanya kekhawatiran atas kecenderungan meningkatnya pemilih putih atau yang biasa dikenal dengan golongan putih (golput). Kekhawatiran inipun secara sepintas cukuplah beralasan. Coba tengok tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilihan kepala daerah yang diadakan secara estafet belakangan ini. Tak lebih dari 80% masyarakat yang ikut dalam pemilihan ini. Berdasarkan hal itu, maka Majelis Ulama Indonesia berinisiatif untuk menerbitkan sebuah fatwa.

Anggapan sebagian orang, fatwa itu tidaklah murni inisiatif dari para ulama. Namun merupakan pesanan dari beberapa petinggi partai. Alasan sebagian orang itu merujuk dari banyaknya tokoh-tokoh Islam yang menyerukan untuk golput pada Pemilu nanti. Baca entri selengkapnya »