Perusahaan Indonesia yang Mengglobal

Posted: Mei 31, 2018 in Ekonomi Bisnis
Tag:, , , , , , , , ,

Pertamina menjadi sponsor Lamborghini

Tahun ini Indonesia berhasil menjadi anggota “one trillion club countries”, yaitu negara-negara dengan Produk Domestik Bruto (PDB) di atas USD 1 triliun. Ya, berdasarkan data International Monetary Fund (IMF), PDB Indonesia saat ini mencapai USD 1,074 triliun, atau berada diurutan ke-16 dunia. Ekonomi sebesar itu, tentu ditunjang oleh perusahaan-perusahaan nasional yang besar pula, yang mengekspor produk-produknya ke mancanegara. Tak cuma memberikan keuntungan secara ekonomi, banyaknya perusahaan nasional yang berkibar di kancah global, tentu juga mengharumkan nama bangsa. Ini seperti halnya Toyota dan Sony yang mengharumkan nama Jepang; atau Apple, Google, dan Microsoft yang mengingatkan orang tentang Amerika, atau IKEA yang melambungkan nama Swedia. Dalam artikel kali ini kita akan melihat sepak terjang perusahaan-perusahaan Indonesia, yang tak hanya jago kandang namun juga menjadi pemain di pentas internasional.

Pertamina merupakan satu-satunya perusahaan nasional yang berhasil masuk ke dalam daftar Fortune Global 500. Pada tahun 2017, dengan pendapatan mencapai USD 36,487 miliar, perusahaan ini berada di posisi 289. Selain di Indonesia, saat ini perusahaan yang dipimpin oleh Nicke Widyawati itu memiliki hak kelola di 12 negara. Empat blok telah berproduksi, yakni di Irak, Aljazair, Malaysia, dan Gabon. Sedangkan yang di Kanada, Kolombia, Prancis, Italia, Myanmar, Namibia, Nigeria, dan Tanzania masih dalam tahap eksplorasi. Pada tahun 2017, realisasi produksi minyak dari lapangan luar negeri mencapai 104.000 barel per hari atau sekitar 28% dari total produksi Pertamina. Sementara itu, realisasi produksi gas mencapai 275 juta kaki kubik per hari. Disamping untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri, minyak dan gas tersebut juga dijual ke mancanegara. Tahun ini rencananya Pertamina kembali menambah lahan produksi di Iran, yang ditargetkan bisa memproduksi 250.000 sampai 300.000 barel minyak per hari.

Selain mengolah ladang minyak di negeri orang, Pertamina juga gencar menjual pelumas ke mancanegara. Saat ini sudah ada 17 negara yang mengkonsumsi oli produksi Pertamina Lubricants. Terakhir, perusahaan yang menjual produk Fastron dan Rubsol itu, membuka representative office-nya di Sydney, Australia. Selain memasarkan produknya di luar negeri, kini Pertamina Lubricants juga memiliki satu unit produksi di Thailand. Untuk meningkatkan brand awareness masyarakat global, Fastron gencar mempromosikan mereknya dalam ajang balap internasional. Tak hanya itu, Fastron Platinum juga telah menjadi technical partner pabrikan mobil Lamborghini untuk kegiatan motor sport, seperti Lamborghini GT3 dan Lamborghini Super Trofeo. Dalam kerjasama tersebut, Fastron juga dipercaya menjadi pelumas resmi Lamborghini yang dipasarkan di 129 diler di seluruh dunia.

Disamping Pertamina, Medco Energi juga merupakan perusahaan energi nasional yang telah go international. Saat ini perusahaan yang didirikan oleh Arifin Panigoro itu telah memiliki 36 blok yang tersebar di tiga benua, diantaranya di Amerika Serikat, Yaman, Oman, Libya, dan Tunisia. Berkat ekspansinya itu, Medco mempunyai cadangan minyak dan gas sekitar 225,4 juta barel ekuivalen minyak (MBOE). Tak ada perusahaan energi nasional, termasuk Pertamina, yang memilki cadangan migas sebesar itu. Terakhir aksi korporasi yang dilakukan oleh perusahaan ini adalah mengambil alih pertambangan mineral di Nusa Tenggara dari perusahaan asal Amerika Serikat : Newmont. Ini merupakan salah satu national pride, dimana perusahaan lokal berhasil mengambilalih penguasaan asing di salah satu kawasan pertambangan terbesar di dunia.

Indofood merupakan produsen makanan terbesar di Indonesia. Salah satu produknya : Indomie, telah menjadi merek yang dikenal di seluruh dunia. Berdasarkan laporan Kantar Wold Panel, di tahun 2017 Indomie masuk ke dalam Top 10 merek paling favorit di seluruh dunia. Dalam laporan yang bertajuk “Brand Footprint” itu, Indomie menempati peringkat ke-8 produk yang paling banyak dikonsumsi masyarakat urban. Tak heran jika Indomie dengan mudahnya dijumpai di supermarket kota-kota besar di seluruh dunia.

Indomie populer di Nigeria

Langkah awal Indofood membangun brand Indomie di pasar global dimulai pada tahun 1992. Tak seperti Coca Cola yang melakukan kampanye massif dengan berbagai macam promosi, Indofood memenuhi pasar secara konsisten dengan menjaga ketersediaan produk-produknya. Untuk memenuhi ketersediaan tersebut, Indofood membentuk Direktorat Ekspor yang fokus mengembangkan Indomie ke berbagai negara. Negara awal yang menjadi pijakannya adalah tempat dimana tenaga kerja Indonesia banyak bermukim. Tak salah jika di Malaysia, Singapura, Hongkong, Taiwan, dan Arab Saudi, merek Indomie sudah sangat familiar. Disamping itu, Indomie juga banyak dijumpai di negara dimana banyak pelajar Indonesia bersekolah, seperti Amerika Serikat dan Australia. Yang menarik ialah di beberapa negara Afrika, dimana sedikit sekali orang Indonesia yang tinggal disana, merek ini juga cukup mengakar. Salah satunya di Nigeria. Saking mengakarnya, masyarakat setempat percaya bahwa Indomie merupakan produk asli negara tersebut. Untuk mempermudah proses ekspor ke seluruh dunia, saat ini Indofood telah membangun beberapa pabrik di luar Indonesia, diantaranya di Arab Saudi, Malaysia, Suriah, Mesir, dan Nigeria.

Mayora juga merupakan produsen makanan asal Indonesia yang produk-produknya cukup diminati konsumen global. Salah satu produknya yang mendunia adalah Kopiko. Permen kopi yang memiliki dua varian — original dan cappuccino – itu, konon juga dibawa oleh para astronot Amerika ke luar angkasa. Untuk menjadi merek global, kini Mayora telah mengekspor produk tersebut ke 80 negara, dan memiliki kantor distribusi di Thailand, Malaysia, Vietnam, Singapura, China, India, dan Nigeria. Tak hanya itu, di beberapa negara seperti China, Filipina, dan Polandia, Kopiko merupakan rajanya permen kopi. Selain Kopiko, produk Mayora lainnya yang banyak dijual di mancanegara adalah butter cookies Danisa dan wafer Beng Beng. Untuk memperkuat pangsa pasar ekspor, selain di Indonesia perusahaan ini juga membangun pabriknya di India dan Tiongkok. Tak salah jika pada tahun 2014, sekitar 30% penjualan Mayora berasal dari pasar luar negeri.

Satu lagi perusahaan food and beverages asal Indonesia yang telah mendunia adalah Petra Food. Salah satu produknya : Silver Queen, telah menjadi penguasa pasar global disamping M&M asal Amerika Serikat. Selain dipasarkan di Indonesia, saat ini Silver Queen juga merambah ke 17 negara, diantaranya Filipina, Singapura, dan Amerika Serikat. Keberhasilan produk tersebut menjadi brand global, tak lepas dari kemampuannya mengubah coklat batangan menjadi kebutuhan gaya hidup. Disamping strategi marketing-nya yang ciamik, yang menjadikan produk Petra Food terkenal di mancanegara adalah kualitas kakao yang digunakannya. Ternyata kakao yang tumbuh di Indonesia – yang menjadi bahan baku Silver Queen, merupakan salah satu kakao terbaik di dunia. Meski Petra Food memulai bisnisnya di Indonesia, namun kini sebagian besar lini produksi mereka berada di Filipina. Bahkan ketika melakukan penawaran umum saham perdana, mereka memilih melantai di Bursa Efek Singapura, tenimbang di Indonesia.

Di bidang farmasi, Biofarma merupakan perusahaan nasional yang berhasil menjadi pemain global. Perusahaan pelat merah itu merupakan perusahaan vaksin keempat terbaik di dunia, dari 200 perusahaan yang ada. Biofarma juga merupakan satu dari 32 produsen vaksin dunia yang produk-produknya mendapat akreditasi World Health Organization (WHO). Pada tahun 2016, Biofarma telah mengekspor vaksin ke 139 negara dengan nilai penjualan mencapai USD 114 juta. Bahkan untuk vaksin polio, dua per tiga kebutuhan dunia disediakan oleh perusahaan ini. Selain vaksin polio, ada 12 vaksin lainnya yang telah diakui WHO dan menjadi andalan eksor mereka. Salah satunya adalah Pentabio Five in One, yang memiliki lima antigen dalam satu kemasan. Ke depan, Biofarma akan terus melakukan pengembangan dan mencari terobosan baru, sehingga produk-produknya dapat menjadi market leader mengalahkan produsen vaksin asal India atau Amerika.

Siapa bilang produk elektronik asal Indonesia tak bisa menjadi pemain global? Maspion, salah satu produsen alat elektronik rumah tangga, berhasil menancapkan kukunya di pasaran internasional. Produk-produk mereka seperti penanak nasi, blender, mesin cuci, serta kipas angin, bisa menyaingi produk-produk asal Jepang serta Korea Selatan. Pada tahun 2012, nilai ekspor perusahaan yang didirikan Alim Husin itu sudah mencapai USD 450 juta. Dan dalam beberapa tahun terakhir rata-rata tumbuh sekitar 8%-15%. Kini sebagian besar produknya telah diekspor ke Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Australia, dan Timur Tengah. Untuk bersaing dengan produk-produk luar negeri, ke depan Maspion berencana akan mengembangkan perkakas hemat energi.

Panser

Panser Anoa, diekspor ke beberapa negara

Mungkin sebagian dari Anda belum tahu, kalau Indonesia juga merupakan eksportir senjata dan peralatan perang. Size-nya memang belum sebesar Amerika, Rusia, ataupun Inggris. Namun keberhasilan Pindad menjadi salah satu produsen senjata yang diminati oleh banyak negara, patut diacungi jempol. Saat ini beberapa negara di Timur Tengah, Afrika, serta Asia Tenggara merupakan pasar utama senjata produksi perusahaan asal Bandung tersebut. Ketertarikan mereka antara lain pada produk senapan serbu, pistol, sub-machine gun, panser, dan beberapa jenis amunisi. Bahkan untuk senapan serbu, produksi Pindad boleh dibilang masuk dalam kategori terbaik di dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s