Perangkat Lunak Indonesia

Peserta Kongres Pemuda II di Jakarta

Indonesia dibangun bukan tanpa persiapan. Lewat olah pikir pemuda-pemuda berpendidikan Eropa, dasar-dasar negara digali, bahasa persatuan dipilih, dan undang-undang disusun. Mengerjakan itu semua, mereka tanpa bantuan siapa-siapa. Hanya melihat-lihat best practice di negara lain, serta mengambil beberapa kearifan lokal. Dasar negara terilhami dari semangat sosialis dan anti-kolonialisme yang sedang hangat-hangatnya dipertengahan abad ke-20 lalu. Undang-undang negara, banyak diambil dari hukum positif Belanda yang berkiblat ke hukum-hukum Turki Utsmani.

Bahasa Melayu, bahasa yang berurat akar di Sumatera Timur dan telah menjadi lingua franca sejak berabad-abad lalu, dipilih menjadi bahasa persatuan Indonesia. Masalah dipilihnya Bahasa Melayu sebagai bahasa nasional, sempat menjadi perdebatan di antara pemuda-pemuda yang sedang melangsungkan Kongres Pemuda II. Ketika itu Bahasa Jawa dan Melayu, berpeluang untuk menjadi bahasa persatuan calon negara baru. Namun dalam kongres tersebut, Mohammad Yamin mengusulkan agar Bahasa Melayu yang dipilih. Selain sudah dikenal masyarakat luas, Bahasa Melayu cenderung mudah digunakan dibanding Bahasa Jawa yang berkasta-kasta.

Baca entri selengkapnya »


Kepulauan Indonesia Raya

Umum diketahui orang, Indonesia merupakan negeri kepulauan terbesar di dunia. Tak kurang dari 17.000 pulau, berjajar di antara Lautan Hindia dan Pasifik. Membentang dari Sabang di sebelah barat hingga ke Merauke di timur, dari Pulau Rote di selatan sampai Kepulauan Talaud di utara. Negerinya yang berpulau-pulau, yang terhubung oleh selat-selat dan laut, menjadi kendala tersendiri dalam mengelolanya. Kendala lain ialah, banyaknya wilayah yang berbukit-bukit dan bergunung-gunung. Maklum, Indonesia dilewati oleh dua lengkung pegunungan, Lingkar Pasifik dan Alpen-Banda.

Pesawat perintis, feri, dan kapal laut, menjadi transportasi handalan negeri ini. Namun sulitnya jenis transportasi tersebut, menimbulkan biaya yang tak sedikit bagi keberlangsungan hidup masyarakatnya. Warga Kabupaten Natuna atau Sangihe Talaud misalnya, harus perlu waktu berminggu-minggu untuk menunggu kapal yang berangkat menuju ibu kota propinsi. Masyarakat Pegunungan Tengah di Papua, setali tiga uang dengan mereka. Walau tak ada laut yang memisahkan Jayapura dengan Pegunungan Tengah, namun letaknya yang tersuruk di antara gunung-gunung dan bukit, menjadikannya wilayah yang terisolasi dari peradaban. Untuk menuju Jayapura atau sebaliknya, masyarakat Pegunungan Tengah harus menunggu pesawat cukup lama, kadang hingga berbulan-bulan. Sulitnya pengangkutan di daerah-daerah terpencil, berakibat pula pada mahalnya harga barang-barang kebutuhan pokok. Jika di Jakarta harga satu zak semen hanya Rp 55.000, maka di Talaud ataupun Natuna harganya bisa mencapai Rp 200.000.

Baca entri selengkapnya »


Tim Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia

Usai sudah pesta akbar empat tahunan FIFA World Cup 2010, dengan keluarnya pengusung sepak bola menyerang sebagai juara : Spanyol ! Selama satu bulan penuh, para pecinta sepak bola dunia telah dihibur oleh sajian bermutu tinggi, permainan level satu yang diperagakan oleh bintang-bintang kelas dunia. Walau terdapat intrik, gol-gol berbau offside, hingga pengadil lapangan yang kurang jeli dalam melihat, namun secara keseluruhan Piala Dunia Afrika Selatan 2010 berlangsung baik. Sampai malam puncak pertandingan final, tak ada insiden dan keributan yang cukup berarti.

Pertandingan final mempertemukan dua kekuatan Eropa, Spanyol vs Belanda. Spanyol yang selama ini tampil kurang meyakinkan, malam ini (12 Juli 2010 WIB) bermain sangat luar biasa. Diisi oleh sebagian besar pemain-pemain muda nan enerjik, Spanyol tampil seperti lebah yang menyengat. Bermain lepas, fly, dengan passing-passing pendek yang cukup akurat, Spanyol kerap kali membahayakan gawang Belanda. Sejak peluit babak pertama dibunyikan, tridente maut Spanyol, Xavi, Iniesta, dan David Villa, telah menebar ancaman. Diselingi aksi-aksi Sergio Ramos dan Xabi Alonso, serta permainan apik Carles Puyol, praktis Spanyol menguasai pertandingan malam ini. Ball possession : 57% berbanding 43% untuk keunggulan Spanyol. Walaupun permainan agak keras menjurus kasar, namun secara keseluruhan pertandingan malam ini enak ditonton. 13 kartu kuning dan 1 kartu merah, mewarnai pertandingan yang dipimpin oleh wasit Howard Webb asal Inggris.

Baca entri selengkapnya »


Grand Indonesia (kanan) dan Plaza Indonesia (kiri), dua pusat perbelanjaan level AAA+

Siapa yang tak kenal Singapura. Negara pulau yang terletak di penghujung semenanjung Melayu itu, telah lama dikenal sebagai tempat belanja kelas dunia. Namun siapa yang tahu, pusat-pusat perbelanjaan di kota Singa itu, ternyata tak lebih banyak dari Jakarta. Bukan hanya itu, dari segi luas area, mal-mal dan pusat perbelanjaan Jakarta jauh lebih besar.

Kalau Singapura cuma punya dua, Orchard Road dan Bugis Street, sebagai distrik belanja yang besar. Maka Jakarta punya lebih dari itu. Setidaknya ada empat kawasan perbelanjaan besar di Jakarta — Glodok-Mangga Dua, Blok M, Jatinegara, dan Kelapa Gading — yang luasnya sepadan dengan Orchard dan Bugis-nya Singapura. Tidak hanya itu, Jakarta juga punya pusat grosir terbesar : Tanah Abang dan ITC Cempaka Mas. Di kawasan Thamrin dan Senayan, ada pula mal-mal mewah nan nyaman, yang dari segi kualitas boleh jadi di atas Kuala Lumpur, Bangkok, bahkan Singapura.

 

Belanja papan atas

Sejak tahun 1990 lalu, pusat-pusat perbelanjaan besar, tumbuh subur menghiasi wajah Jakarta. Tak terkecuali mal-mal mewah bintang lima dengan level AAA dan AAA+. Berdasarkan survei Litbang Kompas pada tahun 2009, sekitar 13% penduduk Jabodetabek berpenghasilan di atas US$ 10.000/tahun. Jika saat ini populasi Jabodetabek berjumlah 24 juta jiwa, maka sekitar 3,12 juta orang penduduknya berpenghasilan di atas Rp 7,5 juta per bulan. Baca entri selengkapnya »


Pusat kota Bandung terlihat dari atas

Sejak dibukanya jalan tol Cipularang, Bandung telah menjadi destinasi favorit masyarakat Jakarta. Di akhir pekan, tak kurang dari seribu kendaraan warga Jakarta, datang berbondong-bondong memenuhi obyek-obyek wisata kota ini. Bandung yang menjadi ibu kota propinsi Jawa Barat, terletak diketinggian 768 meter di atas permukaan laut. Topografinya yang diapit dua buah gunung, memberikan kesejukan bagi para penghuninya. Selain udaranya yang sejuk, Bandung juga memiliki pemandangan alam yang menawan. Beberapa obyek wisata alam yang banyak dikunjungi pelancong antara lain Maribaya, Ciater, Dago Pakar, dan Gunung Tangkuban Perahu. Jauh ke selatan, ada pula kebun teh Rancaekek serta Ciwidey yang tak kalah menariknya. Serta Situ Patengan dan Kawah Putih, yang juga menawarkan sensasi alam menakjubkan.

Pariwisata Bandung, kini tak hanya sekedar pemandangan alam dan udaranya yang sejuk. Namun ia telah bermetamorfosis menjadi sebuah surga belanja, yang menawarkan berbagai macam model fesyen. Dari sepatu, baju, tas, hingga ke perhiasan. Tak hanya itu. Bagi Anda yang menyukai wisata kuliner, Bandung juga menyediakan aneka jajanan khas kota kembang. Seperti batagor, siomay, es durian, dan kue-roti buatan lokal.

Baca entri selengkapnya »


Satu minggu lagi turnamen terakbar FIFA World Cup 2010 akan digelar. Namun begitu, sorak sorai dan gegap gempita pesta terbesar umat manusia se-dunia, telah terdengar sejak satu bulan lalu. Berbagai media massa baik cetak maupun elektronik, telah melaporkan persiapan helat empat tahunan tersebut. Yang paling ramai ialah pemberitaan tentang kesiapan tim serta prediksi mengenai siapa yang akan keluar sebagai juara. Dalam perjumpaan kali ini, saya mencoba untuk ikut mengulas serta memprediksi tim-tim mana saja yang mampu maju ke babak 16 besar, perempat final, semi final, hingga partai final. Seperti halnya prediksi dan analisa dari para pengamat profesional, boleh jadi hasil analisa ini lebih banyak salah ketimbang benarnya.

Untuk kedua kalinya, Piala Dunia diselenggarakan di luar benua Eropa dan Amerika. Setelah Korea dan Jepang tahun 2002 lalu, kini giliran Afrika Selatan yang menjadi host turnamen. Seperti halnya delapan tahun lalu, Piala Dunia kali ini diperkirakan akan banyak melahirkan kejutan. Faktor cuaca, pendukung fanatik, ketinggian tempat pertandingan, serta ilmu-ilmu hitam khas Afrika sedikit banyaknya akan mempengaruhi performa negara-negara peserta. Jika Korea-Jepang 2002, dunia dikejutkan oleh tersingkirnya tim juara bertahan Prancis di babak penyisihan, serta majunya Korea Selatan hingga partai semi final. Maka tahun ini, kejutan besar diperkirakan datang dari tim-tim Afrika, yang selama ini hanya dianggap sebagai tim anak bawang. Untuk itu saya mengkalkulasi empat dari enam tim kontestan asal Afrika akan lolos ke babak 16 besar, mereka adalah Afrika Selatan (runner-up grup A), Nigeria (runner-up grup B), Kamerun (runner-up grup E), dan Pantai Gading (runner-up grup G). Melihat komposisi pembagian grup yang cukup ketat, beberapa tim unggulan seperti Meksiko, Ghana, dan Portugal, diperkirakan akan tersingkir di babak awal. Selain itu, cederanya beberapa pemain pilar seperti Nani dan Essien, turut mempengaruhi performa tim-tim tersebut. Negara-negara Asia seperti halnya Piala Dunia sebelumnya, masih belum bisa berbuat banyak. Australia yang baru bergabung bersama AFC pada Piala Dunia kali ini, diperkirakan menjadi satu-satunya wakil Asia di babak 16 besar. Berikut perkiraan 16 tim yang lolos ke babak perdelapan final : Prancis, Afrika Selatan, Argentina, Nigeria, Inggris, Amerika Serikat, Jerman, Australia, Belanda, Kamerun, Italia, Paraguay, Brazil, Pantai Gading, Spanyol, Chili.

Baca entri selengkapnya »


Mavi Marmara membawa bantuan ke Gaza

Dunia semakin centang perenang. Keadilan, makin jauh panggang dari api. Kebiadaban, seolah suatu hal yang biasa-biasa saja. Minggu ini masyarakat internasional kembali dipertontonkan oleh aksi tak beradab tentara zionis Israel. Sepasukan tentara komando Israel, menyerbu kapal penumpang berbendera Turki, Mavi Marmara. Kapal yang mengangkut ratusan relawan beserta bala bantuan itu hendak menuju Gaza, negeri seribu konflik yang saat ini sedang sekarat. Kapal itu diserbu saat melaju di tengah lautan Mediterania, wilayah perairan internasional yang berjarak 150 km lepas pantai Gaza.

Kronologis kejadian hingga saat ini masih simpang siur. Menurut juru bicara Israel, kedatangan pasukan tersebut bertujuan untuk memeriksa jenis bantuan yang hendak dikirim, yang kemudian langsung mendapat penolakan berupa pemukulan dari para relawan. Namun cerita ini segera dibantah oleh beberapa korban yang melihat langsung kejadian tersebut. Menurut mereka, tentara Israel terlebih dahulu melakukan penembakan ke arah kapal sembari meluncur dari atas helikopter militer. Setibanya di atas geladak, beberapa relawan memang memukuli mereka. Namun pemukulan itu sebagai bentuk aksi bela diri atas penyerbuan tersebut. Setelah pemukulan, sejumlah peluru karet keluar dari moncong senapan Israel. Tak lama kemudian, berondongan senjata api terdengar jelas menembaki para relawan. Puluhan orang terkapar. Dan diantara puluhan itu, 10 dilaporkan tewas.

Penyerbuan itu terasa janggal. Pertama, kapal masih berada di perairan internasional, wilayah netral dimana tak satupun negara boleh melakukan tindakan sewenang-wenang. Kedua, kapal Mavi Marmara merupakan kapal dengan misi kemanusiaan, yang sudah seharusnya Israel membuka tangan atas kehadiran mereka. Ketiga, awak kapal kebebasan itu tak satupun yang bersenjata. Keempat, misi ini bukanlah misi keagamaan yang selama ini dicurigai politisi Yahudi konservatif. Karena dalam kapal itu, selain umat muslim turut pula 40 anggota parlemen dari negara-negara Eropa yang nasrani.

Baca entri selengkapnya »


Mourinho saat menukangi Inter Milan

Siapa yang tak kenal dengan Jose Mourinho, pelatih nyentrik yang saat ini menukangi klub sepak bola Internazionale Milan. Malam Minggu kemarin, 23 Mei 2010, mungkin hari yang paling membahagiakan bagi dirinya. Setelah berhasil menjuarai Coppa Italia, dan memastikan diri meraih scudetto Serie A, malam itu Mourinho kembali menambah koleksi juaranya dengan menggenggam trofi Liga Champions Eropa. Dengan kemenangan tersebut Inter Milan menjadi klub Italia pertama yang berhasil menjadi treble winners, atau pengkoleksi tiga gelar sekaligus dalam satu musim kompetisi.

Kemenangan ini seakan menjadi pelipur lara bagi Mourinho, setelah dua tahun lalu gagal di partai puncak menghadapi seterunya Manchester United. Mourinho yang kala itu menukangi Chelsea, harus kalah lewat adu penalti. Gelar juara Eropa kali ini, merupakan gelar juara kali kedua, setelah enam tahun lalu bersama Porto ia berhasil memboyong trofi Liga Champions ke Estadio do Dragao. Gelar ini sekaligus menempatkan Mourinho ke dalam jajaran pelatih elit Eropa, bersanding dengan Marcello Lippi, Guus Hiddink, dan Sir Alex Fergusson. Namun pencapaiannya meraih dua juara Eropa bersama dua klub berbeda, suatu pencapaian yang luar biasa. Ia menjadi pelatih ketiga setelah Ernst Happel dan Ottmar Hitzfeld yang mampu melakukannya.

 

Calcio Italia

Mou, biasa ia disapa, boleh jadi menjadi malaikat penyelamat bagi sepak bola Italia secara keseluruhan. Betapa tidak, berkat gelar juara tersebut, koefisien Serie A Italia tetap berada di atas sang pesaing, Bundesliga Jerman. Dengan raihan tersebut, dipastikan Serie A masih berada di jajaran top three liga-liga Eropa, sekaligus tetap mendapatkan jatah empat klub di kompetisi Liga Champion musim depan.

Baca entri selengkapnya »


Profesional Minang

Emirsyah Sattar, dirut Garuda Indonesia

Selain sebagai pedagang, perantau Minang banyak pula yang terjun sebagai profesional kerah putih di perusahaan-perusahaan modal asing, swasta, dan BUMN. Diantara mereka, banyak pula yang sukses meniti karier hingga duduk di puncak perusahaan. Saat ini, pimpinan beberapa BUMN top yang memegang urat nadi perekonomian negara, ditempati oleh putra-putra terbaik Minangkabau. Diantara mereka adalah Emirsyah Sattar yang menjadi CEO Garuda Indonesia, Rinaldi Firmansyah yang duduk sebagai direktur utama Telkom Indonesia, Fazwar Bujang yang menjabat sebagai pimpinan Krakatau Steel, serta Johny Swandi Syam yang mengomandani Indosat.

Perantau Minang yang berkarier di kemiliteran atau menjadi pegawai pemerintah, tak sebanyak yang berprofesi di BUMN ataupun swasta. Profesi birokrat yang biasanya didominasi orang-orang Jawa, tak terlalu menarik minat bagi sebagian besar perantau Minang. Namun begitu, ada pula orang Minang yang berhasil naik hingga ke puncak, menduduki jabatan-jabatan penting di pemerintahan kota. Seperti yang saat ini ditunjukkan oleh Syahrul Effendi (wali kota Jakarta Selatan), Wiliardi Wizard (kapolres Jakarta Selatan), Rycko Amelza Dahniel (kapolres Jakarta Utara), dan Boy Rafli Amar (juru bicara Polda Metro Jaya). Perantau Minang hanya sekali menjadi orang nomor satu DKI, yakni pada tahun 1950 ketika Daan Jahja menjabat sebagai gubernur militer Jakarta.

Selain sebagai pegawai, perantau Minang banyak pula yang berprofesi sebagai dokter. Profesi ini sebenarnya profesi dambaan yang telah lama digeluti banyak perantau Minang, selain sebagai ahli hukum dan ahli keuangan. Sejak dibukanya sekolah dokter pribumi STOVIA pada pertengahan abad ke-19, mulailah berbondong-bondong mahasiswa Minangkabau datang bersekolah ke Jakarta. Cita-cita mereka menjadi angku dotor, diharapkan bisa mengubah citra mereka dan keluarga di tengah-tengah lingkungan adat yang kompetitif. Data yang sangat konservatif menyebutkan, pada periode 1900 – 1914 sekitar 18% lulusan STOVIA merupakan orang-orang Minang. Hal inilah yang menjelaskan mengapa dari dulu hingga sekarang, banyak dokter di Jakarta datang dari kalangan Minangkabau.

Baca entri selengkapnya »


Pedagang kaki lima Tanah Abang yang didominasi etnis Minangkabau

Suatu malam dipertengahan tahun 1990, istora Senayan terasa gegap gempita. Bukan karena pertandingan final bulu tangkis Thomas Cup, ataupun konser artis kondang mancanegara. Tapi malam itu, helat besar masyarakat perantau Minang di Jakarta sedang berlangsung. Tak kurang 10.000 orang hadir menyesaki istana olah raga kebanggaan masyarakat Jakarta, termasuk diantaranya tokoh-tokoh Minang yang duduk sebagai elit negeri ini. Tua-muda, anak-anak, dari segala lapisan profesi, berselingkit rapat menyaksikan atraksi budaya, menggalang dana, dan bersenandung bersama menyanyikan lagu-lagu Minang sentimentil. Lepas jam 9 malam, acara rampung digelar. Rombongan perantau itu secara serempak meninggalkan istora. Ribuan mobil mentereng, berjajar tertib meninggalkan parkir timur Senayan. Berjalan keluar melewati Jalan Sudirman, Gatot Subroto, dan akhirnya berserak ke seantero kota. Acara yang disponsori Gebu Minang itu memang berlangsung sederhana. Tetapi gaungnya seolah menyiratkan eksistensi orang-orang Minang di Jakarta Raya.

Di ibu kota negara ini, perantau Minang memang tak seberapa. Dibanding orang Jawa dan Sunda, orang-orang Minang relatif lebih sedikit. Bahkan dengan orang Tionghoa dan Batak sekalipun, mereka masih kalah jumlah. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2000, perantau Minang hanya berjumlah 3,18% dari seluruh penduduk kota. Namun kehadiran mereka yang selalu tampil kemuka, menjadikannya nampak mencolok. Dalam aneka lapangan kehidupan ibu kota, peran perantau Minang selalu dapat ditemui. Mereka merupakan sedikit dari masyarakat Jakarta yang paling siap mengambil peluang, dan memanfaatkannya sebagai jalan menuju kesuksesan. Mereka terjun dan terlibat serius dalam segala macam profesi dan pekerjaan.

Baca entri selengkapnya »